NovelToon NovelToon
Possessive Wife

Possessive Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Romansa / Komedi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: SNOWBIRDS

Dimas hanyalah seorang pegawai kantoran biasa yang hidup dalam rutinitas yang melelahkan. Namun, di balik pintu apartemennya, menanti sebuah rahasia yang tidak akan dipercayai oleh siapapun: seorang istri cantik luar biasa bernama Linda, yang berasal dari ras siluman rubah.

Linda bukan sekadar istri biasa. Ia memiliki kasih sayang yang meluap-luap, namun berbanding lurus dengan sifatnya yang sangat posesif. Baginya, keterlambatan Dimas pulang kerja adalah "kejahatan besar" yang hanya bisa ditebus dengan perhatian penuh dan kemanjaan yang intens. Linda tidak segan-segan menggunakan pesona silumannya untuk memastikan Dimas tidak pernah berpaling darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SNOWBIRDS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

...----------------{DIMAS}----------------...

Pagi itu, atmosfer di dalam mobil Avanza ku tidak seperti biasanya. Bukan lagi bau pengharum ruangan rasa jeruk yang mendominasi, melainkan campuran antara aroma kecemasan Linda yang berbau melati tajam dan aroma gugup ku yang mungkin berbau kopi instan basi. Kami tidak sedang menuju rumah sakit umum yang biasa kami datangi dengan drama "celana olahraga ganjal ekor". Kali ini, tujuan kami adalah sebuah klinik tanpa papan nama di pinggiran kota, tempat yang direkomendasikan oleh Bibi Sari melalui sebuah pesan singkat yang ditulis dengan tinta emas di atas kertas kulit.

“Dokter spesialis khusus,” Keluh ku sembari mencengkeram kemudi. “Seorang dokter yang tidak akan pingsan jika melihat denyut jantung yang frekuensinya melampaui batas manusia, atau bayi yang memiliki struktur tulang yang lebih mirip predator daripada mamalia biasa. Aku sudah menyiapkan mental, tapi tetap saja, melihat Elkan secara visual untuk pertama kalinya melalui teknologi... itu membuat tangan ku gemetar lebih hebat daripada saat aku presentasi di depan jajaran direksi.”

L inda duduk di samping ku, mengenakan tunik longgar yang sangat cantik. Wajahnya pucat, ekor-ekornya yang untungnya bisa disembunyikan dengan sihir penyamaran yang sedang stabil pagi ini melilit kaki ku dengan erat di bawah dasbor.

"Dimas, bagaimana jika dia tidak terlihat seperti bayi manusia sama sekali?" bisik Linda, suaranya kecil dan rapuh. "Bagaimana jika dokter itu bilang Elkan terlalu berbahaya untuk dilahirkan?"

Aku melepaskan satu tangan dari kemudi dan menggenggam tangannya. Dingin. "Linda, dokter ini adalah kenalan bibi mu. Dia sudah menangani ribuan kelahiran siluman selama ratusan tahun. Dan soal Elkan... apa pun yang kita lihat di layar nanti, dia tetap anak kita. Ingat itu."

Kami sampai di sebuah bangunan tua bergaya kolonial yang tersembunyi di balik pohon-pohon beringin besar. Di dalamnya, tidak ada bau obat yang menyengat, hanya bau dupa dan keheningan yang menenangkan. Seorang pria paruh baya dengan kacamata bundar dan aura yang sangat tenang menyambut kami. Dr. Aris. Dari cara telinganya sedikit meruncing saat dia tersenyum, aku tahu dia bukan manusia murni.

"Mas Dimas, Mbak Linda... silakan masuk," suaranya lembut namun berwibawa. "Mari kita lihat bagaimana kabar si kecil yang sudah membuat gempar seluruh klan rubah ini."

Linda berbaring di atas ranjang periksa. Aku berdiri di sampingnya, memegang tangannya seolah-olah hidup ku bergantung pada genggaman itu. Dr. Aris mulai mengoleskan gel dingin ke perut Linda yang membuncit indah.

