NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktu yang Berharga

Suara langkah kaki para murid baru perlahan menghilang di ujung koridor, meninggalkan keheningan yang mendalam kembali menyelimuti Aula Utama. Ye Chen tetap berdiri tegak memandang ke arah pintu yang kini kosong, wajahnya kembali datar dan tanpa ekspresi, namun di dalam matanya tersimpan pemikiran yang jauh melanglang buana.

"Liu Wening" Panggil Ye Chen tiba-tiba, suaranya terdengar tenang namun memancarkan wibawa yang begitu berat dan mendalam, seolah menembus dinding ruangan.

Seketika itu juga, sosok bayangan yang tak terlihat seakan bergetar. Dari sudut ruangan yang gelap, seorang pria tampan dengan pakaian biru tua muncul perlahan, berlutut dengan hormat.

"Hamba hadir, Kaisar" Jawab Liu Wening dengan suara rendah dan penuh kesetiaan.

"Bagaimana persiapan untuk tempat kultivasi tertutup? Pastikan setiap gua memiliki formasi penyerap qi yang aktif dan formasi perlindungan yang kuat. Aku tidak ingin ada gangguan sedikit pun saat mereka sedang memadatkan dasar qi mereka," Perintah Ye Chen dengan tatapan tajam.

"Sudah siap sepenuhnya, Pemimpin" Jawab Liu Wening dengan yakin.

"Kami telah mengatur formasi Penyerap Awan di setiap gua. Kecepatan penyerapan energi di sana bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat dibandingkan tempat biasa. Selain itu, kami juga memasang formasi Perisai Bintang yang akan melindungi mereka dari gangguan luar dan juga meredam ledakan energi jika terjadi kesalahan sedikit saat meminum pil" Jelasnya dengan rinci dan teliti.

"Bagus" Ucap Ye Chen singkat, tampak puas dengan persiapan yang dilakukan.

"Dan pastikan juga pengawasan dari jarak jauh. Jika ada yang mengalami kesulitan parah atau nyawanya terancam karena tidak kuat menahan energi pil, segera bantu mereka. Jangan sampai ada yang gila atau mati sia-sia hanya karena kurang pengawasan" Tambah Ye Chen dengan nada serius.

Meskipun di permukaan Ye Chen terlihat begitu dingin, tegas, dan tanpa emosi, nyatanya dia tetap sangat peduli dan melindungi aset berharganya yang baru saja didapatkannya. Seorang pemimpin yang hebat dan bijaksana memang harus tahu betul kapan waktu untuk bersikap keras mendidik, serta kapan waktu untuk turun tangan melindungi apa yang menjadi miliknya. Dia tidak hanya sekadar memberikan kekuatan, tapi juga memastikan jalan mereka aman hingga mereka benar-benar siap menghadapi dunia.

"Baik, Kaisar! Hamba mengerti dan akan menjalankannya sekarang juga!" Jawab Liu Wening tegas, lalu tubuhnya lenyap kembali menjadi bayangan secepat kilat.

"Qiu Feng" Panggil Ye Chen dengan suara tenang namun tegas, memecah keheningan ruangan.

"Saya hadir!" Seru Qiu Feng dengan suara lantang dan penuh semangat, tubuhnya menegak kaku siap menerima perintah.

"Selama masa kultivasi tertutup ini, kau yang bertanggung jawab menjaga keamanan seluruh area Sekte Langit" Ucap Ye Chen dengan nada tegas dan berat.

"Perketat penjagaan. Jangan biarkan orang asing sembarangan masuk, dan pastikan tidak ada keributan atau kekacauan yang terjadi. Biarkan tempat ini tenang dan damai" Lanjutnya memberikan instruksi lengkap.

"Dimengerti! Saya akan menempatkan penjaga di setiap sudut strategis. Selama saya masih berdiri, tidak akan ada satu pun lalat yang bisa masuk tanpa izin!" Jawab Qiu Feng dengan penuh keyakinan, tangannya tak sengaja mencengkeram gagang pedangnya yang terikat di pinggang.

Ye Chen mengangguk pelan, lalu perlahan berbalik badan menghadap ke arah jendela besar yang memperlihatkan pemandangan pegunungan di kejauhan. Cahaya matahari sore mulai memancarkan warna keemasan yang indah, namun tidak mampu mencairkan dinginnya aura yang memancar dari tubuhnya.

"Kalau begitu, kalian boleh mundur dan laksanakan tugas masing-masing" Ucap Ye Chen pelan namun tegas.

"Kami pamit, Kaisar!" Seru mereka bertiga serempak, lalu dengan langkah teratur mereka meninggalkan aula tersebut, meninggalkan Ye Chen sendirian dengan pikirannya sendiri.

Setelah kepergian mereka, keheningan total menyelimuti ruangan itu. Ye Chen berdiri diam selama beberapa saat, matanya menatap kosong ke kejauhan namun otaknya bekerja dengan sangat cepat menyusun berbagai strategi dan rencana ke depan.

