NovelToon NovelToon
Pembalasan Sang Figuran

Pembalasan Sang Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Idola sekolah
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bearbee

Alma setelah kematiannya mengetahui bahwa sebenarnya dia hanyalah salah satu karakter sampingan di novel yang semua takdir kehidupannya sudah di tentukan oleh penulis.

Penderita yang telah dia lalui sebenarnya tidak lain dan tidak bukan hanyalah kata-kata yang tertulis untuk mempromosikan plot tentang protagonis wanita di novel.

Dia marah, dan kecewa tidak menerima semua takdir itu, dia ingin membalas rasa sakit yang dia terima dari orang-orang yang telah menyakitinya.

Dan kesempatan itu muncul, dia di hidupkan kembali , hari di mana semua penderitaannya belum terjadi.

Dan dia bersumpah akan membalas setiap inci perbuatan mereka padanya menghancurkan mereka secara perlahan.

Alma ingin mereka membayarnya dengan lunas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bearbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

12 Juli 2023, hari di mana siswa-siswi sekolah menengah atas kembali pada rutinitas mereka. Namun, rutinitas di Athena International Senior High School bukanlah rutinitas biasa. Ini bukan sekadar sekolah, melainkan sebuah panggung besar tempat para pewaris kekuasaan, keturunan konglomerat, dan darah biru mendemonstrasikan posisi sosial mereka.

Gerbang megah setinggi lebih dari lima meter itu terbuka lebar pagi ini. Dihiasi ukiran lambang Athena berlapis emas murni, menyambut dengan aura aristokrasi yang membuat siapa pun merasa sedang memasuki istana kerajaan, bukan institusi pendidikan. Kamera pengawas tersembunyi tersebar di berbagai sudut, menjaga setiap inci area tanpa cela.

Deretan mobil mewah meluncur masuk satu per satu, beriringan seperti parade kemewahan. Bentley, Lamborghini, Mercedes Maybach, hingga Ferrari berwarna mencolok, saling unjuk gigi. Setiap mobil memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari pelat khusus keluarga penguasa bisnis hingga bendera kecil yang menandakan kelas sosial mereka di sekolah. Semua siswa tahu, di Athena, jenis mobil bukan hanya soal kendaraan. Melainkan lambang kasta.

Di tengah iring-iringan itu, sebuah Rolls Royce Phantom berwarna hitam obsidian meluncur masuk, berkilau sempurna memantulkan cahaya pagi. Mobil itu tidak pernah terlihat sebelumnya di sekolah ini. Para siswa yang berada di halaman depan mulai berbisik, melirik penasaran ke arah kendaraan yang begitu mencolok namun asing.

Duduk di kursi depan, dua pria bertubuh tegap mengenakan setelan jas hitam identik. Wajah mereka tertutup kacamata hitam. Earpiece di telinga kanan mereka menyala, sesekali terdengar suara samar dari saluran komunikasi. Tak ada senyuman. Hanya ekspresi profesional khas bodyguard terlatih dari keluarga kelas satu.

Sementara di kursi belakang, seorang gadis tampak memijat pangkal hidungnya dengan gerakan pelan dan frustasi. Alma.

Seragam sekolah Athena melekat sempurna di tubuh rampingnya. Didesain khusus dengan bahan kualitas tertinggi, jahitan tangan dari desainer privat. Setelan blazer biru gelap dengan lambang Athena disulam benang emas di dada kiri, rok lipit yang elegan.

Kepalanya berdenyut. Sudah sejak tadi rasa tak nyaman itu bersarang. Ini bukan hanya karena tekanan udara AC yang terlalu dingin, melainkan karena tekanan yang jauh lebih dalam. tuntutan Arthur Morrison, ayahnya. Sekaligus raja bisnis di sektor logistik dan energi.

"Bertindaklah sesuai statusmu, Alma. Kau bukan anak pengusaha biasa. Kau seorang Morrison. Dan Morrison tidak bersembunyi."

