Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.
Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.
Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.
Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membagi Energi
Pangeran Lin Tian dan Wu Kevin tersentak hebat saat telapak tangan mungil Lin Jia menepuk bahu mereka secara bersamaan. Sentuhan itu seketika menarik paksa kesadaran kedua pria itu dari badai keterkejutan yang baru saja mereka saksikan.
Pangeran Lin Tian menatap sang adik dengan sepasang mata yang bergetar hebat. Di dalam manik matanya, terpancar perpaduan rasa kagum yang tak terbendung sekaligus rasa syok yang teramat sangat. Menelan ludah dengan susah payah, ia mencoba menenangkan debaran dadanya yang berpacu liar.
"Sejak kapan... sejak kapan kamu menguasai elemen Cahaya?" tanya Pangeran Lin Tian dengan suara yang sedikit serak, setelah bersusah payah menguasai detak jantungnya sendiri yang sempat serasa berhenti.
Lin Jia tidak langsung menjawab. Gadis itu sengaja terdiam selama beberapa detik, memiringkan kepalanya sedikit sembari berpura-pura berpikir keras dengan raut wajah jenaka. Sesaat kemudian, seulas senyum tipis yang sarat akan misteri terukir di sudut bibirnya.
"Bukan hanya Cahaya, Kak," kata Lin Jia dengan nada bicara yang begitu santai. "Aku juga sudah membangkitkan elemen Tanah, Air, Angin, dan Petir. Bahkan... sekarang aku mungkin juga bisa menguasai elemen Api dan Tanaman."
Jawaban yang keluar dari bibir Lin Jia bagaikan petir di siang bolong. Informasi itu membuat Pangeran Lin Tian, Wu Kevin dan Mei Mei terkejut bukan main. Mulut mereka menganga lebar, kehilangan kata-kata demi menghadapi kenyataan ini.
Namun, detik berikutnya, rasa terkejut Pangeran Lin Tian terkalahkan oleh luapan emosi. Pangeran Lin Tian langsung memeluk erat tubuh mungil adiknya. Bahunya bergetar hebat. Setetes demi setetes air mata hangat mulai menetes membasahi pundak Lin Jia. Itu bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan dan kebanggaan yang teramat sangat.
Selama bertahun-tahun ini, mereka berdua selalu hidup di bawah bayang-bayang penghinaan. Mereka terus-menerus diremehkan. Mereka dicap sebagai 'Anak Kaisar yang Gagal' hanya karena dianggap tidak memiliki bakat elemen sama sekali.
Namun hari ini, sang adik telah mematahkan semua anggapan mereka.
Meskipun Pangeran Lin Tian sendiri baru bisa menguasai dua elemen, sama sekali tidak ada rasa iri atau dengki di dalam lubuk hatinya. Sebaliknya, melihat keajaiban yang ada pada diri adiknya, dada sang Pangeran justru membara oleh semangat baru. Ia bertekad di dalam hati untuk berlatih lebih keras demi bisa mengimbangi dan melindungi sang adik di masa depan.
"Kakak... Kakak sangat bangga padamu. Sungguh," kata Pangeran Lin Tian dengan suara bergetar yang terdengar begitu tulus dan penuh kasih sayang.
Di sisi lain, Wu Kevin yang berdiri beberapa langkah di belakang mereka hanya bisa terpaku. Matanya berkaca-kaca, merasa sangat terharu melihat ikatan persaudaraan dan perubahan besar yang terjadi pada kedua majikannya itu. Roda takdir mereka yang malang kini resmi berputar ke arah yang berbeda.
Lin Jia dapat merasakan ketulusan yang murni itu dari pelukan dan sorot mata sang Kakak. Setelah Pangeran Lin Tian mengurai pelukannya, Lin Jia menatapnya balik dengan mata berbinar penasaran.
"Sekarang giliran aku yang bertanya. Katakan padaku, sejak kapan Kakak bisa menguasai elemen Air dan Angin?" tanya Lin Jia lembut.
Pangeran Lin Tian terkekeh pelan, mengusap sisa air mata di pipinya dengan jarinya sebelum menjawab. "Semua ini berkat dirimu. Setelah racun berbahaya yang bertahun-tahun mendekam di dalam tubuh Kakak menghilang total akibat ramuan pengobatan mu, aliran meridian Kakak kembali terbuka. Kakak mulai mencoba untuk kembali berkultivasi elemen secara rahasia. Awalnya mungkin terasa sangat sulit dan menyakitkan, tapi Kakak menolak untuk menyerah pada keadaan."
