NovelToon NovelToon
Dead School List: Menjaga Kewarasan Di Antara Zombi Dan Delusi

Dead School List: Menjaga Kewarasan Di Antara Zombi Dan Delusi

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Romansa Fantasi / Hari Kiamat
Popularitas:351
Nilai: 5
Nama Author: Nayla Zidan

Dua minggu terjebak sendirian di Mall yang penuh mayat hidup, aku pikir kewarasan adalah satu-satunya senjataku. Sampai akhirnya, sekelompok gadis SMA datang membawa keceriaan yang tidak masuk akal di tengah kiamat. Di antara zombi yang kelaparan dan gadis-gadis yang hidup dalam delusi, apakah aku bisa bertahan sebagai satu-satunya orang yang masih melihat kenyataan? Selamat datang di Klub Kehidupan Sekolah yang sesungguhnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla Zidan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29: [Volume 2] — Frekuensi Kematian

​Lantai koridor bergetar hebat. Suara raungan dari palka bawah semakin kencang, menandakan bahwa sistem pendingin fasilitas Nirvana sudah menyerah pada sabotase Subjek E. Aku berdiri di depan lift, menghalangi pandangan gadis itu dari Kurumi yang kini berlari menuju dermaga.

​"Kenapa kamu masih melindunginya, Zidan?" Suara Subjek E bukan lagi berasal dari mulutnya, tapi beresonansi langsung di dalam tengkorakku. "Dia hanya debu di antara kita. Kita adalah dewa yang lahir dari kegagalan mereka."

​"Dewa tidak butuh tabung cairan untuk lahir," jawabku dingin. Aku merasakan jantungku berdetak tiga kali lebih cepat dari biasanya. Pandanganku berubah menjadi thermal; aku bisa melihat aliran energi statis yang menyelimuti tubuh E.

​Tanpa peringatan, E mengangkat tangannya. Gelombang kejut tak terlihat menghantam dadaku.

​BOOM!

​Aku terlempar ke belakang, menghantam dinding baja hingga melesak. Jika ini adalah diriku yang lama, tulang rusukku pasti sudah hancur. Tapi sekarang, otot-otot di bawah kulitku bereaksi seperti pegas, meredam benturan dengan sempurna.

​Aku bangkit dalam hitungan detik. Kecepatan reaksiku sudah di luar nalar manusia. Aku menerjang maju, meninggalkan jejak retakan di lantai setiap kali kakiku memijak.

​"Logika bertempur: Targetkan sumber frekuensi," bisikku pada diri sendiri.

​Aku melayangkan pukulan ke arah wajahnya. E tidak menghindar; dia menciptakan perisai kinetik yang membuat tinjuku tertahan di udara, hanya beberapa sentimeter dari hidungnya. Percikan api biru muncul saat buku jariku bergesekan dengan dinding energi itu.

​"Hanya segini kekuatan 'Predator Puncak'?" E tersenyum meremehkan.

​"Belum," jawabku.

​Aku menggunakan tangan kiriku untuk meraih kabel daya yang menjuntai dari langit-langit yang hancur. Dengan kekuatan baruku, aku menyalurkan ribuan volt listrik melalui tubuhku—yang anehnya terasa seperti kafein murni bagi sel-sel mutasiku—dan mengarahkannya langsung ke perisainya.

​CRACKLE!

​Perisai itu pecah karena beban listrik yang berlebih. Aku tidak membuang waktu. Aku menghantamkan lututku ke perutnya, lalu membantingnya ke lantai koridor. E terbatuk, mengeluarkan cairan biru yang sama dengan yang ada di tabung laboratorium.

​"Peringatan: Kehancuran Fasilitas dalam 180 detik."

​Aku tidak punya waktu untuk membunuhnya. Jika aku tetap di sini, aku akan terkubur bersama pulau ini. Aku berbalik dan berlari secepat kilat menuju dermaga. Setiap langkahku terasa seperti ledakan kecil.

