NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

Suasana di kediaman Xavier lebih mirip pasar kaget yang baru saja digerebek satpol PP. Kepanikan meluap-luap. Di ruang tengah, Gerry, tangan kanan Xavier yang biasanya rapi dengan rambut klimis, kini terlihat seperti singa yang baru saja tersengat listrik.

"Bodoh! IQ kalian ini sebenarnya berapa, hah?! Kenapa bisa-bisanya kalian pulang tanpa Tuan Xavier?!" teriak Gerry. Suaranya yang menggelegar hampir menjatuhkan vas bunga antik di sudut ruangan.

Gerry meringis, memegangi lengan kanannya yang tertembak. Darah segar merembes, tapi kemarahannya jauh lebih membara daripada rasa perih itu.

"Tuan Gerry, tolong tenang dulu. Luka anda harus segera diobati—" ucap seorang dokter pribadi dengan tangan gemetar.

"Diam, kau dokter gigi atau dokter bedah?! Aku tidak butuh ceramahmu! Yang aku butuhkan adalah Tuan Xavier!" bentak Gerry murka. "Bagaimana kalau Tuan Besar tahu putranya menghilang? Kalian tahu kan hobi Tuan Besar? Dia tidak akan memecat kita, dia akan memenggal kepala kita dan menjadikannya hiasan dasbor mobilnya!"

Para pengawal langsung merapatkan barisan, wajah mereka pucat pasi. Ayah Xavier memang dikenal sebagai sang jagal yang tidak kenal ampun. Xavier yang kejam saja sudah mengerikan, apalagi ayahnya.

"Maafkan kami, Tuan. Sebagian tim sudah dikerahkan untuk menelusuri hutan lebat di perbatasan. Tapi medannya sangat sulit, akar-akar di sana seolah bergerak menghalangi kami," lapor salah satu pengawal bertubuh kekar dengan kumis baplang.

Gerry melotot ke arah pengawal itu. "Lalu kenapa kau masih berdiri di sini sambil memegangi kumismu itu?! Cepat cari! Kalau sampai matahari terbit dan tuan Xavier belum ketemu, mau kumis dan rambutmu itu hilang dari tempatnya, hah?! Akan kucabut satu-satu pakai pinset!"

Mendengar ancaman itu, para pengawal secara refleks memegang rambut dan kumis masing-masing dengan ekspresi horor. Mereka segera lari tunggang-langgang keluar kediaman, lebih takut kehilangan rambut daripada kehilangan nyawa.

"Astaga, bagaimana bisa mereka menjadi pengawal kepercayaan? Apa perusahaan rekrutmen kita sedang diskon saat itu?" gumam Gerry lirih sembari duduk dan memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri. "Xavier, kau di mana? Jangan mati dulu, cicilan mobilku belum lunas!"

*

*

Sementara di luar sana dunia sedang kacau, di dalam hutan yang sangat rimbun, tempat di mana cahaya matahari bahkan tidak berani mengintip, suasananya sangat berbeda. Di sebuah pondok kayu yang tampak magis, Luna sedang berjuang sekuat tenaga.

"Aduh, Manusia! Kenapa kau berat sekali sih? Apa kau makan batu setiap hari?" gerutu Luna sembari menyeret tubuh Xavier ke atas tempat tidur kayunya yang empuk.

Setelah berhasil menaikkan tubuh kekar itu, Luna berdiri terengah-engah. Tubuhnya masih polos tanpa busana, tapi ia tampak tidak peduli. Perhatiannya tertuju pada napas pendek Xavier.

"Luna harus bagaimana sekarang? Aduh, Luna tidak mau dia mati! Mimi Peri! Mimi Periiiii! Tolong bantu Luna!" teriak Luna dengan suara melengking yang bisa membuat telinga manusia normal berdenging.

Wush!

Tiba-tiba, udara di tengah ruangan berputar. Muncul kelopak bunga yang berhamburan, diikuti oleh seorang wanita cantik dengan sayap transparan yang berkilauan di punggungnya.

"Luna, kenapa kau memanggilku seperti sedang dikejar serigala, Sayang?" ucap wanita itu tenang. Namanya Elisa, sang peri penjaga hutan.

"Huwaaa, Mimi Periii!!!!" Luna langsung menghambur dan memeluk Elisa. "Ada manusia masuk ke rumah Luna! Dia berlubang!"

Elisa mengusap kepala Luna dengan penuh kasih sayang, namun matanya langsung membelalak saat melihat pria yang tergeletak di tempat tidur Luna.

"Luna! Kenapa kau membawa manusia itu kemari? Manusia itu berbahaya! Mereka itu mahluk yang suka menebang pohon dan membuang sampah sembarangan!"

"Tapi, dia terluka parah. Luna tidak tega, jadi Luna seret saja ke sini," balas Luna dengan mata berkaca-kaca, bibirnya melengkung kebawah, siap untuk menangis bombay.

"Tapi Luna, manusia tidak boleh tahu tempat ini ada. Jika mereka tahu kota rahasia kita ada di balik hutan ini, mereka akan datang membawa kamera dan menjadikannya konten media sosial! Manusia itu serakah dan haus perhatian," Elisa kembali menasihati dengan nada serius.

