NovelToon NovelToon
Lima Putra Raja Biadab: Memori Koma Dan Makam Terkutuk

Lima Putra Raja Biadab: Memori Koma Dan Makam Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / TimeTravel / Misteri
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Aura membuka mata melihat dirinya sudah ada di ruangan putih dengan peralatan medis. Awalnya Aura hanya binggung, hingga dia merasa kalau dia bermimpi panjang." Sebenarnya apa yang sudah terjadi denganku,:guman Aura melihat sekitarnya. Tampak orang tua yang dia rindukan sudah ada didepan matanya. Apa yang terjadi dengan Aura sebenarnya, ingin tahu kisahnya silakan datang membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Jejak yang Tertinggal dan Tinta yang Mengalir

Gema langkah kaki di koridor batu yang lembap itu perlahan mereda seiring dengan menghilangnya ribuan serangga ke dalam celah-celah dinding. Aura berdiri dengan tenang, merapikan helai rambutnya yang sedikit berantakan. Wajahnya datar, seolah-olah interaksi supranatural yang baru saja ia alami hanyalah percakapan sore biasa di sebuah kedai kopi.

Jack dan Falix melangkah maju dengan sisa-sisa kewaspadaan yang masih terpancar dari gerakan tubuh mereka. Senjata mereka belum sepenuhnya disarungkan.

"Kamu benar tidak apa-apa?" Jack memastikan, suaranya berat dan penuh selidik. Matanya menyisir area sekitar Aura, mencari tanda-tanda serangan sihir atau luka fisik yang mungkin tersembunyi.

Aura mengangguk pelan, menatap Jack tanpa keraguan. "Aku benar tidak apa-apa. Anak itu tidak melukaiku sedikit pun. Dia hanya... tersesat." Ia terdiam sejenak, membiarkan keheningan makam meresap ke dalam pikirannya. "Hanya saja, aku penasaran. Bagaimana bisa ada anak kecil di dalam makam kuno sedalam ini? Apa fenomena seperti ini pernah terjadi sebelumnya?"

Pertanyaan itu ditujukan kepada Kieran, yang sejak tadi hanya diam namun menatap Aura dengan tatapan tajam yang seolah ingin menembus isi kepalanya. Kieran memperhatikan Aura dari ujung kepala hingga ujung kaki, memastikan tidak ada energi negatif yang menempel pada wanita itu.

"Ini baru pertama kali kami melihat anak kecil dengan wujud seperti itu di situs sedalam ini," jawab Kieran akhirnya, suaranya rendah dan sarat akan pemikiran mendalam. "Biasanya yang kami temukan adalah penjaga tak kasat mata atau monster tanpa akal. Tapi dia... dia punya nama, punya emosi."

Kenzo, yang sedari tadi berjaga di lini belakang, kini mendekat ke sisi Aura. "Aku sempat mendengar sayup-sayup kamu berbincang dengannya. Apa kamu mengetahui sesuatu darinya? Sesuatu yang kami lewatkan?"

Aura menarik napas panjang, mencoba merangkai kata-kata agar tidak terdengar terlalu mustahil bagi logika mereka. "Anak itu berkata kalau namanya MetaJaya. Aku menebak, dia telah hidup di makam ini sejak orang tuanya meninggal dalam sebuah pemberontakan besar bertahun-tahun silam."

"MetaJaya?" Falix mengernyitkan dahi. "Nama itu terdengar seperti nama dari klan bangsawan kuno yang sudah punah."

"Mungkin," lanjut Aura jujur. "Tapi bagaimana ia bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun di sini, dengan tubuh yang seolah berhenti tumbuh, aku pun tidak tahu. Makam ini mungkin memiliki cara tersendiri untuk mengawetkan kehidupan atau penderitaan."

Setelah pembicaraan singkat yang penuh teka-teki itu, atmosfer di dalam ruangan terasa semakin berat. Jack memberikan isyarat untuk mundur. "Kita tidak bisa berlama-lama di sini. Kita perlu keluar dan mendiskusikan temuan ini dengan tim ahli. Kemungkinan besar, entitas bernama MetaJaya itu masih ada di sini, mengawasi kita dari kegelapan."

Mereka mulai berjalan keluar menyusuri lorong-lorong sempit yang diterangi cahaya senter yang mulai meredup. Saat melewati sebuah belokan yang curam, langkah Aura sempat melambat. Matanya menangkap sesuatu sebuah goresan halus di dinding batu yang membentuk pola pintu rahasia lainnya. Ada aura hangat yang terpancar dari balik celah sempit itu, berbeda dengan kedinginan makam yang biasanya.

