NovelToon NovelToon
Istrinya Pak Guru ?

Istrinya Pak Guru ?

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Cintapertama / Konflik etika / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:20.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: sinta amalia

WANTED DILARANG JIPLAK !!! LIHAT TANGGAL TERBIT !!!

Karena ketidaksengajaan yang membuat Shania Cleoza Maheswari (siswi SMA) dan Arkala Mahesa (guru kimia) mengikat janji sehidup semati di hadapan Tuhan.
Shania adalah gadis dengan segudang kenakalan remaja terpaksa menikah muda dengan gurunya Arka, yang terkenal dingin, angkuh dan galak.
Tapi perjuangan cinta Shania tak sia sia, Arka dapat membuka hatinya untuk Shania, bahkan Arka sangat mencintai Shania, hanya saja perlakuan dingin Arka di awal pernikahan mereka membuat lubang menganga dalam hati Shania, bukan hanya itu saja cobaan rumah tangga yang mereka hadapi, Shania memiliki segudang cita cita dan asa di hidupnya, salah satunya menjadi atlit basket nasional, akankah Arka merelakan Shania, mengorbankan kehidupan rumah tangga impiannya ?

Bagaimana cara Arka menyikapi sifat kekanakan Shania.Dan bagaimana pula Arka membimbing Shania menjadi partner hidup untuk saling berbagi? ikuti yu asam manis kehidupan mereka disini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masak masakan

Shania mengekor di belakang badan kekar Arka, membayangkan jika punggung lebar itu sangat enak dan sandarable untuk ia peluk.

Lelaki itu mengambil celemek, dan memasang di badannya, Shania melongo sampai tak berkedip, lelaki itu sexy dilihat pada saat saat tertentu, sebuah artikel yang ia baca secara tak sengaja bersama Inez. Salah satunya saat memasak.

Shania menarik kursi dan menopang dagunya memperhatikan setiap gerakan lelaki yang ia sebut pak kalajengking itu tengah mengambil bumbu dan bahan masakan.

"Pak, cowok tuh tambah sexy tau kalo lagi masak !" aku Shania tanpa tedeng aling aling mengakui kekagumannya, membuat Arka menggelengkan kepalanya mendengus geli.

"Kamu masih kecil, tau sama cowok sexy ! belajar yang bener," jawab Arka terkekeh tanpa suara.

"Cih, Shania kan cewek normal pak, tau lah mana yang bikin ngiler !" jawabnya.

Tak ingin hanya melihat, Shania mendekat menghampiri Arka, memperhatikan setiap langkah yang Arka lakukan dengan seksama dan sesekali berdecak kagum.

"Awas tangannya kepotong pak, "

"Itu minyaknya awas nyiprat nyiprat,"

Dan masih banyak lagi ketakutan ketakutan Shania lainnya sepaket wajah polosnya yang membuat Arka gemas dan malah ingin menggodanya.

"Pak, jangan kebanyakan nanti keasinan, ntar bapak darah tinggi !" saat Arka menuangkan garam.

"Kamu coba !" Arka menyendok tumisan buatannya tepat ke dalam mulut Shania.

Pipi merah muda itu semakin berwarna pink merona dengan mata berbinar, saat merasai masakan buatan Arka.

"Emmhhh enak pak ! Shania suka !" seru Shania, Arka menyunggingkan senyumnya puas, ada kepuasan tersendiri saat hasil usahanya dihargai, Shania mengambil sendok dari tempatnya dan ikut menyendok tumisan langsung dari wajan yang masih panas.

Karena Shania tidak meniupnya dengan benar dan tidak sabaran untuk segera melahapnya, alhasil ia melahap tumisan yang masih panas dan sontak memuntahkannya lagi.

"Aahhh...ahhh panas !!" aduhnya mengipasi lidahnya.

"Eh, " Arka tertawa kali ini melihat kecerobohan Shania yang konyol.

Shania mengibas ngibaskan tangan di depan mulutnya, peluh sampai mengucur di dahinya.

Arka menghampiri Shania yang masih berusaha mengipasi lidahnya, "sini saya lihat ?!" Arka mendekat meraih pipi gembil Shania, melihat lidah memerah yang Shania julurkan.

