NovelToon NovelToon
Mencintai OM Mafia

Mencintai OM Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seharusnya Maximilian membiarkan gadis itu hancur. Logika mafianya berkata: jangan campuri urusan musuhmu. Namun, saat melihat Rebecca Sinclair yang nyaris kehilangan segalanya di sebuah gang gelap, Maximilian melanggar aturan emasnya sendiri.

​Satu perkelahian brutal, beberapa tulang yang retak, dan tiga nyawa yang melayang di tangannya demi seorang gadis yang tidak ia kenal. Kini, Rebecca berhutang nyawa pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada para penyerangnya.

​Bagi Rebecca, Maximilian adalah penyelamat yang dingin dan mengerikan. Bagi Maximilian, Rebecca adalah kesalahan logika terbesar yang pernah ia buat. Namun, setelah darahnya tumpah demi gadis itu, Maximilian tidak akan pernah membiarkannya pergi.

​"Aku menyelamatkanmu bukan untuk membebaskanmu, Rebecca. Kau milikku sekarang—sampai hutang nyawa ini lunas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangkar Emas dan Bidikan Pertama

Bentley hitam itu perlahan menanjak melewati jalanan setapak yang dikelilingi pohon-pohon pinus raksasa. Kabut tipis menyelimuti pegunungan, memberikan kesan terisolasi dari peradaban. Di ujung jalan, sebuah gerbang besi hitam tinggi menjulang, terbuka secara otomatis begitu mobil Maximilian mendekat.

Rebecca Sinclair mengerjap, menatap pemandangan di depannya dengan mulut sedikit terbuka. "Om bilang ... ini rumah sederhana?"

Maximilian hanya bergumam tidak jelas sambil merapikan jam tangannya. Di hadapan mereka berdiri sebuah mansion megah bergaya modern kontemporer yang didominasi oleh kaca besar dan batu alam hitam. Meski disebut "rumah pegunungan", tempat itu lebih menyerupai markas militer elit yang dibungkus kemewahan. Di sisi kiri, terlihat hamparan rumput luas untuk latihan berkuda, dan di sisi kanan, sebuah kolam renang infinity yang airnya tampak membeku tertimpa cahaya pagi.

Namun, yang paling mencolok adalah puluhan pria dan wanita berpakaian taktis hitam yang sedang berlatih di berbagai area. Ada yang sedang bertarung tangan kosong, ada yang merayap di bawah kawat berduri, dan suara rentetan tembakan terdengar konstan dari arah bukit di belakang bangunan utama.

"Ini adalah markas Valkyrie Private Security," ucap Maximilian saat keluar dari mobil. "Agen rahasia bayaran terbaik yang pernah kau temui. Dan mulai hari ini, mereka adalah gurumu."

"Tapi Om, aku baru saja hampir mati! Aku butuh istirahat, aku butuh tidur!" protes Rebecca sambil berusaha menyamai langkah panjang Maximilian.

Maximilian berhenti mendadak, membuat Rebecca hampir menabrak punggung tegapnya. Ia berbalik, menatap Rebecca dengan mata yang tidak memiliki celah untuk negosiasi. "Musuhmu tidak tidur, Rebecca. Enzo Valenti tidak sedang beristirahat sekarang. Jika kau ingin tidur dengan tenang, kau harus bisa memastikan siapa pun yang mencoba membangunkanmu akan berakhir di liang lahat."

Max melambaikan tangan ke arah seorang wanita yang sedang berdiri tegak di dekat area latihan menembak. Wanita itu memiliki rambut pirang pendek yang dipotong rapi, wajahnya simetris dan cantik, namun sorot matanya setajam mata pisau. Ia mengenakan tanktop hitam ketat dan celana kargo, memperlihatkan otot lengan yang kencang namun tetap feminin.

"Erica," panggil Maximilian.

Wanita itu mendekat dengan langkah militer yang mantap. Ia adalah Erica, satu-satunya agen wanita di kelompok itu, sekaligus primadona yang disegani sekaligus ditakuti oleh para agen pria.

"Ya, Tuan Maximilian," suara Erica dingin dan tenang. Ia melirik Rebecca dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan, seolah sedang melihat serangga yang tersesat di medan perang.

"Ajari dia dasar-dasar menembak. Aku ingin dia setidaknya bisa mengenai sasaran dalam jarak sepuluh meter sebelum matahari terbenam," perintah Maximilian.

Erica mendengus pelan, sebuah tawa sinis tersungging di bibirnya. "Anda bercanda, Tuan? Gadis ini? Lihat tangannya, dia bahkan gemetar hanya karena mendengar suara peluru di kejauhan. Mengajarinya menembak adalah pemborosan peluru dan waktuku."

Rebecca menunduk, mencengkeram erat jaket pemberian Max. Ia merasa sangat kecil dan tidak berguna di hadapan wanita sehebat Erica.