Aura menatap pintu itu selama beberapa detik. Ada dorongan di dalam hatinya untuk menyentuhnya, untuk mengetahui rahasia apa lagi yang disembunyikan oleh kediaman terakhir MetaJaya. Namun, rasa lelah yang luar biasa tiba-tiba menghantam sendi-sendinya. Bayangan akan tempat tidur yang empuk dan mandi air hangat mengalahkan rasa ingin tahunya.

Cukup untuk hari ini, pikirnya. Ia memalingkan wajah dan terus berjalan mengikuti punggung Kieran, membiarkan pintu rahasia itu tetap menjadi rahasia, setidaknya untuk saat ini.

Begitu mereka mencapai permukaan, cahaya matahari sore yang kemerahan menyambut mereka. Di mulut gua, pemandangan mengharukan telah menanti. Orang tua Aura berdiri di sana dengan wajah cemas yang sangat jelas. Ibunya meremas sapu tangan, sementara ayahnya berjalan mondar-mandir tanpa henti.

"Aura!" Teriak ibunya begitu melihat sosok putrinya muncul dari kegelapan bawah tanah.

Tanpa membuang waktu, sang ibu langsung berlari dan memeluk Aura dengan erat, seolah takut putrinya akan menghilang jika ia melepaskannya. Sang ayah menyusul, menepuk bahu Aura dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Syukurlah kamu kembali dengan selamat, Nak. Kami hampir saja menyusul ke bawah jika kalian terlambat sepuluh menit lagi," ujar ayahnya dengan nada lega yang sangat dalam.

Aura tersenyum lembut, membalas pelukan mereka. "Aku baik-baik saja, Yah, Bu. Perjalanannya hanya sedikit... melelahkan."

Aura segera berpisah dengan tim Jack dan Kieran setelah memberikan laporan singkat. Ia merindukan privasi rumahnya. Setibanya di rumah, hal pertama yang ia lakukan adalah menyalakan pemanas air.

Suara gemericik air dingin yang menyentuh kulitnya terasa seperti membersihkan sisa-sisa debu makam dan aura kematian yang sempat melekat. Setelah mandi, ia mengenakan pakaian rumah yang nyaman dan duduk di meja makan. Sebuah mangkuk sup hangat telah disiapkan oleh ibunya. Uapnya yang mengepul membawa aroma rempah yang menenangkan indra penciumannya.

Sambil menikmati makanan, Aura mulai bercerita. Tentu saja, ia menyaring beberapa bagian yang terlalu mengerikan agar keluarganya tidak terlalu cemas, namun ia menceritakan tentang MetaJaya tentang seorang anak yang setia menunggu orang tuanya di dalam kegelapan. Keluarganya mendengarkan dengan saksama, sesekali memberikan komentar penuh simpati tentang betapa malangnya nasib anak itu.

Malam pun jatuh dengan tenang. Namun, saat anggota keluarga lainnya sudah terlelap, kamar Aura masih memancarkan cahaya temaram.

Aura duduk di depan laptopnya. Jemarinya menari dengan lincah di atas papan ketik. Pengalaman hari ini terlalu berharga untuk sekadar diingat; ia harus menuangkannya ke dalam fiksi. Karakter MetaJaya, ribuan serangga, dan ketegangan di bawah tanah ia gubah menjadi bab-bab novel yang mendebarkan. Menulis baginya adalah cara untuk memproses emosi yang tidak sempat ia tunjukkan di depan Jack dan yang lainnya.

Di tengah-tengah menulis, ia membuka tab lain di perambannya. Ia masuk ke platform menulis online tempat ia mempublikasikan karya-karyanya sebagai penulis pemula. Matanya membelalak saat melihat saldo di akunnya.

Jumlah uang yang tertera di sana sudah cukup banyak untuk ukuran penulis baru. Angka itu berkilauan di layar, sebuah validasi atas kerja kerasnya selama ini.

Aura tersenyum lebar, jemarinya menyentuh layar laptop dengan penuh rasa syukur. "Sudah bisa ditarik," gumamnya senang. Ia sudah membayangkan daftar barang yang ingin ia beli beberapa buku referensi kuno, peralatan menulis baru, dan mungkin beberapa bahan untuk eksperimen kreatifnya. Ia merasa bersemangat, bukan hanya karena petualangan fisiknya di makam, tapi karena petualangan kreatifnya mulai membuahkan hasil nyata.

Malam itu, Aura tidur dengan senyum yang masih tersisa di bibirnya. Ia tahu, besok akan ada tantangan baru, tapi dengan keberhasilan kecil ini, ia merasa siap menghadapi apa pun yang disembunyikan oleh dunia baik yang ada di permukaan maupun yang terkubur di bawah tanah.

1
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Herwanti: terima kasih sudah berkunjung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!