NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Di ruang strategi markas rahasia itu, suasana sangat hening. Di dinding, terpampang peta besar jaringan bisnis Grup Adhitama dengan berbagai garis dan tanda warna-warni. Di meja panjang, berjejer laporan keuangan, data pasokan, dan daftar nama orang-orang penting yang bekerja di bawah komando Ratna Adhitama.

Arjuna berdiri di depan peta, tangannya bersedekap di dada, matanya menatap tajam seolah bisa menembus dinding dan melihat apa yang sedang dilakukan ibu tirinya saat ini. Aura dinginnya terasa memenuhi ruangan. Di sebelahnya, Kirana duduk di pinggir meja, kakinya menjuntai santai sambil memutar-mutar kunci pas kecil di jari-jarinya, kebiasaan yang selalu muncul saat otaknya sedang bekerja keras.

"Ratna merasa dia sudah memenangkan segalanya," ucap Arjuna pelan namun penuh penekanan. Suaranya rendah, tapi semua orang di ruangan mendengarnya dengan jelas. "Dia mengira aku kabur karena takut, mengira Kirana hanyalah sampah yang tidak berharga, dan mengira seluruh kekuasaan ada di tangannya sepenuhnya. Kecerobohan terbesar seorang pemimpin adalah merasa diri sendiri paling hebat dan meremehkan musuhnya."

Arjuna menunjuk satu titik besar berwarna merah di peta.

"Pabrik perakitan di wilayah timur. Ini adalah jantung dari seluruh operasi mereka. Di sini semua komponen dirakit, dari sini barang didistribusikan ke seluruh negeri. Kalau tempat ini berhenti beroperasi selama 3 hari saja, kerugian mereka akan mencapai ratusan miliar, dan nama baik perusahaan akan jatuh di mata investor."

Arjuna menoleh ke arah Kirana, tatapannya berubah dari tajam menjadi penasaran dan penuh harap.

"Masalahnya, keamanan di sana sangat ketat. Dikelilingi pagar tinggi, penjaga bersenjata, sistem pengawasan mutakhir. Mustahil bagi kita untuk masuk dengan kekuatan pasukan yang masih sedikit ini. Dan mustahil juga untuk menyabotase dari luar tanpa ketahuan."

Kirana berhenti memutar kunci pasnya. Ia tersenyum miring, senyum khasnya yang nakal tapi mematikan. Ia melompat turun dari meja, berjalan mendekati peta, lalu menunjuk tepat di sebelah tanda merah besar sebuah titik kecil yang terlihat samar, hampir tidak terlihat, bahkan tidak diberi label apa pun oleh Arjuna.

"Itu dia masalahmu, Tuan Muda. Kamu selalu melihat hal besar, hal utama, hal yang mencolok. Kamu melihat mesinnya, tapi kamu lupa melihat ... jalur minyaknya," kata Kirana santai, seolah sedang membicarakan hal sepele.

Semua orang mengerutkan kening bingung. Arjuna pun menatap titik kecil itu, mencoba mengingat-ingat apa itu.

"Itu ... saluran pipa pembuangan dan pasokan pelumas industri," jawab Arjuna ragu. "Hanya jalur pendukung. Tidak penting."

"Tidak penting?" Kirana tertawa kecil, lalu menatap Arjuna dengan tatapan menantang dan tajam. "Arjuna, Arjuna ... kamu bilang kamu paham mesin? Kamu bilang kamu Tuan Muda yang mengerti segala hal tentang otomotif? Kamu lupa kalau mesin sebesar apa pun, sekuat apa pun, seharga apa pun ... kalau tidak ada pelumas yang lancar, kalau bagian dalamnya kering atau kotor ... dia akan hancur sendiri. Gesekan kecil saja bisa membuat baut-bautnya patah, giginya rontok, dan seluruh sistemnya macet total."

Kirana menoleh ke arah Pak Hendra dan Pak Suryo yang duduk mendengarkan.

"Pipa kecil itu, meski terlihat sepele, itu adalah urat nadi rahasianya. Di situlah aliran minyak pendingin dan pelumas industri berkualitas tinggi masuk ke pabrik itu. Tanpa itu, mesin-mesin besar di sana tidak bisa menyala lebih dari dua jam sebelum kepanasan dan rusak parah."

Kirana kembali menatap Arjuna, matanya berkilat jenius.

"Dan tahukah kamu? Pipa itu sudah tua. Dibangun sejak zaman ayahku dulu. Bahan dasarnya besi campuran yang rentan korosi ... dan aku tahu persis di mana titik lemahnya. Di satu tikungan rahasia yang cuma sedikit orang tahu, titik di mana dinding pipa itu paling tipis."

Arjuna perlahan tersenyum lebar. Senyum yang jarang terlihat, senyum kemenangan seorang jenius yang baru saja menemukan pasangannya yang lebih jenius lagi. Ia mengerti sekarang arah pikiran gadis itu.

"Kita tidak perlu masuk ke dalam pagar. Kita tidak perlu melawan penjaga. Kita tidak perlu meledakkan apa pun," gumam Arjuna pelan, matanya bersinar terang. "Kita hanya perlu ... mengubah sedikit komposisi aliran di pipa kecil itu."

"Benar sekali, Tuan Muda!" seru Kirana riang, lalu kembali duduk santai di pinggir meja seolah ia hanya memecahkan hal sepele. "Kita masukkan campuran zat yang bisa mempercepat karat dan menyumbat aliran, tapi zat itu akan terlihat seperti kerusakan alami akibat usia tua. Tidak ada jejak tangan manusia. Tidak ada bukti sabotase. Hanya ... kecerobohan perawatan dari pihak manajemen mereka."

