NovelToon NovelToon
Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: exozi

CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU

AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.

GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.

Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.

Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.

Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.

Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?

A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HIDUP BARU YANG PENUH WARNA

Waktu berlalu begitu cepat. Sudah beberapa bulan mereka menjalani kehidupan rumah tangga. Dan percayalah, kehidupan mereka tidak pernah membosankan sedetik pun!

Dulu, rumah Gio itu ibarat istana yang megah tapi dingin. Sunyi, rapi, kaku, dan serius. Tapi sekarang? Rumah itu berubah total menjadi tempat yang paling hidup, paling berisik, dan paling hangat yang pernah ada.

Semua karena hadirnya Ayunda. Si cewek badung yang berhasil melelehkan es di hati suaminya dan mewarnai setiap sudut hidup mereka.

 

Suatu sore, di ruang keluarga yang sekarang sudah dihiasi banyak foto-foto mereka berdua, foto-foto lucu, dan hiasan-hiasan warna-warni pilihan Ayunda.

Gio sedang duduk di sofa sambil memegang tablet, membaca laporan kerja dengan wajah serius seperti biasa. Kacamata terpasang rapi, postur tegak, aura 'Bos Besar' masih sangat kental.

Tapi tenang itu tidak bertahan lama.

"WOHOOO!! MAIN BOLA BASKET DONG GIO!!"

Tiba-tiba Ayunda berlari kecil memegang sebuah bola basket kecil mainan. Tanpa aba-aba, dia langsung melempar bola itu pelan tapi tepat mengenai kepala Gio pelan.

BLUK!

Gio langsung menghentikan gerakannya. Dia menurunkan tabletnya, menoleh pelan dengan tatapan datar... tapi sudut bibirnya sudah mulai naik ke atas.

"Yunda..." panggilnya dengan nada suara berat yang khas. "Kamu sadar gak sih, baru aja aku beresin rambut aku sempurna kayak gini? Terus kamu lempar pake bola?"

Ayunda malah tertawa renyah, lalu dia melompat naik ke atas sofa dan duduk bersila di hadapan suaminya.

"Ya elah! Gak rusak kok rambutnya! Tetep ganteng kok! Lagian lo tuh dari tadi diem aja melototin layar! Bosan tau gak! Ayo main dulu! Kerjaan itu bisa nunggu!" kata Ayunda sambil mencabik-cabik kertas kerja di hadapan Gio secara imajiner.

Gio menghela napas panjang, tapi kali ini napas lega. Dia meletakkan tabletnya ke samping, lalu menatap istrinya dengan tatapan tak berdaya tapi penuh cinta.

"Kamu ini ya... punya jurus andalan buat bikin aku lupa sama kerjaan. Awas aja kalau nanti perusahaan bangkrut gara-gara kamu," goda Gio.

"Yaah kalau bangkrut ya kita makan mie instan bareng dong! Seru kan!" jawab Ayunda santai.

"Dasar istri ngga jelas..."

Gio akhirnya tersenyum lebar. Dia menarik tangan Ayunda, memaksa cewek itu masuk ke dalam pelukannya. Mereka pun duduk berpelukan di sofa.

"Tapi jujur ya Sayang..." bisik Gio pelan di telinga istrinya. "Dulu hidup aku itu... abu-abu banget. Semuanya hitam putih. Kerja, rapat, aturan, disiplin. Aku lupa gimana caranya ketawa lepas, aku lupa gimana rasanya main-main tanpa beban."

Gio mengusap punggung tangan Ayunda lembut.

"Tapi semenjak kamu masuk ke hidup aku... warna-warni banget. Ada merah karena kamu sering marah-marah, ada kuning karena kamu ceria, ada biru karena kadang kamu sedih... pokoknya semuanya jadi hidup. Makasih ya udah jadi pelangi di hidup aku yang dulu gelap."

Ayunda yang dengar itu langsung meleleh. Dia memukul pelan dada suaminya.

"Ih apaan sih tiba-tiba romantis gini! Baper gue tau!" celetuk Ayunda, tapi matanya berkaca-kaca. "Lo juga dong! Dulu gue itu hidupnya liar, sembarangan, gak ada aturannya. Untung ada lo yang ngarahin, yang jagain, yang bikin gue ngerasa dihargai dan dilindungi."

Ayunda mendongak menatap wajah tampan itu.

"Gue yang badung, lo yang kaku. Kita itu kayak bumbu dan masakan kan? Gak enak kalau cuma satu doang. Harus campur biar sedap."

"Betul sekali, Nyonya Giovanni yang paling pintar!"

 

Perubahan itu tidak hanya terjadi pada suasana rumah, tapi juga pada diri mereka masing-masing.

Orang-orang sekitar mulai heran melihat perubahan Giovanni. Si Bos Muda yang dulu terkenal dingin, jutek, dan susah didekati, sekarang sering terlihat tersenyum. Bahkan kadang kalau lagi bahagia, suaranya bisa lebih keras dan tawanya lebih renyah.

Di kantor, Gio masih tetap profesional, tegas, dan keren. Tapi kalau sudah pulang ke rumah dan melihat wajah Ayunda... mode 'Suami Kaku' langsung dimatikan, berganti jadi mode 'Suami Sayang' yang super lembut dan perhatian.

Begitu juga dengan Ayunda. Dia masih tetap ceria, masih tetap suka bercanda, tapi sekarang dia jauh lebih dewasa. Dia belajar mengatur keuangan, belajar menjaga penampilan, dan yang paling penting, dia belajar menjadi pendengar setia buat Gio saat cowok itu lagi capek atau pusing mikirin kerjaan.

 

Malam itu, mereka berdua duduk di teras belakang rumah menikmati angin malam. Kepala Ayunda bersandar nyaman di bahu Gio, sedangkan tangan Gio sibuk memainkan jari-jari lentik istrinya yang sudah melingkar indah dengan cincin pernikahan mereka.

"Gio..."

"Hm?"

"Kita bakal terus begini gak selamanya? Bahagia, ketawa-ketiwi, dan saling sayang?" tanya Ayunda pelan, sedikit cemas.

Gio langsung menoleh, menatap tajam tapi lembut.

"Pasti dong. Bahagia itu kita yang bikin Sayang. Selama kamu masih mau jadi Ayunda yang badung, dan aku masih jadi Gio yang kaku... kita bakal terus begini. Bahagia selamanya."

"Janji ya?"

"Janji. Aku janji bakal terus bikin hidup kamu penuh warna. Gak bakal ada hari yang membosankan selama kita sama-sama."

Ayunda tersenyum lebar, lalu dia berdiri dan menarik tangan Gio.

"Yaudah ayo masuk! Dingin nih! Terus kita nonton film horor yuk! Nanti kalau gue takut, gue bisa peluk lo erat-erat!"

"HAH?! Nonton horor lagi?! Kemarin aja kamu sampe teriak sampe tetangga pada denger!" Gio langsung protes tapi tangannya tetap ditarik paksa oleh istrinya.

"Ya kan ada lo yang jagain! Ayo ayo!"

Dan begitulah mereka. Berteriak, tertawa, berdebat hal kecil, tapi selalu berakhir dengan pelukan hangat dan cinta yang tak terhingga.

Hidup baru mereka memang penuh warna. Warna-warni kebahagiaan yang mereka lukis sendiri dengan tangan mereka.

1
Alex
meleleh abanng🥳
Alex
love sekebon gio🥰🥰
shabiru Al
ok mampir nih... moga aja seru gak ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!