Sebuah Pernikahan Yang Dipaksa Keadaan
Sebuah Rahasia Yang perlahan merenggut kebahagiaan
Mereka tak pernah saling menetap hanya sebatas saling mengenal , tapi takdir menyatukan dalam 365 Hari .
Dimana cinta Tumbuh Meski Waktu terus menghitung mundur .
Follow IG : @Rnhumaira05_ @coretanara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohati nur humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Sebuah Titik
Bukan ini yang ingin kuraih ,
bukan ini yang ingkin kumiliki ,
dijadikan tujuan oleh seseorang yang sudah ada rumah didalamnya ,
ia merusak rumah itu dan merusak berlian itu ,
aku tidak bisa menjadi pelataran dari rumah dan berlian yang harusnya beriringan ,
aku hanya ingin meraih bintangku ,
mengenggamnya , dan mencintainya ,
sungguh cuma itu .
_ Nashwa Akila _
Keesokan harinya yumna, jihan, dan nashwa kembali bertemu disalah satu tempat makan .
'' Bagaimana keadaanmu yumna ? '' tanya naswa pada yumna
'' aku sudah membaik nashwa ,terimakasih sudah membantu menolongku kemarin '' ucap yumna
'' tidak masalah , tolong jaga kondisi kamu yumna '' ucap nashwa sambil tersenyum
'' nashwa , aku mohon bantu aku menepati janjiku pada reyhan '' lirih yumna dengan memohon dan nashwa menghela nafasnya dengan kasar
'' yumna , kehidupan itu bukan hanya tentang cinta , aku punya cita-cita , jadi dokter impianku , aku ingin mengobati orang banyak dengan tanganku sendiri , ini pilihanku'' jelas nashwa
'' nashwa , aku mohon mungkin waktuku tidak banyak lagi '' lirih yumna
deg ,,,(keduanyapun terkejut )
Setelah obrolan singkat itu usai , yumna bergegas bersiap-siap untuk pulang ke tanah air , dan jihan mendampinginya sampai bandara ..
Setibanya dibandara soekarno hatta ,
rayhan tengah berdiri dipintu kedatangan menunggu yumna tiba , sejak pagi ia bergegas pergi ke bandara hanya untuk menjemput yumna ,
ketika akhirnya yumna muncul , wajahnya tampak lelah namun tetap tersenyum kecil , rayhan melangkah menghampirinya ,
'' Yum ...'' ucap rayhan pelan dan yumna mencium tangan suaminya ,
rayhan meraih koper yang yumna bawa tanpa berkata lagi dan membawanya ke dalam mobil .
Sepanjang perjalanan , keduanya terdiam , hanya suara mesin mobil yang terdengar , rayhan sesekali melirik yumna yang fokus menghadap keluar jendela , seakan sibuk dengan pikirannya sendiri ,
rayhan menggenggam erat setir , hatinya ingin berbicara namun lidahnya kelu, disampingnya yumna juga bergelut dengan pikirannya sendiri , mobil melaju dengan hening hingga akhirnya tiba dirumah ,
rayhan menurunkan koper yumna , yumna melangkahkan kaiknya masuk kedalam tanpa berkata
rayhan berdiri mematung menatap punggung yumna yang perlahan menjauh , ada sesuatu yang asing dan menakutkan dalam keheningan itu .
sesampainya dikamar rayhan berbicara
'' yumna ada yang ingin aku bicarakan '' ucap rayhan sambil melirik yumna yang tengan duduk dikusi meja riasnya
''katakanlah '' titah yumna
'' maaf , mungkin perkataan ku ditelepon waktu itu sudah keterlaluan , aku minta maaf '' ucap rayhan dan yumna menunduk jemarinya meremas baju yang ia kenakan
'' Ray , bisakah kita akhiri semua ini , aku sudah lelah '' lirih yumna dan rayhan tak menjawabnya
Rayhan kini terdiam , Jantungnya berdegup kencang mendengar kata '' Lelah '' dari bibir yumna , ada rasa sesak takut kehilangan sosok yumna yang sudah mulai mengisi kesehariannya , namun ia masih enggan mengungkapkannya .
Keesokan harinya Rayhan mulai banyak diam , tapi bukan lagi diam karena kemarahan , ia lebih sering melamun memikirkan perkataan yumna waktu itu ,
Ada sesuatu yang tumbuh didadanya , rasa bersalah yang perlahan berubah menjadi rindu , yumna yang kini menjadi lebih pendiam , dan rayhan yang kini semakin terluka .
Disuasana siang hari yang begitu canggung dimeja makan setelah usai menyantap makan siang yang telah yumna siapkan , Rayhan berkata lirih memulai percakapan
'' Yumna , aku tau mungkin ini terkesan terlambat , dan aku mengakui kesalahanku selama ini , maafin aku yum , izinkan aku belajar dan memulai semuanya dari awal lagi , bukan memulai sebagai kewajiban namun sebagai anugerah , aku mohon bertahanlah dan berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya , aku tau ini tidak adil untukmu , tapi ku mohon tetaplah bersamaku . '' lirih rayhan dengan tetesan air matanya
Air mata yumna jatuh seketika , ia menunduk dan meremas pakaiannya ,
rayhan menggenggam tangan itu untuk pertama kalinya , keduanya saling bertatapan , dan yumna pun berkata ,
'' ku mohon ray , buktikanlah '' lirih yumna dengan tangisannya
'' akan aku buktikan '' lirih rayhan dengan ucapan tegasnya dan keduanyapun menangis sambil berpelukan .
dan detik itu juga pelukan yang biasanya dingin berubah menjadi sebuah kehangatan ,
pelukan yang seringkali membuat luka kini menjadi pelipur lukanya ,
terimakasih sudah mampir kak , jangan lupa tinggalik jejak ya 💕
Semoga novel ini membawa inspirasi yang baik dan jadi ladang pahala untuk author dan para readers ,
semoga suka sama karyanya ya .
selamat membaca😍