NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Firasat

Ibas mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah. Raut wajahnya begitu tegang. Yang dia takutkan, Aliya akan langsung mengadu kepada kedua orangtuanya bahwa Ibas telah menceraikan dirinya.

Ibas takut pada kemarahan orangtuanya. Lebih takut lagi kehilangan semua fasilitas yang selama ini telah dia nikmati sesuka hati.

Tanpa menutup kembali pintu mobil, Ibas langsung masuk ke rumah begitu dia menghentikan mobil di halaman depan. Langkahnya terburu-buru. Campuran rasa takut dan kalut mulai memenuhi otaknya seperti air yang siap menenggelamkan ia kapan saja dalam akuarium kaca yang kecil.

"Bi Wati, Aliya mana?" tanya Ibas dengan napas yang masih terengah-engah.

Kening wanita paruh baya itu sontak mengerut heran. "Bukannya, Non Aliya ada di rumah sakit ya, Den?"

Degh!

Ibas mundur selangkah. Tatapan matanya dipenuhi kerumitan yang tak bisa Bi Wati mengerti. Namun, perempuan paruh baya itu tetap bisa menangkap jika ada sesuatu yang pasti sudah terjadi.

"Kalau nggak pulang ke rumah, terus dia kemana?" lirih Ibas dalam hati.

"Memangnya... ada apa, Den? Apa Non Aliya nggak ada di rumah sakit?" tanya Bi Wati dengan sedikit ragu. Sebagai orang yang lebih tua, perasaannya cukup peka untuk melihat keganjilan dalam hubungan antara Ibas dan Aliya.

Ditanya seperti itu, Ibas tampak sedikit kaget. "Ehmm... tadi, saya cari Aliya ke ruangannya malah nggak ada. Saya pikir, mungkin Aliya pulang ke rumah," jawabnya berbohong.

"Mungkin, Non Aliya cuma jalan-jalan ke taman rumah sakit atau ke kantin, Den. Soalnya, yang saya dengar, Non Aliya itu trauma sama ruangan di rumah sakit. Dia takut tinggal sendirian dalam ruang perawatan. Soalnya, terakhir kali dia berada di ruang perawatan, dia menyaksikan sendiri bagaimana Almarhum Ayahnya meregang nyawa. Dengar-dengar, Non Aliya sampai mimpi buruk hampir sebulan lamanya semenjak kejadian itu."

Ibas terdiam. Dia tak pernah tahu soal cerita ini.

"Bi Wati tahu darimana kalau Aliya trauma sama rumah sakit?" tanya Ibas.

"Dari Nyonya Saraswati," jawab Bi Wati.

"Kenapa Bunda nggak pernah bilang?" lirih Ibas yang masih bisa didengar Bi Wati meski kurang jelas.

"Mungkin, Nyonya lupa," sahut Bi Wati.

Tanpa berkata sepatah kata pun, Ibas langsung pergi lagi. Ya, dia harus mencari Aliya sampai ketemu.

Jika kedua orangtuanya pulang dan ternyata Aliya masih belum bisa ia temukan, maka tamatlah riwayatnya. Hukuman yang dia terima pasti akan lebih berat lagi ketimbang sekadar di sita kartu bank dan juga mobil.

Ibas kembali menyusuri rumah sakit dan sekitarnya. Dia berusaha mencari petunjuk dari beberapa perawat maupun orang-orang yang lewat.

Namun, hasilnya tetap nihil. Ia tak memperoleh petunjuk sedikit pun soal keberadaan Aliya.

"Aliya... Kenapa kamu malah bikin masalah, sih? Kalau sampai Ayah dan Bunda tahu kalau kamu menghilang, pasti aku yang bakal dimarahi," gumam Ibas putus asa.

Selang beberapa saat, ponselnya tiba-tiba berdering. Napasnya sempat terhenti sejenak saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

Ayah.

Sedikit deg-degan, Ibas pun mengangkat panggilan itu. Terdengar biasa, seolah tak terjadi apa-apa.

"Mudah-mudahan, Aliya nggak ngadu apapun sama Ayah," ucap Ibas dalam hati.

"Halo, Yah!" sapa Ibas.

"Bas, kamu dimana?" tanya sang Ayah. Suaranya terdengar diselimuti kecemasan.

"Ibas di rumah sakit, Yah. Kenapa?" jawab Ibas.

"Aliya ada disitu juga, nggak?"

"Mampus" Ibas kembali bergumam dalam hati sambil menepuk jidatnya.

"Nggak ada. Dia di kamarnya." jawabnya.

"Terus, kamu sendiri lagi dimana?"

"Ibas lagi keluar bentar buat beli sate," balas Ibas yang jelas berbohong.

Terdengar helaan napas berat dari seberang sana.

"Bas... Ayah mau ngomong sesuatu sama kamu. Tapi, kamu jangan kaget, ya! Kamu juga jangan kasih tahu Aliya dulu. Dia masih sakit. Takut kondisi dia makin drop pas dengar berita ini."

Ekspresi wajah Ibas reflek menegang. Entah kenapa, firasat buruk kembali menghampiri dirinya.

"Memangnya... ada apa, Yah?" tanya Ibas penasaran.

"Bunda, Bas."

Glek!

Ibas meneguk ludahnya dengan kasar.

"Bunda... kenapa?" tanyanya dengan suara sedikit bergetar. Firasat buruk itu semakin menguat.

"Bunda kena serangan jantung, Bas. Sekarang... Bunda masih dalam penanganan dokter. Kondisinya kritis."

1
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus marah dengan kepergian Alya? bukannya ini semua keinginan kamu?
Ilfa Yarni
mampus syukurin nangis Bombay deh km bas km jahat sih rasain alya udah pergi keinginan km udah terpenuhi km kan maunya nadia ya sudah nikah sono sama nadia
RaDja
terima kasih
Kar Genjreng
mantan mertua sangat bijak mana orang tua yang tega anak perempuan di sakiti oleh laki laki yang menamakan suami,,,maka walupun hanya anak menantu ada ko mertua yang baik.jadi mau menang sendiri untuk melepas wanita yang pernah menjadi menantu,,,karena memang baik si
Ilfa Yarni
kemana Alta pergi ya semoga kedepannya km bahagia ya alya
Ilfa Yarni
bagus
mariammarife
pergilah Aliya carilah kebahagiaan mu sendiri
Aidil Kenzie Zie
Jalang tetiak jalang
pelacur teriak pelacur
Kar Genjreng
jadi mau kejar Aliya sampai ke ujung Dunia Bas. nah coba sadar dari bulan bulan yang lalu sebelum memberi talak malah selalu memanas manasin dengan nadia coba lihat beruntung orang tua Lo masih ada Semua,,,dan coba orang tua mu ga mau punya menantu tukang tipu alias ngibul. yang hanya menginginkan uangnya Ibas saja,,,jangan jangan sengaja ayah pindahin Ibas kerja di luar kota ,,,sedangkan Aliya masih di rumah orang tua Ibas

👍
Ilfa Yarni
dbagualah km cepat sadar berarti kmrn2 km salah orang mengira pacar osetama km nadia tp ternyata naqiya atau alya ya udah km hrs semangat kejar alya lg
Ilfa Yarni
mah lo iBas ternyata aliya perempuan yg km cinta knp ingatan lama banget kembalinya
Kar Genjreng
kejang Lo basss!!! ternyata Ibas pernah kecelakaan dan ketika SMA justru naksir nya Aliya tetapi ga tau nya salah ejaan huruf
mariammarife
lebih baik kalian cerei aku lebih setuju Aliya sama Aufar
Kar Genjreng
nadia juga takut kehilangan ATM berjalan' nya ,,,,kan itu cita cita Nadia bersedia jadi kekasihmu bas ,,,bahkan rela kencan buta perempuan ,L**<***** nat itu baru calon istri idaman Ibas berkelas orang kota ga taunya kotak kotak otaknya ,,,,mana ada calon menantu memaki calonertua h
Ilfa Yarni
perempuan seperti itu yg ibad cinta lihat apa yg dia lakukan pd orang tuamu kolabs kam
Kar Genjreng
jadi Aufar tau siapa Aliya yang telah menolong Ibas,,,Ibas pernah. Oneng kah ahemm ya 😁 kasian Aliya sekarang pergi jauh biar Ibas sadar sesadar nya,,,, sekarang baru rasa tu kekasihl Lo yang mulutnya jahat juga yang berpura pura naik manis tetapi manis ya gula biang jadi semu pait,,,dan bila sampai Mama mu tau Aliya kabur dan membawa luka tak berdarah alamat. menjadi anak yang di buang oleh orang tua Lo bas
Ilfa Yarni
semakin penasaran dgn ceritanya lanjut thor
Kar Genjreng
Aufar kenal Aliya berarti teman nya juga kah ketika SMA kayanya di masa lalu sudah menaruh hati terhadap gadis cantik Aliya cuma belum ada kesempatan mungkin ya,,,,semoga Aufar berbeda dari yang lain,, suka menghina dan membully
dan bukan grup penggemar kelompok bnyinyir 🥺
Ilfa Yarni
kokaufar kaget iBas sebut nama aliya siapa aufar
Kar Genjreng
Afar ahhh pria yang baik ya beda sama yang lain suka ngebully dan suka menghina orang kampung,,,,justru orang kota malah kampungan Ibas nyawamu di ujung jari Aliya ya Lo juga harus maklum dengan teman Lo bas,,,, karena mereka kan didikan lo semua kan bermuka dari lo
coba dari awal Lo sikapnya biasa saja bila ga suka ha usah menghina atau berbuat
jahat ya sekarang Lo bermasud baik tetapi
sahabat lonsudah menghinanya,,,orang kota katanya sopan santun lah ini brandal cewek. sundel bolong lebih kampungan
matre dan . menjijikan Nadia tukang velap celup mirip teh sarinande,,,preeeettt,,🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!