NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - Ambisi jahat

Di dalam rumah yang asri itu, suasana yang tadi pagi terasa hangat dan penuh kerinduan perlahan berubah menjadi berat dan penuh tekanan, seiring langkah kaki Ferdi dan Emily masuk ke ruang tengah. Rumah itu terasa tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota, namun di antara dua manusia yang sedang duduk berhadapan itu, bergulir ambisi besar dan rencana-rencana kotor yang telah mereka rajut berbulan-bulan lamanya.

Emily duduk di tepi sofa yang empuk, tangannya mengelus perutnya yang mulai sedikit membuncit, meski belum terlalu terlihat jelas. Wajahnya yang cantik kini tak lagi tersenyum manja seperti saat menyambut Ferdi di pagar tadi. Ada garis kerutan di keningnya, ada sorot mata yang penuh tuntutan dan kecemasan yang tak lagi bisa ia sembunyikan. Di hadapannya, Ferdi duduk bersandar santai, namun matanya sesekali melirik ke arah jam tangannya, seolah-olah ia sedang menunggu waktu untuk segera pulang, kembali ke rumah besar tempat Kiara menunggunya dengan setia. Sikap Ferdi yang setengah hati itu justru memicu api kemarahan di dada Emily.

"sayang." panggil Emily pelan namun tegas, memecah keheningan ruangan. Ia menatap lurus ke manik mata pria itu, menuntut perhatian penuh. "Kita sudah tidak bisa menunda pembicaraan ini lagi. Dua bulan sudah berlalu sejak aku tahu aku mengandung anakmu. Waktu berjalan terus, dan perut ini akan semakin membesar. Sampai kapan kita harus terus bersembunyi? Sampai kapan aku harus hidup dalam bayang-bayang, diam-diam, seperti penjahat, sementara istrimu itu hidup bahagia, menjadi nyonya besar, dipuji semua orang, dan memiliki segalanya?"

Ferdi menghela napas panjang, lalu bangkit berdiri berjalan menuju jendela, memandang ke luar kaca yang tertutup tirai. Ia tahu pembicaraan ini tak terelakkan. Ia tahu Emily bukanlah wanita yang akan rela menjadi yang kedua selamanya. Sejak awal, ia sadar betul bahwa Emily memiliki karakter yang jauh lebih ambisius, lebih berani, dan lebih haus kekuasaan dibandingkan Kiara yang lembut dan penurut. Justru itulah yang dulu membuatnya tergoda. Namun sekarang, karakter itu menjadi ancaman terbesar bagi rencananya.

Ia berbalik badan, menatap Emily dengan tatapan yang berusaha menenangkan, tatapan yang biasa ia gunakan untuk memanipulasi hati wanita-wanita di sekitarnya. Ia kembali duduk di samping Emily, meraih kedua tangan wanita itu, lalu menggenggamnya erat.

"Sayang, kamu harus sabar sedikit lagi. Kamu pikir aku betah terus-terusan seperti ini? Kamu pikir aku senang harus membagi waktuku, harus berbohong ke kiri dan ke kanan? Aku juga ingin kita berdua bisa hidup terbuka, berjalan beriringan di bawah matahari, tanpa rasa takut ketahuan siapa pun," ucap Ferdi dengan nada suara yang lembut namun penuh penekanan, seolah-olah ia adalah pihak yang paling menderita dalam situasi ini.

Emily melepaskan genggaman tangan Ferdi dengan kasar, matanya mulai berkaca-kaca namun penuh amarah. "Sabar? Sampai kapan aku harus sabar?, Aku sudah bersabar selama beberapa tahun ini, aku melihat Kiara menikmati hasil jerih payah kita, lima tahun aku mendengarkan dia mengeluh soal ketidakmampuannya punya anak, padahal aku yang memberimu ide untuk mencegahnya hamil! Aku yang merancang semuanya agar posisinya di matamu melemah! Dan sekarang, saat aku sedang mengandung darah dagingmu, kamu masih menyuruhku sabar? Apa peran aku sebenarnya di matamu? Hanya wanita penghibur? Atau sekadar tempat melampiaskan nafsu dan ambisimu saja?"

Suara Emily meninggi, bergema di ruang tamu yang sunyi itu. Ia tidak peduli lagi dengan sandiwara manisnya. Ia ingin kejelasan. Ia ingin posisi yang sah. Ia ingin apa yang selama ini iri ia lihat milik Kiara.

"Kiara punya segalanya. Dia punya nama besar, dia punya kekayaan orang tuanya, dia punya status sebagai istrimu, dia punya rasa hormat semua orang. Dan aku? Aku cuma Emily, sahabatnya yang dianggap baik dan polos, yang diam-diam merusak rumah tangganya. Kalau sampai rahasia ini terbongkar duluan sebelum waktunya, aku yang akan hancur, aku yang akan dihina, aku yang dianggap wanita jahat. Sementara Kiara, dia akan tetap menjadi nyonya besar yang malang dan dikasihani semua orang. Aku tidak mau itu terjadi, Ferdi! Aku tidak mau menjadi yang kedua! Aku tidak mau hidup dalam bayang-bayang wanita itu selamanya!"

Emily mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap tajam ke arah suami sahabatnya itu.

"Kita punya anak sekarang. Anak kita. Apakah kamu ingin anakku lahir ke dunia ini tanpa ayah yang sah? Apakah kamu ingin anakku nanti tumbuh besar mengetahui bahwa ibunya hanyalah perebut suami orang? Ferdi, aku minta kejelasan. Ceraikan Kiara. Tinggalkan dia. Bawa semua kekayaan dan kekuasaan yang sudah kamu dapatkan dari keluarganya, lalu kita menikah dan membangun keluarga kita sendiri. Bukankah itu rencananya dari awal? Bukankah kamu bilang kamu hanya bertahan dengannya demi harta dan jabatan?"

Ferdi terdiam. Ia mengerti keinginan Emily, dan sejujurnya, keinginan itu sama persis dengan apa yang ada di dalam hatinya sejak lama. hatinya memang sudah berubah, cintanya pada Kiara sudah tidak sebesar dulu, kini Bagi Ferdi, Kiara adalah tiket emas, jembatan menuju kesuksesan, dan jaminan masa depan. Ia menikahi Kiara karena gadis itu mencintainya mati-matian, dan ia juga menyukai kira karena ia baik, selain itu Kiara adalah satu-satunya pewaris kekayaan Edward dan Silvia. Tanpa Kiara, ia hanyalah pemuda biasa dari keluarga sederhana yang harus berjuang mati-matian hanya untuk hidup layak.

Namun, logika dan perhitungannya jauh lebih rumit daripada apa yang dipikirkan Emily. Ferdi menghela napas panjang, lalu kembali meraih tangan Emily, kali ini dengan genggaman yang lebih kuat, berusaha menanamkan kepercayaan kembali ke hati wanita itu.

1
Yeni Astriani
yuuukk lanjut Author
Yeni Astriani
good job Kiara kamu kuat, kamu punya banyak bukti perceraian pasti bakalan terjadi.
ferdi mengancam karna tahu dia bakalan hidup miskin lagi
Yeni Astriani
lanjut Author
Asyura
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!