NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:70.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Impian semu

Mobil sedan mewah berwarna putih mutiara itu berhenti tepat di depan gerbang sebuah rumah bergaya minimalis modern di kawasan perumahan elite Jakarta Selatan.

Rumah itu adalah hadiah pernikahan yang disiapkan oleh keluarga Arkan, atau lebih tepatnya, sebuah simbol formalitas untuk menyambut menantu kaya raya yang telah menyelamatkan bisnis mereka.

Desain bangunan itu sangat megah dengan dinding-dinding batu alam yang kokoh, namun atmosfer yang memancar darinya terasa begitu mati dan asing.

Salsa keluar dari kursi belakang setelah sopir pribadinya membukakan pintu. Dengan langkah anggun yang sengaja dibuat-buat untuk menegaskan posisinya, ia berjalan melewati halaman rumah yang ditata rapi.

Tas tangan bermerek dari kulit buaya meluncur mulus di lekukan lengannya, sementara kacamata hitam besar menyembunyikan sepasang mata indahnya yang sebenarnya kurang tidur karena semalaman memikirkan Arkan.

Ketika daun pintu utama yang besar itu terbuka, dua orang wanita paruh baya dengan seragam asisten rumah tangga sudah berdiri membungkuk dengan takzim di sisi kanan dan kiri lobi.

"Selamat datang Nyonya Salsa!" Ucap mereka hampir bersamaan, nada suara mereka bergetar pelan oleh rasa cemburu sekaligus takut yang samar. Mereka berdua tentu sudah mendengar desas-desus mengenai tabiat buruk dari putri tunggal keluarga Brahmantyo ini.

Salsa menghentikan langkahnya sejenak. Dari balik kacamata hitamnya, ia menatap kedua wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan merendahkan yang sangat kental.

Sifat sombong dan angkuhnya yang sudah mendarat di dalam darah membuatnya enggan untuk sekadar melempar senyum tipis atau menyapa balik. Bagi Salsa, orang-orang seperti mereka hanyalah dekorasi pelengkap yang dibayar untuk melayaninya, kaum rendahan yang tidak penting dan tidak selevel untuk mendapatkan keramahannya.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Salsa melangkah melewati mereka, membiarkan langkah sepatu hak tingginya berdentang keras di atas lantai marmer yang mengilat.

"Bawakan semua koper dan barang-barangku ke atas. Kamar utama di lantai dua kan?" Perintahnya ketus tanpa menoleh sedikit pun.

"Iya Nyonya" Jawab salah satu asisten dengan cepat, langsung bergegas membawa tumpukan koper besar milik Salsa yang baru saja diturunkan oleh sopir.

Salsa menaiki anak tangga satu per satu dengan dagu yang terangkat tinggi. Ketika ia membuka pintu kayu ganda yang menuju ke kamar utama, aroma maskulin yang sangat khas langsung menyergap indra penciumannya.

Itu adalah aroma parfum Arkan, campuran antara kayu cedar dan mint yang selalu berhasil membuat jantung Salsa berdegup kencang sejak zaman kuliah dulu. Kamar itu sangat luas, didominasi oleh warna abu-abu gelap dan putih, mencerminkan selera Arkan yang dingin dan kaku.

Salsa melangkah menuju bilik walk in closet di sudut kamar. Di sana, sebagian gantungan sudah terisi oleh deretan kemeja, setelan jas, dan celana kain milik Arkan yang tertata sangat rapi berdasarkan warna.

Ketika asisten rumah tangga datang membawa koper-kopernya, Salsa langsung berkacak pinggang di depan pintu lemari.

"Susun semua bajuku di sini. Campurkan dan sandingkan tepat di sebelah baju-baju milik Arkan. Pastikan gaun-gaunku berjejer bersisian dengan jasnya. Jangan ada satu pun barangku yang dipisahkan di tempat lain" Perintah Salsa dengan nada manja namun penuh penekanan yang mutlak.

Asisten itu hanya bisa mengangguk patuh dan dengan telaten mulai memindahkan gaun-gaun sutra, pakaian mahal, dan koleksi tas milik Salsa ke dalam lemari yang sama dengan pakaian Arkan.

Salsa berdiri bersandar pada dinding kaca, melipat kedua tangannya di dada sambil memperhatikan proses itu dengan senyuman yang perlahan terukir di bibirnya. Matanya berkilat penuh kepuasan yang mendalam.

Saat melihat gaun tidurnya yang berbahan satin lembut kini tergantung berdampingan dengan kemeja kerja Arkan, sebuah rasa kepemilikan yang luar biasa membuncah di dalam dadanya.

Ia tersenyum sendiri, merasa tidak menyangka bahwa ia akhirnya bisa melihat pemandangan seindah itu. Setelah bertahun-tahun mengejar bayangan Arkan, setelah ratusan penolakan yang ia terima dengan angkuh, hari ini pakaian mereka sudah menyatu di bawah satu atap yang sama.

Baginya, ini adalah bukti nyata dari kemenangannya atas Nabila. Ini adalah validasi bahwa tidak peduli seberapa besar Arkan memberontak, pada akhirnya raganya tetap menjadi milik Salsa.

"Kamu lihat sendiri kan, Arkan? Sekeras apa pun kamu mencoba lari, kamu akan selalu kembali ke tempat di mana ada aku di dalamnya" Gumam Salsa lirih pada diri sendiri, jemarinya mengusap pelan kerah salah satu jas hitam milik Arkan yang tergantung.

Kebahagiaan semu itu terasa begitu manis, menutupi fakta pahit bahwa semalam suaminya lebih memilih tidur di sofa dingin daripada menyentuhnya.

