NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:40k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 : Romansa tipis tipis

Dubai.

Suatu kebahagiaan tersendiri bagi Azima setelah vakum kurang lebih sebulan dan akhirnya bisa kembali bekerja.

Antusias nya sungguh memberikan energi baru di mansion mewah itu. Meski sampai detik ini, Azima belum mendapatkan dukungan Ayyazh untuk kembali bekerja, tapi dia cuek saja. Apalagi, Ayyazh jarang berada di mansion.

Interaksi terakhir yang sempat membuat Azima emosi saat mereka meninggalkan acara peresmian restoran baru Sagara.

Sampai sekarang pun, Azima tidak habis pikir, masalah apa yang terjadi di restoran sampai Ayyazh kebakaran jenggot hingga dalam sekejap mampu merubah mood Azima. Pun Azima malas bertanya, toh pertanyaan dengan gaya bahasa sehalus apapun, bagus kalau di jawab apalagi soalan aneh yang kemungkinan besar akan semakin membangkitkan kemarahan Ayyazh.

Jadilah Azima tidak mau tahu dan tidak mau peduli.

Usai sarapan, ia berangkat ke rumah sakit dengan hati riang gembira. Bayangkan saja, sebulan penuh, kerjanya hanya berjalan berkeliling di seputaran kamar dan beberapa ruangan di mansion Ayyazh. Selebihnya, makan dan tidur.

Lalu datang sebuah angin segar yang membawanya kembali ke set awal, berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai macam karakter berbeda-beda.

Ini hari pertama nya, dan sambutan yang di berikan Aster Hospital sungguh di luar dugaan.

Azima tersenyum aneh. ( Apa iya, semua dokter baru yang bekerja di sini di sambut dengan meriah? Brawijaya saja yang jauh lebih besar dari ini, tidak. Biasa saja).

Bagaimana tidak heran jika ledakan ledakan confetti yang berserakan di lantai untuk menyambutnya mengalahkan sebuah acara pesta ulang tahun meriah. Di tambah adanya tuan Salman selaku pimpinan Aster yang turut hadir memperkenalkan Azima.

Azima sedikit merasa itu lucu dan unik saja. Tapi mungkin memang seperti itu cara orang Dubai menyambut penghuni baru di rumah mereka.

Ruangan Azima sudah di siapkan sedemikian rupa, terlihat segar dan fresh dengan adanya beberapa tanaman hias acrylic berdaun hijau di beberapa sudut ruangan. Ada juga beberapa hiasan dinding berupa gambar jantung dan pembuluh darah namun di buat semenarik mungkin hingga dapat memanjakan mata .

Intinya, membuat Azima betah .

Hari pertama , pasien tidak begitu banyak yang datang, hanya sekitar lima sampai sepuluh orang. Jadi, Azima masih bisa bersantai sejenak. Tidak sama saat masih di Brawijaya. Untuk makan saja, dia harus memangkas waktu istirahat yang sudah di atur kan rumah sakit karena banyak pasien yang mencari nya.

Jam kerja di sini pun hampir sama dengan di Indonesia. Saat matahari sudah cukup melakukan tugasnya di siang hari dan waktunya menghilang mengistirahatkan diri hingga pagi esok datang kembali, di situlah waktunya ia pulang.

Azima berjalan santai ke arah parkiran , matahari sudah hampir tenggelam ketika ia menatap keluar dan membuka pintu kendaraan nya.

Ia kini berburu dengan waktu. Targetnya harus tiba di mansion sebelum waktu maghrib . Beruntung, Aster hospital tidak begitu jauh dari Emirate Hills.

Sesuai prediksi Azima, terdengar adzan berkumandang begitu pelayan membuka pagar untuknya.

Ia membersihkan diri, kemudian sholat dan makan malam. Tidak jauh berbeda dengan hari hari lain nya, ia melewati makan malam , sendirian.

Lelah nya hari ini , ia balas di meja makan. Begitu banyak lauk yang tersedia . Dan hanya ia seorang yang wajib menghabiskan nya.

Bablas, itu yang terjadi. Azima kalap saat menyantap masakan masakan khas yang membuatnya rindu kampung halaman. Semenjak tinggal di mansion Ayyazh, Azima belum pernah makan nasi kebuli dan nasi berempah lain nya. Itulah salah satu yang membuat nya betah meski merasa di buang , lidah nya selalu di manja dengan masakan masakan penuh cita rasa Nusantara.

Kekenyangan, Azima memilih berjalan mengelilingi mansion. Jujur, belum sepenuhnya ia menguasai setiap sudut mansion Ayyazh.

Dan lantai tiga, adalah tempat yang belum pernah ia kunjungi. Kaki nya menapak menaiki anak tangga satu per satu di sudut ruangan . Pelan, sembari bersenandung kecil. Sebuah lolipop rasa cokelat memanjakan indra perasa nya.

Ia menghitung anak tangga, " Tujuh belas, delapan belas, sembilan belas, dua puluh. " Azima menghembuskan nafas panjang.

" Jumlah nya sama seperti di mansion A dan mansion Brawijaya . " Gumam nya menoleh dan melihat tangga berkelok di lapisi permadani yang baru saja ia lewati.

Setelah mengatur nafas nya kembali, Azima memindai sekeliling . Terdapat tiga pintu lebar yang tertutup. Berarti ada tiga ruangan yang belum pernah ia jelajah. Di lantai tiga itu pula, terdapat mini bar minimalis modern. Di sebelah kanan nya, tersusun rapi paket gym lengkap.

Azima terus berjalan, hingga tiba di depan sebuah pintu yang bersebelahan dengan ruangan gym terbuka tadi.

Perlahan, ia mendorong pintu itu. Dan ternyata, ruangan yang Azima masuki adalah sebuah home teater semi terbuka. Tempatnya luas, di sisi kiri, ada taman bunga dengan atap yang tersingkap . Azima bahkan bisa melihat bulan yang bersinar terang dari ruangan itu.

" Masyaallah, ini indah sekali. Nonton film sampai minggu depan pun aku pasti kerasan ." Ujar nya mengusap sofa bed lembut berwarna coklat itu.

" Kenapa Mahra tidak pernah mengatakan kalau ada tempat sebagus ini di mansion? Coba dia bilang, aku pasti tidak akan se bosan ini." Lanjut Azima menjatuhkan tubuh nya di atas sofa. " Oh_ empuk dan nyaman sekali."

Ia menggesek gesek kakinya, menarik bantal dan menjadikan nya guling . Bukan nya menonton, ia malah tertidur .

Beberapa menit berlalu, sebuah panggilan yang berasal dari dering ponsel membangunkan tidur singkat Azima. Maklum malam memang sudah larut, jadi wajar jika ia bisa tertidur di dalam pun. Ia membuka mata perlahan. Namun, bukan benda segi empat yang berdering di samping nya yang menjadi fokus Azima. Tapi, seorang pria berjas hitam yang duduk tepat di sebelahnya.

Azima terperanjat dan bangun tergesa. Ia memperbaiki letak hijab nya yang pasti berantakan . Untuk sesaat , ia linglung. Ponsel yang tergeletak di depan Ayyazh itu terus berbunyi tanpa ia hiraukan.

" Annasya. Kamu tidak mau mengangkat nya ?" Ayyazh membaca nama di layar ponsel Azima.

Terburu buru Azima meraih ponsel itu, namun sayang, begitu tiba di tangannya, panggilan berakhir.

" Bagaimana hari pertama mu ? " Tanya Ayyazh.

" Baik. "

" Kamu suka ?"

" Tentu saja."

Hening. Ayyazh menatap lolipop di tangan kanan Azima.

Ponsel Azima kembali berdering, masih dari Annasya.

" Ku rasa itu penting." Ujar Ayyazh yang tidak berhenti menatap lolipop rasa coklat itu dan tentu saja , bibir Azima.

Azima membuka mulut , berencana menghabiskan lolipop itu sembari berbincang dengan Annasya . Pasti rasanya akan seru dan menyenangkan. Naas, Ayyazh lebih dulu menyergap dan mencuri nya dari Azima hingga aksi spontan itu membuat mereka hampir saja berciuman.

' Hap..' lolipop itu pindah ke mulut Ayyazh .

" Jangan terlalu sering makan manis. " Kata Ayyazh tersenyum samar. Ia memperingati lalu beranjak pergi sembari memainkan lolipop bekas Azima di dalam mulutnya.

Azima membeku.

" Halo, Zi.."

" I..iya , Sya." Jawab Azima gugup , ia lupa jika sudah mengangkat panggilan Annasya.

...****************...

1
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 kaget kan zi
happy
👍👍
Rea
A
Rea
iam the first
Nata Abas
bintangnya berkilauan..
Irma
jatuh air mata ku ,sedih x/Sob//Sob//Sob/
Meylan Basiru
semoga saja si A bisa membuka hati nya utk si asya, dan semoga saja benih-benih cinta akan ada di hati si A.. lanjut
Dyah kartiningrum
Kelanjutanya Ceritany ayyazh kapan kak😊😊
happy
/Kiss//Kiss//Kiss/
Tysa Nuarista
otw bucin ya A
Maya Djdj
😍
Chelsea Aulia
lanjut up nya KK farala 💪💪💪💪
Shee_👚
makanya A orang tuh kenalan dulu, jangan buru-buru menilai orang lain tanpa mengenal😔
seperti pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang
Shee_👚
ko jadi mellow y🥹🥹
Shee_👚
umi tata dah kaya cenayang aja, tau banget kalau A sama asya sama² g punya no masing². duh ada ya suami istri g tau no telp pasang. hanya A sama asya kayanya😂
Shee_👚
saking terkejutnya A dapet telp dari istri tercinta apa ke jengkel 🤣🤣🤣
Bunda Wati
pulanglah A...temuilah bidadari syurgamu....
Magichand01 86
kurang banyaaakkk
Ria Qomariah
seru, bagus alur ceritanya
Nia nurhayati
astogehhhh azammm keterlaluan banget kmuuu no hp istri mu sj kamu tidk tahuuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!