NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Menjadi Mahram

Ketika Takdir Menjadi Mahram

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Pernikahan memang idealnya lahir dari persiapan, cinta, dan harapan yang matang. Tapi hidup kadang berjalan di luar rencana bahkan lewat jalan yang tak pernah kita bayangkan sama sekali.
Ketika pernikahan terjadi secara mendadak karena sebuah insiden, rasa bahagia dan sakral itu bercampur dengan kaget, takut, bahkan kebingungan.
Apakah pernikahan dadakan bisa membawa kebahagiaan??


Apakah pernikahan tanpa cinta dan saling mengenal lakan berjalan mudah?

yuk ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AA 6

Altheza tak dapat lagi berkata-kata. Rasanya dirinya sudah tak punya muka di hadapan Alfath dan keluarganya yang ia kenal begitu baik dan santun.

"Al..Abi..sebagai ayah dari Arka, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya." Ucap Altheza menunduk.

Al masih terdiam, ia masih menenangkan hatinya.Rasanya masih berat dan tak percaya dengan semuanya.

"Saya tau Al,Bi..ini sulit di maafkan tapi saya pribadi tetap memohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya untuk kami dan anak saya siap mempertanggungjawabkan semuanya Al, Bi."

Arkan sendiri sejak tadi hanya terdiam,ia sedikit bingung kenapa sang Ayah terlihat segan dengan laki-laki paruh baya yang sejak tadi di panggil Abi oleh Ayahnya.Apa hubungan mereka dengan Ayahnya sehingga Ayahnya nampak begitu takut.

Arka mencuri-mencuri pandang pada Alyana yang berada di pelukan ibunya.Matanya menatap tak suka pada Alyana.

"Cih, lebay banget tuh cewe. Drama! padahal cuma keliatan pahanya doang tapi lebaynya udah kaya di perk*sa aja. Ya walaupun gue akui paha dia mulus banget, kulitnya putih kaya susu. Beda banget anj*r sama cewe-cewe yang gue temui di luar sana. Tapi sayangnya muka tuh cewe gak terlalu jelas, dari tadi tuh masker kagak di buka-buka. Kenapa gak pake cadar aja sekalian kaya ibunya dan bunda. "

"Nak Altheza dan istri pasti tau bagaimana kehidupan kami, aturan-aturan agama kita bagaimana hukumnya,Abi yakin sebagai Ustadzah nak Fara pasti tau apa yang di maksud Abi. " Ucap Abi Ilham hati-hati.

"Iya Abi, Fara faham.Dan Fara tau pertanggungjawaban apa yang Abi maksud.InsyaAllah Fara dan mas Altheza akan menyetujui nya"

"Syukur Alhamdulillah kalau Nak Fara dan Nak Altheza mengerti. Jika harus jujur Abi sendiri pun sebagai Kakeknya merasa berat, apalagi Al sebagai Ayahnya. Namun tidak ada cara lain lagi, inilah satu-satunya yang terbaik bagi keduanya. Terlebih untuk Alya sebagai wanita."

Altheza mengangkat wajahnya, perlahan menatap wajah Abi Ilham yang datar namun ia bisa merasakan kehangatan di dalam. "Saya setuju Bi, apapun keputusannya kami akan ikut."

Abi Ilham mengangguk, kemudian ia menoleh ke arah Al yang sejak tadi menunduk."Jadi bagaimana Al? "

Al terdiam sejenak, ia menghela nafasnya berat.Di antara semuanya, dirinya lah yang paling terluka dan merasa paling gagal menjadi penjaga Alyana sang anak.

Ia kembali menarik nafas, kali ini lebih dalam seolah mencari kekuatan. "Bismillah, kita laksanakan sore ini juga." Putusnya singkat.

Alyana dan Alisya kembali menangis.Umma Zura langsung memeluk keduanya memberikan semangat dan kekuatan.

"Tapi yah, Alyana baru tujuh belas tahun." Ucap Alisya merasa berat melepas sang anak.

"Bun,ini satu-satu nya jalan untuk menyelamatkan martabat anak kita." Ucap Al lembut.

Arka mengernyit tak mengerti. "Ayah, ini maksudnya apa sih? Arka gak ngerti maksud kalian. "

Altheza menoleh ke arah Arka. "Kamu harus tanggung jawab sama perbuatanmu, Arka "

"Iya, Arka tau.Tapi tanggung jawab gimana?"

