Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aby Rindu
" Aku paham dengan hal itu, karena itu aku tidak pernah memakai Sandra. Aku hanya berharap sandi bisa secepatnya bertemu dengan Naura, karena aku sudah sangat merindukan Naura." ucapnya dengan berderai air mata karena ia sudah sangat merindukan Naura.
' Seadanya bukan karena harta, aku juga sudah males bersama dengan mu Aby. Tapi sampai sekarang harta itu belum pindah ke atas nama ku.' batinnya.
" Aby tenangkan diri terlebih dahulu ya, semoga saja dalam waktu dekat Aby bisa bertemu dengan Naura."
Keduanya terus saja melanjutkan perbincangan itu, karena memang pria paruh baya itu sudah sangat merindukan putrinya. Dia sangat berharap bisa bertemu dengan Naura secepatnya, tragedi sebelumnya membuat dia tidak bisa bertemu dengan Naura. Dan saat ini dia hanya bisa berharap kalau semuanya bisa kembali seperti dulu, walaupun ia tidak tahu apakah itu bisa kembali seperti dulu atau tidak.
...🌛🌛🌛...
Rangga dan juga Karin saat ini sedang menunggu kedatangan Naura dan juga Naira, hari ini adalah acara pemberian nama untuk anak Rangga dan juga Karin. Karin hamil anak kembar, dan keduanya diberi nama "ULFA RANGGA" dan "UMAIRA RANGGA". keduanya adalah keponakan cantik Naura dan Naira.
" Maaf ya kami datang terlambat Kak." ucap Naura
" Kalian sama sekali nggak datang terlambat, lagian selesai siang tadi kalian juga pergi jalan-jalan karena lelah kan." ucap Karin yang sedang menggendong Ulfa
" Tapi tetap aja seharusnya saya pulang dari jalan di pantai tadi kami langsung ke sini, tapi kami justru memutuskan untuk kembali ke rumah terlebih dahulu." jelas Naira
" Nggak masalah, lagian kalian berdua juga sudah capek. Jadi wajar aja kalau kalian berdua memutuskan untuk beristirahat, lagian kalau kalian di sini kalian nggak akan bisa beristirahat karena Ulfa dan Umaira yang selalu rewel." ucapnya
" Kami berdua tidak pernah menganggap rewelnya kedua keponakan cantik kami ini sebagai beban Kak, kami justru bersyukur karena mereka berdua memberi kebahagiaan untuk kami." jelas Naura
" Kehadiran kedua malaikat kecilku memang membuat kalian bahagia, tetapi kehadirannya juga menggantikan posisiku di hati orang-orang yang ku sayangi." ucap Rangga yang baru saja tiba dan tentunya memancing gelak tawa di antara mereka.
" Sama anak sendiri kok pakai cemburu sih Mas." ucap Karin dengan menghilangkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.
" Kak Rangga ini nggak dewasa banget, masa cemburu sama anak sendiri." ucap Naira dengan menghilangkan kepalanya.
" Terserah kalian aja mau bilang aku nggak dewasa, tapi kan kehadiran mereka berdua memang mengambil perhatian kalian semua." ucapnya dengan ada sedikit manja.
" Kak Ulfa serahin ke aku aja, kalau Umaira ada di mana?" ucap Naura sambil mengambil Ulfa dari gendongan kakak iparnya itu.
" Umaira lagi ada di kamar, memangnya kenapa?"
" Kakak urusin bayi gede kakak, biar dua keponakan cantik kami ini sama kami berdua aja. Kami males melihat tingkah dari bayi gede kakak, kami hanya ingin bermain dengan keponakan kami." ucap Naira dan keduanya pun langsung pergi ke kamar bayi.
" Kalian berdua..."
" Sudahlah sayang, mereka berdua hanya memberikan waktu untuk kita berduaan. Jadi mumpung anak-anak dijaga oleh mereka berdua, lebih baik kita menghabiskan waktu berdua." ucap Rangga dan Karin pun mengangguk karena memang sejak bayinya lahir mereka jarang menghabiskan waktu berdua.
