Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih menmendam cinta dulu adalah pasangan yang menikah muda di usia mereka baru berusia 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dan kesalahpahaman.
yang mau tau cerita selengkapnya nya yuk di baca☺️
yang suka cerita aku tolong like dan coment nya guys🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 34
Tak terasa sudah 18 tahun berlalu perpisahan Arkan Pradipta dan Lea Anastasya. Namun walaupun begitu lamanya, cinta di antara mereka tidak pernah benar-benar hilang.
Leana masih meringkuk di lantai kamarnya dengan sisa-sisa isak tangisnya. Ia membayangkan masa lalunya yang awal nya penuh dengan cinta dan berakhir dengan tangisan perpisahan.
Ada penyesalan di hati nya kerena meninggalkan anaknya yang masih bayi, tapi ketika mengingat foto suami nya di dalam sebuah kamar sedang berciuman dengan wanita lain maka saat itu juga dia berfikir ini adalah jalan yang baik.
Lea bangun dari bayangan masa lalunya dan segera beranjak dari tempat nya meringkuk sekarang ini. Dia tidak boleh seperti itu terus dia harus lebih kuat dan tak ingin terlihat sedih oleh anak-anak nya.
Ya, anak kembar sepasang lelaki dan perempuan yang lahir dari rahimnya hasil dari buah cintanya dengan mantan suaminya. Ya, saat dia pergi dulu, mungkin di dalam perutnya telah berproses tumbuhnya benih kembar di rahimnya.
Banyak hal yang Lea lalui setelah pergi dari kehidupan suami nya, Lea dua kali berpindah tempat tinggal. Saat di tempat pertama dia mulai menata kehidupan nya untuk mengulang sekolah nya dari kelas pertama SMA ternyata takdir berkata lain, baru 2 bulan bersekolah dan tinggal di kampung itu, Lea menyadari kalau dirinya sedang mengandung.
Tidak ingin teman temannya mengetahui kalau ia sedang mengandung ia meminta kepada Jasmin ibunya untuk pindah ke kampung yang baru dengan identitas sebagai seorang janda yang baru bercerai, yang di setujui oleh Jasmin.
Ketika mengetahui Lea hamil, Jasmin tidak membiar kan anaknya sendirian dia menggaji seorang paruh baya di kampung itu untuk membantu Leana dan calon anaknya di rumah baru tempat tinggal Lea.
Lea tidak kekurangan finansial, ibunya selalu mengirimkan uang untuk biaya hidup Lea dan anak kembar nya. hidup Lea tidak terasa sulit... yang jelas semua kebutuhan Lea ada campur tangan dari Radit, suami dari ibunya itu yang sudah menganggap Lea seperti anak kandungnya sendiri.
Walaupun begitu Lea tidak ingin bergantung 100% kepada keluarga ibunya. Lalu kemudian Lea berpikir untuk membuka jasa loundry di rumah nya untuk menopang hidupnya bersama anak-anaknya. Yang Sampai sekarang masih ia tekuni.
Dan seiring berjalannya waktu, dia telah mulai terbiasa dengan kehidupan barunya di tambah lagi setelah lahirnya anak kembarnya hati nya mulai tertata menerima takdir dengan ikhlas, dan memulai hidup yang baru dengan anak kembarnya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
keesokan harinya, Leana dan kedua anak kembarnya nya sudah bersiap untuk berangkat ke ibu kota meninggalkan kampung yang selama ini kurang lebih 18 tahun ini ia tempati.
Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 9 pagi, mobil pick up yang Lea sewa untuk mengantar mereka ke Bandara sudah ada di halaman rumah untuk menjemput Leana dan kedua anaknya.
"Delvin... Dea.. kalian yakin tidak ada suatu barang yang kalian lupakan atau tertinggal kan?" tanya Lea kepada kedua anaknya untuk memastikan bahwa anak-anak nya tidak melupakan sesuatu apapun.
"gak ada mama.. semuanya udah Dea siapkan dari semalam dan Dea sudah periksa beberapa kali." Jawab Dea.
"Delvin juga sudah memastikan tidak ada yang ketinggalan ma!," jawab Delvin juga.
"ok. Bagus kalau begitu ayo kita berangkat, mobil pickup sudah datang!". Kata Lea lalu Mereka keluar dari rumah bersama tidak lupa untuk mengunci pintu.