Namun, kebahagiaan yang membumbung tinggi itu tidak pernah bertahan lama jika fondasinya dibangun di atas paksaan.

Dretttt... Dretttt...

Getaran keras dari ponsel yang berada di atas meja rias membuyarkan lamunan indah Salsa. Ia melangkah mendekat, mengerutkan kening saat melihat sebuah nomor tidak dikenal mengirimkan beberapa pesan gambar melalui aplikasi pesan singkat.

Nomor itu adalah milik orang suruhan yang sengaja Salsa bayar dengan uang dalam jumlah besar untuk memata-matai setiap gerak-gerik Arkan sejak mereka keluar dari hotel pagi tadi.

Jari tangan Salsa yang dihiasi kuteks merah darah membuka pesan tersebut. Detik berikutnya, seluruh warna seolah memudar dari wajah cantiknya yang semula merona.

Di layar ponselnya, terpampang beberapa foto dengan kualitas tajam. Foto pertama memperlihatkan mobil Arkan yang terparkir di sebuah area luar ruangan.

Foto kedua dan ketiga jauh lebih menghancurkan egonya, Arkan sedang melangkah keluar dari sebuah gedung apartemen dengan langkah yang tergesa-gesa, mengenakan kemeja dan jas yang sama persis dengan yang ia lihat di hotel beberapa jam lalu.

Salsa tahu persis gedung apartemen itu.

Desain fasadnya, lokasinya, bahkan lingkungan sekitarnya sangat familier di ingatan Salsa. Itu adalah kompleks apartemen sederhana tempat tinggal Nabila. Wanita miskin yang selalu menjadi duri di dalam daging pernikahannya.

Darah Salsa seketika mendidih, mengalirkan rasa panas yang membakar hingga ke ubung-ubung kepalanya. Rasa cemburu yang luar biasa dahsyat bercampur dengan penghinaan yang teramat sangat mencabik-cabik harga dirinya sebagai seorang wanita sombong.

Pagi pertama setelah malam pernikahan mereka, dan Arkan justru berlari ke pelukan wanita lain! Suaminya mengabaikan dirinya yang merupakan istri sah demi mengemis cinta pada seorang Nabila.

"Kurang ajar!" Desis Salsa dengan suara mendesis menahan murka yang teramat sangat.

Kedua matanya melebar, menatap layar ponsel itu dengan tatapan yang seolah ingin membunuh.

Rasa manja dan sombongnya kini berubah menjadi insting predator yang merasa wilayah kekuasaannya diganggu oleh musuh. Ia tidak akan membiarkan harga dirinya diinjak-injak lebih jauh lagi oleh sepasang kekasih sialan itu.

Dengan gerakan kasar dan penuh amarah, Salsa menyambar tas tangan merek terkenalnya yang tergeletak di atas kasur. Ia tidak memedulikan asisten rumah tangganya yang langsung terlonjak kaget melihat perubahan drastis dari raut wajah sang nyonya besar.

Salsa membalikkan badannya dengan cepat, mengabaikan segala tata krama, dan melangkah lebar-lebar keluar dari kamar utama dengan napas yang memburu. Setiap ketukan sepatunya di atas lantai marmer kini tidak lagi terdengar anggun, melainkan terdengar seperti genderang perang yang siap ditabuh.

Pikirannya hanya tertuju pada satu nama, Nabila.

Salsa bertekad untuk mendatangi tempat itu saat ini juga. Ia akan menyeret wanita itu keluar dari persembunyiannya dan menunjukkan siapa pemilik Arkan yang sebenarnya.

Apa yang akan dilakukan oleh Salsa yang sedang dirasuki iblis cemburu itu di apartemen Nabila?

Tindakan nekat dan kejam apa lagi yang akan ia lancarkan demi mempertahankan obsesinya?

1
pecinta novel lealistis
bukan si salsa aja yang gila aku juga ikutan gila nungguin ini,
apakah aku aja, atau kalian juga gak? kalo udah suka sama suatu cerita aku pasti terus penasaran sampe kepikiran pengen terus lanjut sampai endnya
Agnezz: sambil nunggu up, baca koment2 kak
total 2 replies
pecinta novel lealistis
tumben belum up jam segini kk
santi.santi: otw nih, maaf yaaa tadi sibuk banget 🤭
total 1 replies
Jumi🍉
Terlalu sesumbar sih dulunya kamu Arkan.../Speechless/
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
🌿🌺WINA🌸🌿: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
🌿🌺WINA🌸🌿: nanti aku kasih tisu kak😀
total 1 replies
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
Ari Atik
next.....
Ari Atik
gk bisa ngomong apa2..
yg jelas setiap part bikikn aq trenyuh dan mewek...
dyah EkaPratiwi
lekas Carikan dr Arkan biar salsa bisa pulih lagi
Yeye 🐱
baru 3 hari, Sallsa aja 1 thn kamu cuekin, kamu maki2,, dih 😏
Nar Sih
penolakan lgi dan lagi ,mungkin ini lah blsan untuk mu arkann,tpi tetap lah berusaha berdoa mohon ampunan yg di atas yg maha membolak balikkan hti seseorang ,semoga usaha mu mendekat lgi dgn salsa juga putri mu sgra di kabul kan yg di atas
Linda Gunawan
pagi menjelang siang ini udah menangisi Ayu. /Sob/
Melly
masa kalah sama Salsa yg 1 tahun dicuekin, dimaki, terakhir diusir sama dibikin bangkrut
Teti Hayati
Harus tahan....
harus kuat...
sudah jadi resiko..
pecinta novel lealistis
sambil nungguin update terbaru aku baca baca ulang part nyesek
Nureliya Yajid
lanjutkan
Silvia
berusaha lebih keras lagi Arkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!