NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Dengan Musuh Bisnis Ayah

Pernikahan Kontrak Dengan Musuh Bisnis Ayah

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rmauli

​"Ayah, katakan sekali lagi bahwa ini hanya lelucon April Mop yang terlambat," suara Aletta rendah, namun penuh penekanan.
​Di belakangnya, Surya Maheswari, pria yang telah membangun dinasti ini dari nol, tampak hancur. Pria itu duduk di sofa kulit dengan bahu yang merosot dalam. Laporan audit yang tersebar di atas meja menunjukkan angka-angka merah yang mengerikan. Defisit yang diciptakan oleh pengkhianatan direktur keuangan mereka telah membawa Maheswari Group ke jurang kebangkrutan dalam waktu satu malam.
​"Dia satu-satunya yang memiliki likuiditas sebesar itu, Al," bisik Surya parau. "Bank sudah menutup pintu. Investor lain melarikan diri seperti tikus dari kapal yang tenggelam. Hanya Dirgantara Corp yang menawarkan bantuan."
​Aletta berbalik dengan gerakan anggun namun tajam. "Dirgantara? Arkananta Dirgantara? Pria yang menghancurkan tender kita di Singapura? Pria yang selama lima tahun terakhir ini menjadi mimpi buruk bagi setiap ekspansi bisnis kita? Ayah, dia bukan penyelamat.​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmauli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PULAU PRIBADI DAN TURNAMEN KAKTUS

Langit di atas Kepulauan Seribu berwarna biru safir saat helikopter pribadi Dirgantara Group mendarat dengan mulus di sebuah landasan pacu kecil yang dikelilingi pohon palem. Arkananta turun lebih dulu, mengenakan kemeja linen putih yang kancing atasnya terbuka, memperlihatkan kalung perak tipis yang maskulin. Ia memakai kacamata hitam, tampak seperti penguasa samudra yang sedang meninjau wilayah kekuasaannya.

"Selamat datang di 'Aletta’s Sanctuary', Al," ucap Arkan sambil mengulurkan tangannya yang besar dan hangat. "Pulau ini milikmu sekarang. Tidak ada sinyal pengganggu, tidak ada musuh, hanya ada suara ombak dan aku."

Arkan sudah membayangkan skenario romantis yang sempurna: makan malam dengan cahaya lilin di tepi pantai, berjalan bertelanjang kaki di pasir putih, dan mungkin berdansa di bawah sinar bulan tanpa gangguan siapa pun. Namun, saat Aletta turun dari helikopter, ia tidak membawa gaun malam yang indah. Ia justru menggendong ransel berat yang berisi *router* satelit portabel, tiga unit laptop *gaming*, dan kotak berisi puluhan kabel LAN.

"Mas Arkan! Ini tempat yang sempurna!" seru Aletta riang. Matanya berbinar menatap vila mewah di pinggir pantai. "Kecepatannya pasti stabil karena tidak ada gangguan frekuensi dari gedung tinggi! Aku sudah mengundang Rian, Bobi, dan Sisil. Mereka akan datang pakai kapal cepat sebentar lagi!"

Arkan mematung. Senyum romantisnya membeku. "Al... kau mengundang mereka ke pulau pribadi kita? Di akhir pekan yang seharusnya menjadi 'waktu berdua' kita?"

"Iya! Ini kan perayaan karena masalah Marco sudah selesai! Kita akan mengadakan 'Turnamen Kaktus Cup' pertama di sini! Hadiahnya... kau harus memberikan mereka kenaikan limit kartu kredit atau semacamnya," Aletta tertawa sambil berlari menuju vila, meninggalkan Arkan yang hanya bisa menghela napas panjang sambil memijat pangkal hidungnya.

Satu jam kemudian, vila mewah yang semula sunyi itu berubah menjadi markas *e-sports*. Kabel-kabel melintang di atas meja makan marmer mahal, kaleng minuman soda berserakan di samping vas bunga kristal, dan suara teriakan heboh Rian memenuhi ruangan.