Seorang wanita yang sudah berumur sekitaran 70 tahun mendekat . dia adalah wanita yang tinggal di kampung itu yang dulu di bayar oleh Jasmin untuk membantu Lea merawat si kembar.
Wanita berumur itu di panggil Mak Ijah oleh Lea. Mak Ijah sudah di anggap seperti ibunya sendiri begitu pun sebaliknya Mak Ijah juga sudah menganggap Lea seperti anaknya sendiri begitu juga dengan kedua anak Lea sudah dianggap cucu nya sendiri.
"Mak, Lea dan kedua anak Lea pamit ya, Mak jaga kesehatan ya disini, nanti kalau libur panjang Lea akan coba untuk pulang kampung!" ucap Lea pamit sembari memeluk tubuh tua Mak Ijah.
"iya nak Lea, Mak akan jaga kesehatan Mak supaya bisa bertemu kamu dan cucu-cucu Mak..." ucap mak ijah sedih.
Mak Ijah melepaskan pelukannya dengan Lea, dan sekarang beralih ke kedua anak Lea.
"cucu-cucu nenek yang ganteng dan cantik baik-baik ya disana, jangan berulah ya, belajar yang rajin agar cepat sukses. Nenek di sini selalu mendoakan kalian, dan nenek juga menunggu kalian menjadi orang yang sukses!!." ucap mak Ijah memberi petuah kepada Delvin dan Dea sembari memeluk kedua anak Lea bersamaan.
"pasti nenek, kami akan belajar dengan giat sampai kami sukses dan kelak bisa membuat nenek bangga!" jawab Delvin mantap.
"iya nenek, kalau Dea sudah sukses Dea akan ajak nenek keliling dunia nanti.!" sahut Dea mencairkan suasana.
Mak Ijah melepaskan pelukannya dan tertawa kecil mendengar kata Dea sembari mencubit kecil kedua pipi Lea. "mmm benarkah Kamu akan mengajak nenek keliling dunia? kalau begitu Nenek akan hidup lebih lama untuk menunggu Dea sukses!" sahu Mak Ijah antusias yang di sambut tawa bahagia oleh ibu dan dua anak kembarnya.
"Mak yakin tidak mau ikut dengan kami?" tanya Lea memastikan lagi. Sebenarnya Lea sudah beberapa mengajak mak Ijah untuk ikut bersama mereka karena Lea tahu mak Ijah Hanya hidup sendiri, dia tidak memiliki anak dan suaminya sudah lama meninggal sebelum Lea datang ke desa ini.
Mak Ijah tersenyum kecil, menampakkan kulit keriput nya. "Mak tinggal di sini saja ya, di sini tempat Mak Lea. Kamu tidak usah khawatir. Nanti kita bisa saling memberi kabar!". Kata Mak Ijah menenangkan Lea agar tidak khawatir kepada nya.
lea menata mak Ijah dengan senyuman yang lembut. "baiklah Mak, Lea tidak bisa memaksa lagi. Kalau begitu Kami pamit ya Mak. Terimakasih untuk semua kebaikan Mak selama ini!" pamit Lea dan sekali lagi memeluk mak ijah untuk perpisahan mereka.
Mak Ijah hanya tersenyum kecil dan lembut tanda mengiyakan. Mak Ijah tentu sedih tapi juga terselip rasa bahagia. Dia masih mengingat dengan jelas, saat seseorang meminta nya untuk membantu Leana ketika mereka pertama kali datang ke kampung itu.
Leana yang terlihat masih remaja dan polos waktu itu, tidak menyangka ternyata sudah menikah dan sedang juga hamil. Lea waktu itu terlihat sedih tak bergairah, tatapan nya terlihat kosong dan sering melamun.
Mak Ijah yang melihat Lea yang terlihat menyedihkan kan memberi semangat setiap harinya, dia tidak membiarkan Lea melamun dan selalu memberi nasihat untuk semangat hidup Lea.
"nak Lea, tidak boleh seperti ini terus, nak Lea harus bangkit dan bahagia untuk calon anak mu nak. Kamu sekarang tidak sendiri lagi ada mak dan calon anakmu!" kata mak ijah waktu itu yang membuat Leana merasa memiliki semangat hidup dan mulai menata kehidupan yang baru.