"Dia terlihat seperti beban yang akan membuat kita semua terbunuh jika Valenti menyerang," lanjut Erica, suaranya sengaja dikeraskan agar terdengar oleh beberapa agen pria yang mulai menonton di pinggir lapangan. "Apa Anda benar-benar ingin mengotori tempat ini dengan gadis manja yang hanya tahu cara menangis, Tuan?"

Suasana mendadak menjadi sangat sunyi. Para agen pria yang tadinya berbisik-bisik langsung terdiam saat melihat rahang Maximilian mengeras. Aura di sekitar Max berubah menjadi sangat pekat dan mengintimidasi.

Maximilian melangkah satu tindak mendekati Erica. Meskipun Erica adalah agen elit, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak mundur satu langkah saat merasakan tekanan dari sang Mafia.

"Erica," suara Maximilian sangat rendah, namun sanggup membekukan aliran darah siapa pun yang mendengarnya. "Aku membayar kalian untuk melakukan apa yang kuperintahkan, bukan untuk memberikan opini sampah tentang tamu pribadiku."

Maximilian menunjuk Rebecca dengan dagunya. "Dia bukan beban. Dia adalah milikku. Dan jika kau merasa waktumu terlalu berharga untuk mengajarinya, mungkin aku harus mencari agen baru untuk menggantikan posisimu—yang tentu saja akan jauh lebih mudah daripada mencari pengganti gadis ini."

Erica tertegun. Matanya membelalak kaget. Ia tidak pernah melihat Maximilian membela siapa pun, apalagi seorang gadis asing yang terlihat lemah. Keberanian dan kesombongan yang tadi ia tunjukkan langsung sirna, digantikan oleh rasa takut dan harga diri yang terluka.

"Maafkan saya, Tuan. Saya ... saya akan segera memulainya," ucap Erica sambil menundukkan kepala dalam-dalam. Ia tidak berani menatap mata Maximilian lagi.

Maximilian berpaling ke arah Rebecca. Ia mencengkeram bahu Rebecca, meremasnya sedikit seolah memberikan kekuatan. "Masuk ke lapangan. Jangan buat aku menyesal telah membelamu."

Dengan langkah gontai dan jantung yang berdebar kencang karena trauma, Rebecca mengikuti Erica menuju area latihan menembak. Erica meletakkan sebuah pistol Glock di atas meja kayu di depan Rebecca.

"Ambil," perintah Erica singkat, nadanya tetap dingin namun tidak lagi menghina secara terang-terangan.

Rebecca menatap pistol itu. Bayangan gang gelap, suara pakaian yang robek, dan wajah para berandal tadi malam kembali berputar di kepalanya. Tangannya mulai berkeringat dan gemetar hebat.

"Om ... aku tidak bisa ..." Rebecca menoleh ke arah Maximilian yang berdiri beberapa meter di belakangnya, mengawasi dengan tangan bersedekap.

"Pegang senjatanya, Rebecca! Fokus!" bentak Erica, mencoba meluapkan kekesalannya karena ditegur Max tadi. "Lihat sasaran itu! Bayangkan itu adalah pria yang mencoba menyentuhmu semalam! Apa kau mau mereka kembali dan menyelesaikan apa yang mereka mulai?"

Rebecca memejamkan matanya rapat-rapat. Air mata mulai mengalir. "Aku takut ...."

Tiba-tiba, ia merasakan tubuh besar dan hangat menempel di punggungnya. Maximilian telah berdiri tepat di belakangnya. Ia melingkarkan tangannya yang besar ke tangan Rebecca, memaksa jemari gadis itu menggenggam gagang pistol dengan benar.

"Buka matamu, Rebecca," bisik Maximilian tepat di telinga gadis itu. "Jangan lihat pistolnya. Lihat musuhmu. Aku ada di belakangmu, aku adalah dindingmu. Tapi tanganmu yang harus menarik pelatuk itu."

Sentuhan Maximilian memberikan kehangatan yang aneh di tengah ketakutan Rebecca. Rebecca membuka matanya perlahan. Dengan bantuan tangan Max yang kokoh, ia mengarahkan moncong senjata ke sasaran kertas yang berada sepuluh meter di depan mereka.

"Fokus. Tarik napas. Tembak," bisik Max lagi.

Duar!

Suara tembakan itu memecah kesunyian pegunungan. Pistol itu tersentak ke atas, namun karena tangan Maximilian menahan tangan Rebecca, mereka tidak kehilangan kendali. Peluru itu mengenai bagian tepi sasaran, tidak tepat di tengah, tapi itu adalah sebuah awal.

Rebecca terengah-engah, bau mesiu memenuhi indra penciumannya. Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa seperti korban. Ada sedikit rasa kekuatan yang mengalir dalam darahnya.

