NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendatangi Leon

Hai readers, Alhamdulillah author lulus kontrak, terima kasih atas dukungan nya selama ini, tidak lupa dan tidak akan bosan bosannya author minta dukungan agar author dapat menghasilkan karya yang bagus yang dapat di terima oleh para readers semua. Sekali lagi terim kasih sudah memilih karya author ini menjadi bacaan wajib para readers.

LOVE U ALL.

Hari berganti, tidak terasa satu bilang sudah Zidan dan Naila berlibur ke pantai dan pergi ke gunung. Leon pun masih sembunyi sembunyi bertemu dengan putri nya. Naila yang tahu kalau papah nya bekerja di satu gedung perkantoran yang sama, dengan berbagai macam alasan selalu i ingin ikut kakeknya pergi ke kantor. Walau saat fi kantor Naila tidak pernah ada di tempat.

Naila selalu bilang ingin tour kantor kakeknya, tapi yang ada Naila berada di ruangan Leon hanya agar bisa bertemu dengan papah nya.

"Pah, nanti ila akan sekolah, kata mamah nanti ila sekolah di sekolah anak anak kecil. " ucapan Naila suatu saat ketika berada di ruangan Leon.

"Oh ya, sekolah nya yang di mana sayang? '

" ila ga tahu papah, mamah ga buka g ila sekolah yang di mana, nanti ila kasih tahu kalau ila sudah sekolah biar papah bisa ketemu ila di sekolah. " jawab Naila panjang lebar.

"Nanti kapan kapan papah jemput sekolah ila."

"Asyik papah nanti jemput ila ya. Apalagi kalau ila bisa lihat papah setiap hari, antar jemput ila sekolah.pasti akan seru. "

Leon hanya tersenyum tipis dengan keinginan putrinya yang tidak banyak, hanya ingin berkumpul dengan papah nya setiap hari.

"Do'akan papah nak, biar papah bisa menaklukan mamah kamu sehingga kita bisa berkumpul setiap hari, dan tidak sembunyi sembunyi seperti ini. " Bathin Leon.

"Papah melamun ya? " Tanya Naila yang mengkipas kipas kan tangannya di depan wajah Leon.

"Papah ga melamun kok, sudah mau makan siang, lebih baik ila ke ruangan kakek ya, nanti kakek bisa curiga kalau ila ada di ruangan papah. "

"Oke papah, ila pulang dulu ya." Naila mencium pipi Leon.

Leon yang mendapat perlakuan manis dari putri nya merasakan kebahagiaan dan juga kehangatan dan juga kasih sayang.

Naila bergegas ke ruangan kakeknya yang berada satu tingkat di ruangan papahnya. Naila mengeruk pintu untuk memastikan kalau kakeknya berada di dalam ruangan nya.

Lali Naila masuk ke dalam ruangan kakeknya yang ternyata masih sibuk dengan berkas berkas yang berada di atas meja kerjanya.

"Kakek ila lapar, mau makan. " Naila mengalihkan perhatian kakeknya dari berkas yang menumpuk.

'Sudah jam makan siang ya, ternyata cucu kakek lapar ya sayang, mau makan di sini atau makan di restoran? " tanya tuan Aditama.

"ila mau makan di sini saja, biar ga usah cape cape keluar dari kantor kakek. "

"Ya sudah kalau begitu, kakek pesankan makanan dari restoran mamah kamu saja ya, di sanalah meni ya sama dengan yang di rumah ila. "

"Oke kakek. " Naila menyatukan jaringan jempol dan telunjuknya menjadi lingkaran.

Tuan Aditama meminta sekretaris nya untuk memerankan makanan di restoran milik ibunya kembar.

Setengah jam kemudian, makanan yang di pesan sudah datang, tuan Aditama menghentikan pekerjaan nya terlebih dahulu kemudian makan yang sudah di tata rapi di atas meja oleh sekretaris nya.

Naila terlihat sangat lahap makan nya, mungkin karena lapar atau juga karena makanannya yang di pesan makanan kesukaannya yang biasa di buatkan oleh neneknya.

