NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. WATACI

Matahari mulai tergelincir, menyisakan semburat jingga yang indah di langit Jakarta. Nika berdiri di balkon kantornya, sesekali melirik jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.

Ada seulas senyum yang tertahan. Mengingat kejadian semalam, di mana Adnan tertidur pulas di ranjangnya, Nika merasa tembok es di hatinya mulai retak. Ia berniat mengajak Adnan pulang bersama, mungkin sekadar makan malam santai untuk mencairkan suasana.

Namun, senyum itu luntur seketika saat ia melihat ke area parkir bawah.

Dari kejauhan, ia melihat sosok yang sangat ia kenali. Adnan berjalan keluar bersama Vivian.

Adnan yang membukakan pintu mobil untuk Vivian sebelum akhirnya ia sendiri masuk ke kursi kemudi. Mobil itu melesat pergi, meninggalkan harapan Nika yang baru saja ingin tumbuh.

"Bodoh," gumam Nika pada dirinya sendiri.

Tangannya meremas pembatas balkon hingga buku-buku jarinya memutih. "Untuk apa aku memikirkannya. Dan kamu, Nika, lebih baik jangan berfikiran lebih."

Rasa hangat yang sempat singgah di hatinya pagi tadi kini menghilang, digantikan oleh rasa dingin yang luar biasa. Ia segera merogoh ponselnya dan menghubungi Geby.

"Geby, batalkan semua jadwalku malam ini. Kita pergi."

"Pergi ke mana, Bu Direktur? Ada meeting mendadak?" suara Geby terdengar bingung di seberang sana.

"Kita ke Hotel Ritz. Pesan meja di restoran terbaiknya. Malam ini, aku ingin menghabiskan uang untuk hal yang lebih berguna daripada memikirkan laki-laki."

Beberapa jam kemudian, Nika sudah duduk di sebuah meja eksklusif dengan pemandangan lampu kota yang gemerlap dari ketinggian. Ia mengenakan gaun hitam yang elegan, tampak sangat berkuasa namun menyimpan aura kesepian.

Di depannya, Geby tampak agak canggung melihat deretan menu yang harganya bisa untuk membayar cicilan motor.

Menu Utama. Wagyu A5 Steak dengan siraman saus truffle.

Minuman. Sebuah botol Red Wine tahun tua yang harganya fantastis.

"Bu Nika ... ini kita lagi merayakan sesuatu atau ...?" tanya Geby hati-hati sambil menyesap wine mahalnya.

Nika menuangkan kembali wine ke gelasnya, membiarkan cairan merah pekat itu membasahi tenggorokannya. "Kita sedang merayakan kembalinya akal sehatku, Geby. Ternyata produk kecantikan terbaik adalah ketegasan untuk tidak terlihat menyedihkan di depan mereka."

"Ini soal Pak Adnan lagi?"

Nika tertawa kecil, tawa yang tidak sampai ke mata. "Siapa? Aku tidak kenal nama itu malam ini. Ayo, makanlah. Jangan biarkan makanan mahal ini dingin hanya karena aku sedang membicarakan sampah."

Setiap tegukan wine terasa seperti penawar bagi rasa sesak di dadanya. Nika sengaja tidak memeriksa ponselnya. Ia tidak peduli apakah Adnan mencarinya, atau apakah pria itu sedang tertawa bersama Vivian di tempat lain.

Di bawah cahaya lilin restoran yang temaram, Nika bersumpah pada dirinya sendiri. Jika besok ia bertemu Adnan, ia tidak akan lagi menjadi Nika yang lembut. Ia akan kembali menjadi Direktur yang tak tersentuh, tanpa celah sedikit pun untuk disakiti.

Sementara itu, di sudut meja, Geby hanya bisa menghela napas. Ia tahu, bosnya sedang tidak baik-baik saja, meski balutan kemewahan malam ini mencoba menutupinya dengan sempurna.

Di sisi lain kota, di sebuah restoran yang tak kalah mewah namun dengan suasana yang lebih remang, Adnan duduk berhadapan dengan Vivian. Sebenarnya, Adnan sudah berniat menolak, namun Vivian menggunakan tameng profesionalisme dan rasa syukur atas posisi barunya di bagian produksi.

