NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Wanita yang menghilang (EPILOGI)

Suara hujan masih mengguyur atap markas Wings of Hades tanpa henti.

Malam terasa semakin panjang.

Di ruangan besar yang dipenuhi ketegangan itu, tidak ada seorang pun yang berani memecah keheningan.

Semua masih mencerna pengakuan Aditya.

Terutama Kiara.

Wanita itu berdiri diam di samping Arkan. Matanya sembab karena menangis terlalu lama.

Seumur hidupnya, ia selalu membayangkan seperti apa rasanya mengetahui identitas orang tuanya.

Dalam bayangannya, mungkin akan ada pelukan hangat.

Mungkin akan ada keluarga yang mencarinya selama ini.

Mungkin akan ada akhir yang bahagia.

Namun kenyataan jauh berbeda.

Yang ia dapatkan justru luka demi luka.

Rahasia demi rahasia.

Dan semakin dalam ia menggali masa lalunya, semakin banyak hal yang membuat hatinya hancur.

Arkan menggenggam tangan istrinya erat.

Ia bisa merasakan jemari Kiara yang dingin.

Sangat dingin.

Namun pria itu tidak mengatakan apa pun.

Karena terkadang, saat seseorang sedang terluka, kehadiran jauh lebih berarti daripada kata-kata.

"Brahmantyo."

Suara Aditya memecah keheningan.

Tatapannya tertuju kepada pria tua yang berdiri tidak jauh dari sana.

"Sejak kapan kau mengetahui semuanya?"

Brahmantyo tidak langsung menjawab.

Ia berjalan perlahan menuju jendela besar yang menghadap ke arah hujan.

Tatapannya kosong.

Seolah sedang melihat masa lalu yang sangat jauh.

"Lebih lama daripada yang kau kira."

jawabnya akhirnya.

Aditya tertawa pahit.

"Tentu saja."

"Aku seharusnya sudah menduganya."

Brahmantyo menoleh.

"Kau terlalu sibuk mengejar balas dendam sampai tidak menyadari apa yang terjadi di sekelilingmu."

Kalimat itu membuat wajah Aditya menegang.

Namun ia tidak membantah.

Karena jauh di dalam hatinya, ia tahu itu benar.

Kiara mengusap air matanya.

"Lalu siapa sebenarnya Laras?"

Pertanyaan itu langsung membuat seluruh ruangan kembali fokus.

Karena itulah inti dari semua misteri ini.

Ibu kandung Kiara.

Wanita yang selama puluhan tahun hanya menjadi nama tanpa wajah.

Brahmantyo menghela napas panjang.

"Laras bukan wanita biasa."

Kalimat itu langsung membuat Aditya mengangkat kepala.

"Apa maksudmu?"

Brahmantyo menatapnya tajam.

"Kau benar-benar tidak tahu?"

Aditya mengernyit.

"Kalau aku tahu, aku tidak akan bertanya."

Pria tua itu tersenyum tipis.

Senyum yang tidak membawa ketenangan.

Justru membuat suasana semakin tegang.

"Laras adalah orang yang sengaja disembunyikan dari dunia."

DEG.

Semua terdiam.

"Disembunyikan?"

ulang Kiara.

Brahmantyo mengangguk.

"Karena sejak lahir, keberadaannya sudah menjadi ancaman bagi banyak orang."

Rio yang sejak tadi diam mulai berbicara.

"Apa Laras bagian dari keluarga Adinata?"

Brahmantyo menatapnya.

Kemudian perlahan mengangguk.

"Iya."

Napas beberapa orang langsung tercekat.

"Dia cucuku."

lanjut Brahmantyo.

"Dan juga pewaris sah sebagian besar aset keluarga Adinata."

Ruangan mendadak sunyi.

Aditya tampak terkejut.

Benar-benar terkejut.

Karena bahkan dirinya tidak pernah mengetahui fakta itu.

"Apa?"

gumamnya.

"Itu tidak mungkin."

Brahmantyo tertawa kecil.

"Begitulah."

"Dulu aku sengaja menyembunyikan identitasnya."

"Semakin sedikit orang yang tahu, semakin aman dia."

Tatapan pria tua itu berubah suram.

"Setidaknya itulah yang kupikirkan."

Tiga puluh satu tahun lalu...

Keluarga Adinata sedang berada di ambang kehancuran.

Perebutan kekuasaan terjadi di mana-mana.

Saudara membunuh saudara.

Sepupu mengkhianati sepupu.

Demi warisan.

Demi kekayaan.

Demi kekuasaan.

Brahmantyo yang saat itu masih memimpin keluarga terpaksa mengambil keputusan sulit.

Ia menyembunyikan beberapa anggota keluarganya.

Mengubah identitas mereka.

Menghapus jejak mereka dari dunia.

Laras adalah salah satunya.

"Dia tumbuh menggunakan nama palsu."

kata Brahmantyo.

"Tidak seorang pun tahu siapa dirinya."

"Termasuk Aditya."

Pria tua itu menoleh ke arah Aditya.

"Termasuk pria yang mencintainya."