Selesai makan,perut Naila kekenyangan, akhirnya tidur di sofa yang ada di ruangan kakeknya. Jam pulang kantor sudah terdengar, karyawan sudah mulai pulang, begitupun dengan tuan Aditama dan juga Naila yang masih betah tidur.

Banyak karyawan yang melihat tuan Aditama menggendong anak kecil yang sedang tidur, beberapa karyawan ada yang membicarakan nya, ada yang berspekulasi tentang siapa Naila.

Tuan Aditama naik mobil yang sudah terparkir di depan lobi kantor, mobil melaju membelah lalu lintas jalan raya yang sudah mulai macet mungkin karena jam pulang kantor.

Empat puluh lima menit kemudian, mereka berdua sudah sampai di rumah Rania.

"Naila tidur pah? "

"Iya, dari tadi setelah makan siang, mungkin merasa lelah setelah keliling kantor. "

Tuan Aditama meletakkan Naila di atas tempat tidur Rania, kemudian menyelimuti hingga dadanya.

Hari pun berganti sudah pagi. kembar sarapan pagi bersama dengan bu Arini dan juga Rania. Hari ini adalah hari pertama kembar sekolah taman kanak-kanak.

"Mamah Zidan sekolah nanti di antar mamah atau sama pak supir? "

"Hari ini mamah yang akan antar kalian ke sekolah, nanti di jemput sama nenek dan pak supir. "

"Kakek sama nenek datang ga mah ke sekolah ila? "

"Seperti nya tidak sayang, hari ini nenek sama kakek akan berangkat ke Singapura untuk cek up nenek."

"Nenek sakit mah? ' tanya Naila.

" Nggak sayang, hanya cek kesehatan saja. " jelas Rania.

"Sekarang kalian habiskan sarapan nya, nanti mamah yang akan mengantar sampai depan kelas, yang akan jemput kalian nenek Arini ya." Rania menekankan kembali.

"Iya mah. " sahut kembar bersamaan.

Selesai sarapan, kembar bersiap berangkat sekolah di antar Rania menggantikan mobil miliknya, "Dah nenek, ila sekolah dulu yah. '

" Ya sayang, belajar yang rajin. " bu Arini memberikan semangat.

Rania membawa mobilnya kelahiran dari gerbang kemudian ke jalan raya yang sudah mulai macet walaupun hari masih banyak agi namun tetap tidak berpengaruh pada jalan raya yang macet.

Setengah jam kemudian, mobil Rania memasuki kompleks sekolah taman kanak-kanak tempat kembar akan sekolah. Rania kemudian turun dari mobil di ikuti kedua anaknya yang akan mulai masuk sekolah hari ini.

"Mamah kelasnya di mana? " tanya Naila

"Sebelah sini sayang, ayo mamah tunjukin, nanti kalau sudah tahu di mana kelasnya, kalian bisa masuk sendiri ke dalam kelas ya sayang. "

"Iya mah... " jawab kembar.

Rania membawa masuk kedua anaknya, di dalam kelas sudah ada bu guru yang akan membantu kedua anaknya belajar..

"Halo anak manis, sini sama bu guru kita masuk kelas ya. " Ajak miss Desi.

'Iya bu guru. " jawab keduanya.

Dengan wajah yang malu malu kembar diperkenalkan oleh miss Desi pada teman temanya di kelas. Kemudian kembar di minta duduk di kursi yang sudah disediakan untuk kembar duduk.

Rania pamit pada kedua anaknya untuk ke kantor, Rania sudah merasa tenang melihat kembar sudah masuk kelas. Setelah pamit pada miss Desi, Rania berangkat ke toko roti miliknya.

Sampai di toko roti nya, Rania mulai berkutat dengan pekerjaan nya yang sudah menumpuk. Semua di periksa dengan teliti agar tidak ada kecurangan dalam tempat usahanya.

