NovelToon NovelToon
Mencintai OM Mafia

Mencintai OM Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seharusnya Maximilian membiarkan gadis itu hancur. Logika mafianya berkata: jangan campuri urusan musuhmu. Namun, saat melihat Rebecca Sinclair yang nyaris kehilangan segalanya di sebuah gang gelap, Maximilian melanggar aturan emasnya sendiri.

​Satu perkelahian brutal, beberapa tulang yang retak, dan tiga nyawa yang melayang di tangannya demi seorang gadis yang tidak ia kenal. Kini, Rebecca berhutang nyawa pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada para penyerangnya.

​Bagi Rebecca, Maximilian adalah penyelamat yang dingin dan mengerikan. Bagi Maximilian, Rebecca adalah kesalahan logika terbesar yang pernah ia buat. Namun, setelah darahnya tumpah demi gadis itu, Maximilian tidak akan pernah membiarkannya pergi.

​"Aku menyelamatkanmu bukan untuk membebaskanmu, Rebecca. Kau milikku sekarang—sampai hutang nyawa ini lunas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun di Dalam Air

Siang itu, matahari pegunungan terasa menyengat meski angin dingin sesekali berhembus. Maximilian sedang berada di dalam ruang kerja kedap suara di lantai dua, melakukan rapat koordinasi rahasia melalui transmisi satelit dengan para petinggi kartel di luar negeri. Itu adalah waktu di mana tak satu pun orang boleh mengganggu, atau nyawa menjadi taruhannya.

Rebecca, yang merasa tubuhnya sangat lengket setelah latihan menembak yang melelahkan di bawah bimbingan tangan besi Erica, memutuskan untuk mencari sedikit ketenangan. Ia berjalan menuju kolam renang infinity yang terletak di sisi luar mansion. Kolam itu tampak tenang, permukaan airnya yang biru jernih seolah menyatu dengan cakrawala pegunungan.

Di sana tidak ada orang. Sebagian besar agen sedang berada di barak atau di lapangan tembak bawah tanah. Rebecca melepas kaos latihannya, menyisakan pakaian renang minimalis yang ia temukan di lemari kamar, lalu perlahan masuk ke dalam air. Dinginnya air seketika membasuh rasa penat di otot-ototnya. Ia berenang menuju tepi kolam, menatap lembah yang hijau di bawah sana.

Namun, ketenangan itu hanya bertahan sekejap.

"Tuan Maximilian benar-benar punya selera yang unik, ya? Membawa 'peliharaan' kecil yang lemah ke tempat para pejuang."

Rebecca tersentak. Ia menoleh dan melihat seorang pria bertubuh kekar dengan tato serigala di sepanjang lengan kanannya berdiri di pinggir kolam. Namanya Vargo, salah satu agen senior yang dikenal paling temperamental. Vargo adalah orang yang paling vokal menunjukkan ketidaksukaannya sejak Maximilian membawa Rebecca. Ia merasa harga dirinya sebagai agen elit terhina karena harus berbagi markas dengan seorang gadis sipil.

"Aku ... aku hanya ingin berenang sebentar," ucap Rebecca, mencoba menjauh ke sisi lain kolam.

Vargo tertawa sinis. Ia tidak pergi, justru duduk di tepi kolam sambil memainkan sebilah pisau kecil. "Kau tahu, gadis manis? Di sini, kami semua harus berdarah-darah untuk mendapatkan tempat. Erica harus membunuh sepuluh orang untuk mendapatkan lencananya. Aku kehilangan dua jari tanganku di medan perang. Tapi kau? Kau masuk ke sini hanya karena menangis di depan Bos."

"Aku tidak meminta untuk dibawa ke sini," sahut Rebecca dengan suara yang mulai gemetar.

"Tapi kau ada di sini. Dan keberadaanmu membuat perhatian Tuan Maximilian terpecah. Karena kau, fokusnya pada bisnis mulai goyah," Vargo berdiri, matanya berkilat penuh kebencian yang tidak rasional. Ia merasa cemburu karena perhatian khusus yang diberikan Max pada Rebecca. "Dunia ini akan lebih baik jika beban sepertimu ... lenyap secara alami."

Vargo tiba-tiba melompat ke dalam kolam dengan pakaian lengkapnya. Air menyembur tinggi. Rebecca panik dan mencoba berenang menuju tangga, namun tangan kekar Vargo lebih cepat mencengkeram pergelangan kaki Rebecca di dalam air.

"Lepaskan! Apa yang kau lakukan?!" jerit Rebecca.

Vargo tidak menjawab. Ia menarik kaki Rebecca hingga gadis itu tenggelam ke dalam air. Rebecca meronta, memukul-mukul tangan Vargo, namun tenaga pria itu seperti beton. Di bawah air, Rebecca melihat wajah Vargo yang menyeringai kejam. Pria itu sengaja menahan kepala Rebecca di bawah permukaan air, bermaksud memberinya "pelajaran" atau mungkin sesuatu yang lebih fatal.