Aditya menundukkan kepala.

Tangannya mengepal erat.

Puluhan tahun.

Puluhan tahun ia hidup dengan penyesalan.

Namun ternyata masih banyak hal yang tidak ia ketahui.

"Laras tidak pernah memberitahuku."

gumamnya.

"Tidak."

jawab Brahmantyo.

"Karena aku yang melarangnya."

"Kenapa?"

Suara Aditya mulai meninggi.

"Kenapa kau melakukan itu?!"

Brahmantyo menatapnya tanpa ekspresi.

"Karena saat itu kau sudah mulai terlibat dengan Wings of Hades."

Hening.

Seketika.

"Aku tidak akan membiarkan cucuku menjadi target organisasi itu."

Kalimat itu langsung mematikan kemarahan Aditya.

Karena sekali lagi...

Pria tua itu benar.

Kiara mendengarkan semuanya dengan dada yang terasa sesak.

Setiap jawaban yang ia dapatkan justru melahirkan lebih banyak pertanyaan.

Jika Laras adalah pewaris keluarga Adinata...

Jika Aditya mencintainya...

Jika mereka memiliki seorang anak...

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Kenapa semuanya berakhir tragis?

Kenapa Laras menghilang?

Dan yang paling penting...

Kenapa dirinya bisa tumbuh sendirian?

"Ibu tidak meninggal, bukan?"

Suara Kiara terdengar pelan.

Namun pertanyaan itu membuat semua orang membeku.

Brahmantyo tidak langsung menjawab.

Begitu juga Aditya.

Keheningan itu justru membuat jantung Kiara berdegup semakin keras.

Karena ia mulai menyadari sesuatu.

Sesuatu yang mungkin selama ini tersembunyi.

"Jawab aku."

Air matanya mulai jatuh lagi.

"Apakah ibu benar-benar meninggal?"

Tatapan Brahmantyo perlahan melembut.

Lalu ia berkata pelan.

"Tidak."

DEG!

Tubuh Kiara langsung membeku.

Arkan sampai menoleh cepat ke arah pria tua itu.

"Apa?"

Suara Kiara nyaris tidak terdengar.

"Ibumu tidak meninggal."

ulang Brahmantyo.

"Dua puluh sembilan tahun lalu, Laras masih hidup."

Dunia seolah berhenti berputar.

Kiara merasa lututnya hampir lemas.

Air mata terus mengalir tanpa bisa dihentikan.

"Kalau begitu..."

Suaranya bergetar.

"Di mana dia sekarang?"

Pertanyaan itu membuat seluruh ruangan kembali sunyi.

Brahmantyo memejamkan mata.

Seolah jawaban yang akan ia berikan adalah sesuatu yang sangat berat.

Sangat menyakitkan.

Kemudian ia membuka mata perlahan.

Tatapannya tertuju kepada Kiara.

Penuh belas kasihan.

Penuh penyesalan.

"Aku tidak tahu."

DEG.

Ruangan kembali hening.

"Apa maksudmu?"

tanya Arkan.

Brahmantyo menghela napas panjang.

"Dua puluh sembilan tahun lalu..."

Suaranya terdengar semakin berat.

"...Laras menghilang."

"Hilang tanpa jejak."

"Tidak ada surat."

"Tidak ada pesan."

"Tidak ada petunjuk."

"Bahkan aku yang mengerahkan seluruh sumber daya keluarga Adinata tidak pernah berhasil menemukannya."

Air mata Kiara jatuh semakin deras.

Karena harapan yang baru saja muncul...

Seketika berubah menjadi ketidakpastian.

Namun saat itu juga—

BEEP!

BEEP!

BEEP!

Suara alarm dari salah satu monitor di ruang komando tiba-tiba berbunyi.

Semua orang langsung menoleh.

Seorang anggota keamanan yang terluka berlari masuk ke ruangan.

Wajahnya pucat.

"Nona Kiara!"

Semua langsung berdiri.

"Ada apa?"

Pria itu menyerahkan sebuah tablet.

Tangannya gemetar.

"Kami menemukan ini di server rahasia Wings of Hades."

Rio segera mengambil tablet itu.

Lalu membuka file yang dimaksud.

Dan dalam hitungan detik...

Wajahnya langsung berubah.

"Mustahil."

gumamnya.

Arkan mendekat.

"Apa?"

Rio menunjukkan layar itu.

Di sana terdapat sebuah foto.

Foto seorang wanita yang diambil sekitar enam bulan lalu.

Wanita itu berdiri di depan sebuah rumah kecil di daerah pegunungan.

Rambutnya panjang.

Wajahnya terlihat lebih tua.

Namun...

Kiara langsung menangis saat melihatnya.

Karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya...

Ia melihat wajah yang sangat mirip dirinya sendiri.

Di bawah foto itu tertulis satu nama:

LARAS WIJAYA

Dan satu keterangan yang membuat seluruh ruangan membeku.

STATUS: MASIH HIDUP

LOKASI TERAKHIR TERDETEKSI: RAHASIA

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!