Saat Rania mengecek semua berkas yang ada, ponselnya berbunyi, entah kenapa tiba tiba saja perasaan Rania sangat tidak enak.

"Yaa Tuhan apa yang akan terjadi mengapa hati ini terasa sangat tidak tenang. " ucapnya dalam hati.

Kemudian Rania mengambil ol ponselnya yang di letakkan di atas meja kemudian menyentuh tombol hijau.

"Ran kamu sekarang ada di mana? " Tanya bu Arini dari sebrang terdengar panik.

"Ran sekarang ada di kantor, ibu ada apa, kenapa suaranya seperti orang yang sedang ketakutan seperti itu? "

"Zidan Ran Zidan"

"Iyaa bu, Zidan kenapa? '

 " Zidan pingsan di kelas, ibu baru saja sampai di sekolah, miss Desi memberitahu ibu kalau Zidan pingsan. " bu Arini sangat panik.

"Ibu sekarang ada di mana? " tanya Rania sama paniknya.

"Ibu sekarang ada di rumah sakit persada. Kamu cepat ke sini ya Ran. Kahan Naila nggak ada kamu. "

"Iya bu, Ran ke sana sekarang. "

Bergegas Rania membereskan semua berkas yang masih menumpuk di atas mejanya, pikiran nya sangat kalut, takut terjadi apa apa dengan putranya, hal yang selama ini sangat di takut kan oleh Rania, dalam hati Rania berdo'a agar tidak ada sesuatu yang serius menimpa putra nya.

Rania bergegas ke parkiran menuju mobilnya yang terparkir du depan toko rotinya yang sedang ramai pengunjung karena pas jam makan siang.

Mobil yang di kendarai Rania melaju sangat kencang, hingga beberapa kali hampir menabrak orang dan pengguna jalan lainnya. Sumpah serapah dari orang orang yang di senggol nya.

Tiga puluh menit kemudian, Rania sampai di depan rumah sakit Persada. Rania turun dari mobil kemudian Rania berjalan ke rumah ruang IGD, bu Arini dan Naila serta miss Desi yang sedang menenangkan Naila yang sedari tadi menangis terus.

"Bu bagaimana keadaan Zidan? " Rania dengan wajah panik nya.

"Zidan masih di periksa dokter, kita tungguin saja semoga tidak ada hak yang menakutkan Ran. " jawab bu Arini.

Rania baru menyadari ada miss Desi disik di sebelah ibunya. "Miss Desi maaf saya tidak memperhatikan miss. " Rania Basa basi

"Iya mamah kembar tidak apa apa. Karena mamah kembar sudah ada di sini, saya pamit dulu. "

"Oh iya, terima kasih miss, sudah membantu ibu saya. "

"Sama sama, itu juga kewajiban saya karena Zidan anak didik saya, dan kejadiannya masih di lingkungan kelas. "

Setelah berbicara, miss Desi pamit pulang, tinggal mereka bertiga yang masih ada di depan ruang IGD.

"Mamah... " Rengek Naila.

"Sini sayang,amah peluk. " Rania membawa Naila dalam pelukan nya.

Tidak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan IGD. "Dengan keluarga pasien Zidan? " tanya Dokter.

"Iya dokter bagaimana dengan keadaan putera saya? "

"Bisa kita bicara di ruangan saya nyonya? "

"Baik dokter" Rania memberikan Naila pada ibunya, sementara Rania mengikuti dokter tersebut ke ruangan nya.

Sampai di ruangan dokter, Rania duduk di depan meja dokter, kemudian dokter mulai bicara dengan Rania.

"Maaf sebelumnya nyonya jangan kaget dulu,, hanya akan menjelaskan perihal sakitnya putra anda. "

"Anak saya sakit apa dokter? " Rania dengan wajah pucat.

"Putra anda mengidap penyakit leukemia atau kanker darah. " Jelas dokter.

Duuuuaaaaaaaarrrr

Rania seperti di sambar petir, pandangan nya terasa gelap. tidak percaya apa yang katakan oleh dokter tersebut.

