NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
​Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
​Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Puncak Gunung Pedang

x ​Angin yang berhembus dari arah gunung pusat Makam Pedang membawa hawa yang berbeda dari wilayah luar. Jika di Hutan Pedang Karat udara berbau besi tua dan karat, di kaki gunung raksasa ini, udara terasa seperti ratusan jarum tak kasat mata yang menusuk kulit—sebuah tekanan Intent pedang murni yang ditinggalkan oleh para ahli kuno.

​Lin Chen berjalan dengan ritme yang konstan, diikuti oleh Mu Hongling yang menjaga jarak tiga langkah di belakangnya.

​Setelah menyaksikan Lin Chen membantai seluruh faksi Naga Sejati dan menelan petir Kesengsaraan Surgawi, arogansi Mu Hongling sebagai putri Asosiasi Alkemis telah menguap sepenuhnya. Ia menyadari, pemuda di depannya ini berada di dimensi yang sama sekali berbeda dengan para jenius fana di ibu kota.

​"Lin Chen," Mu Hongling membuka suara, mencoba memecah keheningan yang mencekam. "Pendar cahaya perak di puncak gunung itu... menurut catatan kuno akademi, itu adalah lokasi Pusat Inti Makam. Tempat di mana pedang pribadi milik pendiri sekte kuno terdahulu disemayamkan. Selama ratusan tahun, belum ada satu pun Murid Inti yang bisa mendekatinya lebih dari seratus meter tanpa berakhir dengan jiwa yang hancur."

​Lin Chen tidak menghentikan langkahnya. Tatapannya tertuju pada barisan pedang yang menancap di sepanjang lereng gunung. Berbeda dengan pedang di gurun bawah, pedang-pedang di sini tidak berkarat; bilahnya masih memancarkan pendar cahaya spiritual, seolah-olah mereka adalah prajurit yang sedang berlutut menyambut kedatangan komandan mereka.

​"Tentu saja mereka tidak bisa mendekat," batin Lin Chen dingin. "Pedang di puncak itu bukan pedang tingkat fana atau spiritual biasa. Itu adalah Pedang Roh King yang memiliki kesadaran sendiri. Menggunakan mental amatir kultivator dunia fana ini untuk menjinakkannya sama saja dengan bunuh diri."

​Saat mereka mulai menapakkan kaki di jalur pendakian, tekanan spasial mendadak berubah.

​WUSH!

​Sebuah riak energi perak menyapu lereng gunung. Mu Hongling seketika menghentikan langkahnya, wajahnya memucat saat ia merasakan ilusi ratusan bilah pedang menusuk langsung ke dalam lautan jiwanya. Tubuhnya gemetar hebat, memaksa dirinya untuk segera duduk bersila dan mengedarkan Qi elemen apinya demi mempertahankan kesadaran.

​"Aku... aku tidak bisa melanjutkan lebih jauh," ucap Mu Hongling dengan napas terengah-engah. "Tekanan Intent pedang di sini terlalu korosif bagi mereka yang bukan kultivator pedang murni."

​Lin Chen meliriknya sekilas. "Tunggulah di sini dan murnikan sisa energi petir yang kutinggalkan di tubuhmu tadi. Itu akan membantu fondasimu sendiri."

​Tanpa menunggu balasan, Lin Chen kembali melangkah naik sendirian.

​Setiap sepuluh meter ia mendaki, tekanan Intent pedang berlipat ganda. Di sekitar jalurnya, beberapa Roh Pedang—makhluk tanpa wajah yang terbentuk dari akumulasi sisa energi pembunuhan—mulai bermanifestasi dari kabut perak. Mereka memegang replika pedang energi dan memancarkan aura setara Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 2.

​"Enyah," ucap Lin Chen datar.

​Ia bahkan tidak menarik Pedang Berat Penelan Bintang dari punggungnya. Hanya dengan melepaskan aura menindas dari Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 1 Sempurna miliknya yang dilapisi oleh Intent Kaisar Pedang masa lalu, Roh-Roh Pedang tersebut seketika bergetar ketakutan.

