NovelToon NovelToon
Iblis Penelan Langit

Iblis Penelan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Gu Sheng adalah matahari tercerah di Kota Azure, jenius dengan Tulang Dewa yang ditakdirkan menjadi penguasa langit. Namun, di malam ulang tahunnya, matahari itu dipadamkan oleh pengkhianatan yang paling keji. Tunangan yang sangat ia cintai, Mu Ruoxue, merobek dadanya dan mencuri Tulang Dewa-nya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya, Lin Tian.

Dibuang ke jurang maut dengan Dantian hancur dan jalur energi terputus, Gu Sheng seharusnya mati. Namun, darahnya membangkitkan Cincin Iblis Penelan Langit, sebuah warisan kuno yang telah tertidur selama sepuluh ribu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Danau Merah dan Panggilan Kehampaan

Episode 34

Lembah itu kini tertutup oleh kabut tebal yang aneh perpaduan antara uap panas dari bangunan yang dibakar oleh api Phoenix milik Qing Er dan uap amis dari kolam darah yang mendidih. Di tengah lembah, kolam darah raksasa berdiameter dua puluh meter itu terus bergejolak. Permukaannya meletup letup, mengeluarkan gelembung-gelembung besar yang saat pecah melepaskan aroma logam yang sangat tajam dan memuakkan.

Gu Sheng berdiri di tepi kolam, ujung pedang Penebas Dosa masih meneteskan darah musuh musuhnya. Ia tidak segera melompat ke dalam. Matanya yang ungu tua menatap dalam ke arah cairan merah kental di bawahnya. Melalui Gerbang Pertama (Kai Men), ia bisa melihat bahwa kolam ini bukanlah sekadar kumpulan darah biasa.

Di dasar kolam, terdapat ribuan tulang belulang manusia dan binatang buas yang telah memutih, disusun sedemikian rupa hingga membentuk sebuah formasi pengumpul energi kuno. Darah di kolam ini adalah hasil ekstraksi dari ribuan nyawa, yang disaring secara paksa untuk menghasilkan setetes Esensi Darah Abadi.

“Bocah, perhatikan baik-baik pusat gejolaknya,” suara Kaisar Iblis membisik di dalam batin Gu Sheng, nadanya penuh dengan analisis teknis. “Si tua Crimson itu belum mati. Dia sedang mencoba menggunakan energi di kolam ini untuk menyembuhkan luka lukanya secara instan. Jika kau membiarkannya, dia akan bangkit dengan kekuatan yang lebih besar. Tapi... jika kau bisa membalikkan aliran formasinya sekarang, kolam ini akan menjadi tungku pemurnian bagi raga iblismu.”

Gu Sheng menarik napas panjang. Udara di sekitarnya terasa panas dan berminyak. Ia bisa merasakan Dantian Penelan Langit nya bergetar hebat, seolah-olah seorang pengemis yang kelaparan baru saja melihat perjamuan raja di depannya. Rasa lapar itu begitu menyiksa, membuat setiap sel di tubuh Gu Sheng berteriak minta diberi makan.

"Penyembuhan instan? Tidak di bawah pengawasanku," ucap Gu Sheng dengan suara rendah.

Ia mengangkat pedang Penebas Dosa secara vertikal ke arah langit. Cahaya rembulan yang redup seolah olah tersedot ke dalam bilah pedang hitam itu.

Sementara itu, beberapa meter di belakang Gu Sheng, para murid Sekte Pemurni Darah yang masih hidup tampak lumpuh karena ketakutan. Mereka melihat pemimpin mereka, Elder Crimson, yang biasanya begitu perkasa, kini tenggelam di dalam kolam darah.

"Apakah... apakah dia akan membunuh kita semua?" bisik seorang murid muda, tubuhnya gemetar hebat hingga ia menjatuhkan pedangnya ke tanah.

"Jangan bodoh! Lihatlah dia... dia sedang mencoba menyerap kolam darah itu!" sahut murid lainnya dengan wajah pucat pasi. "Itu adalah kolam yang berisi racun korosif dari ribuan jiwa! Siapa pun yang menyentuhnya tanpa teknik perlindungan khusus akan langsung meleleh! Dia pasti akan bunuh diri!"

Namun, perkataan murid itu segera terbungkam oleh pemandangan yang tak masuk akal.

Gu Sheng perlahan lahan mengalirkan Qi ungu nya ke dalam kolam darah melalui ujung pedangnya. Saat energi ungu bersentuhan dengan cairan merah, suara mendesis yang sangat keras terdengar, diikuti oleh kepulan asap hitam yang berbau belerang.

Ssssssss!

Warna ungu mulai menyebar di permukaan kolam, seperti tinta yang menetes ke dalam air jernih. Gu Sheng memejamkan matanya, memfokuskan seluruh energinya pada Gerbang Kedua (Xiu Men) untuk menjaga stabilitas organ dalamnya.

Ia merasakan energi yang sangat liar mencoba menyerang jalur meridiannya. Energi darah ini penuh dengan emosi negatif kemarahan, ketakutan, dan keputusasaan dari mereka yang dibunuh untuk mengisi kolam ini. Bagi praktisi normal, ini adalah racun jiwa yang paling berbahaya.

