Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.8: Kehidupan Menyebalkan
[Oke, ku maafkan dan sama-sama. Serta... Tentang menyelamatkan akan kita bahas nanti kalau kau sudah selesai sekolahnya. Waktu istirahat atau waktu pulang contohnya.]
“O-oke deh, gitu aja. Dan... Waktunya ke kelas!!!”
Aku teriak seperti itu dan langsung melesat dengan sangat cepat menuju kelasku berada.
Begitu sampai di dalamnya, baru aja membuka pintu, tatapan marah dari Guru Ilmu Obat-obatan tampak begitu mengerikan.
Pria tua berusia 47 tahun itu bernama Ipponsu Takeno. Kami sering memanggilnya ‘Horror-sensei’. Namun... Agar aman kalau sedang berada di dekatnya atau biar julukan tersebut tidak terdengar, kami semua sepakat menyebutnya ‘Ippo-sensei’.
Ya, itu bagus harusnya. Dan... Begitulah, hahaha. Sekarang, pria dengan wajah putih pucat serta mata hitam yang melotot padaku langsung ku katakan: “Ma-maaf karena terlambat, Ippo-sensei! Ta-tadi... Perjalananku menuju ke sini agak terhambat, hahaha.”
“Berdiri di lorong cepat!!!”
“Ba-baikk!!!”
Kelasku terlihat menarik. Kursi dan meja saling bersatu sebanyak 4 jajar ke belakang. Kesemua itu melingkar serta semuanya terbuat dari kayu.
Bagian depannya juga meja dan kursi yang terbuat dari kayu. Papan tulisnya... Hijau dan ada kapur.
Biasa saja ya? Hahaha, tentu saja. Mana mungkin sampai waw banget gitu kan!
Dan, karena aku telat, daripada berat karena menggendong ransel, lebih baik duduk aja deh. Ippo-sensei takkan tahu diriku duduk serta jam pelajarannya itu ke-1 dan ke-2.
Kedua jam pelajaran tersebut memakan waktu selama 1 jam. Yosha! Aku bisa langsung membahas semuanya dengannya sekarang.
“Baiklah, waktunya kita menceritakan ini semua dari awal hingga akhir, Takeuchi Hideki!”
[Apakah kau akan aman kalau duduk seperti itu? Ippo-sensei tidak akan marah lagi kah?!]
“Dia tidak akan marah lagi kok! Aku aman dan takkan ketahuan. Suaraku juga kau pun tidak terlalu besar, jadi aman-aman aja pastinya.”
[Begitu ya! Baguslah jika demikian. Baiklah, bolehkah aku memulai semuanya dari awal?]
“Ya, silakan.”
[Apakah kau tahu Planet Bumi, Negara Jepang, Kota Tokyo sekaligus Ibukota Negara Jepang?]
“Aku baru pertama kali mendengarnya. Itu berada di belahan dunia ‘Magiort’ sebelah mana?”
[Hahaha. Pernah mendengar ‘Bollorta’?]
“Tentu saja pernah. Itu adalah dunia di mana orang-orang biasa tinggal kan!”
[Ya, benar sekali. Aku berasal dari dunia lain selain ‘Bollorta’ dan ‘Magiort’. Bisa dibilang, diriku sudah berpikir cukup banyak. Kejadian awalnya, aku memasuki Portal Misterius.]
Entah kenapa cerita ini jadi terdengar lebih menarik lagi. Hahaha, baguslah. “Wow! Kalau begitu... Ceritakan secara detail tanpa bertanya. Aku akan mendengarkannya hingga akhir.”
[Baiklah. Jadi... Setelah memasuki Portal Misterius, suara-suara mengerikan yang bisa merusak iman terdengar olehku. Normalnya atau untuk beberapa korban malang, mereka akan menjadi bosan hidup serta berakhir bunuh diri.]
Mengerikan sekali ya!
[Namun, aku malah diberikan pertanyaan oleh suara tersebut. Mau masuk ke dunianya atau tidak dan diriku menjawab iya. Dalam sebuah pernyataan, dikatakan diriku memasuki tubuh bernama James Darren begitupun sebaliknya.]
Tunggu!? Aku tahu ini! Ya, benar sekali. Hahaha, sekarang benar-benar menjadi sangat menarik. Baiklah, waktunya memotong pembicaraannya dulu.
“Sebentar. Aku pernah bermimpi sedang berada di dalam tubuh seorang pria yang sama seperti ciri-ciri dirimu. Dia berjalan sendirian pada malam hari dan berakhir mati jatuh ke selokan. Di situ ada sebuah tulisan yang menyatakan aku mati.”
