NovelToon NovelToon
TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

TIDAK SEMUA LUKA SEMBUH LEBIH CEPAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Aynaaa12

Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.

Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.

Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.

Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 7

Ibunya menatapnya sejenak, sedikit heran. “Eh, kok sudah rapi aja? Baru juga pulang malah udah pengen keluar! Mau kemana sayang?”

“Mau ke toko buku, Mah. Ada beberapa buku yang harus Lyssa beli.” Ujarnya pada sang ibu. Diikuti “Oh”dan anggukan sang ibu.

“Aruna mana Mah, belum balik?” Tanyanya, sebab sejak dia pulang, Aruna tak terlihat batang hidungnya.

“Tadi dia telpon, katanya ada kegiatan eskul.” Ucap wanita paru baya itu.

“Baru 3 hari sekolah udah masuk eskul aja. Emang ambis tuh anak.” Ujar Allysa sambil menggeleng tak habis pikir dengan saudarinya. Sementara ayahnya, bisa ditebak, pria itu pasti masih di kantor saat ini.

Langsung saja Allyssa menyantap hidangan yang sudah ibunya siapkan. Ia menghabiskan makanan dipiringnya sampai todak ada yang tersisa. Setelah selesai buru-buru ia membersihkan mulutnya.

“Mah, aku pergi sekarang ya, biar nanti pulangnya cepet.” Ujarnya pada sang mama. Setelah menyelesaikan aktivitas makannya, ia meraih tangan ibunya dan disalim.

“Jangan lupa bawa payung. Takut hujan!” Ucap sang ibu.

“Gak mungkin hujan lah, Mah! Orang di luar masih terang.” Ujar sanga Anak.

“Yaudah terserah kamu deh. Pokoknya hati-hati ya! Pulangnya jangan sampai kemaleman!” Ujar sang ibu.

“Siap Mamaku sayang.” Ujarnya pada sang ibu memberi hormat dengan senyum riang dan tak lupa menyalami ibunnya.

Allyssa melangkah keluar rumah. Udara sore menyapa wajahnya. Ia berjalan menyusuri trotoar menuju halte busway yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Sesampainya di sana, ia menunggu beberapa saat sebelum menaiki busway. Naik bus sambil mendengarkan lagu lewat headset Bluetoothnya cukup membuatnya menikmati perjalanan yang tidak terlalu padat sore itu.

...****************...

Di sebuah toko buku klasik tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, Allyssa melangkah masuk, disambut aroma kertas yang khas. Rak-rak kayu tinggi tersusun rapi dan dipenuhi berbagai jenis buku, mulai dari buku pelajaran, novel, komik, dan buku-buku karangan untuk remaja. Lampu kuning lembut menggantung di langit-langit. Memantulkan cahaya ke lantai kayu yang sedikit berdecit ketika melangkah. Ia mulai menyusuri rak demi rak, mencari beberapa buku yang sudah ia tulis dalam daftar. Ada beberapa buku pelajaran yang harus dibeli dan beberapa novel yang sebelumnya ia cari rekomdasinya melalui internet.

Di sudut toko, ia berhenti sejenak di rak best-seller. Jarinya menelusuri deretan buku dan dia mengambil salah satu novel yang menarik dari sana. Membaca judulnya saja, sudah membuatnya membayangkan isi cerita di dalamnya. Membayangkannya saja membuatnya merasa bahagia. Ia sangat suka sekali membaca. Ketika membaca, ia seolah memiliki teman dan punya dunianya sendiri.

Dia mengambil beberapa buku, dan menaruhnya di kerajang belanjaannya. Setelah semuanya sudah dia dapatkan, Allyssa berjalan menuju kasir. Tas belanjaannya terasa berat tapi dia sangat senang mendapatkan buku yang dia incar. Ia tak sabar untuk pulang, lalu segera melahap habis buku-buku itu.

...****************...

Rencana Allyssa pulang dengan hati riang mendadak berubah saat ia melangkah ke luar toko buku. Rintik-rintik hujan mualai jatuh, dingin kian menerpa wajahnya. Awalnya hanya gerimis kecil, tapi tak lama kemudian hujan makin deras. Ia menatap langit mendung, mengingat kata ibunya untuk membawa payung. Ia menghela napasnya pelan, menyesal tidak mendengarkan ibunya.

Sudah lebih dua jam ia menunggu, berharap hujan mereda. Sebelumnya, ia sempat memesan taksi online, tapi karena hujan, orderannya terus dibatalkan. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30. Kini ia duduk sudut toko buku sambil membaca salah satu novel yang dibelinya tadi. Selain dia, ada juga beberapa orang yang juga menunggu hujan reda. Tampaknya mereka juga terjebak di toko buku itu.

1
EvhaLynn
Wah Semangat Author😉
Aksara Langit
Bagus bangat Thor Alurnya. Tapi kenapa Papa Allyssa meninggal secepat itu😭😭😭
Aynaaa12: Namanya juga takdir🫠
total 1 replies
Aksara Langit
Lanjut Thor😍
Aynaaa12: Lanjut bbesok Ya🤭
total 1 replies
Ainul Ayn
Karyanya bagus bangat Thor. Jangan lupa Up terus ya/Drool/
Aynaaa12: Eh makasi Ya🙏 Jangan kupa Pantengin terus🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!