NovelToon NovelToon
Pamali

Pamali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Komedi
Popularitas:442
Nilai: 5
Nama Author: Samsya

Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.



Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Alfin menatap sekelilingnya dengan ekspresi masih tidak percaya atas semua yang ia alami.

‘an*Jing lah, gak percaya gua sama hal konyol kayak gitu’ gerutu nya dalam hati, Alfin masih sangat yakin bahwa semua itu hanya halusinasi.

Bahkan jika masih ada bekas gores aneh di bahu kirinya yang memang sudah diobati oleh putri tadi.

Waktu terus berlalu sampai hari mulai gelap, dan kegiatan tes kesehatan gratis pun tutup.

“Makasih nak, sudah bantu kita para warga cek kesehatan” ujar mbok narmi dengan tersenyum manis melihat putri.

“Sama sama nek, aku juga terimakasih karena semua warga dan nenek sudah mau menerima kamu untuk melakukan kegiatan ini”

Sahut putri memberikan plastik berisi vitamin dan obat untuk mbok narmi, dan tepat saat Alfin keluar dari pintu villa.

Senyum mbok narmi langsung sirna berubah jadi ekspresi tidak suka dan penuh marah.

Melihat itu putri, dan beberapa murid cewek yang ada di sekitar situ jadi agak bingung.

Putri langsung berinisiatif untuk bertanya sebelum mbok narmi pergi.

“Mohon maaf sebelumnya nek, kenapa nenek ngeliat Alfin temen saya seperti itu yah?” Mbok narmi tidak langsung menjawab ia menghela nafas dan menatap lurus ke arah putri.

“Anak itu sudah melakukan kesalahan yang akan dia sesali nanti nya”

Mendengar jawaban mbok narmi putri dan yang lainnya terdiam tidak mengerti maksud ucapan mbok narmi.

Namun sebelum putri bertanya lebih lanjut mbok narmi sudah pergi meninggalkan pos kesehatan.

“Kira kira apa yang yang sudah dilakukan oleh Alfin? Sampai mbok narmi ngomong begitu?” Tanya salah satu murid cewek.

“Kan kata Bu Yanti mbok narmi ini kayak orang tua paling dihormati disini. Jadi aku rasa dia tau apa yang dilakukan Alfin sampai tadi mbok marah gitu”

Jawab dini yang pernah ngobrol sebentar dengan Bu Yanti saat sore kemarin sebelum Bu Yanti pulang.

‘Semoga gak ada apa apa deh’ putri mengangguk kecil ia berdoa dalam hati nya. Semoga semua baik baik saja.

Walaupun kenyataannya belum tentu seperti itu …

“Ayo, masuk kedalam villa dan pastikan semua jendela, pintu tertutup yah sebentar lagi malam nih” panggil Bu Windy memperhatikan para murid sedang rapi rapi.

“Baik Bu” jawab mereka serempak.

Setelah 30 menit berlalu kini semua murid naik ke lantai dua, masuk kedalam kamar masing-masing untuk mandi dan sholat magrib.

“Eh, siapa di kamar mandi nih?” Tanya putri melihat kamar mandi ada orang.

“Itu si Risma dia minta mandi duluan karena dia lagi baru dapat haid” jawab dini sambil berbisik pelan.

“Ouh, oke. Nanti habis Risma siapa nih yang mau mandi duluan?” Tanya putri pada teman teman nya yang lain.

“Mending kamu aja gak sih, kan kamu cepet mandinya” usul Cantika.

Kenapa Cantika masih di kamar putri dan tidak ke kamar seharusnya? That simpel, takut di Omelin sama bunga aja.

Sesuai kesepakatan setelah Risma keluar dari kamar mandi, giliran putri yang mandi, lalu Tia, dini, ayu dan terakhir Cantika.

Dan benar saja putri tidak mandi begitu lama.

“Air nya dingin gak put?” Tanya Cantika khawatir kalo air nya bakal dingin banget.

“Enggak kok, ini malah sejuk tau bukan yang dingin kek di bukit gitu” jawab putri ia menggenggam tangan Cantika.

Membiarkan merasakan tangan nya yang dingin namun tidak begitu dingin setelah mandi.

“Iya yah ini seger nih” Gumam Cantika selalu senang jika berinteraksi dengan putri berbeda jika dibandingkan sama bunga yang sangat galak.

Setelah semua selesai, kini mereka hanya bisa sholat magrib berjamaah di kamar masing-masing.

Karena pamali itu membuat mereka tidak bisa keluar malam. Ditambah sekarang Risma lagi haid harus lebih berhati-hati dalam setiap hal kedepannya.

“Ke ruang tamu yu, nonton tv kek sekali kali biar gak penat” pinta Risma ada rasa capek dan jenuh tidak nonton tv dan hanya melakukan kegiatan bakti saja.

“Ayo, deh. Lagi pula kan kita suka sholat magrib nih semua dan makan malam masih agak lama” kata Tia mengaji semua teman teman nya untuk nonton tv bersama sama.