​PRANG! PRANG! PRANG!

​Bagaikan bawahan yang melihat kaisar mereka murka, Roh-Roh Pedang itu berlutut di tanah pasir kelabu, lalu hancur kembali menjadi energi spiritual murni sebelum sempat mengayunkan senjata mereka. Lin Chen berjalan melewati reruntuhan energi itu dengan acuh tak acuh.

​Sepuluh menit kemudian, di puncak gunung.

​Altar batu raksasa berbentuk lingkaran menyambut kedatangan Lin Chen. Di tengah altar tersebut, tertancap sebilah pedang panjang berbalut cahaya perak yang sangat menyilaukan—Pedang Cahaya Perak. Bilahnya bergetar konstan, menciptakan frekuensi suara tajam yang mampu meretakkan batu-batu di sekitarnya.

​Namun, Lin Chen tidak langsung berjalan menuju pedang tersebut. Matanya beralih ke sisi lain altar.

​Dari balik pilar batu yang hancur, sesosok pemuda berpakaian jubah emas mewah melangkah keluar dengan senyum tipis yang dipaksakan. Kipas giok emas di tangannya mengibas pelan, mencoba menyembunyikan kewaspadaan yang mendalam di matanya.

​Dia adalah Pangeran Xiao Tian.

​Di belakang Xiao Tian, berdiri dua orang pria paruh baya misterius berpakaian zirah hitam legam. Yang mengejutkan, kedua pengawal tersebut memancarkan tekanan aura Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 4—sebuah pelanggaran mutlak terhadap aturan batas kultivasi Makam Pedang!

​"Lin Chen," Xiao Tian membuka mulutnya, suaranya terdengar ramah namun dipenuhi dengan racun konspirasi. "Aku harus mengakui, kau adalah variabel terbesar dalam ujian tahun ini. Menghancurkan Jiang Wuya dan seluruh faksinya sendirian... pencapaian yang luar biasa untuk seorang yang berasal dari kota pedesaan."

​Lin Chen berhenti tiga puluh langkah dari Xiao Tian. Tatapannya melewati sang pangeran, langsung tertuju pada dua pengawal berzirah hitam.

​"Menggunakan teknik penyegelan kultivasi rahasia untuk menyelundupkan ahli Tingkat 4 ke dalam ranah rahasia ini," Lin Chen menyeringai tipis, penuh penghinaan. "Xiao Tian, kau menghabiskan banyak energi hanya untuk menjagamu di dalam tempat bermain anak-anak ini?"

​Senyum di wajah Xiao Tian seketika runtuh, digantikan oleh ekspresi sedingin es. "Kau tahu terlalu banyak untuk seseorang yang akan mati hari ini, Lin Chen. Pedang Cahaya Perak ini adalah kunci untuk membuka segel persenjataan militer rahasia dinasti kuno yang tersembunyi di bawah ibu kota. Kerajaan Api Biru ini... ditakdirkan menjadi milikku."

​Xiao Tian melambaikan kipas gioknya ke depan.

​"Bunuh dia. Jangan tinggalkan sepotong pun dagingnya utuh."

​Dua pengawal Pembentukan Fondasi Tingkat 4 di belakangnya serentak melangkah maju. Udara di puncak gunung seketika bergejolak hebat saat mereka melepaskan segel Qi mereka, siap meremukkan Lin Chen sebelum hukum ruang angkasa Makam Pedang menyadari kehadiran mereka.

1
Eddy S
kecewa cerita tanpa kelanjutan episode nya
Anonim: sabar lah bos ya kali langsung tamat
total 1 replies
Eddy S
pasti cerita ga ada kelanjutan nya 🤣🤣🤣cape deh
Albiner Simaremare
lanjut thor
Zero_two
👍👍👍👍
Zero_two
Dewi teratai udah terpesona sama 'kekuatan' terpendam si naga hitam kayaknya/Doge//Doge//Doge//Blush/
Romansah Langgu
Mantap thor,,, bar bar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!