NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Tes DNA sudah dilakukan dan anak yang Shena lahirkan bukan anak Matthew. Banyak publik bertanya-tanya kenapa Matthew bisa di bebaskan padahal sudah jelas Shena tersekap di ruang basement rumah Matthew sendiri. Berita tentang penyekapan yang dilakukan oleh Matthew pun sangat cepat sekali hilang dan di tarik media masa. Cassandra benar-benar menunjukkan taringnya hanya untuk melindungi Matthew.

Olivia tidak bisa membantu Shena karena ia tidak punya kekuatan yang cukup untuk melawan Cassandra. Hubungannya dengan sang suami sedang renggang jadi ia tidak berani meminta tolong. Namun bukan berarti Olivia tidak menyusun rencana untuk membalaskan dendam Shena. Ia harus memastikan Shena dan anaknya baik-baik saja. Setelah itu ia akan memastikan bahwa Matthew harus menerima ganjarannya terlepas dari Shena anak kandungnya atau bukan.

Persidangan selesai. Tidak ada media yang meliput seperti saat pertama kali kasusnya terbongkar. Matthew di bawa oleh polisi. Borgol tangannya sudah di lepas. Mata Matthew buta sebelah karena tusukan dari Shena. Olivia menghentikan langkah kaki Matthew. "Matt, lama tidak bertemu". Ucapnya.

Matthew menoleh pada Olivia. Tidak ada senyum di wajahnya. Hanya ada pandangan dingin. "Ada apa?" Tanya Matthew datar.

"Kau tidak suka basa-basi rupanya. Aku ingin bicara berdua denganmu. Bisakah kita duduk dulu sebentar?" Pinta Olivia.

Matthew mengangguk. Ia membawa Olivia ke sebuah ruangan tertutup dan meminta polisi untuk menunggu di luar. "Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Matthew.

"Shena. Apa dia benar-benar putrimu?" Tanya Olivia. Ekspresi wajahnya menjadi sangat serius.

"Ya, ada masalah?" Ucap Matthew dingin.

"Aku ingat istrimu tidak melahirkan bayi kembar. Shena seusia Drew yang juga seusia dengan putri ku. Matt, aku merawat Drew dengan sangat baik seperti putraku sendiri. Jangan menyembunyikan apapun dari ku" ucap Olivia dingin. Ada semrawut emosi yang tergambar di wajahnya.

"Kau bilang akan menjadikan Drew sebagai pewaris keluarga Kyle, namun apa yang terjadi? Drew di depak dari keluarga Kyle dan di coret sebagai pewaris. Apa yang bisa kau jelaskan dari itu?" Sinis Matthew pada Olivia.

"Setidaknya hidup Drew akan tetap terjamin dan baik-baik saja. Sedangkan Shena, jika dia putriku bukankah kau keterlaluan membuat ia menderita seperti ini?" Emosi mulai naik di dada Olivia. Ia tak tahan melihat wajah Matthew yang sedikitpun tidak merasa bersalah.

"Dia bukan putrimu. Berhenti mengganggu ku" ucap Matthew.

"Aku sudah melakukan tes DNA pada Shena. Hasilnya akan keluar hari ini. Bagaimana kau akan menjelaskan padaku jika Shena ternyata adalah putriku?" Ucap Olivia.

Mata Matthew bergerak menatap Olivia. Ia berkata dengan sinis dan meremehkan. "Bahkan jika dia putrimu apa yang bisa kau lakukan untuknya? Hidupnya sudah rusak, keluarga Kyle tidak akan mengakuinya. Tidak akan ada keluarga manapun yang mau menikahinya. Dan yang paling penting putrimu akan sangat membencimu setengah mati. Ibu yang menukar hidupnya demi harta. Katakan padaku bagaimana Shena harus memandangmu sebagai ibunya?"

Mendengar itu, Olivia langsung murka. Ia menampar kuat wajah Matthew sangat kuat. Emosinya meledak. Ia berteriak. "Bagaimana mungkin kau bisa sekejam itu menghancurkan hidup putriku" suaranya bergetar. Olivia menangis. Hatinya sakit sekaligus murka atas apa yang Matthew katakan.