"Hanya sebentar, Adnan. Sebagai tanda terima kasih karena kamu sudah banyak membantuku beradaptasi di perusahaan ini," ujar Vivian dengan nada manis yang sulit ditolak.

Adnan berkali-kali melirik ponselnya. Tidak ada pesan dari Nika. Ia merasa bersalah karena meninggalkan kantor tanpa pamit, namun ia pikir Nika mungkin masih sibuk dengan urusan Direktur-nya.

"Aku ke kamar mandi sebentar ya," pamit Adnan sambil beranjak.

Begitu sosok Adnan menghilang di balik lorong menuju toilet, raut wajah Vivian berubah. Senyum manisnya berganti dengan tatapan yang dingin. Ia membuka tas kecilnya, mengambil sebuah botol mini berisi cairan bening, dan dengan gerakan yang sangat cepat, ia meneteskan isinya ke dalam gelas wine milik Adnan.

Cairan itu larut seketika. Vivian mengaduknya pelan dengan menggoyangkan gelas tersebut, lalu kembali memasang wajah polosnya saat melihat Adnan berjalan kembali ke meja.

Adnan kembali duduk, ia tampak sedikit gelisah. "Vivian, sepertinya kita harus cepat. Aku harus pulang."

Vivian tertawa kecil, suara yang terdengar merdu namun menyimpan bisa. "Sebentar saja. Satu toast terakhir untuk kesuksesanku di divisi produksi. Kamu tidak mau kan merusak momen bahagiaku?"

Vivian mengangkat gelasnya ke udara, menanti Adnan melakukan hal yang sama.

"Ayo, cheers untuk kerja sama kita yang lebih erat ke depannya," ajak Vivian dengan mata yang berkilat penuh arti.

Adnan sempat ragu sejenak. Ia menatap cairan merah di dalam gelasnya. Namun, karena tidak ingin memperpanjang perdebatan dan ingin segera pulang, ia akhirnya mengangkat gelasnya.

Clink!

Adnan menyesap wine tersebut hingga setengahnya, tanpa menyadari bahwa dalam hitungan menit, kesadarannya akan hilang.

Sementara itu, beberapa kilometer dari sana, Nika baru saja memesan botol wine keduanya, sama sekali tidak tahu bahwa suaminya sedang masuk ke dalam lubang singa yang sengaja digali oleh Vivian.

1
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
mampuss luu🤣🤣
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: bahagianya ibuk🤣
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wahh ada niat terselubung apa lagi si vivian ini
Resa05
novelnya keren thor, semoga makin rame semangat up terus!
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Aamiin,. makasih kak🙏
total 1 replies
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
aduhh ibuk... 🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lahh kenapa nggak tidur bareng aja nika🤣🤣
Aldinakbar
bangun Elano jangan hanya berlindung dibalik kakakmu Bangun dan lindungi kakakmu selayaknya pria sejati
Aldinakbar
17 tahun udah bukan anak anak lagi harusnya udah ngerti,kebanyakan dimanja sih
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Iya kadang karena dia anak laki" perhatiannya dengan anak perempuan berbeda.
total 1 replies
Raine
nika yg badas kenapa jodohnya adnan sih, coba ceo kaya juga biar otaknya setara
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Jodoh gak ada yg tau ya kak🤭
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
cieee udah mulai naksir🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: wkwkwk iya yi🤣🤣
total 2 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iyalah.. nika istri nya, kmu cuma mantan/Tongue//Tongue//Tongue/
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
syukurin🤣🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hayo lohh Adnan, kmu pilih siapa?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: harus nya istri lahh🤭🤭
total 4 replies
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Violin≛⃝⃕|ℙ$☘𝓡𝓳
Astaga belum juga kering makamnya udah sibuk masalah warisan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wahhh salut sama Nika wanita yg gak gampang ditindas, tapii ituu yg kenaa vas siapaa yaa?🤔🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
Jawabannya ada di bab selanjutnya ya buk.. sumpah aku bener" keteteran ini buk nulisnya🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
apa Adnan ya yg menyelamatkan nika?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika🥺🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wkwkwkwk kesian adnan🤭🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
jngn bilang gaby kenap2 ya thor🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!