Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Setiap makhluk hidup… seperti titik cahaya yang muncul dalam kegelapan.
“...Aku bisa lihat…”
Suaranya lirih, hampir tak percaya.
“Meski terbatas… tapi aku masih bisa melihatnya…”
Sensasi itu aneh.
Seolah-olah ia berdiri di tengah dunia… dan dunia itu membuka dirinya untuknya.
“Skill ini juga…” lanjutnya pelan, “aku bisa merasakan sekelilingku… seolah-olah aku melihatnya langsung…”
antara titik-titik cahaya itu—
Ada satu yang berbeda.
Diam.Tegak.
Namun… sedikit aneh.
Kai memfokuskan kesadarannya ke arah itu.
“…Violet…”
Ia mengenali kehadirannya.
Sosok itu berdiri… namun tidak bergerak.
Lebih tepatnya—
Tidur.
Sambil berdiri.
Kai terdiam beberapa saat.
“…Serius?”
Tapi jauh lebih halus dari yang ia bayangkan.
‘Kalau aku membuka penutup mataku…’
Pikirannya terhenti di situ.
Ia tahu.
Dengan kemampuan aslinya… jangkauan ini bukan apa-apa.
Bahkan gunung pun bukan penghalang.
Space Magic Detection—itulah yang kini sedang Kai gunakan.
Berbeda dengan Magic Detection biasa yang hanya menangkap aliran mana, kemampuan ini jauh melampauinya. Ia tidak sekadar “merasakan”… tapi memahami.
Ruang di sekitarnya seperti terbuka.
Setiap makhluk hidup, setiap gerakan kecil, bahkan posisi dan niat… semuanya terbaca dalam kesadarannya.
Versi cheat dari sihir deteksi.
Dan justru karena itulah—
Kai tiba-tiba membeku.
“…Tunggu dulu…”
Ekspresinya berubah.
“Itu berarti…”
Beberapa detik hening.
Lalu—
“…aku kan jadi nggak sengaja ngelihat White Snow lagi tidur…?”
Wajahnya langsung pucat.
“...aku ini pengintip total dong?!.
Ia buru-buru menutup telinganya sendiri, panik tanpa arah.
“Aku benar-benar minta maaf! Lain kali aku bakal lebih hati-hati saat nggunain ini—!"
GRRRRR—
Suara geraman rendah memotong kepanikannya.
Kai langsung membuka mata dan menoleh ke depan.
Di antara bayangan pepohonan—
Tiga sosok muncul.
Kobold.
Tubuh kecil namun berotot, mata menyala dalam gelap, taring terlihat jelas saat mereka menggeram. Posisi mereka rendah, siap menerkam kapan saja.
Kai menghembuskan napas pelan.
“…Nggak-nggak,” gumamnya, ekspresinya langsung berubah tenang. “Yang lebih penting sekarang adalah…”
Ia mengencangkan sarung tangannya.
Aura di sekitarnya berubah.
“...sini, biar aku yang meladeni kalian bertiga.”
Tangannya meraih ke belakang.
Shhk—
Satu katana ditarik dari punggungnya.
Kilatan logamnya memantulkan cahaya bulan.
“Ini sih nggak ada urusannya sama kalian…” katanya santai. “Soalnya… kalian udah cukup banyak merepotkan ku.”
Ia memutar katana itu sekali, lalu menghentakkannya ke samping.
senyum tipis terukir di wajahnya.
“Bukannya aku mau bilang ini terima kasih atau gimana…”
“REINFORCE.”
Dalam sekejap, mana mengalir ke seluruh tubuhnya.
Ototnya menegang. Indranya semakin tajam.
“…tapi akan ku buat kalian jadi samsak untuk latihanku malam ini.”
Kai melesat maju.
Dan para kobold itu juga bergerak.
Seperti yang Kai rasakan melalui deteksinya—
Mereka tidak menyerang lurus.
Mereka berpencar.
Satu ke kiri, satu ke kanan, satu tetap di tengah—membentuk pola serangan bersamaan.
“Hmm…” Kai tersenyum kecil.
“Mereka berpencar untuk menyerang bersamaan, ya…”
Langkahnya tidak melambat.
“Seperti biasa… gerakan kalian terlalu licik…”
SHING!
Satu tebasan cepat.
Kobold pertama bahkan tidak sempat bereaksi—tubuhnya terbelah sebelum serangannya mencapai Kai.
Darah muncrat ke tanah.
Kai berhenti sepersekian detik.
“…tapi—”
Ia mengangkat sedikit kepalanya.
“—ngelawan aku yang sekarang…”
Dua kobold lainnya menyerang dari sisi berlawanan , tapi namun tiba-tiba mereka berhenti.
“…meskipun jumlah kalian lebih dari ini…”
Ia memutar tubuhnya ringan.
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin