NovelToon NovelToon
Kapan Cinta Datang?

Kapan Cinta Datang?

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Evelyn12

"Menikah tentulah merupakan hal yang sangat didambakan seseorang. Apalagi menikah dengan orang yang kita inginkan dan kita cintai."

" Namun, bagaimana jika kamu menikah atas dasar keterpaksaan? Disisi lain, kamu ingin melihat orang tua mu bahagia, tapi disisi lain kamu masih terjebak dimasa lalu. Seolah cintamu sudah habis dimasa itu."

"Menjalani semuanya tanpa perasaan cinta. Akankah berakhir bahagia? Atau justru malah menambah masalah baru untuk aku... dan juga dia..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Canggung

Naina tampak diam duduk di bibir kasur dengan menumpukan kedua tangannya di lutut. Ia hanya diam memperhatikan Dimas yang memasukan baju-baju ke dalam koper.

"Satu minggu berlalu, sikap mas Dimas kenapa menjadi sangat dingin. Ia tidak pernah sekalipun menyentuh ku walapun kita tidur berdua. Padahal, kita sudah sah menjadi pasangan suami istri. Dan juga, ia sangat jarang mengajak ku bicara, bahkan lebih sering menghindari ku. Kenapa, ya?" Batin Naina.

Dimas menoleh ke arah Naina, dan gadis itu segera mengalihkan pandangan.

"Kita ke rumah ayah dan ibu dulu, setelah itu baru kita pulang ke rumah." Ucap Dimas yang hanya di tanggapi Naina dengan anggukan kecil.

Setelah semua selesai dibereskan, Dimas dan Naina meninggalkan hotel. Mereka berjalan tak beriringan. Dimas didepan, sedangkan Naina membuntuti nya dibelakang.

"Mungkin mas Dimas akan hangat saat kita sudah berada di rumah baru." Naina mencoba menghibur diri.

***

Saat di dalam mobil mereka lagi lagi saling hening. Sejak kembali dari taman kota waktu itu, Dimas terlihat lebih banyak diam. Dimas seperti tidak tau harus berbicara apa dan Naina yang segan memadukan mereka pada situasi yang canggung hingga hari ini.

"Kamu kalau pengen sesuatu bilang aja." Ucap Dimas.

"Tidak ada, Mas."

"Maaf aku orangnya gak pandai ngomong dan gak begitu peka. Jadi, kamu jangan sungkan buat ngomong. Biar aku tau apa yang kamu butuhkan."

Naina tersenyum kecil,

"Aku masih syok dengan semua yang serba dadakan ini, aku harap kamu bersabar." Sambung Dimas.

"Aku juga sedang mencoba membiasakan diri, Mas. Bagaimana pun juga, kita sama-sama masih belajar akan hal ini." Jawab Naina.

Dimas melirik Naina . "Aku harap, di depan ibu dan ayah kita jangan bersikap seperti ini. Aku gak mau ibu sama ayah bertanya-tanya."

"Em,"

"Kalau Ibu dan Ayah bertanya akan hal bulan madu, jawab saja berjalan lancar."

"Iya, Mas."

Naina diam, pandangannya hanya fokus di jalanan. Entah apa yang di pikirannya.

"Aku harap kamu mengerti. Aku tidak mau membuat ayah dan ibu kepikiran dan membuat kesehatan mereka menurun." Sambung Dimas lagi.

"Iya, Mas." Lagi-lagi jawaban yang sama terlontar dari mulut Naina.

*****

"Assalamu'alaikum," Ucap Dimas mengetuk pintu. Di sebelahnya ada Naina yang menenteng oleh-oleh yang mereka beli sebelum mereka tiba di sana.

"Waalaikumsalam." Tampak bu Ais membukakan pintu. Raut wajah wanita paruh baya itu sangat girang dengan kedatangan Dimas dan istrinya.

"Menantuku." Ucap bu Ais yang langsung memeluk Naina.

"Assalamu'alaikum, Ibu." Ucap Naina yang segera menyalami bu Ais, saat bu Ais melepaskan pelukan.

"Waalaikumsalam. Ayo masuk." Bu Ais merangkul Naina, membawanya masuk. Sedangkan Dimas hanya menggaruk tengkuknya karena merasa tidak di hiraukan.

Dimas dan Naina duduk di sofa ruang tamu, sedangkan bu Ais memanggil pak Bandi.

Sesaat kemudian pak Bandi keluar menemui Dimas dan Naina. Sama, wajah pak Bandi pun terlihat girang saat berjumpa dengan pengantin baru itu.

Dimas dan Naina menyalami pak Bandi bergantian.

"Sehat, Nak?" Tanya pak Bandi pada Naina.

"Alhamdulillah, Yah. Ayah gimana?"

"Sehat walafiat! Apalagi nanti bakal dapat cucu." Jawab pak Bandi senang, yang justru membuat Dimas dan Naina hanya bisa mengulum senyum dan saling melirik.

Dimas dan Naina kembali duduk, ada perasaan tak enak di dalam diri, saat pak Bandi melontarkan kalimat 'cucu' tadi.

Tak lama kemudian, bu Ais datang membawa minuman dan juga cemilan untuk mereka nikmati.

"Ibu tidak usah repot-repot, biar Naina saja, Bu." Ucap Naina tak enak hati pada mertuanya.

"Udah, Sayang. Tidak apa-apa. Pengantin baru jangan capek-capek biar tubuh selalu bugar."

Naina tersenyum, "Bersyukur sekali aku bisa masuk ke keluarga ini. Berasa hidupku bangkit lagi. Kehangatan yang sudah lama tidak aku rasakan, kini dapat aku rasakan lagi. Kasih sayang seorang ibu dan seorang ayah yang sudah lama aku rindukan."

Tak terasa mata Naina berkaca-kaca, dan ia pun menyekanya sebelum terjatuh.

"Oh, ya, bu. Ini ada oleh-oleh." Naina memberikan apa yang dibawanya kepada bu Ais yang membuat wanita paruh baya itu sangat girang.

"Terimakasih, Nak."

"Iya, Bu."

***

"Jadi kapan kalian menempati rumah baru?" Tanya bu Ais. "Kata pak Aman, rumahnya sudah bisa di tempati. Semua sudah di tata rapi dan di bersihkan." Sambungnya.

"Hari ini, Bu. Lebih cepat lebih bagus. Lagian, besok Dimas sudah masuk kerja seperti biasa."

"Baguslah. Pengantin baru jadi lebih leluasa." Canda pak Bandi yang membuat Dimas dan Naina senyum-senyum malu.

"Ah, Ayah!" Dimas salah tingkah.

"Jarak rumah ini dan rumah kalian tidak begitu jauh. Naina kalau bosan di rumah bisa main ke sini." Ucap bu Ais.

"Iya, Bu."

"Dan kamu Dimas. Jadilah suami yang baik dan bertanggung jawab pada istri. Jangan pernah menyakiti istri kamu sekecil apapun itu." Bu Ais menatap Dimas dengan tatapan serius.

"Iya, Bu."

"Istri kamu sendirian di sini, tidak punya siapa-siapa yang dia punya cuma kamu. Jadi, bersikaplah yang baik. Rejeki suami itu tergantung cara suami memperlakukan istri. Saat kamu menyakiti istri, di situlah Allah akan mempersulit jalanmu." Sambung bu Ais.

"Dengar Dimas?" Tanya pak Bandi.

"Iya, Yah. Iya, Bu. Dimas dengar."

"Dan Naina... kamu jangan takut bilang kalau Dimas menyakiti kamu atau dia tidak melakukan tugasnya sebagai suami."

Naina melirik Dimas, "Enggak, Bu. Sampai hari ini... mas Dimas sangat baik sama Naina dan selalu bersikap hangat dan penuh kasih sayang. Aku... sangat beruntung mempunyai suami seperti mas Dimas."

Ucapan Naina membuat Dimas juga melirik nya, hingga akhirnya mata mereka saling bertemu.

Sedikit ada perasaan bersalah di dalam hati Dimas. Karena sampai saat ini, dirinya sama sekali belum pernah menyentuh istrinya itu. Jangankan menyentuh, berbicara saja pun sangat sangat jarang.

*****

1
Rani R.I
gk ada gunanya kau menjelaskan,, jelas cerita sampah,,kau yg nulis kau sendiri yang menikmati tulisan mu,,dan terlalu berat dukungan mu terhadap Kunti sarah dan si Dimas,, akuu curiga dgn kehidupan othor ini jgn othor ini berada di posisi pelakor,, maka nya menuliskan cerita tentang pelakor yg bahagia ending 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
pada nyesal semua orang yg mengikuti cerita ini,, ketipu.. karena mengikuti sampai sini karena ingin melihat Sarah dan Dimas hancur,, ehhh malah di buat bahagia oleh othor,, maka nya semua pada kecewa... jadi kalau mau nulis cerita yea thourr kondisi kan alur cerita nya,, sesuai kan kelakuan pelakor harus dpt karma jgn seperti cerita mu ini bikin muak para pembaca
Rani R.I
cerita mu sampah thourr,, mosok pelakor bahagia,,gk ada karma buat pelakor,, apa pun penjelasan mu thourr,,, tetap bkn penjelasan yg bnr karena menurut ku,, di sini gk ada hukuman buat pelakor
sushan shaikh
menyesal gw ikutin ni novel, pelakor di menangin, gak ngotak banget asli !
yg tulus malah di buang, author nya kek nya pendukung sejati pelakor deh,,
Rani R.I: semua yg baca novel ini pada ketipu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣,, padahal akuu menunggu Dimas dan sarah hancur,, ehhh malah di buat hidup bahagia 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Rani R.I
Dan jika othor tetap ingin membuat Dimas Dan sarah menikah,,,dan tidak ada karma buat mereka,, berarti othor adalah pendukung para Ani Ani
Rani R.I
kasih Dimas pelajaran setimpal,,,buat naina pergi tanpa meninggalkan jejak,,buat si Sarah kenaa batu nya karena sudah berusaha jadi pelakor,, apa pun alasannya,,,
Rani R.I
buat si Sarah di cemoh byk orang,,,dan buat bisnis ibunya hancur atas karma anak nya,,buat Dimas merasa kehilangan setelah Naina pergi jauh tanpa jejak,,jgn sampai Dimas sudah menikah sama sarah lalu di buat Dimas menyesal dan pisah lg samaa Sarah lalu kembali pada Naina OGAH,,jgn yea thourr,, kalau mau buat mereka rujuk kembali nanti,,jgn buat Dimas menikah sama sarah
Rani R.I
sejauh ini gk ada karma buat si Sarah dan Dimas,, naina slalu menderita...
thourr buat cerita mu terkesan jgn membuat cerita mu memuakkan,,, seharusnya si sarah sadar dia juga di selingkuhin oleh suami nya buat Dimas dan sarah menderita dan menyesal,,, sudah sejauh ini blm ada sedikit bayang bayang naina bahagia
Rani R.I
cerita mu sampah thourr,,, pelakor kok di kasih panggung,,,yg lebih parahnya ibunya sarah mendukung nya,, Helehhh,, apa gk ada karma untuk pelakor dan Dimas,, naina menderita dari awal,,si Sarah Muluu yg menang...
Rani R.I
Huhh nanti di saat syg syg nya tiba tiba ketahuan tentang hubungan Dimas sama sarah,, hancur lah kepercayaan naina
Rani R.I
wkwkwk,, tapii berharap jgn sampai Dimas dtg ke acara itu,,, kalau sampai Dimas dtg hancur lah semua nya,,, lebih baik gk usah dtg.. biarlah semua nya terlupakan,,atau Dimas jujur lah sama naina,,sebelum naina mengetahui dari orang lain atau,, secara tidak sengaja nanti
Rani R.I
semoga kamu Dimas bnr bnr berubah dan aku berharap BUCIN SE BUCIN nya terhadap naina,, lupakan masalalu mu jika ingin hidup bahagia dan damai,,,jgn sampai naina pergi Baru Kamu menyadari nya
Rani R.I
capek baca karya mu thourr,, kaki laki seperti Dimas plin plan,,kpn sih ketahuan,,, biarkan naina pergi jauh dari kehidupan Dimas,,jgn buat sosok naina terlalu lemah dan bodoh karena cinta
Mamoruuu
Huhu, Pasti pusing jadi Dimas /Sob/
Rani R.I
sampai sini cerita nya masih membulat thourr,,bosan bacanya...jgn buat naina jadi wanita Bodoh dan lemah... lebih baik buat naina pergi jauh dari suaminya ituu,,, kalau mau buat si Dimas kembali sama si Sarah yea biarin lah,,, sudah sampai sini masih di buat peran naina begok,,tegas sedikit knp... lama amat ketahuan nya...jgn bertele tele cerita nya thourr
sushan shaikh
kasih dong thor cowok yg suka nya terobsesi sma naina, biar dimas tau rasa bini nya di kejar cowok lain,,
udah muak gw di otak nya sarah mulu, kasian naina,,
sarah jga udah tau dimas laki orang, malah di biarin anak nya deket sma si dimas, kan cari masalah pusing sndri krna udah terlanjur deket,,
kasih dia cwok gih biar gak recokin rumah tangga orang mulu,,,
Evelyn_nikeeen: sepertinya kakak sangat emosi 😌😂 sabar sabar ❤
total 1 replies
Rani R.I
kasih tahu ajaa Li,, percaya atau tidak nya oleh nayna yg penting Kamu sudah jujur dari pada nanti semakin lama semakin sakit'.
Rani R.I
buat Dimas BUCIN akut sama istri nya,,,
Rani R.I
thourr buat sarah pergi jauh dari Dimas donk,,, lagian si Dimas ini seperti plin plan...
kalau Dimas masih datangin sarah dan Kimmy,,buat naina pergi jauh dan Dimas nangis darah..
Rani R.I: akuu doain yea thourr,,si Dimas BUCIN akut sama nayna sehingga gk bisa ke kmr mandi pun ngikut jadi Ekor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Rani R.I
thourr buat Dimas BUCIN sama naina Dan gk bisa jauh dari naina gitu...dan sarahh pertemukan sama kaki laki lain gituu thour
Evelyn_nikeeen: boleh boleh 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!