Ucapan ayahnya malam tadi masih menggema dalam pikirannya.

Alma tahu, di balik tutur katanya yang tenang, Arthur menyimpan kekhawatiran. Ia bukan sedang menghakimi atau mencurigai, dia sedang mencemaskan. Dan Alma bisa merasakannya. Dari caranya menatap, dari jeda dalam kalimat yang dibiarkan menggantung, seolah takut salah bicara.

Di saat anak-anak konglomerat lainnya dengan bangga menjajakan nama besar keluarganya ke mana pun mereka melangkah, menjadikan status sebagai mahkota yang selalu dipoles agar berkilau, Alma justru melakukan sebaliknya. Ia memilih untuk diam, menyembunyikan diri di antara kerumunan, seperti bayangan yang enggan dikenali.

Dan Arthur hanya ingin membuatnya dengan bangga menyebutkan nama belakangnya. Morrison.

Masalahnya…

Alma tidak bisa melakukan ini.

Selama ini, dia dikenal oleh teman-temannya sebagai anak dari pengusaha bidang tekstil, hidup berkecukupan namun tetap 'manusiawi'. Ia bukan bagian dari kasta paling atas yang membentuk lingkaran sosial eksklusif mereka yang sering dijuluki dengan istilah "The Crowned"

...🥀🥀🥀...

Athena bukanlah sekolah biasa. Ia bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan sebuah cermin dari dunia luar yang sesungguhnya. Tempat di mana status sosial bukan hanya dikenali, tetapi dilembagakan secara terang-terangan. Di balik dinding marmer dan kaca gedung megahnya, para siswa dibagi dalam sistem kasta yang mencolok, dan nyaris tak terbantahkan.

Setiap siswa yang melangkah melewati gerbang besi Athena, secara otomatis akan dimasukkan ke dalam salah satu dari tiga ordo, berdasarkan latar belakang keluarga mereka. Sistem ini diwariskan turun-temurun, dan telah mendarah daging dalam tiap kebijakan, tradisi, bahkan interaksi sosial siswa sehari-hari. Tak tertulis di kurikulum, tapi menjadi hukum yang lebih keras dari peraturan mana pun.

...🥀🥀🥀...

kelas Polaris, Mereka yang Dilahirkan untuk Memerintah. Kasta tertinggi. Para penguasa yang bahkan tak perlu berkata-kata untuk membuat satu sekolah tunduk.

Anggotanya berasal dari keluarga konglomerat, keturunan dinasti bisnis multi-nasional, keluarga bangsawan modern, hingga pewaris kekuasaan politik tingkat atas. Beberapa bahkan memiliki nama keluarga yang lebih dikenal daripada nama sekolah itu sendiri. Mereka duduk di atas takhta sosial yang kokoh, bukan karena pencapaian pribadi, melainkan karena garis keturunan.

"Polaris" tak pernah ikut antre, tak pernah ditegur, dan tak pernah diberi sanksi. Mereka seolah kebal aturan.

Fasilitas yang diberikan kepada mereka bukan sekadar istimewa, itu hampir seperti kerajaan dalam kerajaan. Ruang belajar eksklusif, asisten pribadi, bahkan akses teknologi dan laboratorium yang hanya bisa mereka sentuh. Donasi keluarga mereka membangun gedung, laboratorium, bahkan mendanai beasiswa yang ironisnya hanya diberikan kepada kasta paling bawah. Kekuasaan mereka mengalir dalam jaringan sekolah. Dari yayasan induk, media partner, hingga dewan pengurus sekolah.

Mereka tidak hanya dihormati, mereka disembah.

...🥀🥀🥀...

kelas Acturus. Mereka yang Dihormati, Tapi Bukan Raja. Kasta menengah. Kelas yang disebut-sebut sebagai penopang sistem.