Namun ada beberapa orang yang tidak mau nonton. “Lu pada aja yang nonton yah, kita mau istirahat” Yap, dia bunga dan Alfin.

“Oke, deh. Kita kebawa dulu yah” kata putri dan yang lainnya langsung menuruni tangga menuju ruang tamu.

“kita nonton film horror sekali kali boleh gak sih?” Tanya Bagas terkekeh kecil melihat semua teman nya langsung menoleh ke arahnya dengan ekspresi suram.

“Horor komedi ada loh” ucap Farhan mencoba membujuk teman teman nya itu.

“Ouh, mungkin ghost rider itu kali yah. Kan dia tengkorak tapi gak serem” ujar Tia langsung mengambil remote tv.

Dan mulai mencari film yang ia katakan tadi dan benar saja ada. Setelah melewati itu semua nya setuju untuk nonton film ghost rider.

Di saat semuanya lagi asik nonton film di ruang tamu, sedangkan para guru lagi sibuk bikin makan malam.

bunga dan Alfin lagi duduk di anak tangga sambil membicarakan hal aneh yang dialami Alfin tadi itu.

“Masa sih lu mimpi kayak gitu bisa sampai ke dunia nyata sih” heran bunga tidak percaya namun sudah ada bukti nyata nya.

“Nah itu dia masalah nya, gua rasa ini ada seseorang yang sengaja rencanain ini semua buat nakutin kita gak sih” Ucap Alfin ia meraba bagian bahu kirinya yang masih tertutup perban.

“Ini kan lu liat kayak cakaran kuku orang kan, nah dari situ aja udah kelihatan banget”

Bunga tidak bisa membantah ucapan Alfin, semua nya masuk akal. “Lu bener sih. Ini kayak emang direncanakan. Bukan hal pamali atau mitos yang Bu Yanti pernah bilangin”

“Nah, gimana tar habis makan malam kita keluar villa buat nyari tahu kebenarannya?” Usul Alfin.

Mendengar usulan itu bunga terdiam sejenak. Ada rasa ragu yang entah muncul di hati nya padahal dia tau ini gak ada sangkut pautnya sama pamali.

Melihat bunga yang tidak memberikan jawaban dan hanya diam. Membuat Alfin sedikit geram.

“Kebanyakan ngelamun lu mah. Dah ayo sekalian kita ajak Dinda, dia paling berani diantara kita”

“Oke deh, berarti nanti yah habis makan malam” ujar bunga dan Alfin mengangguk setuju.

“Guys, ayo makan malam dulu yuk. Yang lain udah pada dimeja makan loh” panggil putri ke kedua teman nya itu.

Bunga dan Alfin langsung bangkit dan menuruni tangga. Sesampainya di meja makan semua murid dan para guru sudah di kursi mereka masing-masing.

“Nah, ayo kita makan dulu. Jangan lupa sebelum makan berdoa yah” kata Bu nana.

Semua murid mengangguk dan berdoa sebelum makan. Selama beberapa menit kedelapan hanya ada suara sendok dan garpu.

“Alhamdulillah, nah ayo seperti biasa taro sendiri piring dan gelas bekas makan masing masing ke wastafel, ingat hati hati” Pesan pak yahman dengan tegas.

Mendengar itu semua murid mengangguk dan langsung bangkit meletakkan piring serta gelas bekas mereka pakai tadi.

“Bentar, sebelum kalian sholat isya. Ibu mau menyampaikan sesuatu” ujar Bu Windy.

Mendengar itu para murid berdiri tepat di samping meja makan menunggu apa yang akan disampaikan oleh guru mereka.

“Jadi gini, besok kegiatan kita akan cukup menantang nih. Kegiatan kita besok itu tour di tempat balai desa gitu. Di sana kita bakal belajar banyak”

“Dan bapak sama ibu guru berharap kalian bisa jaga sikap disana nanti nya. Dimengerti?” Jelas Bu Windy memperhatikan ada dua murid yang tampak begitu pucat di penglihatan nya.

“Mengerti Bu” jawab serempak para murid.

“Yasudah kalian boleh langsung ke kamar, jangan lupa sholat isya” kata pa Yanto.

“Iya pak” para murid langsung bergegas naik ke lantai atas untuk istirahat di kamar masing-masing.

__________________________________

“Oke, gimana Din lu mau ikut gak sama kita berdua?” Tanya Alfin bersiap melakukan aksi nekatnya.

Dinda terdiam sejenak ia menyandarkan punggungnya di kursi, sambil memikirkan kembali ajakan sahabatnya itu.

“Gua rasa gak ada salahnya kita cari tau deh, lagi pula ini bukan malam Jum'at. Tapi malam Senin kok” ujar bunga walaupun sebenarnya ada sedikit rasa ragu yang menyelimuti hati nya.

Bagas, Farhan dan dimas yang terusik dengan obrolan mereka langsung buka suara.

“Lah, Cok lu berdua cewek ngapain di kamar cowok Cok” heran Bagas melihat bunga dan Dinda yang tampak tidak mengikuti aturan yang berlaku.