"Woi! Bobi! Jaga *lane* bawah! Jangan sampai kita malu-malu di depan Pak CEO!" teriak Rian yang sudah memakai kemeja pantai bermotif bunga-bunga.

Arkan duduk di sofa kulit di pojok ruangan, mencoba membaca laporan tahunan di tabletnya, namun konsentrasinya buyar setiap kali Sisil berteriak karena karakternya terbunuh. Ia menatap Aletta yang sedang memakai *headset* telinga kucing, tampak sangat serius memimpin serangan digital.

"Mas Arkan! Sini! Kita kekurangan satu orang untuk tim penyerang!" panggil Aletta tanpa menoleh dari layar.

Arkan meletakkan tabletnya. Ia berdiri, berjalan mendekati meja pertempuran dengan langkah yang lambat dan penuh wibawa. "Al, aku sedang mencoba menjadi suami yang romantis di pulau yang sangat mahal ini."

"Romantis itu bisa nanti malam, Mas! Sekarang, bantu kami mengalahkan tim lawan dari Korea ini! Mereka meremehkan *server* Indonesia!" Aletta menarik tangan Arkan, memaksanya duduk di kursi *gaming* yang empuk.

Arkan akhirnya menyerah. Ia memakai *headset*-nya. Seketika, ekspresi wajahnya berubah. Aura "Serigala Dirgantara" yang dingin dan strategis kembali muncul. Ia tidak lagi melihat ini sebagai permainan, melainkan sebuah peperangan yang harus dimenangkan.

"Rian, hentikan teriakanmu yang tidak berguna itu. Fokus pada koordinat X-24," perintah Arkan dengan suara bariton yang sangat tenang namun penuh otoritas. "Bobi, kau menjadi umpan di tengah. Sisil, lindungi Aletta. Aku akan melakukan penetrasi dari belakang."

Teman-teman Aletta seketika terdiam. Mereka merasakan tekanan mental yang sama seperti saat berada di ruang rapat Dirgantara Tower. Dalam waktu lima belas menit, tim lawan yang semula dominan hancur berantakan oleh strategi pengepungan Arkan yang sangat licik dan efektif.

"MENANG!" teriak mereka serempak.

Malam harinya, setelah teman-teman Aletta kelelahan dan tertidur di kamar tamu, Arkan menarik Aletta keluar ke dermaga kayu yang menjorok ke laut. Suasana sangat sunyi, hanya ada suara ombak yang tenang dan ribuan bintang di langit.

Arkan memeluk Aletta dari belakang, melingkarkan lengannya di pinggang istrinya yang mungil. Ia menyandarkan dagunya di bahu Aletta, menghirup aroma rambut Aletta yang berbau sampo stroberi.

"Jadi... apakah Turnamen Kaktus-mu sudah selesai, Nyonya?" bisik Arkan lembut di telinga Aletta.

Aletta berbalik, melingkarkan tangannya di leher Arkan. Wajahnya merona di bawah cahaya bulan. "Sudah, Mas. Maaf ya, aku merusak rencana kencan mahalmu dengan kabel-kabel berantakan itu."

Arkan tersenyum tipis, lalu ia mengangkat tubuh Aletta dan mendudukkannya di pagar pembatas dermaga yang aman. Ia mengunci posisi Aletta dengan kedua tangannya, menatap istrinya dengan pandangan yang sangat dalam dan penuh damba.

"Kau tidak merusaknya, Al. Melihatmu tertawa lepas bersama teman-temanmu adalah bagian dari kebahagiaanku. Tapi sekarang..." Arkan mendekatkan wajahnya, hidungnya bersentuhan dengan hidung Aletta. "...waktunya serigala ini menagih jatah perhatiannya."