Beranggotakan anak-anak dari keluarga mapan. Pengusaha lokal sukses, pejabat daerah, akademisi bergelar doktor, atau pemilik jaringan bisnis nasional yang tidak mendunia. Kehidupan mereka nyaman, terpandang, namun tetap berada dalam batas.

Mereka dihormati karena pencapaian keluarga mereka, tapi tetap tahu diri untuk tidak duduk di kursi Polaris.

Fasilitas mereka cukup layak. Akses ruang belajar yang baik, kebebasan dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler, dan perlakuan yang masih dalam batas "manusiawi" oleh Polaris. Namun mereka tetap tahu tempat. Dalam setiap forum penting, Arcturus duduk di barisan kedua. Dalam rapat OSIS, suara mereka bisa didengar, tapi tak pernah menjadi keputusan akhir.

Inilah kasta yang Alma pilih sebagai kamuflasenya. Tidak mencolok, tapi cukup bergengsi untuk menjauh dari sorotan rendah. Arcturus adalah tempat ideal untuk bersembunyi dalam bayang-bayang kemewahan, tanpa terseret lumpur atau berdiri terlalu tinggi hingga jadi sasaran.

...🥀🥀🥀...

kelas Vesta. Mereka yang Dibiarkan Tak Terlihat. Kasta terbawah, mereka yang hidup dalam ketidakadilan yang disamarkan sebagai meritokrasi.

Sebagian besar berasal dari keluarga pekerja keras. Pegawai negeri, buruh industri, guru biasa, atau bahkan tukang roti di pinggir kota. Siswa  berprestasi yang diterima melalui program beasiswa penuh.

Mereka dipuji sebagai bukti keberagaman Athena, namun pada kenyataannya, mereka adalah pengingat akan keterbatasan sistem.

Ordo Vesta tidak memiliki akses eksklusif. Mereka masuk lewat gerbang yang sama, tapi tak pernah menyentuh dunia yang sama. Loker mereka sering ditempatkan di pojok-pojok koridor, kelas mereka selalu di belakang. Mereka tidak dipanggil dengan nama, tetapi dengan label.

"Anak beasiswa"

"Si pintar miskin"

"Pelengkap statistik"

Mereka yang paling sering menjadi sasaran olok-olok, prank yang kejam, bahkan kekerasan verbal dan fisik. Dan yang lebih menyakitkan, mereka tidak berani melawan. Karena satu laporan bisa membatalkan beasiswa. Satu kesalahan bisa mengembalikan mereka ke dunia yang bahkan lebih keras daripada ini.

Di Athena, sistem kasta ini tidak tertulis di buku panduan. Tapi ia hidup di setiap interaksi. Dari cara guru berbicara, bagaimana siswa duduk di kantin, hingga siapa yang berhak berdiri di atas panggung saat upacara. Setiap orang tahu di mana tempatnya, dan siapa yang tak boleh disentuh.

Dan bagi seseorang seperti Alma Alasannya kali ini, yang memutuskan menyembunyikan identitasnya sebagai Polaris dan berpura-pura sebagai Arcturus. Ini bukan lagi permainan itu  soal adaptasi. Tapi soal hidup dan mati. Soal membalas dendam di medan perang yang terselubung, dan menyusun strategi di balik topeng sosial yang rumit.

Athena bukan sekolah biasa. Ini adalah ladang takdir. Di mana masa depan ditentukan oleh nama keluarga… atau kehendak seseorang yang cukup nekat untuk menentangnya.

1
Winda Napitupulu Moment
semangat trus yah thor... 💪💪💪💪
Lippe
apa alma ini karena trauma masa lau jadi punya kepribadian ganda?

atau alma dengan kesadaran penuh yang bunuh orang2 sebelumnya?
Rina Yuli
wow luarr biasa lu bikin cerita best thor 👍👍👍👍
Winda Napitupulu Moment
seru ceritanya thorr... ditunggu crazy updatenya...🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!