“Telan mereka semua, Gu Sheng!” kaisar iblis tertawa gila. “Jangan takut pada kebencian mereka! Kebencian adalah bumbu terbaik untuk kekuatan kita! Gunakan lubang hitammu untuk menggiling jiwa-jiwa malang ini menjadi energi murni!”

"Aku... adalah kehampaan," bisik Gu Sheng pada dirinya sendiri. "Dan kehampaan tidak memiliki rasa takut."

Gu Sheng melangkah maju. Satu kaki, lalu kaki lainnya, hingga ia berdiri tepat di tengah-tengah permukaan kolam darah yang bergejolak. Anehnya, ia tidak tenggelam. Ia berdiri di atas cairan kental itu berkat kontrol gravitasi yang luar biasa.

BUM!

Tiba-tiba, permukaan kolam di depan Gu Sheng meledak. Elder Crimson muncul kembali, tubuhnya kini diselimuti oleh lapisan darah yang sangat tebal, membentuk zirah merah yang mengerikan. Luka di dadanya telah menutup, namun matanya kini telah berubah menjadi merah sepenuhnya tanpa pupil, tanda bahwa ia telah menyerahkan kesadarannya pada energi darah demi kekuatan.

"KAU... KAU INGIN MENGAMBIL MILIKKU?!" suara Elder Crimson tidak lagi manusiawi; itu adalah suara ribuan orang yang berteriak bersamaan. "KOLAM INI ADALAH TAHKTAKU! MATILAH DI DALAMNYA!"

Elder Crimson menerjang Gu Sheng, tangannya yang kini berubah menjadi cakar darah raksasa mengarah tepat ke leher Gu Sheng.

Gu Sheng bahkan tidak membuka matanya. Ia hanya memutar pedang Penebas Dosa dengan gerakan yang sangat lambat.

WHUSSS!

Daya tarik gravitasi dari pedang Gu Sheng seketika membelokkan lintasan serangan Elder Crimson. Cakar darah itu melewati bahu Gu Sheng tanpa menyentuhnya, namun tekanan anginnya merobek jubah hitam Gu Sheng.

"Kau hanyalah tumpukan daging yang dipaksa hidup, pak tua," ucap Gu Sheng.

Ia menempelkan telapak tangan kirinya ke zirah darah di dada Elder Crimson.

"Teknik Penelan Langit, Ekstraksi Inti Darah!"

SRUUUUUUUUUUUUUUUUUT!

Seketika, seluruh kolam darah raksasa itu mulai berputar membentuk pusaran air (vortex) yang sangat besar, dengan Gu Sheng dan Elder Crimson sebagai pusatnya. Cairan merah yang tadinya ingin menelan Gu Sheng, kini justru dipaksa untuk mengalir masuk ke dalam tubuh Gu Sheng melalui titik sentuhan di dada Elder Crimson.

"TIDAK! APA YANG KAU LAKUKAN?! HENTIKAN!" Elder Crimson berteriak penuh kengerian. Ia merasakan bukan hanya energinya, tapi seluruh struktur tubuhnya sedang diminum oleh pemuda di depannya.

Proses ini sangat lambat. Gu Sheng sengaja tidak menghisapnya secara instan. Ia ingin membiarkan Qi ungu-nya memurnikan energi darah itu setetes demi setetes sebelum masuk ke Dantian nya. Ia ingin setiap partikel energi di kolam ini benar-benar tunduk pada kehendaknya.

Di kejauhan, Qing Er berdiri di atas atap sebuah bangunan yang terbakar, menatap pemandangan itu dengan mata yang berkilat emas. Ia melihat bagaimana langit malam di atas lembah itu berubah menjadi ungu kemerahan karena benturan energi yang luar biasa.

"Tuan Muda... dia sedang membangun lautan yang lebih besar," gumam Qing Er. Ia menyadari bahwa setelah malam ini, Gu Sheng tidak akan lagi sama. Kekuatannya akan mencapai tingkat yang tidak bisa dibayangkan oleh orang-orang di Kota Azure.

Hutan Binatang Buas Azure seolah olah menahan napas. Hewan-hewan buas di radius puluhan mil melarikan diri menjauh dari lembah tersebut, merasakan kehadiran seorang pemangsa yang jauh lebih mengerikan dari apa pun yang pernah ada di hutan ini.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai sekte pedang langit dengan cara paling kejam thor bikin leluhur sekte itu memohon ampunan bunuh dia aja jangan libatkan sektenya bikin mcnya tidak peduli bantai sekte itu serap kultivasi mereka naikin ranah kultivasi habis itu bantai klan lin dan klan zhou
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bantai keluarganya zhou rou bikin mereka semua mengutuk zhou rou karena menganggu mcnya
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat robek musuhnya thor bantai klan zhao
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih dalam proses ia Hehe 😅
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi mcnya sampai puncak habis itu bantai lintian dan zhaoru bikin zhaoru dan lintian memohon jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya, semua masih proses hehe 😅🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin mcnya kejam bantai lin tian beserta keluarganya bikin mcnya memasukkan pil itu ke dalam tubuh lintian bikin lintian tidak bisa bereinkarnasi bikin mcnya memakan lintian
M Agus Salim: terima kasih untuk masukannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!