Luna menggeleng kuat. "Luna janji, setelah dia sembuh, Luna akan mengantar manusia tampan ini pulang kembali ke asalnya. Dia tidak akan ingat apa-apa, janji!"

"Manusia tampan?" Elisa mengernyitkan dahi. Ia mendekat ke arah Xavier. "Tampan dari mananya? Dia hanya punya banyak otot dan wajah yang terlihat seperti orang yang tidak pernah tersenyum."

Luna mengangguk antusias, pipinya sedikit merona. "Iya, Mimi! Lihat hidungnya, runcing sekali seperti puncak gunung. Dan badannya... wah, Luna baru kali ini melihat manusia setampan dan segagah dia," ucapnya sambil nyengir lebar, memperlihatkan gigi taringnya yang kecil.

Elisa menatap Xavier lebih dekat. Entah kenapa, wajah pria ini mengingatkannya pada seseorang dari masa lalu, tapi ia segera menepis pikiran itu.

"Mimi Peri, bisa bantu Luna sembuhkan dia?" Luna memasang wajah kucing memohon yang paling mematikan.

"Maaf Luna, aku tidak bisa menggunakan kekuatan sihir periku untuk menyembuhkan luka akibat senjata manusia secara langsung. Itu melanggar aturan alam."

Wajah Luna langsung muram. "Yah, jadi dia akan jadi bangkai di tempat tidur Luna?"

"Tapi," potong Elisa cepat melihat bibir Luna mulai gemetar, "aku bisa membantumu membuat ramuan herbal. Hutan ini punya segalanya jika kau tahu cara meraciknya."

"Benarkah?!" Dalam sekejap, mata Luna kembali berbinar secerah lampu neon. "Mimi memang yang terbaik!"

"Tapi pertama-tama, kita harus mengeluarkan peluru itu dulu dari dagingnya." Elisa menunjuk ke arah lengan Xavier yang mulai membiru.

"Peluru?" Luna memiringkan kepalanya, nampak sangat bingung. "Apa itu sejenis kacang yang tumbuh di dalam kulit manusia? Kenapa manusia menanam kacang di lengan mereka? Apa itu cara mereka menyimpan camilan?"

Elisa menepuk jidatnya sendiri. Gadis kucing ini memang sangat polos.

1
Dew666
🪻🪻🪻
🇮🇩
dipercepat 😭 plok2nya 🌚🌚🌚
angel
thor bakal up lagi gak malam ini?
Senja: Ga tahu kak, tergantung ide ini
total 1 replies
Keysha Aurelie
Vier sudah bersama kesayangan kembali dan bonus dua anak yang lucu

sekarang giliran Xander yang berbahagia
Eva Karmita
akhirnya bahagia selalu Sapir dan Luna bangun keluarga Cemara ya 🥰🥰🥰🥰
Eva Karmita
kau salah faham juga Sapir Luna tidak pernah menikah dengan Jidat... Jidat cuma jadi paman untuk anak"mu 🥰🥰
partini
lovely doply ❤️❤️, bikin cerita kaya gini lagi Thor,seru pernahh maca komik manga jepang yg berjudul fruits basket ga thor
Senja: Blm mak,, sekarang lagi suka donghua
total 1 replies
angel
lanjut thorrrr💪
Al Fatih
Syukurlah...,, salah faham sudah d luruskan....,, tapi apa ini artinya kisah Luna Xavier akan berakhir...,, jangan dulu yaa kaka
MamDeyh
Luna udah deh dgrin si Sapir. 😒
Mita Paramita
akhirnya bertemu lagi Luna & Xavier 😘 apa kabar nih Xander gak diceritain nih Thor 🤨🤨😁
Hesty
iya kaka semngt up nya kalau bisa bnyk aku kepo😍😍
Al Fatih
Syukurlah akhirnya Xavier bisa bertemu sama Luna dan anak anaknya,, tinggal gimana caranya Xavier menjelaskan dan melunakkan hatinya luna
Lilik24
tinggal nurut aja sama sapir luna
angel
semangattt up nya thorrrrr💪
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya🙏

Luna sekarang sudah bisa memanggil Xavier , tapi ada yang kurang Luna yaitu panggilan sayang 🤭
Vier yakin banget sama dua bocah itu, langsung mengakui anak nya

Mama Bella terkejut dan senang nih
omg baby Vier 🤣
Senja: cMa2 zeyeng
total 1 replies
im'yuseec
rajin" up Thor
Senja: aku usahakan kak
total 1 replies
Eva Karmita
tetiba udah enam tahun aja dan Luna udah punya bocil twins dan baiknya lagi anaknya mewarisi sikap emak bapaknya satu lembut satu mode pemburu persis bapaknya...jadi penasaran selama enam tahun Luna hidup dalam pelarian siap yg menemani ,, apa si Jidat...?? dan apa kabar Elise sama Xander apa mereka menikah atau Mereka berpisah..??
Al Fatih
koq Luna bisa ketemu si jidat...,, trus kira2 si jidat cuci otaknya Luna ga yaaa...
Dan tau2 sudah 6 taon saja yaa😅
Mita Paramita
Luna cepet ketemu Xavier 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!