NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 Kembali Lagi

Alea berdiri di depan cermin dengan memakai piyama berbahan satin di atas mata kakinya, piyama 2 ini lengan panjang yang cukup tipis sehingga bagian dalamnya terlihat.

Wajah cantik itu kerap kali terlihat sendu seperti tidak ada tujuan hidup, benar-benar sangat menyedihkan dengan semua rencana suaminya.

Alea pikir pernikahan yang sudah diimpikan akan menjadi pernikahan penuh dengan kebahagiaan dan ternyata pernikahan itu justru sangat gila.

Tangan kekar tiba-tiba saja sudah menyentuh bagian lehernya. Alea memejamkan mata merasakan kecupan di leher jenjangnya. Siapa lagi jika bukan Raidan.

Sudah pasti tujuannya berada di dalam kamar itu karena mendapatkan perintah dari Dharma untuk kembali menggauli istrinya.

Raidan terus memberi tanda kepemilikan di leher putih jenjang itu dengan kedua tangannya melingkar di pinggang Alea sembari mengusap-usap.

Posisi Alea masih tetap sama membelakangi Raidan dengan posisi lehernya yang terlihat miring.

Raidan sesekali juga menggigit lembut daun telinga Alea, lidahnya juga muncul lagi membuat bulu kuduk Alea berdiri.

Mulutnya bahkan ingin mengatakan untuk hentikan dan memberikan dia waktu, tetapi ternyata sentuhan itu tidak mampu membuka mulut Alea untuk menolak.

Raidan juga melumat kembali bibir Alea, mengabsen setiap rata gigi Alea, keduanya saling bertukar Saliva dengan lumatan-lumatan penuh kenikmatan.

Tidak munafik jika hasrat Raidan akan terus naik ketika sudah menyentuh sedikit saja kulit Alea.

Tangan Raidan yang nakal bahkan sudah masuk ke dalam gaun tidur Alea, mulai menjelajahi dua bukit kembar yang kenyal, memberi sentuhan lembut.

Alea semakin merasa merasa gila saat tangan itu juga meraba-raba diarea sensitifnya. Saat ciuman ada mulutmu sudah terlepas dan kembali berpindah ke leher jenjangnya membuat Alea meloloskan suara desahan.

Alea ternyata dengan cepat merespon, bahkan tubuhnya langsung yang dibaringkan perlahan di atas ranjang.

Alea pasrah saat Raidan akan kembali menggaulinya. Karena jika menolak pun tidak ada gunanya. Raidan kembali melanjutkan aksinya dengan segala pergerakan yang dia lakukan untuk memanjakan wanita di bawahnya yang sudah setengah telanjang.

Raidan juga melepas kemeja yang masih melekat pada tubuhnya. Wajah Alea semakin cantik jika penuh gairah seperti itu membuat matanya sejak tadi terpejam dan bahkan bibirnya tampak manja dengan mengigit bagian ujung bibirnya.

Tidak bisa bohong jika Raidan melihat lawannya bercinta seperti itu membuat hasratnya semakin menggila, terlebih lagi harus Raidan akui jika wanita yang di bawahnya itu terlihat begitu cantik.

Raidan membuka kaki Alea. Alea juga tampak membaringkan seolah-olah menginginkan hal yang lebih. Raidan kembali memanjakan area sensitif Alea dengan posisinya tampak berlutut di lantai dengan lidahnya mulai bermain di area sensitif yang sudah basah itu.

"Ahhhhh!" suara desahan kembali lolos dari mulut Alea, remasan tangannya semakin kuat pada sprei dengan dadanya membusung, Alea rasanya nyaman sekali raih dan menusuknya lebih dalam lagi untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih dalam lagi.

Raidan lagi-lagi sangat pintar memainkan Alea, selalu memberi pelayanan terbaik, tidak egois dalam bercinta dan selalu melakukan penyatuan jika pasangannya sudah benar-benar siap.

Lagi dan lagi pasangan itu kembali melakukan penyatuan, penyatuan penuh dengan kenikmatan dan bahkan mungkin ini lebih nikmat daripada sebelumnya. Karena ada saja cara yang berbeda yang didapatkan Alea.

Seperti setiap hari diajari hal-hal baru entahlah Raidan mungkinkah seorang pemain sehingga bisa menaklukkan wanita di ranjangnya.

Senjata Raidan masih sama seperti sebelumnya terasa begitu terjepit. Alea mungkin terbiasa melakukannya dengan Raidan dan ini adalah kedua kali pasangan itu bercinta lebih panas lagi daripada sebelumnya.

Ribuan benih kembali disemprotkan ke rahim hangat milik Alea. Suara nafas naik turun kembali terdengar, keringat membasahi tubuh menggambarkan jika keduanya dapat menikmati percintaan panas itu.

Akhirnya percintaan itu selesai juga. Alea kembali memakai pakaian tidurnya dan terlihat duduk di pinggir ranjang seperti merapikan rambutnya, sementara Raidan terlihat berdiri yang memakai kemejanya.