"Sekte Langit sudah mulai berjalan. Darah baru sudah ditanam..." Gumamnya pelan dalam hati.

"Tapi waktu tidak akan menunggu" Batin Ye Chen bergema dalam diam, matanya menatap jauh ke arah langit yang mulai gelap.

"Alam Bawah ini terlalu luas dan terlalu berbahaya. Kekuatan yang aku miliki saat ini... masih belum cukup jika harus berhadapan dengan kekuatan sesungguhnya yang tersembunyi di kedalaman dunia ini" Batinnya bergema dalam hati, penuh dengan keseriusan dan kehati-hatian.

"Aku harus menjadi lebih kuat. Jauh lebih kuat... sebelum segalanya terlambat" Batinnya bergema dengan tekad yang membara dan tak tergoyahkan.

Di dalam benaknya yang dalam, bayangan-bayangan mengerikan mulai perlahan muncul dan berputar jelas. Gambaran tentang Pasukan Kematian Abadi yang tak kenal lelah, dingin, dan mematikan mulai terbayang kembali. Namun bukan hanya itu... ia juga sadar bahwa di luar sana, mungkin masih ada banyak musuh-musuh lain yang tersembunyi dalam kegelapan, kekuatan yang jauh lebih besar dan lebih mengerikan yang belum terlihat wujud aslinya. Pikiran tentang ancaman-ancaman tersebut membuat suasana di sekitarnya terasa semakin berat dan mencekam.

"Aku juga tidak boleh diam saja. Selama anak-anak itu bertapa, aku harus terus maju!" Batinnya berseru, matanya mulai memancarkan cahaya tajam dan bersemangat.

"Waktu ini harus kugunakan sebaik mungkin untuk memperdalam pemahaman tentang energi Api dan Es yang bercampur ini" Lanjutnya dengan fokus penuh.

"Mungkin... ini adalah kesempatan terbaik bagiku untuk mencoba menembus batas dan melangkah menuju Ranah yang jauh lebih tinggi lagi!" Batinnya bergema dengan ambisi yang tak terbendung.

Dengan langkah yang ringan namun penuh wibawa, Ye Chen berjalan menuju bagian paling dalam dari aula tersebut, menuju sebuah ruangan rahasia yang hanya bisa diakses oleh dirinya sendiri. Ruangan itu bernama Kamar Kesunyian Abadi. Begitu dia masuk, pintu batu besar tertutup otomatis dengan bunyi yang berat, memisahkan dirinya sepenuhnya dari dunia luar. Di dalam sana, udara terasa sangat padat dengan energi alam yang murni dan pekat. Ye Chen duduk bersila di atas sebuah alas yang terbuat dari bulu binatang buas tingkat tinggi. Dia menutup matanya perlahan, membuang semua pikiran yang tidak perlu dan mencapai kondisi hati yang setenang air di danau yang tidak beriak. Dalam sekejap, dia memasuki kondisi meditasi mendalam. Dua jenis energi yang berbeda dan kontradiktif mulai bergerak di dalam tubuhnya. Energi Api yang panas dan meledak-ledak berputar di bagian kanan, sementara Energi Es yang dingin dan pekat berputar di bagian kiri. Biasanya, dua energi yang bertolak belakang ini akan saling meniadakan dan melukai pemiliknya jika tidak dikendalikan dengan sempurna. Namun di tangan Ye Chen, keduanya bergerak selaras bagaikan Yin dan Yang, membentuk pusaran energi yang indah dan dahsyat.

"Padat... lebih padat lagi..." Bisik Ye Chen, seolah memerintah setiap sel di tubuhnya untuk menekan dan memadatkan energi yang luar biasa besar itu hingga batas maksimalnya.

"Aku tidak boleh hanya sekedar kuat. Aku harus menjadi wadah yang sempurna" Batinnya tegas, penuh keyakinan mutlak.

"Semakin padat inti kekuatanku, maka semakin dahsyat pula ledakannya nanti" Lanjutnya, membayangkan ledakan kekuatan yang akan mengguncang dunia.

"Hancurkan batasan. Tembus semua batas... Sampai tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang bisa menandingiku lagi!" Serunya dalam hati dengan aura yang menggelegar dan penuh tekad membara.