"Sudah tau masih panas, malah kamu lahap...itulah kalo orang rakus. Tidak sabaran !" ujar Arka masih menangkup kedua pipi Shania. Percayalah, tindakan impulsif yang Arka lakukan membuat keduanya berada di situasi yang canggung saat ini, namun keduanya nyaman akan itu, bahkan belum pernah Arka dapatkan dari Alya.

"Minum dulu, " Arka menyerahkan segelas air putih yang baru saja ia tuangkan ke dalam gelas.

"Pak, lidah depan Shania jadi mati rasa pak, " rengeknya mengaduh, menjulurkan lidahnya dan menunjukkannya pada Arka. Shania tak tau, jika tindakannya ini memancing suatu gelora panas tersendiri untuk lelaki dewasa macam Arka.

"Nanti sembuh sendiri, jangan dijulurkan terus, kamu bukan doggy ! cepat pindahkan tumisannya ke mangkuk, kita sarapan," titah Arka, sementara ia melepas celemek dan mencuci tangannya. Shania mengangguk dan menata piring, tak lupa memindahkan tumisan barusan ke dalam mangkuk.

Keduanya duduk berhadapan, Shania bukan tipe gadis pemilih ataupun malu malu.

"Buruan pak, aku dah laper ! mau aku ambilin nasinya ngga?" tanya Shania.

"Biar saya ambil sendiri," jawab Arka. Setelah membiarkan Arka duluan yang mengambil nasi, Shania menyendok nasi ke piringnya.

"Berdo'a dulu !" mata Arka mendelik melihat Shania yang baru saja mangap dan akan memasukkan nasi ke dalam mulutnya.

"Udah dong, " tukasnya.

"Hap !" suapan tiap suapan ia masukkan sudah masuk ke dalam mulutnya.

Melihat betapa lahapnya Shania membuat Arka tersenyum tipis setipis kulit ari, lucu, menggemaskan.

"Kalo makan pelan pelan, katanya lidahnya mati rasa. Tapi masih bisa selahap itu ?!" Arka memasukkan nasi ke dalam mulutnya.

"Lapar, lagian yang mati rasanya cuma di bagian depan doang, " jawabnya tak manja.

***************

"Saya belum bilang hukuman kamu karena taruhan itu kan ?" ucapan Arka membuat Shania yang tengah meregangkan otot ototnya di sofa sontak memberenggut.

"Ihhh, masih inget aja !" cibirnya.

"Ingatan saya kuat !" Arka sudah membawa sabun mobil, busa, dan kanebo.

"Nih, hukuman buat kamu !"

"Apaan ini pak ?!" tanya Shania menautkan alisnya.

"Cuci mobil di depan, itung itung kamu membakar lemak, " jawab Arka.

"Ihh, mana ada Shania punya lemak, ga liat nih badan Shania kecil gini ?!" cebiknya menampilkan leku kan tubuhnya di depan Arka.

"Jangan banyak alasan, cepat sana kerjakan keburu saya ke cafe !" Shania meraih benda benda itu lalu pergi keluar, padahal seumur umur mobil ayahnya saja belum pernah ia cuci.

"Ini gimana cucinya pak ?! kenapa ga dibawa ke car wash aja sih ?!" gerutunya.

"Ga ikhlas ? selama ada yang ikhlas dan gratis kenapa harus cari yang bayar ?!" tanya Arka menyebalkan, ia hanya duduk dengan memangku laptopnya di kursi teras, tempat yang cocok untuk mengawasi Shania. Apa maksudnya itu ? kini lelaki ini sudah berani menggoda dan mengusili Shania.

"Airnya kamu putar dari keran yang disitu !" tunjuk Arka pada keran yang ada di parkiran mobil dengan selang yang masih menggulung terikat tali.

Shania menaruh sabun mobil, dan kanebo di pinggiran tembok, melihat Shania yang kerepotan Arka menaruh laptopnya dan membantu Shania.

"Hm, " Arka menhela nafas kasar.

"Perhatikan !" Arka membuka tali yang mengikat gulungan selang dan membawanya mendekati mobil.

"Coba nyalakan !" pekik Arka.

"Oh oke pak !" jawab Shania segera berlari ke arah kran air, ia lalu memutar kepala kran hingga batas maksimal.