Arkan mencium bibir Aletta dengan sangat lembut, sebuah ciuman yang terasa sangat manis dan tenang, tanpa ada gangguan sensor keamanan atau ancaman peretas. Di pulau ini, mereka bukan lagi CEO dan peretas, melainkan hanya dua manusia yang saling jatuh cinta.

"Mas Arkan," bisik Aletta di sela ciuman mereka.

"Hmm?"

"Besok... kita main kelereng di pasir pantai yuk? Aku sudah bawa kelerengnya di tas kura-kura."

Arkan tertawa rendah, tawa yang terdengar sangat merdu dan lepas. Ia memeluk Aletta erat-erat. "Terserah kau saja, Kelinci Kecil. Aku akan belajar bermain kelereng seolah-olah itu adalah bisnis triliunan rupiah, asal kau tetap bersamaku di pulau ini selamanya."

Malam itu, di pulau pribadi yang sunyi, Sang Serigala akhirnya benar-benar menemukan kedamaiannya. Bukan dalam kesunyian yang kaku, melainkan dalam kegaduhan manis yang selalu dibawa oleh Aletta Maheswari.

**Liburan di pulau pribadi memberikan kenangan manis bagi mereka. Namun, apa yang akan terjadi saat mereka kembali ke Jakarta dan Aletta mendapati bahwa Sir Lancelot dan Lady Guinevere telah "bertunangan" dengan bebek tetangga yang sangat mewah?**

1
Muft Smoker
lanjuuut kak
Muft Smoker
astgaaa si Aletta bakal punya cucu donk🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
astgaaa ,,
nnti tu kapal tanker klakson ny jd gntii klaksoon motor ,,
badan gede tp klakson ny ' tiiin ,, tiin ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
hey mereka udh mulai me coba hidup sebagai manusia normal looo ,,
pengganggu bisa gx marahan dluu ,,
jgn deket2 sama pasangan ini truus ,,
sana cari serigala dn gadis kaktus yg lain ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuut kaaak ,,

makiin seruu niih ,,
Muft Smoker
sir Lancelot di jdikan bebek hitam ,, bilang aj km yg kgen arkan ,, 😏😏😏🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
aduuuh kak msh ad ulet bulu yg tersisa kaaah ,, 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Muft Smoker
astgaaaa ,,
gx kebayang siih seorang arkan tidur sambil meluk boneka bebek🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,

lanjuuut kak ,,
makiin seruu nih tiap bab ny ,,
Muft Smoker
kencan ny di tunda lgii yx duo A ,, 🤭🤭🤭🤭
kasus baruu udh muncuul ,,
Selamat menikmatiii,,,👏👏👏👏


lanjuuut kak
Muft Smoker
gx da yg gx mungkin Selama si gadis kaktus ajaib msh bernapas ,,
semua masalah pasti bisa di selesaikan dg taktik ajaib Aletta,,

lanjuuut kak
Muft Smoker
aduuuh sypa lgii tuh ,,
gx mungkin kn Aletta punya sekte kaktus ajaib 🤭🤭🤭🤭 ,,

lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
ni nma ny ke ajaiban yg sempurna kn mas arkan ,,
😁😁😁


lanjut kak ,,
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,
tumbuhan ny emnk di setting bgtu Pak arkan ,,
😁😁😁
Rmauli💖: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,
Muft Smoker
astgaaaa telur galaxi /Facepalm//Slight//Slight//Slight/ ,,
bsok2 bikin Tempe Amazon yx Al ,,
sxan pake sup palung Mariana biar makin joosssss ,,
🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker: ok kak ,,
dtggu menu ajaib dr Aletta kak ,, 🤭🤭🤭😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
keajaiban sang Ratu maheswari selalu menyelamatkan anda kn arkan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
next kakak ,,
makiin seruuu ,,


pengkhianatan paling menyakitkan yg dtg dr org paling dekat dg qta ,,
Muft Smoker
next kak ,,
penasaran ma kelanjutan ny yx
Muft Smoker
dasar pasangan random ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: tp mereka unik koq kak 🤭🤭🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!