Ia menghembuskan napas panjang, menatap telapak tangannya sendiri yang kini mulai bisa memancarkan energi biru dan putih tipis. "Sampai akhirnya, perlahan demi perlahan, Kakak bisa merasakan dan menguasai dua elemen tersebut. Ya, meskipun tingkatannya belum sepenuhnya stabil dan terkadang aliran energinya masih kacau... tapi Kakak pastikan kepadamu, Kakak tidak akan pernah menyerah."
Lin Jia mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah ia sangat mengerti perjuangan keras dan rasa sakit yang telah dilewati oleh kakaknya. Namun, tepat saat ia hendak membalas ucapan sang kakak, sebuah kilatan cahaya virtual yang hanya bisa dilihat olehnya mendadak muncul di sudut netranya.
Ting!
Sebuah suara mekanis yang jernih dan familiar menggema langsung di dalam kesadaran mentalnya.
[Nona, Anda memiliki kemampuan untuk membagikan sebagian energi kultivasi Anda langsung ke dalam tubuh Pangeran Lin Tian,] suara Sistem terdengar menggema secara eksklusif di kepala Lin Jia.
[Penjelasan: Proses membagi energi ini sama sekali tidak akan mengurangi atau melemahkan basis kultivasi Anda sendiri. Jika Anda membagikan inti energi dari setiap elemen yang Anda miliki ke dalam meridian tubuh Pangeran Lin Tian, maka Pangeran Lin Tian secara otomatis juga akan membangkitkan dan memiliki kekuatan elemen yang persis sama dengan yang Anda miliki saat ini,] Sistem menjelaskan secara mendetail, memberikan sebuah opsi yang sangat mengejutkan.
Lin Jia tersentak, lalu merespons dengan cepat dalam pikirannya sendiri, 'Apakah hal seperti itu benar-benar bisa dilakukan tanpa efek samping?'
Ting!
[Tentu saja bisa, Nona. Jika Anda melakukannya sekarang, tidak hanya membangkitkan elemen baru, tetapi kekuatan Elemen dasar milik Pangeran Lin Tian juga akan melonjak drastis dan meningkat ke tingkat yang jauh lebih tinggi,] jawab Sistem, meyakinkan sang tuan rumah.
Lin Jia kembali mengangguk seolah dia mengerti. 'Aku tahu persis apa yang harus aku lakukan sekarang,' gumam Lin Jia di dalam hatinya, sebuah senyuman tipis misterius terukir di wajahnya yang cantik yang hanya bisa dia rasakan sendiri.
Lin Jia kemudian mengalihkan pandangannya, menatap sang kakak dengan tatapan yang sangat lembut namun penuh dengan keyakinan mutlak.
"Kakak tidak perlu khawatir lagi. Karena setelah hari ini, aku bersumpah, tidak akan ada satu orang pun di dunia ini yang akan berani meremehkan atau menginjak-injak harga diri kita lagi," ucap Lin Jia dengan nada yang tenang namun penuh penekanan. "Sekarang, Kakak duduklah dengan posisi bersilang," titah Lin Jia kemudian, nadanya berubah menjadi tegas tanpa bantahan.
Pangeran Lin Tian seketika mengernyitkan alisnya, tampak bingung dan heran. "Untuk apa?" tanyanya penuh selidik.
"Percayalah padaku, Kak. Aku tidak akan pernah mencelakai mu," jawab Lin Jia singkat, menatap lurus ke dalam netra kakaknya dengan keyakinan penuh.
Melihat kesungguhan di mata adiknya, Pangeran Lin Tian tidak bertanya lebih jauh lagi. Dia segera memutar tubuhnya dan duduk dengan kaki bersilang di atas tanah.
Detik berikutnya, Lin Jia bergerak cepat dan mengambil posisi duduk yang persis sama, tepat di belakang punggung kokoh sang kakak. Melihat situasi yang mendadak serius dan diselimuti ketegangan itu, Mei Mei dan Wu Kevin hanya bisa saling pandang, perlahan melangkah mundur ke belakang demi memberikan ruang, sembari terus memperhatikan gerak-gerik keduanya dengan napas tertahan.
Lin Jia mulai memejamkan matanya, memusatkan seluruh fokus dan konsentrasinya pada titik dantian. Dia mengangkat kedua tangannya ke udara secara perlahan. Seketika itu juga, atmosfer di sekitar mereka berubah menjadi berat dan bertekanan tinggi.
Di telapak tangan kanannya, partikel-partikel debu dan batu mulai berputar cepat membentuk sebuah pusaran tanah yang solid—itu adalah kekuatan murni dari elemen tanah.
Sementara di telapak tangan kirinya, udara mendadak berderak nyaring saat bola petir biru keunguan yang mematikan mulai memercik dan menari-nari dengan beringas—itulah bukti nyata dari kekuatan elemen petir yang mengerikan.