​"ZIDAN! DI SINI!"

​Aku melihat Kurumi di atas kapal cepat interceptor milik penjaga. Mesinnya sudah meraung, mengeluarkan asap putih yang pekat. Kurumi tampak ketakutan, tangannya gemetar di atas kemudi.

​Aku melompat ke atas kapal tepat saat dermaga mulai runtuh ke laut.

​"Gas pol, Kurumi! Jangan lihat ke belakang!" teriakku.

​Kurumi menarik tuas gas. Kapal itu melesat membelah ombak, menjauh dari pulau Nirvana. Beberapa detik kemudian, sebuah cahaya putih yang menyilaukan muncul dari pusat pulau, diikuti oleh ledakan raksasa yang menelan seluruh fasilitas laboratorium tersebut. Gelombang kejutnya membuat kapal kami hampir terbalik, tapi Kurumi berhasil menjaga keseimbangan.

​Nirvana telah lenyap. Rahasia Dokter Aris tenggelam ke dasar samudera.

​Aku terduduk di lantai kapal, nafas tertahan. Tiba-tiba, rasa sakit yang luar biasa menghantam kepalaku. Urat-urat hitam di lenganku mulai berdenyut menyakitkan, dan pandangan thermal-ku mulai berkedip-kedip sebelum akhirnya berubah menjadi gelap total.

​"Zidan? Zidan! Kamu kenapa?!"

​Aku merasakan tangan hangat Kurumi memegang wajahku. Itu adalah satu-satunya hal yang terasa nyata di tengah kekacauan ini.

​"Suhu tubuhmu... ini terlalu panas! Kamu terbakar!" Kurumi panik. Dia mengambil air laut dengan tangannya dan membasuh dahiku.

​"Kurumi... dengarkan aku," suaraku terdengar parau, nyaris seperti geraman zombi. "Logikanya... tubuhku sedang mencoba menolak mutasi itu. Jika aku kehilangan kesadaran... dan aku mulai menyerangmu..."

​"Enggak! Jangan ngomong gitu!" Kurumi memelukku erat, mengabaikan panas kulitku yang bisa melepuhkan jarinya. "Kamu udah nyelamatin aku berkali-kali! Sekarang giliran aku! Kamu nggak boleh berubah jadi monster, Zidan! Kamu itu manusia paling menyebalkan dan paling logis yang aku kenal!"

​Aku mencoba tersenyum, tapi yang keluar hanyalah rintihan kesakitan. Di sisa kesadaranku, aku melihat daratan utama mulai terlihat di kejauhan. Bukan lagi kota yang hancur oleh zombi, tapi sebuah garis pantai yang gelap dan penuh misteri.

​Fase kedua dari virus ini baru saja dimulai. Dan aku, sang Predator Puncak, kini menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

​"Jangan... lepaskan... tanganku," bisikku sebelum semuanya menjadi hitam.

Catatan Penulis:

Chapter 29 menutup pelarian dari Nirvana dengan pengorbanan besar. Zidan berhasil selamat, tapi tubuhnya kini menjadi medan tempur antara kemanusiaannya dan virus Predator. Kurumi sekarang menjadi satu-satunya pelindung bagi Zidan. Apa yang menunggu mereka di daratan utama? Volume 2 semakin mendekati puncaknya!

1
Nadja 🎀
waah kyk anime saja! kereen!
Zidanmahiru: terimakasih telah mampir
total 1 replies
Garuda Bayang
mayan lah yaaaa kurang pake gambar ajaaa
Zidanmahiru
apanya kak yg dipisah?
Zidanmahiru: judul nya kah?kalau iya ga sengaja ke pisah
total 2 replies
Kaelits
kok ini dipisah kak?
Zidanmahiru: oh iya ,itu emang sengaja aja
total 1 replies
Kaelits
keren! semangat, kak! btw ada nama karakter yang sama di novelku
Zidanmahiru: terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!