"Dingin sekali," gumam Linda, otot perutnya sedikit menegang.

"Rileks, Mbak. Si kecil butuh air yang tenang agar gambarnya jelas," kata Dr. Aris sembari menggerakkan transduser di atas kulit Linda.

Layar monitor di samping kami awalnya hanya menampilkan kabut hitam dan putih yang bergerak-gerak. Jantung ku berdegup kencang, suaranya terasa memekakkan telinga di ruangan yang sunyi itu.

“Ayo, Elkan,” Keluh ku dalam hati, mata ku tidak berkedip menatap layar. “Tunjukkan wajah mu. Beritahu Papa bahwa kau baik-baik saja di dalam sana. Jangan takut pada cahaya kecil ini.”

Tiba-tiba, gambar itu mengental. Sebuah siluet mulai terbentuk. Dr. Aris memutar tombol pada mesin USG, memperbesar gambar di area kepala janin.

"Nah, ini dia," gumam Dr. Aris dengan nada kagum yang tidak bisa ia sembunyikan.

Aku menahan napas. Di layar itu, aku melihat seorang bayi. Tangannya yang mungil tampak menutupi wajahnya sejenak, namun yang membuat jantung ku seakan melompat keluar adalah bagian atas kepalanya. Di sana, di antara lipatan jaringan yang seharusnya rata, terdapat dua bentuk segitiga yang sangat jelas.

Dua telinga rubah yang kecil dan runcing.

Dan yang paling luar biasa? Telinga itu bergerak. Mereka berkedut, seolah-olah Elkan sedang mencoba menangkap suara percakapan kami di dunia luar melalui sensor supranaturalnya.

"Astaga..." Linda menutup mulutnya dengan tangan, air mata langsung mengalir deras di pipinya. "Dimas, lihat... telinganya. Dia punya telinga ku."

"Bukan hanya telinganya, Mbak Linda," Dr. Aris menunjuk ke arah bagian tulang belakang janin. "Lihat aliran energinya. Dia tidak hanya tumbuh secara fisik, dia sedang menenun sihir pelindungnya sendiri. Bayi ini luar biasa kuat. Dia sudah memiliki kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya bahkan sebelum menghirup udara pertama."

Aku terpaku. Di layar itu, Elkan mendadak menurunkan tangannya dari wajah. Meskipun gambarnya hanya hitam putih dan sedikit kabur, aku bersumpah aku bisa melihat fitur wajahnya. Dia memiliki hidung yang kecil seperti Linda, tapi bentuk rahangnya... itu rahang ku.

“Dia nyata,” Keluh ku, rasa haru yang luar biasa menyapu seluruh kecemasan ku. “Dia bukan monster, bukan ancaman, bukan sekadar 'proyek logistik'. Dia adalah manusia kecil dengan sedikit sentuhan keajaiban di kepalanya. Dia adalah anak ku. Dia adalah bukti bahwa cinta beda spesies ini bukan sebuah kesalahan, melainkan sebuah penciptaan.”

"Dia sedang mendengarkan mu, Mas Dimas," kata Dr. Aris sambil tersenyum. "Coba bicara padanya."

Aku mendekatkan wajah ku ke arah perut Linda, suara ku bergetar. "Hai, jagoan. Ini Papa. Papa... Papa sangat bangga pada mu. Telinga mu sangat keren, Elkan. Nanti Papa belikan topi yang paling nyaman supaya telinga mu tidak kedinginan, oke?"

Begitu aku selesai bicara, bayi di layar itu mendadak bergerak aktif. Dia menendang, dan sebuah kilatan cahaya putih samar muncul di monitor sebuah gangguan elektromagnetik kecil akibat luapan energinya yang merespons suara ku.

