NovelToon NovelToon
Isyarat Sajadah Terakhirku

Isyarat Sajadah Terakhirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romantis
Popularitas:863
Nilai: 5
Nama Author: Rohati nur humaira

Sebuah Pernikahan Yang Dipaksa Keadaan
Sebuah Rahasia Yang perlahan merenggut kebahagiaan
Mereka tak pernah saling menetap hanya sebatas saling mengenal , tapi takdir menyatukan dalam 365 Hari .
Dimana cinta Tumbuh Meski Waktu terus menghitung mundur .




Follow IG : @Rnhumaira05_ @coretanara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohati nur humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Sebuah Titik

Bukan ini yang ingin kuraih ,

bukan ini yang ingkin kumiliki ,

dijadikan tujuan oleh seseorang yang sudah ada rumah didalamnya ,

ia merusak rumah itu dan merusak berlian itu ,

aku tidak bisa menjadi pelataran dari rumah dan berlian yang harusnya beriringan ,

aku hanya ingin meraih bintangku ,

mengenggamnya , dan mencintainya ,

sungguh cuma itu .

_ Nashwa Akila _

Keesokan harinya yumna, jihan, dan nashwa kembali bertemu disalah satu tempat makan .

'' Bagaimana keadaanmu yumna ? '' tanya naswa pada yumna

'' aku sudah membaik nashwa ,terimakasih sudah membantu menolongku kemarin '' ucap yumna

'' tidak masalah , tolong jaga kondisi kamu yumna '' ucap nashwa sambil tersenyum

'' nashwa , aku mohon bantu aku menepati janjiku pada reyhan '' lirih yumna dengan memohon dan nashwa menghela nafasnya dengan kasar

'' yumna , kehidupan itu bukan hanya tentang cinta , aku punya cita-cita , jadi dokter impianku , aku ingin mengobati orang banyak dengan tanganku sendiri , ini pilihanku'' jelas nashwa

'' nashwa , aku mohon mungkin waktuku tidak banyak lagi '' lirih yumna

deg ,,,(keduanyapun terkejut )

 Setelah obrolan singkat itu usai , yumna bergegas bersiap-siap untuk pulang ke tanah air , dan jihan mendampinginya sampai bandara ..

Setibanya dibandara soekarno hatta ,

rayhan tengah berdiri dipintu kedatangan menunggu yumna tiba , sejak pagi ia bergegas pergi ke bandara hanya untuk menjemput yumna ,

ketika akhirnya yumna muncul , wajahnya tampak lelah namun tetap tersenyum kecil , rayhan melangkah menghampirinya ,

'' Yum ...'' ucap rayhan pelan dan yumna mencium tangan suaminya ,

rayhan meraih koper yang yumna bawa tanpa berkata lagi dan membawanya ke dalam mobil .

Sepanjang perjalanan , keduanya terdiam , hanya suara mesin mobil yang terdengar , rayhan sesekali melirik yumna yang fokus menghadap keluar jendela , seakan sibuk dengan pikirannya sendiri ,

rayhan menggenggam erat setir , hatinya ingin berbicara namun lidahnya kelu, disampingnya yumna juga bergelut dengan pikirannya sendiri , mobil melaju dengan hening hingga akhirnya tiba dirumah ,

rayhan menurunkan koper yumna , yumna melangkahkan kaiknya masuk kedalam tanpa berkata

rayhan berdiri mematung menatap punggung yumna yang perlahan menjauh , ada sesuatu yang asing dan menakutkan dalam keheningan itu .

sesampainya dikamar rayhan berbicara

'' yumna ada yang ingin aku bicarakan '' ucap rayhan sambil melirik yumna yang tengan duduk dikusi meja riasnya

''katakanlah '' titah yumna

'' maaf , mungkin perkataan ku ditelepon waktu itu sudah keterlaluan , aku minta maaf '' ucap rayhan dan yumna menunduk jemarinya meremas baju yang ia kenakan

'' Ray , bisakah kita akhiri semua ini , aku sudah lelah '' lirih yumna dan rayhan tak menjawabnya

Rayhan kini terdiam , Jantungnya berdegup kencang mendengar kata '' Lelah '' dari bibir yumna , ada rasa sesak takut kehilangan sosok yumna yang sudah mulai mengisi kesehariannya , namun ia masih enggan mengungkapkannya .

Keesokan harinya Rayhan mulai banyak diam , tapi bukan lagi diam karena kemarahan , ia lebih sering melamun memikirkan perkataan yumna waktu itu ,

Ada sesuatu yang tumbuh didadanya , rasa bersalah yang perlahan berubah menjadi rindu , yumna yang kini menjadi lebih pendiam , dan rayhan yang kini semakin terluka .

Disuasana siang hari yang begitu canggung dimeja makan setelah usai menyantap makan siang yang telah yumna siapkan , Rayhan berkata lirih memulai percakapan

'' Yumna , aku tau mungkin ini terkesan terlambat , dan aku mengakui kesalahanku selama ini , maafin aku yum , izinkan aku belajar dan memulai semuanya dari awal lagi , bukan memulai sebagai kewajiban namun sebagai anugerah , aku mohon bertahanlah dan berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya , aku tau ini tidak adil untukmu , tapi ku mohon tetaplah bersamaku . '' lirih rayhan dengan tetesan air matanya

Air mata yumna jatuh seketika , ia menunduk dan meremas pakaiannya ,

rayhan menggenggam tangan itu untuk pertama kalinya , keduanya saling bertatapan , dan yumna pun berkata ,

'' ku mohon ray , buktikanlah '' lirih yumna dengan tangisannya

'' akan aku buktikan '' lirih rayhan dengan ucapan tegasnya dan keduanyapun menangis sambil berpelukan .

dan detik itu juga pelukan yang biasanya dingin berubah menjadi sebuah kehangatan ,

pelukan yang seringkali membuat luka kini menjadi pelipur lukanya ,

1
Rohati nur humaira
Wah , jadi tambah semangat nih author dapet surat cinta
terimakasih sudah mampir kak , jangan lupa tinggalik jejak ya 💕
its'ara05
bagus banget dan recomended
its'ara05
Bagus banget ceritanya 😍 next thor
Rohati nur humaira
Halo , Assallamualaikum temen temen , seneng sekali akhirnya aku bisa rilis karya baruku lagi ,
Semoga novel ini membawa inspirasi yang baik dan jadi ladang pahala untuk author dan para readers ,

semoga suka sama karyanya ya .
selamat membaca😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!