"Kamu harus bertanggungjawab dengan menikahi anak teman Ayah itu. "

"APA?! NIKAH? " Ucap Arka dengan nada tinggi. Jantungnya mendadak berdebar cepat, wajahnya mengeras, tangannya mengepal kuat.

"Kenapa harus nikah Yah? Aku gak lakuin apa-apa sama dia. Lagian kejadian tadi gak sengaja Yah. Ini bukan salah Arka, ini salah dia juga kenapa dia gak kunci pintunya." Ujarnya lagi

"ARKA! " bentak Altheza, baru kali ini Arka berani berbicara dengan nada tinggi padanya.

"Lagian Ayah tadi dengar kan, dia baru tujuh belas tahun yah. Masih kecil, apa yang mau Ayah harapkan? Arkan menikahi anak kecil? Gak mungkin! "

"Ayah tidak peduli, yang jelas kamu harus menikahinya. Titik. "

"Gak mau! Arka gak mau nikah sama bocil.Arka memang setuju untuk tanggu jawab, tapi buka dengan menikahinya. Kenapa gak baya ganti rugi aja pakai uang" Ucap Arka menggebu membuat semua orang yang ada di dalam rumah tersebut serentak menatap Arka.

Tanpa di sangka, belum selesai Arka berbicara dari arah samping seseorang langsung menarik bajunya. Satu tonjokan mendarat di pipinya membuat Arka tersungkur ke lantai.

"Astaghfirullah."

"Apa tadi kamu bilang? pakai uang? Kamu pikir anak saya barang yang bisa seenaknya di bandingkan dengan uang. " Bentak Arkana yang baru saja masuk.

"Anak saya, gadis berharga. Tidak akan pernah bisa dinilai atau di bandingkan dengan apapun" Teriak Arkana penuh amarah, Lagi-lagi satu tonjokan mendarat di pipi satunya.

"Oppa.."

"Nak,"

"Papi."

Panggil Alisya, Alyana dan Umma Zura bersamaan. Alyana yang tau sifat sang papi langsung bergegas memeluk sang papi agar tidak memukuli Arka lagi.

"Papi, sudah... istighfar pi." Ucap Alyana

Arkana membeku, ia langsung memutar badannya. Memeluk Alyana begitu erat. "Maafkan papi karena gagal menjaga mbak Aya." Ucapnya dengan air mata yang mulai menetes.

Alyana menggelengkan kepalanya, "Ini bukan salah papi, Aya yang tidak hati-hati. Maaf Aya sudah mengecewakan papi dan semuanya."

Arkana semakin memeluk erat Alyana, beberapa kali mencium kepala sang keponakan.Hatinya ikut hancur, anak perempuan yang sudah ia anggap anak kandungnya sendiri yang selama ini ia jaga, harus mengalami hal yang benar-benar tidak pantas.

"Maafkan papi, sayang." Bisiknya kembali,

Suasana kembali hening, Arka duduk di atas karpet. Di depannya ada sang bunda yang sedang mengobati luka di wajahnya akibat beberapa tamparan dan pukulan yang ia dapat.

Fara sendiri bukannya ia tega, hatinya ikut sakit melihat sang anak. Namun ia faham inilah resiko nya, ini akibatnya jika kita tidak bisa menjaga lisan dan perilaku kita.

"Bun,tolong bujuk Ayah untuk tidak menyetujui rencana ini." Pintanya pada sang bunda.

"Arka belum ingin menikah bun, apalagi dengan wanita yang sama sekali tidak Arka kenal. "

"Lagian itu cewe masih kecil bun, masa bunda tega aku nikah sama anak kecil." Lanjutnya kembali.

"Bunda tidak bisa, keputusan ini adalah yang terbaik.Ini untuk menyelamatkan marwah Nak Alyana. "

"Tapi bun, aku gak apa-apain dia. Dia gak lecet, gak terluka juga.Jadi kenapa harus nikah segala sih. "

"Memang fisiknya tidak terluka, tapi bathinnya yang terluka.Kamu pasti tau kan bagaimana hukumnya jika ada seseorang yang melihat aurat kita."