"Dokter tidak bercanda kan? " tanya Rania tidak percaya.

"Saya tidak sedang bercanda. " jawab dokter.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh serta menguji sampel darah putra anda, hasilnya positif putra anda mengidap leukemia. " jelas dokter panjang lebar.

"Apakah bisa di sembuhkan dokter? "

"Bisa nyonya dengan pengobatan dan juga dengan donor sum sum tukang belakang. "

"Apakah saya bisa dokter? "

"Kita periksa dulu? "

"Sebaiknya suami anda hadir, siapa tahu sum sum tukang belakangnya cocok dengan putra anda. "

"Tapi saya yang akan mendonorkan nya dokter. "

"Kalau seandainya tidak cocok, suami anda bisa menolong putra nya. Secepatnya nyonya."

Setelah mendengar penjelasan dari dokter, Rania keluar dari ruangan dokter tersebut kembali ke ruang IGD. Dimana anak dan ibunya masih di sana

"Apa kata dokter Ran? " tanya bu Arini melihat Rania tampak pucat.

"Zidan leukemia bu, Ran harus bertemu dengan papah nya agar bisa mendonorkan sum sum tulang belakang kalau punya Ran tidak cocok. "

"Pergilah cari tuan Leon, kesampingkan egois kamu demi Zidan, sebelum semuanya terlambat dan hanya tinggal penyesalan. " ujar bu Arini.

"Baiklah bu, Ran titip Naila. "

"Mamah mau ke mana, ila ikut mamah? " rengek Naila.

"Mamah mau ketemu papah dulu sayang, ila tunggu di sini sama nenek Arini ya. " bujuk Rania.

"Ga mau ila ikut mamah. "

"Bawa saja Ran, dari pada nanti malah nangis."

"Ya sudah ayo kalau kamu mau ikut. " ujar Rania

Rania membawa Naila ikut ke perusahaan Leon, walaupun sebenarnya Rania tidak ingin bertemu dengan laki-laki yang pernah melukainya namun demi putranya, Rania berusaha untuk tidak egois.

Naila yang duduk di samping Rania yang sedang mengemudi hanya terdiam saja sambil sesekali makan roti yang tadi Rania bawa dari toko.

Empat puluh menit kemudian, mobil Rania memasuki parkiran gedung kantor Aditama Corp yang menjulang tinggi. Dengan hati yang berdebar Rania dan Naila turun dari mobil berjalan ke dalam lobby perusahaan.

Rania berjalan ke arah customer service, ada dua orang wanita yang sedang bertugas di sana, dengan perlahan Rania mendekati kedua wanita tersebut dan mengutarakan maksudnya.

"Selamat siang mba. ' Sapa Rania.

" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu? " jawab salah satu wanita tersebut.

"Saya ingin bertemu dengan tuan Leon apakah bisa anda tunjukan di mana ruangannya. "

"Apa sudah ada janji? "

"Belum mba, tapi ini sangat urgent, bisa tolong saya mba. " Rania memohon.

Kedua wanita tersebut menilik Rania dari atas sampai bawah melihat penampilan Rania yang memang tidak terlalu mencolok.

"Tapi kalau tidak ada janji kami tidak bisa memberikan ijin anda untuk bertemu dengan tuan Leon. " ujar wanita tadi dengan wajah yang tidak bersahabat.

"Lebih baik mba pulang saja lagi, tuan Leon pasti tidak akan menerima anda apalagi anda sudah punya anak. " melirik Naila yang sejak tadi hanya melihat saja.

. "Mba ini darurat, tolong beritahu di mana ruangan tuan Leon. " ujar Rania dengan menahan amarah.

"Sudah saya bilang harus ada janji baru kami akan memberitahu di mana ruangan tuan Leon. " jawabnya masih ketua.

Saat sedang berdebat, tiba tiba saja Ryan melintas dan mendengar mereka menyebut nyebut nama Leon. Ryan berjalan untuk menghampiri ketiganya.

...****************...

1
tia
dobel update thor
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!