Dia memaksa energi-energi itu untuk terus dimampatkan, dipadatkan hingga menjadi cairan yang kental dan berat. Proses ini sangat menyakitkan dan membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi, namun bagi Ye Chen yang memiliki mental baja, rasa sakit itu hanyalah sebuah bumbu. Waktu terus berjalan, hari berganti minggu dengan sangat cepat. Di luar sana, suasana Sekte Langit berjalan sangat tertib dan damai. Tidak ada keributan, tidak ada gangguan. Qiu Feng dan para murid senior menjalankan tugas penjagaan dengan sangat disiplin, sementara Liu Wening terus memantau kondisi para murid baru yang sedang berkultivasi di dalam gua-gua. Di dalam gua nomor 7, tempat Xiao Yu berkultivasi... Suhu di dalam ruangan itu terasa sangat panas dan kering. Xiao Yu duduk bersila dengan mata terpejam rapat, wajahnya memerah padam dan keringat mengalir deras membasahi seluruh tubuhnya hingga pakaiannya basah kuyup. Di depannya, tergeletak sebuah wadah kecil yang tadinya berisi Pil Dasar Naga Kecil, kini sudah kosong melompong. Dia baru saja menelan butir pil yang kelima. Energi yang meledak di dalam perutnya rasanya seperti ribuan jarum panas yang menusuk-nusuk seluruh pembuluh darahnya. Tubuhnya gemetar hebat, tulang-tulangnya terasa remuk, dan kesadarannya sempat beberapa kali ingin hilang.

"Sakit... sangat sakit..." Rintihnya dalam hati, giginya bergemeretak menahan rasa perih yang luar biasa.

"Tapi... aku tidak boleh menyerah!" Teriaknya dalam hati, menggertakkan gigi menahan perih yang menyiksa.

"Pemimpin sudah mempercayakan segalanya padaku! Aku berjanji akan menjadi kuat!" Serunya dalam hati dengan tekad yang membara.

"Aku tidak boleh gagal! Aku tidak boleh kalah di tengah jalan!" Teriaknya dalam hati, menggertakkan gigi sekuat tenaga menahan rasa sakit yang luar biasa.

Dengan tekad bulat, Xiao Yu memutar energi ganas itu mengikuti aliran meridian. Meski perih, setiap putaran memperlebar dan memperkuat pembuluh darahnya, membuat tubuhnya berubah kualitas dan memancarkan cahaya samar. Sementara itu, di dalam Kamar Kesunyian Abadi... Energi di Dantian Ye Chen tak lagi gas atau cairan, melainkan telah memadat menjadi kristal berwarna ungu dan biru yang berkilauan. Suara halus namun dahsyat bergema. Batas kultivasinya yang menghalang kini... berhasil dihancurkan!

"Akhirnya... Ranah Abadi Tingkat 9..." Bisik Ye Chen pelan, suaranya terdengar lembut namun memancarkan getaran kekuatan yang begitu berat dan dahsyat.

"Energi sudah sepenuhnya memadat menjadi cairan emas. Fondasinya sudah sempurna, kokoh dan tak tergoyahkan" Lanjutnya menilai kondisinya sendiri dengan puas.

"Waktu yang tidak sia-sia" Ucap Ye Chen dengan senyum tipis yang sangat jarang muncul di wajahnya.

"Tapi ini baru permulaan. Fondasi yang sempurna ini hanyalah batu loncatan" Ucapnya dengan nada dingin namun penuh keyakinan.

"Langkah selanjutnya... menerobos semua batas dan menaklukkan Alam Surgawi!" Ucapnya tegas, matanya memancarkan ambisi yang tak terbatas dan wibawa yang menggetarkan.

Dia berdiri perlahan, meregangkan otot-ototnya sedikit. Suara krek krek terdengar renyah dari persendiannya, tanda bahwa tubuhnya telah mencapai kondisi yang sempurna.

"Sekarang... saatnya melihat hasil kerja keras murid-murid baruku" Gumamnya pelan, seulas senyum tipis terbit di sudut bibirnya.

"Sudah cukup waktu berlalu. Dasar qi mereka seharusnya sudah benar-benar stabil dan kokoh sekarang" Gumamnya pelan dengan nada penuh keyakinan.

"Aku penasaran... seberapa jauh kalian telah melangkah" Lanjutnya, matanya memancarkan kilatan tajam.

"Tunjukkan padaku... hasil dari darah, keringat, dan air mata kalian selama ini!" Ucapnya tegas, penuh harap dan wibawa.

Dengan satu langkah kecil, tubuhnya lenyap dari tempat itu, muncul kembali di Aula Utama seolah tidak pernah pergi. Dia berjalan menuju balkon yang menghadap ke arah lereng gunung tempat para murid berkultivasi. Dengan penglihatannya yang tajam, dia bisa merasakan gelombang energi yang stabil dan kuat yang keluar dari setiap gua. Beberapa energi terasa lembut, beberapa terasa ganas, dan satu di antaranya... terasa sangat kokoh dan stabil, layaknya sebuah gunung yang tak tergoyahkan meskipun masih kecil. Itu adalah aura Xiao Yu.

"Bagus... sangat bagus" ucap Ye Chen puas.

"Permata itu mulai bersinar..." Bisiknya pelan, matanya menatap jauh seolah melihat potensi luar biasa di dalam diri para muridnya.

"Tunggu sebentar lagi... kalian akan siap untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya" Ucapnya pelan namun tegas, penuh keyakinan akan masa depan mereka.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!