Arjuna menoleh ke arah timnya, suaranya kembali tegas dan memerintah.

"Pak Suryo, ambil tim kecil. Malam ini juga bergerak. Bawa peralatan yang disiapkan Nona Kirana. Lakukan persis sesuai petunjuknya. Pastikan tidak ada yang melihat. Ingat ... kita tidak merusak, kita hanya 'mempercepat' apa yang sudah rusak sejak lama karena kelalaian mereka."

"Siap, Tuan Muda!" Pak Suryo dan timnya langsung bergerak keluar dengan semangat membara.

Setelah ruangan itu tinggal berdua saja, Arjuna berjalan mendekati Kirana. Ia berdiri tepat di depan gadis itu, menatap lekat-lekat wajah cantik yang kini terlihat polos dan tidak bersalah itu.

"Kamu benar-benar makhluk yang menakjubkan, Kirana," bisik Arjuna, suaranya rendah dan penuh kekaguman. "Orang-orang di luar sana berpikir strategi bisnis itu rumit, penuh angka, penuh politikv... tapi kamu meruntuhkan kekaisaran bernilai triliunan rupiah hanya dengan logika sederhana seorang montir. 'Kalau mesin macet, cek dulu pelumasnya.'"

Kirana mendengus bangga, mengangkat dagunya sedikit.

"Tentu saja. Dunia ini sama saja dengan mesin, Arjuna. Semuanya punya sistem kerja. Kalau kamu paham cara kerjanya, kamu bisa mengendalikannya. Kamu bisa membuatnya berjalan kencang, atau kamu bisa membuatnya berhenti total. Dan aku ... aku paham betul cara kerja dunia ini."

Kirana menatap Arjuna, lalu nada bicaranya berubah sedikit mengejek tapi penuh kasih sayang.

"Beruntung sekali kamu mempekerjakan aku dengan gaji nol rupiah. Kalau aku minta bayaran setimpal, mungkin kamu sudah bangkrut duluan sebelum perusahaan ini berdiri."

Arjuna tertawa pelan, lalu perlahan tangannya bergerak menyentuh pinggang ramping Kirana, menarik tubuh gadis itu sedikit mendekat ke arahnya. Jarak di antara mereka menjadi sangat sempit.

"Dan beruntung kontaknya juga seumur hidup? Kalau begitu kamu juga tidak akan pernah pergi, kan? Mau tidak mau, suka tidak suka ... kamu harus tetap ada di sini, merawat mesin rusak bernama Arjuna Adhitama ini sampai kapan pun," goda Arjuna balik, matanya menatap dalam ke manik mata elang itu.

Wajah Kirana memanas, reaksi yang selalu muncul setiap kali Arjuna berbicara blak-blakan seperti ini. Ia menepuk dada bidang Arjuna pelan, berusaha melepaskan diri tapi tidak benar-benar berniat menjauh.

"Dasar Tuan Muda tidak tahu malu! Mesin rusak itu memang harus dibuang atau diperbaiki sampai mati, ya! Dan jangan sok manis ya, nanti aku kunci kamu di ruang mesin semalaman!"

Belum sempat Arjuna membalas dengan kata-kata gombal lainnya, suara teriakan panik terdengar dari luar ruangan.

"Tuan Muda! Nona Kirana! Ada mobil masuk cepat sekali! Bukan tim kita!"

Arjuna dan Kirana langsung saling pandang. Keriangan dan candaan lenyap seketika, digantikan kewaspadaan tinggi. Dalam hitungan detik, Arjuna sudah berubah jadi pemimpin tegas, Kirana sudah berubah jadi pejuang tangguh.

Mereka berlari ke arah pintu utama, diikuti anggota tim lainnya. Lewat celah pengintai di dinding, terlihat sebuah mobil sedan hitam meluncur cepat menuju gerbang utama. Mobil itu tidak ada tanda pengenal, tapi cara menyetirnya agresif dan berbahaya.

"Mereka menemukan lokasi kita?" gumam Arjuna dingin, tangannya menggenggam gagang senjata yang selalu ia bawa sekarang.

"Tidak mungkin. Jalur ini tertutup, hanya sedikit orang yang tahu. Kecuali ..." Kirana mengerutkan kening, matanya menajam mengamati gerakan mobil itu. "Kecuali mereka tidak tahu kita ada di sini. Mungkin mereka sedang dikejar, atau ada urusan lain. Tapi kita tidak boleh ambil risiko. Tutup gerbang! Aktifkan sistem pertahanan!"

Gerbang besar besi itu mulai bergerak menutup perlahan. Namun mobil hitam itu malah mempercepat lajunya, seolah berniat menabrak gerbang agar bisa masuk.

"Berhenti! Atau kami tembak!" teriak Pak Suryo sambil mengacungkan senjata ke arah mobil.

Bersambung ....

1
ana
bagus.lanjut thor
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
riniandara: Terima kasih kakak🤗🥰
total 2 replies
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
Lisa
Ceritanya menarik jg nih 👍
Lisa: Sama² Kak..oke Kak nanti aq review ya
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
azela
siapa Kirana? dari percakapan mereka yang penuh teka bisa di pastikan jika Kirana ini bukan gadis biasa/Right Bah!/
azela
lanjut kak semakin penasaran deh
azela
jangan-jangan Kirana ketua mafia/CoolGuy/
azela
/CoolGuy//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
azela
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!