[Hahaha! Kayaknya ingatan kita akan segera menemukan solusi untuk permasalahan yang tak terlalu bermasalah ini.]
“Sepertinya kau benar. Dan... Kayaknya cukup sampai situ saja dulu. Aku sepertinya sudah mengerti konsep yang terjadi sekarang.”
[Apa itu konsepnya, James Darren? Dan... Usiamu sekarang 15 tahun kah?]
“Ya, usiaku 15 tahun dan konsepnya itu berhubungan dengan kematian. Jika tebakanku benar, bisa dibilang bahwa harus ada kejadian dulu yang membuat kita berdua berbagi tubuh yang sama, bukan beda kayak sebelumnya.”
[Kejadian itu kematian kah?]
“Ya harusnya. Berarti... Kau juga mati setelah mendapatkan tubuhku? Tapi... Kenapa kita tidak saling berbagi tubuh yang sama dan harus menunggu kematian keduamu?”
[Bisa dibilang kematianku itu yang pertama kan! Soalnya... Yang di duniaku berasal, dirimu yang mati dan saat ini, hal tersebut dianggap sebagai mimpi, padahal aslinya beneran mati.]
“Kedua orang yang saling berbagi tubuh harus mengalami satu kali kematian dulu baru keduanya akan saling menyatu di tubuh yang masih tersisa di dunia ini hingga akhir.”
[Wow! Kayaknya konsepnya memang seperti itu. Berarti... Kita harus menjaga tubuhmu agar tetap dalam kondisi hidup atau kita berdua akan mati dan tidak akan ada lagi di dunia ini.]
“Bagaimana kalau semisal aku mati diriku berada di dalam tubuhmu serta suaraku hanya bisa didengar olehmu?”
[Menarik. Kayaknya hal seperti itu juga bisa terjadi dan itu berarti... Walau kita mati dan tubuh kita entah di mana, semuanya akan jadi wajar serta tubuh kita muncul lagi di tempat yang sudah ditentukan oleh suara mengerikan itu harusnya.]
“Jadi, penyebab hal ini terjadi adalah suara yang Takeuchi Hideki dengar begitu masuk ke dalam portal misterius kah?”
[Harusnya seperti itu dan dia bilang dunia ini adalah dunianya. Hahaha, kira-kira siapa?]
“Entahlah, namun ini akan menjadi lebih menarik lagi ke depannya. Aku tidak sabar menunggu hal apa yang akan terjadi selanjutnya.”
[Sepertinya aku pun sama.Dan... Aku ingin balas dendam kepada ‘Bapak Agung’. Kayaknya... Para ‘Ektroser’ juga ada di sana.]
Terdengar serius sekali. Sepertinya dia dibunuh oleh mereka. Jangan bilang...!!. Oke, aku harus tenang. Kalau kedengaran, Ippo-sensei bakal membuatku dihukum lebih lama lagi.
“Apakah Takeuchi Hideki sama seperti kami, yakni ‘Clort’?”
[Ya. Lalu, apa!? Kau juga ‘Clort’!! Ke-kenapa masih bisa hidup di dunia ini dan... Ke-kenapa keluargamu disebut sebagai Keluarga Terkutuk?]
“Hahaha. Aku seorang ‘Clort’, begitupun kedua orang tuaku. Kami masih bisa hidup karena membuat pertimbangan dengan para petinggi. Keluarga Terkutuk ya! Aku sendiri tidak terlalu mengerti hal tersebut. Katanya kami bisa membangkitkan sosok paling mengerikan di dunia ini, nyatanya tidak.”
[Dalam pandangan kalian... Apakah kalian menerima disebut sebagai Keluarga Terkutuk?]
“Tidak. Namun... Jika terkutuk di sini berhubungan selain dengan membangkitkan sosok paling mengerikan, maka kami terima-terima aja. Lagipula... Kami semua tidak dipilih oleh Penyihir atau Regresi.”
[Begitu ya...! Dan... Kalau dalam sudut pandangku, alasanku tidak dipilih menjadi Penyihir atau Regresi ada tiga kemungkinan.]
“Menarik. Apa saja tiga kemungkinan itu?”
[Yang pertama... Maaf kalau menyinggungmu oke!]
“Tenang saja. Jadi, yang pertama karena kamu berada di tubuh terkutukku dan itulah sebabnya tidak dipilih oleh Penyihir atau Regresi, karena pemilik aslinya pun sama saja?”
[Y-ya, begitulah. Ja-jadi... Ma-maaf ya!]
Saling support sabi kali ya😉