NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:800
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha tegar meski hati meronta

Nur bangun lebih pagi dari biasanya. Tanpa sarapan Dia pamit untuk berangkat ke sekolah. 

"Bunda, Nur berangkat dulu."

Sambil mencium tangan Haya, Nur berpamitan dan berjalan keluar rumah. Haya yang melihat sikap Nur pagi itu begitu aneh, Dia semakin merasa khawatir. 

"Nur, tunggu Bunda!"

Haya berlari kecil menuju Nur berdiri, Dia memegang tangan Nur dan menggenggamnya. 

"Apa kamu baik-baik saja, katakan pada Bunda apa yang sebenarnya terjadi?"

Nur melepas genggaman tangan Haya dan meyakinkan pada Ibu nya kalau Dia baik-baik saja. 

Dari dalam berlari lah Antoni sambil menggigit roti tawar. 

"Kak tunggu aku!"

Melihat kedua anak nya sudah bersama untuk berangkat ke sekolah, Haya pun melepas mereka dengan senyuman. 

"Baiklah, kalian hati-hati ya."

Hanya bisa memandangi kedua anaknya berjalan semakin menjauh, Haya hanya merasakan ada sedikit keanehan pada diri Nur. 

(Sepertinya Nur memang mendengar percakapan ku dengan Antoni) 

Haya dengan tubuh yang lemas masuk kembali ke dalam rumah. 

Kakak beradik yang berjalan santai melewati jalan setapak untuk menuju sekolah sambil menikmati sejuknya udara pagi itu. Tidak seperti biasa, Nur yang selalu mengajak Antoni becanda saat berangkat sekolah, pagi itu Dia hanya diam saja. 

"Kakak kenapa, apa kakak sakit?"

"Hum... tidak Dek, kakak sehat kok."

Karena Antoni juga merasakan aneh pada Nur, Dia berusaha membaca keadaan. 

(Pasti Kak Nur ada masalah, tapi Dia tidak mau cerita sama sekali) 

Tiba-tiba Antoni menggenggam tangan Nur dan menggandengnya. 

"Kalau ada yang berani jahat sama kakak, Aku orang pertama yang akan melindungi mu!"

Spontan ucapan Antoni membuat Nur menghentikan langkahnya dan tertawa lepas memandang kekonyolan adiknya itu. 

"Haa... yang benar saja kamu mau jadi pelindung kakak? Kamu saja sering nangis kalau diledekin temen kamu!"

Akhirnya pecah juga tawa dan canda kakak beradik itu. Dan seperti biasa mereka berangkat ke sekolah dengan hati yang penuh kegembiraan. 

Tiba di depan gerbang sekolah langkah Nur terhenti saat melihat seorang Bapak dengan pakaian rapinya turun dari mobil dengan membawa tas hitam. 

(Siapa Dia, apa ada guru baru?) 

"Hem... Dek, kamu masuk duluan saja kakak mau ke kantor guru dulu!"

"He em!"

Tanpa protes Antoni melepas gandengan tangan Nur dan masuk ke dalam sekolah.

Kebetulan juga pagi itu jam pertama ada pelajaran matematika yang biasanya Nur di minta untuk membantu Guru membawa buku paket untuk mengajar. 

Keluar dari kantor guru Nur yang membawa beberapa buku paket terjatuh karena ada siswa yang berlari menabraknya. 

'BRAK....!!!!' 

Ketika buku-buku paket itu tak terselamatkan, beruntung Nur bisa terhindar dari kerasnya lantai sekolah yang masih berupa semen kasar karena topangan tangan seorang Bapak yang bersamaan lewat pada saat itu. 

"Hati-hati Nak!"

"Owh... terimakasih Pak!"

Guru matematika lagsung menegur siswa yang menabrak Nur dari belakang dan memintanya membantu memungut buku-buku itu. 

Karena semua sudah beres, Nur meminta ijin Gurunya untuk masuk ke kelas lebih dulu. 

"Pak Guru saya duluan masuk ke kelas."

"Ya Nur!"

Guru juga meminta maaf dan berterima kasih pada Bapak yang menolong Nur. 

"Tunggu Pak Guru!"

"Ya... apa ada yang bisa saya bantu?"

Terjadilah percakapan antara Guru matematika dan Santana. 

Setelah Santana menceritakan sedikit tujuannya datang ke sekolah itu. Dia juga sempat bertanya tentang Nur. Guru matematika pun menjawab dengan apa adanya sesuai dengan pertanyaan dan kondisi Nur. 

"Baik Pak Guru, terima kasih informasinya."

Beberapa jam kemudian setelah Santana selesai menemui Kepala Sekolah, Dia kembali ke mobil dan sudah menunggu Tio di dalamnya. 

Di dalam mobil Santana masih kepikiran dengan kejadian di sekolah tadi. Dia memandangi layar ponselnya dengan tatapan kosong. 

(Siapa sebenarnya anak tadi, kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda saat dekat dengannya) 

Tio melihat keanehan pada Tuannya yang tidak merespon saat dipanggil. 

"Tuan, Tuan kita mau ke mana?" (Ada apa dengan Tuan Santana, kenapa lamunannya terlihat serius) Tuan.... apa Tuan baik-baik saja?!"

Tersadar dengan panggilan Tio yang begitu keras, Santana pun kembali berusaha fokus dengan rencana kerjanya hari itu. 

"Kita kembali ke kantor saja!"

"Tapi bukannya Tuan hari ini mau pergi ke beberapa sekolah lagi?"

"Sepertinya tidak perlu."

Tanpa tanya lagi Tio segera tancap gas dan menjalankan apa yang diperintahkan Tuannya. 

Begitu juga dengan Nur, seharian Dia tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran yang diberikan  Guru sepanjang hari itu. Dia juga masih teringat dengan kejadian pagi tadi di depan kantor Guru. 

(Kenapa aku ini, kenapa wajah Bapak itu masih tidak mau pergi dari ingatanku? Dan lagi pula kenapa tadi terasa beda saat Dia memegang dan menolongku? Oh... sadar Nur, sadar... apa karena hati ini sedang gelisah karena ucapan Antoni kemarin?) 

Desahan keras seiring dengan bel tanda kepulangan sekolah. Semua siswa pun mulai bersiap untuk pulang. 

"Nur, ayo pulang sekarang!"

"Ya, nanti aku menyusul!"

Nur keluar paling akhir dari kelasnya, dengan langkah ragu Dia berjalan keluar dari gerbang sekolah. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!