Matthew menyentuh wajahnya yang di tampar Olivia. Ia menepis bekas tangan Olivia sedikit. Ia menatap Olivia tajam dan berkata. "Siapa sebenarnya di antara kita berdua yang menghancurkan hidup Shena. Aku yang sudah berbaik hati memberinya kehidupan atau kau ibunya yang menukar putrinya sendiri demi harta?"

"Jika kau beri tahu aku Shena masih hidup waktu itu, aku tidak akan menyerahkan Shena kepadamu. Aku akan merawat Shena dan Drew dengan baik. Hidup putriku tidak akan begini" Olivia menangis dengan keras. Rasa bersalah, penyesalan, dan amarah menjadi satu. Ia melempar apapun yang ada di dekatnya pada Matthew. Matthew tidak berusaha menghindar. Ia membiarkan Olivia melampiaskan kemarahannya.

Mendengar keributan di dalam ruangan, polisi bergerak masuk. Mereka cukup terkejut melihat emosi yang meledak pada Olivia. Itu tidak cocok pada tampilan Olivia. Ia adalah wanita yang elegan dan lemah lembut. Polisi bergerak untuk menenangkan Olivia. "Nyonya, tenanglah. Semua bisa dibicarakan baik-baik". Ucap polisi.

"Bagaimana aku bisa membicarakan semuanya baik-baik sedangkan bajingan ini sudah menghancurkan hidup putriku. Akhhh.... Aku pasti akan membuat mu membayar berkali-kali lipat atas apa yang kau lakukan pada putriku. Akhh....." Teriak Olivia histeris. Matthew hanya menatap datar ke arah Olivia.

Polisi bergerak cepat membawa Matthew pergi. Ada beberapa yang membantu menenangkan Olivia.

.

.

.

Olivia menangis di mobilnya sendirian. Ia belum pergi ke rumah Ello tempat Shena berada sekarang. Olivia menangis sambil memandang hasil tes DNA. Hasilnya menunjukkan bahwa Shena adalah putrinya.

Sekarang bagaimana ia harus menghadapi Shena. Putrinya yang malang. Hidupnya hancur karena kesalahannya. Shena pasti sangat membenci dirinya jika tahu bahwa ia adalah ibunya.

"Maafkan ibu, nak. Tidak seharusnya hidupmu sehancur ini. Maafkan ibu" ucap Olivia menangis. Ia takut untuk bertemu shena. Hatinya pasti tak kuat. Ia akan menangis dan mengutuk dirinya sendiri jika ia bertemu shena saat ini.

.

.

.

Hari sudah malam. Olivia tak kunjung pulang membuat Drew sangat khawatir. Ia menelpon ibunya. Cukup lama berdering baru di angkatan. Drew bertanya dengan khawatir.

"Ibu, kau dimana? Kenapa belum pulang juga? Aku sangat khawatir". Ucap Drew.

Hening beberapa saat. Olivia menjawab dengan suara lemah. "Drew, ibu harus bagaimana?" Suaranya masih sedikit terisak. Drew langsung cemas mendengar suara ibunya yang terisak.

"Ibu, katakan padaku kau dimana sekarang? Aku akan ke sana menjemput mu" ucap Drew panik.

Olivia menyebutkan dimana ia berada sekarang. Drew segera menutup teleponnya dan pergi menemui Olivia dengan naik taksi.

.

.

.

Taksi yang Drew tumpangi berhenti di pinggir jalan. Drew turun dan bergegas menuju mobil ibunya. Ia melihat ke dalam mobil lewat jendela mobil. Ibunya tertunduk di stir mobil. Bahunya nampak bergetar. Drew menggedor jendela mobil. Olivia menoleh dan menurunkan kaca jendela mobil. Drew khawatir sekaligus panik melihat ibunya menangis.

"Ibu, apa yang terjadi?" Tanya Drew.

"Apa yang harus ibu lakukan? Ibu menghancurkan hidup putri ibu sendiri, Drew" ucap Olivia terisak.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!