Keduanya akhirnya memutuskan untuk mengobrol berdua, tentunya mereka membicarakan mengenai hubungan mereka dan juga mengenai Naura. Karin sampai saat ini masih khawatir kalau Sandra akan melukai Naura lagi, tetapi Rangga berusaha untuk menenangkan istrinya itu. Rangga tahu kalau Karin sangat menyayangi Naura, dan karena itu pasti pikirannya selalu saja memikirkan mengenai Naura.
Di tengah perbincangan mereka yang membahas mengenai Naura, tiba-tiba saja Reza datang dan kemudian ia memberitahukan mengenai kepulangan Sandra. Tentunya hal itu membuat Karin semakin terkejut, Karin menjadi semakin takut akan terjadi sesuatu kepada Naura. Rangga dan Reza mencoba menenangkan Karin, mereka tidak ingin Karin terlalu stres dan akhirnya jatuh sakit.
" Kau mendapatkan kabar dari mana kalau Sandra telah pulang ke tanah air?" tanya Karin
" Aku tadi mendapatkan kabar dari Leo, Tapi Kakak nggak usah terlalu memikirkan kalau Sandra nantinya akan menyakiti Naura kembali."
" Bagaimana bisa aku tidak memikirkan hal tersebut, aku masih ingat tragedi terakhir yang dilakukan oleh Sandra hingga membuat Naura sampai sangat bersedih."
" Kejadian seperti itu tidak akan mungkin terulang kembali Kak Karin, Leo sudah memastikan kalau Sandra telah berubah jadi baik dan sebenarnya Sandra juga berniat untuk bertemu dengan Naura untuk meminta maaf."
" Tetap saja aku khawatir dia akan melukai Naura kembali, bisa saja kan Ia hanya berpura-pura baik saja dan kemudian akan menyakiti Naura kembali seperti dahulu."
" Kakak tidak usah terlalu memikirkan mengenai hal tersebut, aku yakin sampai tidak akan mungkin menyakiti Naura. Ya walaupun sejujurnya pada awalnya aku juga ragu, Tapi Leo telah menjaminkan dirinya kalau Sandra tidak akan mungkin menyakiti Naura."
" Baiklah kalau Leo memang telah menjaminkan dirinya agar Sandra bisa bertemu dengan Naura, dan ia juga menjamin kalau Sandra tidak akan menyakiti Naura lagi. Tapi tetap saja kita harus memperkuat penjagaan atas Naura, karena takutnya tiba-tiba saja Sandra termakan oleh tipu daya khas hutan dan kemudian menyakiti Naura kembali." jelasnya dan keduanya mengangguk.
" Itu juga yang sedang aku pikirkan Kak, tapi kita juga hanya bisa menyerahkan semua ini. Kita hanya bisa berdoa dan kemudian memberi bodyguard bayangan, karena jika kita mengirim bodyguard secara terang-terangan pastinya Naura akan marah besar kepada kita."
" Itu juga yang sedang Kakak pikirkan, dan kakak tidak ingin kejadian di masa lalu yang di mana Naura marah besar kepada kita terulang kembali. Kejadian di masa lalu sudah cukup menjadi pelajaran untuk kita semua, dan aku berharap kejadian seperti itu tidak akan terulang kembali. Aku masih ingat bagaimana Naura marah besar kepada kita, dan hal itu membuat dia tidak ingin berbicara satu kata pun kepada kita." udah berangkat dengan mengingat kejadian di masa lalu.
" Semuanya aku serahkan kepada Mas dan juga kau Reza, aku hanya berharap tidak akan terjadi sesuatu kepada Naura. Dan bila hal berubah jadi sesuatu kepada Naura, maka kalian berdua akan mendapatkan hukuman dariku." ucap Karin dengan sorot mata yang sangat tajam menatap ke arah suami dan juga adik iparnya itu.
" Kami berjanji tidak akan membiarkan ada luka sedikitpun terjadi kepada Naura, dan kami berharap Sandra juga memang berubah baik sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Leo. Sampai saat ini kami masih mengizinkan Leo bertemu dengan Naura karena menurut kami Leo juga menyayangi Naura, tapi jika Leo tetap membela Sandra yang jelas-jelas menyakiti Naura maka kami juga tidak akan membiarkan Leo untuk bertemu dengan Naura lagi." jelas Rangga dan Reza pun mengangguk.