"Udah pak !" jawab Shania.

"Tapi ini belum keluar ?! yang benar putarnya !" jawab Arka.

"Udah bener pak, ck ! dikira aku beg*o apa cuman muter kran aja ga bisa ?!" gerutu Shania.

Arka mengarahkan selangnya untuk melihat lubang selang, bersamaan dengan Shania yang meninggalkan kran air.

"Syurrrrrr !!!!"

Arka terkesiap saat air keluar kencang dan deras dari lubang selang ke arahnya.

"Haaaa ?!" Shania menutup mulutnya dengan kedua tangan, saat air membasahi baju Arka.

"Shania !!!"

Shania tergelak puas melihat Arka yang basah kuyup. Mata Arka menatap memicing, ia mengarahkan selang pada Shania, hingga Shania sama sama ikut basah kuyup.

"Ih pak Arka !!!!" seru Shania menghindar.

Keduanya mandi di kamar mandi yang berbeda, karena pada ujungnya mobil di cuci oleh keduanya.

"Shania mau ke rumah bunda pak, bareng ya, " pinta Shania, Arka mengangguk.

"Jadi ambil motor?" tanya Arka.

"Jadi dong, uang saku kan bapak potong 2 bulan ! biar hemat uang ongkos, " jawab Shania.

"Ya sudah, saya antar ke rumah bunda dulu, jangan pulang terlalu malam !" Shania mengangguk.

Shania masuk ke dalam mobil, "pak, pulangnya jangan kemaleman, Shania takut kalo sendirian, apalagi kalo malem.."

"Iya," mulutnya dengan enteng mengiyakan permintaan Shania, meskipun hatinya ingin menolak. Tak tau kenapa akhir akhir ini Arka mulai bisa menerima Shania di hidupnya, sikap konyol dan cerbohonya, tingkah ceria nya, dan juga wajah menggemaskannya membuat Arka merasa hidupnya akhir akhir ini lebih berwarna.

.

.

.

1
Mini Amora
seneng bgttt baca ceritamu ini thor..

cerita lengkap ttg cinta, kasih sayang, persahabatan, org tua, pendidikan, dunia kerja, dikemas dalem cerita yg menarik, yg setiap babnya gak pengen untuk dilewatin.

terima kasih ya thor untuk karyamu ini
next, lanjut baca yg mana yaaa😍
Mini Amora
seseru ini emang kurawa🤣🤣🤣
Mini Amora
sumpahhhhhhhhh ngakak.... 🤣🤣🤣
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Mini Amora
sumpahhhhhhhhh ngakak.... 🤣🤣🤣
Mini Amora
baby galexia😍
Mini Amora
ouhhhh jadi nama galexia & andromeda terinspirasi dari sini toh... kerennnn euy
Mini Amora
aahhhhh... so sweet mas arka & sha😍
Mini Amora
penjelasan mu luarrrrr biasa thor👍
Mini Amora
alhamdulilah...
sha ketemu org baik & dapet nasihat...
Mini Amora
Inez bener² sahabat yg baik
pemikiran nya dewasa...
sha jadi pnya pertimbangan kan😄
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Mini Amora
pertemuan ayah arka dgn dokter fatur bgni tohhh
Mini Amora
kayaknya Alya juga ada yg gak beres kog, ada di bab brp gtu kan, pkknya malah sblum ayah arka nikahin mommy shania deh....
ieda1195
ini ada pas di novelnya a mboy
Mini Amora
ouhhhhhh jadi bgni toh bisa nikahnya mommy sha & ayah arka
Mini Amora
mommy sha... ternyata bgni toh awal ketemuannya sama ayah arka🤭
Mini Amora
setelah baca cerita ttg anak² nya yaitu galexia & andromeda, skrg baca ttg org tuanya, mommy shania & ayah arka
Rosa Lia
mampir tehh sin😍😍
ieda1195
reread yg kesekian kali, klo om gledek udah bicara, wes wesss atit peyutt
ieda1195
jadi nama anak anaknya terinspirasi dari sini tohh 😁
ieda1195
jadi telur orang Sunda nyebutnya endog juga ya mb 😁 baru tau 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!