"Meski mendapatkan perintah untuk melakukan hal itu terus menerus, kita bisa untuk tidak menaati perintahnya asalkan tujuan yang diinginkan tercapai," ucap Raidan.

"Terima kasih kamu sudah mengerti posisi saya seperti apa. Sungguh saya juga tidak mungkin melakukan hal ini setiap hari," sahut Alea.

"Tidak perlu berterima kasih kepada saya, kita sama-sama dewasa dan sama-sama tahu apa yang harus dilakukan dan tidak. Ada beberapa perintah yang bisa dilakukan dan ada juga yang tidak bisa. Dharma saat ini sedang berada Luar Negri. Dia tidak mungkin menyimpan CCTV di dalam kamar ini untuk memastikan kita perlu melakukan hal itu terus-menerus,"

"Saya juga harus mengerjakan pekerjaan saya dan juga tidak mungkin terus bersama kamu. Jadi kita tidak perlu melakukan hal itu hal lagi dan saya rasa sudah cukup, mungkin kita bisa melakukannya satu kali lagi," ucap Raidan memberi masukan.

"Baiklah! saya setuju dengan keputusan kamu dan menurut saya itu juga paling tepat, semoga saja saya cepat hamil dan semua ini berakhir," sahut Alea.

"Hmmm, baiklah, kalau begitu kamu istirahat, saya harus pergi, saya menyarankan untuk kamu hati-hati dan jangan keluar dulu, takutnya kamu akan bertemu dengan orang tua atau keluarga Dharma karena selama ini mereka mengetahui bahwa kamu dan Raidan melakukan perjalanan ke Luar Negri," ucap Raidan.

"Terima kasih sudah mengingatkan," sahut Alea.

Raidan ingin meninggalkan kamar tersebut setelah melakukan tugas yang diperintahkan kepadanya.

"Tunggu dulu," Alea menghentikan pria itu membuatnya menoleh ke arah Alea.

"Apa kamu punya pasangan?" taya Alea.

Raidan mengerutkan dahi, pertanyaan itu sudah masuk tanah pribadi dan tidak tahu mengarahnya ke mana?"

"Maaf, bukan saya lancang tiba-tiba mempertanyakan hal-hal seperti itu. Hmmm, hubungan kita yang seperti ini dan bagaimana jika kekasih kamu mengetahuinya atau dia juga tahu," ucap Alea memberi penjelasan dengan bertanya-tanya.

"Manusia di dunia ini tidak terlalu banyak bodoh. Saya tidak punya pasangan dan maka dari itu bisa melakukan semua ini. Jika Saya punya pasangan kemungkinan dia tidak akan memberi izin saya untuk melakukan hal bodoh ini," jawab Raidan.

"Syukurlah jika kamu tidak memiliki pasangan sedang dengan begitu saya juga tidak merasa bersalah kepada siapapun. Saya benar-benar minta maaf atas perilaku suami saya kepada kamu, pernikahan kami harus melibatkan kamu dan pasti ini tidak mudah untuk kamu," ucap Alea.

"Tidak perlu berterima kasih, kita berdua sama-sama memiliki kebutuhan," sahut Raidan.

Alea menganggukkan kepala.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Kamu istirahatlah!" ucap Raidan.

Alea kembali menganggukkan kepala dan Raidan keluar dari kamar tersebut. Alea menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan melihat kepergian Raidan.

Alea saat ini jauh lebih tenang daripada sebelumnya, mungkin ini akan menjadi kebiasaan dan juga akan menjadi hal biasa untuknya dan tidak perlu direnungi atau terus menyalahkan takdirnya.

Alea berdiri dari tempat duduknya.

"Isssss!" Alea merasa kesakitan pada area sensitifnya, meski ini yang kedua kalinya tetapi tetap saja Alea seperti wanita yang baru saja pecah perawan.

"Masih sakit ternyata," ucapnya terasa begitu sangat perih.

Alea tadinya berniat ingin membersihkan kamar karena sedikit berantakan, apalagi tempat tidur terlihat begitu basah dan belum lagi seprai ke mana-mana.

Alea tidak jadi membersihkan kamar dan memilih berbaring di atas tempat tidur, mencoba untuk refreshing sementara agar pikirannya bisa tenang.

"Untung saja dia tidak memiliki pasangan atau kekasih dan dengan begitu aku tidak perlu merasakan salah dan begitu juga dengan dia,"

"Seperti apa yang dia katakan sebelumnya jika manusia di dunia ini tidak semua bodoh. Mungkin hanya aku yang bodoh menerima tawaran suamiku. Entahlah bagaimana semua kelanjutan ini. Aku benar-benar ingin cepat selesai, semoga saja aku cepat hamil dan semua ini benar-benar selesai,"

"Tetapi kenapa semakin hari aku justru menyimpulkan bahwa suamiku memang tidak mencintaiku, dia hanya menginginkan anak dari rahimku tanpa berusaha untuk mencoba bersamaku," batin Alea dengan semua pikiran dan keraguan yang sudah terkumpul.

Bersambung.....

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!