Rebecca merasa paru-parunya mulai terbakar. Ia menelan air kolam yang terasa perih. Dalam kegelapan air, ia teringat pistol perak di dalam tasnya yang ia tinggalkan di kursi pinggir kolam. Terlalu jauh. Ia mencoba mencakar lengan Vargo, namun pria itu justru mempererat tekanannya.

Tepat saat kesadaran Rebecca mulai menipis, sebuah bayangan besar muncul di pinggir kolam.

BRAK!

Pintu kaca balkon lantai dua bergeser dengan kasar. Maximilian, yang ternyata memantau kamera CCTV kolam melalui tabletnya di tengah rapat, telah sampai di sana dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

Tanpa suara, tanpa peringatan, Maximilian melompat dari balkon lantai dua—ketinggian hampir empat meter—dan mendarat tepat di punggung Vargo yang masih berada di dalam air.

Bugh!

Maximilian mencengkeram leher Vargo dari belakang dan menariknya menjauh dari Rebecca. Rebecca muncul ke permukaan, terbatuk-batuk hebat dan menghirup oksigen seolah itu adalah emas cair.

Di dalam kolam, terjadi pergulatan singkat namun brutal. Vargo mencoba melawan, namun Maximilian tidak bertarung seperti manusia; ia bertarung seperti monster yang haus darah. Max memiting leher Vargo, memutar tubuhnya, dan menghantamkan wajah pria itu ke dinding keramik kolam berkali-kali.

Plak! Krek!

Suara tulang hidung yang patah terdengar jelas. Air kolam yang tadinya biru jernih kini mulai berubah warna menjadi merah karena darah Vargo.

"Om! Cukup! Om, berhenti!" teriak Rebecca histeris, ketakutan melihat sisi monster Maximilian yang keluar sepenuhnya.

Maximilian tidak berhenti. Ia menyeret Vargo yang sudah setengah sadar ke tangga kolam, lalu melemparkannya ke lantai pualam di pinggir kolam seperti tumpukan sampah. Max keluar dari kolam, tubuhnya basah kuyup, kemejanya menempel ketat memperlihatkan otot-ototnya yang menegang karena amarah.

Para agen lain, termasuk Erica, berdatangan karena mendengar keributan. Mereka membeku melihat pemandangan di depan mereka: Vargo yang bersimbah darah dan Maximilian yang berdiri dengan aura membunuh yang sangat pekat.

"Siapa yang memberimu izin untuk menyentuhnya?" suara Maximilian sangat tenang, namun setiap kata yang keluar seperti tetesan asam yang membakar.

Vargo mencoba berbicara, namun hanya darah yang keluar dari mulutnya. "Dia ... dia lemah, Tuan ... dia hanya akan ... menghancurkanmu ...."

Maximilian mendekat, ia menginjak dada Vargo dengan sepatu botnya yang basah, menekan paru-paru pria itu hingga ia kesulitan bernapas. "Aku adalah pemilik tempat ini. Jika aku ingin memelihara seekor semut sekalipun, tak seorang pun dari kalian boleh mengusik kehadirannya. Apalagi dia ..." Max melirik Rebecca yang masih menggigil di dalam kolam.

"Kalian semua dengar!" Maximilian berteriak ke arah para agen yang menonton. "Siapa pun yang menatapnya dengan cara yang salah, siapa pun yang berbicara kasar padanya, akan berakhir lebih buruk dari bajingan ini!"

Maximilian beralih ke Erica. "Bawa Vargo ke ruang interogasi bawah tanah. Aku akan mengurusnya sendiri nanti malam. Pastikan dia tidak mati sebelum aku selesai."

Erica hanya bisa mengangguk kaku, wajahnya pucat. Ia menyadari bahwa ia baru saja selamat dari maut karena sebelumnya ia tidak bertindak sejauh Vargo.

Maximilian berjalan menuju tepi kolam, ia mengulurkan tangannya pada Rebecca. Wajahnya yang tadi terlihat seperti iblis, kini sedikit melunak saat menatap mata Rebecca yang sembab.

"Naiklah," perintahnya.

Rebecca menyambut tangan Max, tubuhnya gemetar saat Max menariknya keluar dari air dan langsung menyelimutinya dengan handuk besar. Maximilian tidak peduli dengan rapat rahasianya yang ia tinggalkan begitu saja. Ia tidak peduli dengan kerugian jutaan dolar yang mungkin timbul karena pengabaian tugasnya.

"Maafkan aku, Om ... aku hanya ingin berenang," bisik Rebecca sambil menangis di dada Max yang basah.

Maximilian mendekap kepala Rebecca, menekannya ke bahunya. "Jangan minta maaf. Ini salahku karena membiarkan sampah seperti dia bernapas terlalu lama di sekitarmu."

Maximilian menggendong Rebecca kembali menuju mansion, melewati para agen yang kini menundukkan kepala dengan penuh rasa hormat dan takut. Mulai hari itu, seluruh markas tahu satu kebenaran mutlak: Rebecca Sinclair adalah jantung dari Maximilian. Dan menyentuh jantung sang Mafia berarti mengundang kiamat kecil bagi diri mereka sendiri.