“Tau nih, dan lu juga Alfin gak usah lah pergi keluar. Biar kata ini bukan malam Jum'at yah, orang mah malam hari buat tidur bukan keluyuran” Oceh Dimas kesal melihat tingkah keras kepala teman teman nya itu.

Mendengar ocehan dari ketiga teman teman nya itu, Alfin hanya mencibir bibir nya tanpa memperdulikan ucapan mereka.

“Iya, gua setuju sama Dimas. Bukan berarti gua gak setia sama kalian yah, tapi ini malam dan lu berdua tahu gua gak bisa begadang” jelas Dinda yang memutuskan untuk tidak ikut Alfin dan bunga.

“Iya, juga yah. Oke lah alasan lu masuk akal. Jadi biar gua sama bunga yang pergi aja yah” ujar Alfin.

Mendengar itu entah kenapa perasaan yang janggal tiba-tiba membuat bunga ingin memutuskan untuk tidak pergi.

‘Kenapa perasaan gua gak enak yah? Apa cuma perasaan aja kali yah’

Dinda pun langsung pergi dari kamar cowok dan masuk kedalam kamar cewek, terlihat satu teman cewek nya sudah tertidur pulas.

Sementara itu di sisi lain Alfin dan Dinda sudah berhasil mengendap keluar dari villa.

Suasana luar hening, hanya ada suara jangkrik dan kodok yang saling bersahutan. Ditambah udara nya terasa begitu dingin hingga membuat bulu kuduk bunga berdiri.

“Emang malam hari sedingin ini yah? Perasaan kemarin enggak deh” gumam bunga mengikuti Alfin dari belakang.

“Mungkin karena mau hujan kali, makanya dingin” sahut Alfin yang terus berjalan menuju gerbang masuk kampung.

“Nah, kan gua bilang apa keluar malam itu gak masalah. Orang kampung aja kuno”

ledek Alfin dengan penuh percaya diri.

Berbeda dengan bunga yang merasa suasana kampung begitu sunyi. Sunyi nya tidak seperti biasa lebih ke sunyi di kuburan.

“Iya, juga. Gua pikir bakal ada apa apa gitu. Tapi ini sunyi nya agak lain yah”

Saat bunga mengedarkan pandangannya ia melihat dengan jelas ada Dinda dan Risma di dekat pohon besar

“Eh, itu bukan nya Dinda sama Risma yah” Alfin reflek menoleh ke arah yang dimaksud oleh bunga.

Setelah dicermati dengan jeli, benar itu memang Dinda dan Risma.

“Woy!!! … Cok katanya lu gak bisa begadang gimana sih”

Tanpa takut Alfin langsung menghampiri kedua nya. Melihat itu bunga langsung mengikuti dari belakang.

Tapi anehnya bunga merasa yang ada di depan nya bukan dinda dan Risma. Karena wajah mereka begitu pucat dan tatapan nya kosong.

“Gpp, gua berubah pikiran aja jadi pengen ikut sama Risma” jawab Dinda tersenyum tipis.

“Nah, gitu dong. Kan enak kalo rame gini yah gak bunga?” Tanya Alfin menoleh ke arah nya dan bingung melihat teman nya itu seperti gugup.

“Ouh … iya … bagus lah” jawab bunga mencoba menutupi rasa takut dan panik nya.

Akhirnya mereka berempat pun berjalan santai tanpa arah, dan di perjalanan bunga tidak sengaja melihat ponselnya.

Ada notifikasi pesan dari nomor Dinda.

“Sorry yah gue gak bisa ikut. Gua doain semoga lu sama Alfin baik baik saja. Btw lu udah tau belum Risma lagi haid”

1
you're mine
Aamin, semoga aja mereka gak kenapa Napa pas berhasil ditemukan 🤭
cila_aa
mau tanya kak, lembing itu apa yaa kak
cila_aa
baru setan bisa kurus😭
you're mine: bisa dong, ini setan nya lain dari yang lain 🤣
total 2 replies
cila_aa
semoga bunga dan alfin selamat thor🥺
cila_aa
sadis amat thor setannya
cila_aa
aaa ikut deg degan nihh tiba ada yang cari disituasi ke gini
cila_aa
berarti tersesat dong 2 anak itu🥺
cila_aa
ngide banget sih bunga sama alfin kan jadi ketemu setan😭
cila_aa
thor mau nanya nih kenapa warga diem kalau suasana jadi aneh😞
cila_aa: jadi penasaran nihh
total 2 replies
you're mine
agak serem dikit emang, tapi itu sebenarnya bukan Risma. melainkan sosok astral yang lagi menyerupai Risma gitu deh 😄
cila_aa
ih takutt rismaa, ko bisa gitu thor?
you're mine
bisa aja nih, itu belum lama loh. Masih belajar juga aku itu, btw aku masih setia nungguin bab selanjutnya novel kamu itu loh 🤭.
cila_aa: semangat kak nulisnya, aku juga masih harus banyak belajar hehe🤍
total 1 replies
Parmata Author
Pemula(pemain udah lama😭). btw sengat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!