NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Reza menutup kukusan itu dan membiarkan uap panas mematangkan daging ikan secara perlahan.

Dia kemudian meracik kuah kecap asin dengan sedikit gula batu dan kaldu jamur.

Waktu lima belas menit berlalu dengan sangat sunyi di dalam kedai.

Aroma harum dari ikan kukus mulai menyebar keluar dari celah bambu.

Wanginya sangat lembut namun memiliki daya tarik yang membuat perut langsung keroncongan.

Patriark Wei mencium aroma itu dan matanya langsung membesar.

"Aroma ini mengandung energi air yang sangat murni," gumam Patriark Wei.

"Apakah Tuan memasak hewan spiritual tingkat surga?"

Reza mematikan kompor gasnya dan mengangkat kukusan bambu tersebut.

Dia memindahkan ikan yang sudah matang sempurna itu ke atas piring lonjong.

Reza menyiramkan kuah kecap asin yang sudah dipanaskan ke atas tubuh ikan.

Suara desisan pelan terdengar saat kuah panas mengenai daging ikan yang lembut.

"Tolong antarkan pesanan ini, Bao," kata Reza menyerahkan piring itu.

Bao membawa piring panas itu dan meletakkannya di meja Patriark Wei.

"Ini adalah ikan mas kukus kecap asin," ucap Bao dengan nada disiplin.

"Silakan dinikmati selagi masih mengeluarkan uap."

Patriark Wei menatap ikan itu dengan tubuh yang bergetar.

Dia mengenali jenis ikan itu sebagai harta karun legendaris yang sudah punah di alam liar.

"Ini benar-benar ikan mas sisik naga murni," kata Patriark Wei nyaris menangis.

"Bahkan kaisar benua timur tidak akan bisa memakan hidangan semewah ini."

Dia mengambil sumpit kayunya dan menjepit sedikit daging ikan berwarna putih bersih itu.

Daging ikan itu sangat lembut hingga mudah terlepas dari tulang utamanya.

Patriark Wei memasukkan daging ikan itu ke dalam mulutnya perlahan.

Rasa gurih dari kecap asin berpadu sempurna dengan kemanisan alami daging ikan.

Teksturnya lumer di lidah tanpa perlu dikunyah terlalu keras.

"Luar biasa," puji Patriark Wei dengan mulut penuh.

"Rasa amisnya sudah hilang total dan digantikan oleh kesegaran jahe yang hangat."

Dia terus menyuapkan daging ikan itu dengan gerakan yang sangat cepat.

Pemimpin sekte yang biasanya berwibawa itu kini makan dengan sangat rakus.

Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, ikan itu hanya menyisakan tulang belulangnya saja.

Bahkan kuah kecap asinnya habis dia minum menggunakan sendok.

Patriark Wei meletakkan sumpitnya dan bersandar di kursi dengan perasaan sangat puas.

Tiba-tiba, suara ledakan tumpul terdengar dari dalam perut pria tua tersebut.

Bum.

Gelombang hawa panas berwarna biru memancar kuat dari tubuh Patriark Wei.

Suhu di dalam kedai turun sedikit karena efek energi air dari tubuhnya.

Wajah pria tua itu yang tadinya berkerut kini terlihat sedikit lebih muda dan berseri.

"Sumbatan di jalur meridian utamaku akhirnya hancur lebur," teriak Patriark Wei kegirangan.

"Aku berhasil menembus alam kultivasi baru setelah seratus tahun terjebak."

Pria tua itu langsung berdiri dan menjatuhkan lututnya ke lantai kayu.

Dia bersujud ke arah Reza yang berdiri bersandar di konter dapur.

"Terima kasih Tuan Ahli yang Agung," ucap Patriark Wei dengan suara bergetar.

"Anda telah menyelamatkan masa depan kultivasi saya."

"Berdirilah Patriark, saya hanya koki biasa," jawab Reza tersenyum tipis.

"Anda hanya perlu membayar harga makanan itu saja."

Patriark Wei berdiri dan merogoh cincin penyimpanan di jarinya.

Dia mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil yang diukir dengan naga emas.

Dia membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya.

Ada lima buah batu kristal berwarna ungu pekat yang memancarkan energi sangat kuat.

"Ini adalah batu roh tingkat suci murni," kata Patriark Wei meletakkan kotak itu.

"Ini adalah seluruh harta kekayaan pribadi saya, tolong terimalah."

Reza melangkah maju dan menyentuh batu ungu tersebut.

Ting.

"Batu roh tingkat suci terdeteksi," lapor Sistem di dalam kepalanya.

"Total nilai tukar adalah sepuluh ribu Poin Sistem dan uang tunai seratus juta rupiah."

Napas Reza sedikit tertahan mendengar jumlah yang sangat tidak masuk akal itu.

"Konversi sekarang," perintah Reza cepat.

Kelima batu ungu itu langsung menghilang menjadi debu cahaya keemasan.

Patriark Wei menatap takjub pada kemampuan pemindahan dimensi milik Reza.

"Pembayaran diterima dengan lunas," ucap Reza memasang wajah tenang.

"Dan soal murid sekte Anda, saya harap Anda berhenti mengejarnya sampai keuangannya membaik."

"Tentu saja Tuan Ahli," jawab Patriark Wei cepat menundukkan kepala.

"Jika dia adalah tamu Anda, Sekte Pedang Surgawi tidak akan mengusiknya lagi."

Patriark Wei membungkuk sekali lagi sebelum berbalik menuju pintu keluar.

Dia melangkah keluar dan melompat ke atas pedang terbangnya dengan energi yang baru.

Wush.

Pria tua itu melesat membelah awan dengan kecepatan yang jauh lebih gila dari sebelumnya.

Reza menutup setengah pintu kedainya dan kembali ke meja kasir.

Dia membuka layar sistemnya untuk melihat total kekayaannya saat ini.

"Total Poin Sistem saat ini adalah enam belas ribu dua ratus enam puluh poin," lapor Sistem.

"Total Uang Tunai saat ini adalah dua ratus tiga puluh tiga juta delapan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah."

Reza tersenyum sangat lebar hingga giginya terlihat.

Lyra dan Bao mendekat dan ikut tersenyum melihat kebahagiaan majikan mereka.

"Bos, sepertinya hari ini kita mendapat bayaran yang sangat besar ya," tebak Lyra.

"Benar Lyra, sangat besar sampai aku bisa merenovasi tempat ini," jawab Reza.

"Apakah Bos ingin memperluas dapur?" tanya Bao dengan raut wajah serius.

"Aku akan memperluas area makan dan dapur sekaligus agar pelanggan tidak perlu mengantre terlalu lama," jelas Reza.

Uang dan poin yang dia kumpulkan kini sudah cukup untuk meningkatkan tingkatan kedainya.

Reza sangat tidak sabar untuk melihat bentuk baru dari Kedai Persimpangan ini esok hari.

Hendra dan para pesaingnya di dunianya pasti akan semakin mati kutu melihat perkembangan pesat ini.

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!