Di dalam lift, Rebecca menatap wajah Maximilian yang masih memiliki sisa percikan darah Vargo di pipinya. "Om ... apa Om akan membunuhnya?"

Maximilian menatap Rebecca melalui pantulan cermin lift. "Dia melanggar aturan nomor satu, Rebecca."

"Apa aturan itu?"

"Milik Maximilian ... tidak boleh disentuh."

Rebecca terdiam. Di satu sisi ia merasa ngeri dengan kekejaman itu, namun di sisi lain, ia merasakan debaran aneh di jantungnya. Ia merasa dimiliki secara total. Di dunia yang penuh dengan orang-orang yang ingin menghancurkannya, pria berbahaya ini menjadikannya satu-satunya hal yang paling ia hargai.

1
Mita Paramita
Rebecca makin jauh sama max gak seperti dulu 🤨 mesti salin jujur tetep bertahan
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠, 𝐛𝐢𝐚𝐫 𝐦𝐫𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐭𝐢, 𝐥𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐧 𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐛𝐥𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐠 𝐬𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮


𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐟𝐨𝐤𝐮𝐬 𝐤𝐨𝐤 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐜𝐚𝐤𝐚𝐝𝐮𝐭 𝐛𝐚𝐛 𝐧𝐲𝐚 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐬𝐨𝐚𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐝 𝐚𝐧𝐞𝐡 𝐲𝐠 𝐭𝐚𝐝𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐨𝐤 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐠𝐤 𝐭𝐚𝐮, 𝐝𝐫𝐩𝐝 𝐫𝐞𝐯𝐢𝐬𝐢 𝐭𝐡𝐨𝐫 😊😊
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐮𝟐𝐫 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐦𝐚𝐱 😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐮𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐤𝐥𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐚𝐦𝐢𝐥


𝐩𝐚𝐬 𝐦𝐚𝐮 𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐧 𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐞𝐭𝐢𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 🥺🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐞𝐡 𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢𝐧 𝐚𝐥𝐮𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐣𝐚
𝐰𝐚𝐥𝐚𝐩𝐮𝐧 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐤𝐫𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐤𝐨𝐤 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐠 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐡 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐲𝐚

𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐢𝐧 𝐚𝐪


𝐤𝐫𝐧 𝐀𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐛𝐥𝐧 𝐢𝐧𝐢 𝐮𝐥𝐭𝐚𝐡 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐢𝐜𝐮𝐥𝐢𝐤 𝐥𝐠? 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐪 𝐣𝐝 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 😭😭🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐤𝐲𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐥𝐮𝐩𝐚


𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐛 𝟗𝟖 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐢𝐣𝐦𝐩𝐭 𝐝𝐠𝐧 𝐡𝐞𝐥𝐢 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐢 𝐜𝐚𝐩𝐨𝟐 𝐭𝐮𝐚 𝐲𝐠 𝐦𝐬𝐡 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐢𝐤𝐮𝐭 𝐝𝐥𝐦 𝐤𝐞𝐧𝐝𝐚𝐥𝐢 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐤𝐞 𝐭𝐦𝐩𝐭 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐢 𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐱 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐭𝐩 𝐣𝐠 𝐧𝐠𝐞𝐫𝐢, 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐦𝐫𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐥𝐮𝐤𝐚𝐧, 𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐤𝐞𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐛𝐫𝐢𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐝𝐡 𝐝𝐢𝐥𝐞𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐒𝐜𝐚𝐫𝐥𝐞𝐭 𝐫𝐨𝐬𝐞́ 🤔🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐰𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐚𝐦𝐢𝐥 😘😘😘 𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐤𝐚𝐤𝐤
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐮𝐢𝐧 𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝟗𝟖 𝐤𝐦𝐫𝐧, 𝐦𝐬𝐡 𝐝𝐢𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐤𝐚𝐧 𝐲𝐚???

𝐤𝐨𝐤 𝐝𝐢𝐣𝐦𝐩𝐭 𝐥𝐠 🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐉𝐨𝐤𝐞𝐫, 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐣𝐝 𝐣𝐚𝐡𝐚𝐭 𝐤𝐫𝐧 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐧𝐲𝐤 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐤 𝐩𝐞𝐧𝐜𝐚𝐩𝐚𝐢𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚🥺🥺😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐬𝐠𝐭 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢...


𝐚𝐪 𝐣𝐝 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧-𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐥𝐨 𝐚𝐪 𝐛𝐬 𝐣𝐝 𝐤𝐲𝐤 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐚𝐪 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡 𝟏 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐭𝐨𝐫 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚🤪🤪🤪
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 🤪🤪🤪 𝐛𝐢𝐚𝐫𝐢𝐧 𝐤𝐚𝐤 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐦𝐞𝐬 𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐭𝐨𝐫 𝐢𝐧𝐝𝐨 𝐲𝐠 𝐡𝐮𝐤𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐲𝐤 𝐦𝐚𝐢𝐧𝐚𝐧
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐨𝐨𝐝 𝐣𝐨𝐛 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐡😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐦𝐮, 𝐭𝐝𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐲 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐦𝐚𝐱𝐱𝐱😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐫𝐮𝐭?
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐰𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐠𝐰𝐞𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!