Erica yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan wajah kaku. Ia menyadari bahwa posisi Rebecca di mata Maximilian jauh lebih penting dari sekadar "jaminan hutang".

"Lagi," perintah Maximilian tanpa melepaskan pegangannya pada tangan Rebecca. "Sampai kau tidak perlu tanganku lagi untuk menembak jantung mereka."

Di bawah langit pegunungan yang mendung, di antara agen-agen mematikan yang menonton dengan rasa ingin tahu, Rebecca Sinclair mulai belajar satu pelajaran penting: di dunia Maximilian, cinta dan peluru adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

1
Mita Paramita
Rebecca makin jauh sama max gak seperti dulu 🤨 mesti salin jujur tetep bertahan
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠, 𝐛𝐢𝐚𝐫 𝐦𝐫𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐭𝐢, 𝐥𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐧 𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐛𝐥𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐠 𝐬𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮


𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐟𝐨𝐤𝐮𝐬 𝐤𝐨𝐤 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐜𝐚𝐤𝐚𝐝𝐮𝐭 𝐛𝐚𝐛 𝐧𝐲𝐚 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐬𝐨𝐚𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐝 𝐚𝐧𝐞𝐡 𝐲𝐠 𝐭𝐚𝐝𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐨𝐤 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐠𝐤 𝐭𝐚𝐮, 𝐝𝐫𝐩𝐝 𝐫𝐞𝐯𝐢𝐬𝐢 𝐭𝐡𝐨𝐫 😊😊
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐮𝟐𝐫 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐦𝐚𝐱 😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐮𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐤𝐥𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐚𝐦𝐢𝐥


𝐩𝐚𝐬 𝐦𝐚𝐮 𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐧 𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐞𝐭𝐢𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 🥺🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐞𝐡 𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢𝐧 𝐚𝐥𝐮𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐣𝐚
𝐰𝐚𝐥𝐚𝐩𝐮𝐧 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐤𝐫𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐤𝐨𝐤 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐠 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐡 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐲𝐚

𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐢𝐧 𝐚𝐪


𝐤𝐫𝐧 𝐀𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐛𝐥𝐧 𝐢𝐧𝐢 𝐮𝐥𝐭𝐚𝐡 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐢𝐜𝐮𝐥𝐢𝐤 𝐥𝐠? 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐪 𝐣𝐝 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 😭😭🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐤𝐲𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐥𝐮𝐩𝐚


𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐛 𝟗𝟖 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐢𝐣𝐦𝐩𝐭 𝐝𝐠𝐧 𝐡𝐞𝐥𝐢 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐢 𝐜𝐚𝐩𝐨𝟐 𝐭𝐮𝐚 𝐲𝐠 𝐦𝐬𝐡 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐢𝐤𝐮𝐭 𝐝𝐥𝐦 𝐤𝐞𝐧𝐝𝐚𝐥𝐢 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐤𝐞 𝐭𝐦𝐩𝐭 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐢 𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐱 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐭𝐩 𝐣𝐠 𝐧𝐠𝐞𝐫𝐢, 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐦𝐫𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐥𝐮𝐤𝐚𝐧, 𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐤𝐞𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐛𝐫𝐢𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐝𝐡 𝐝𝐢𝐥𝐞𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐒𝐜𝐚𝐫𝐥𝐞𝐭 𝐫𝐨𝐬𝐞́ 🤔🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐰𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐚𝐦𝐢𝐥 😘😘😘 𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐤𝐚𝐤𝐤
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐮𝐢𝐧 𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝟗𝟖 𝐤𝐦𝐫𝐧, 𝐦𝐬𝐡 𝐝𝐢𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐤𝐚𝐧 𝐲𝐚???

𝐤𝐨𝐤 𝐝𝐢𝐣𝐦𝐩𝐭 𝐥𝐠 🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐉𝐨𝐤𝐞𝐫, 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐣𝐝 𝐣𝐚𝐡𝐚𝐭 𝐤𝐫𝐧 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐧𝐲𝐤 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐤 𝐩𝐞𝐧𝐜𝐚𝐩𝐚𝐢𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚🥺🥺😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐬𝐠𝐭 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢...


𝐚𝐪 𝐣𝐝 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧-𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐥𝐨 𝐚𝐪 𝐛𝐬 𝐣𝐝 𝐤𝐲𝐤 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐚𝐪 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡 𝟏 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐭𝐨𝐫 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚🤪🤪🤪
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 🤪🤪🤪 𝐛𝐢𝐚𝐫𝐢𝐧 𝐤𝐚𝐤 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐦𝐞𝐬 𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐭𝐨𝐫 𝐢𝐧𝐝𝐨 𝐲𝐠 𝐡𝐮𝐤𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐲𝐤 𝐦𝐚𝐢𝐧𝐚𝐧
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐨𝐨𝐝 𝐣𝐨𝐛 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐡😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐦𝐮, 𝐭𝐝𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐲 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐦𝐚𝐱𝐱𝐱😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐫𝐮𝐭?
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐰𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐠𝐰𝐞𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!