"Tapi Arka gak mau Bun, Arka masih mau bebas. Arka masih mau mengembangkan kemampuan Arka dan pekerjaan Arka.Lagian mereka semua kenapa harus marah, toh aku sama sekali gak sentuh dia bun. "

"Arka, dengarkan Bunda. Dalam Islam,wanita sangat dimuliakan dan dijaga kehormatannya. Dalam Islam, menghormati wanita bukan sekadar budaya, tapi perintah agama dan bagian dari akhlak mulia.Rasulullah SAW bersabda :“Berpesanlah kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dari hadist ini kita bisa tau bahwa kita harus berbuat baik pada wanita.Dan keluarga Nak Alya sedang melakukan itu, tapi kamu rusak semuanya jadi wajar mereka akan marah. "

Bunda Fara mencoba untuk menjelaskan dengan lembut pada sang anak. Ia yakin Arka akan faham dengan sendirinya.

"Sekarang jika kita balik posisi. Kalau ini yang terjadi sama adik mu, bagaimana? "

"Gak! Aku gak akan biarkan seseorang merendahkan Alita. Kalaupun ada yang menyakitinya maka akan aku habisi tuh cowok kalau perlu sampe mati." Ucap Arka menggebu.

"Tuh kamu saja yang baru membayangkan udah marah, lalu bagaimana mereka yang sudah terjadi. Wajar kalau mereka marah. Nak Alyana, gadis yang selama ini mereka jaga dengan penuh kasih sayang harus mengalami hal yang seperti ini pasti begitu melukai mereka."

"Jadi bunda mohon sama kamu, jadilah laki-laki gentle. Bertanggung jawablah dengan apa yang sudah kamu lakukan. InsyaAllah Bunda dan Ayah ikhlas kalau kamu menikah sekarang. "

Arka membeku, ucapan sang bunda sedikit membuka pikirannya.Hatinya begitu berat namun ia juga tak bisa mundur begitu saja dan mengorbankan kedua orangtuanya.

Walaupun ini adalah ketidaksengajaan, tapi tetap saja dirinya juga salah. Arka akui dirinya tadi salah, bukannya langsung keluar tapi malah terus melihat ke arah tubuh bawah Alyana.

"Baiklah..Arka setuju."

...🌻🌻🌻...

1
A3
makanya jgn macam² sama Alyana 🤭
Puji Hastuti
makin akur aja😍
Tamirah Spd
Arka hanya lelaki biasa yg gak punya prinsip ttg agama . Agama hanya sekedar status keyakinan saja. Dia tidak pernah belajar dan tidak mau belajar tentang Islam yg sebenarnya nya.Lekaki spt gak bisa dijadikan imam dlm pernikahan, kecuali ada yg membimbing nya kejalan yg benar sesuai syariat Islam.
Tamirah Spd
Repot juga Kalau nikah diadakan karena keadaan darurat dan gak bisa dihindari , walau usia wanita nya masih sangat muda , sedangkan Arka laki laki masa kini jauh' dari sikap agamis gak spt orang'nya.sikap Arka yg bebas sdh punya pacar .
Apa yg dilakukan Arka setelah menikah,bahkan dia malu kalau bertemu teman teman nya bahwa dia sdh menikah.Laki kaki model gini buang aja' ditempat sampah gak berharga.
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih🤗😍
total 1 replies
Puji Hastuti
arka melongo, ternyata istrinya sultan🤣
Bunga
suka Thor
semangat
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
lanjut kk
Puji Hastuti
belajarlah kalian,saling memahami dan menerima 💪
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
semangat thor...
SecretChair: MasyaAllah Ta barakallah terimakasih😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
Alhamdulillah arka akhirnya mau menerima pernikahannya.
Puji Hastuti
arka,arka punya istri bidadari,kok pilih wanita wc 🤣
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
jangan bilang Alya liat foto arka dg cewek lain.
Puji Hastuti
🤭🤭🤭🤭🤭
Nurgusnawati Nunung
menarik
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
lanjut..
Nurgusnawati Nunung
lucu juga ya.. hehehe
semoga mereka bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
pacar si arkha pasti selingkuh
Puji Hastuti
kok panggilnya sayang,jangan² pacarnya lagi
Puji Hastuti
Hihihi, gemes² gimana gitu, liat pasutri kecil 🤣
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
Alhamdulillah terima kasih up Nya Thor
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!