"Dia menjawab mu," bisik Linda, ia menarik tangan ku untuk menciumnya. "Dia tahu itu kau, Dimas."

Namun, suasana haru itu mendadak berubah menjadi serius saat Dr. Aris mengernyitkan dahi melihat grafik di sudut layar. "Ada satu hal yang harus kalian waspadai. Energi kinetik yang dipancarkan dari tulang ekornya menunjukkan bahwa dia mungkin tidak akan lahir dengan satu ekor saja. Dia sedang mempersiapkan struktur untuk kelipatan tiga."

"Maksud Dokter?" tanya ku panik.

"Dia bayi laki-laki, tapi potensinya setara dengan ratu rubah," Dr. Aris menatap ku dengan tatapan memperingatkan. "Ini sangat jarang terjadi. Biasanya bayi campuran membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangkitkan ekor tambahannya. Tapi Elkan... dia sepertinya ingin lahir dengan kekuatan penuh. Kalian benar-benar harus segera pergi ke lereng Merapi. Tekanan energi di Jakarta terlalu besar untuknya. Dia butuh energi bumi yang stabil agar tidak terjadi ledakan prematur saat persalinan nanti."

Linda mencengkeram lengan ku, matanya dipenuhi ketakutan lagi. "Apakah itu menyakitkan baginya, Dok?"

"Bagi dia, ini seperti mengenakan baju besi yang terlalu berat," jawab Dr. Aris. "Tapi bagi ayahnya... Mas Dimas, Anda harus siap menjadi 'jangkar' yang lebih kuat lagi. Anda harus sering-sering melakukan kontak kulit dengan Mbak Linda agar energi manusia Anda bisa menetralisir panas dari sihir Elkan."

“Menjadi jangkar,” batin Dimas menguatkan diri. “Jika aku harus menjadi penangkal petir bagi kekuatan anak ku sendiri, maka aku akan melakukannya tanpa ragu. Aku tidak peduli jika tangan ku harus kesemutan selamanya atau jika aku harus menanggung beban panas sihirnya. Dia terlalu indah untuk dibiarkan menderita sendirian di dalam sana.”

Setelah sesi USG selesai, Dr. Aris memberikan kami selembar foto hasil cetakan. Gambar hitam putih yang akan menjadi harta karun ku yang paling berharga. Aku menatap foto itu lama sekali saat kami berjalan kembali ke mobil.

"Telinganya benar-benar berkedut tadi, kan?" tanya ku pada Linda saat kami sudah di dalam mobil.

Linda tertawa, wajahnya kini jauh lebih cerah dan penuh harapan. "Iya, Dimas. Dia sangat sombong, pamer telinga sejak dini. Dia pasti akan menjadi anak yang sangat nakal nanti."

"Nakal atau tidak, dia adalah Elkan kita," aku memasukkan foto itu ke dalam saku jas, tepat di samping piagam kenaikan pangkat ku. "Besok kita berangkat ke Jawa Tengah. Aku sudah menyewa truk logistik khusus untuk membawa semua barang 'sarang' kita. Aku akan mengurus pengunduran diri ku dari kantor pusat dan mulai bekerja secara remote dari desa."

"Kau benar-benar meninggalkan karier mu di sini demi kami?" Linda menyentuh pipi ku.

"Karir ku bisa dibangun lagi, Linda. Tapi melihat telinga yang berkedut itu? Itu hanya terjadi sekali seumur hidup. Aku tidak akan membiarkan Genta atau siapa pun merusak momen itu," aku menyalakan mesin mobil dengan keyakinan baru.

“Hari ini menuju babak baru,” Keluh terakhir ku saat kami meninggalkan klinik tua itu. “Jakarta sudah memberikan kita segalanya: cinta, tantangan, dan awal dari kehidupan ini. Tapi sekarang, dunia ku harus berpindah ke tempat yang lebih hijau, lebih sunyi, dan lebih aman bagi si kecil bertelinga rubah ini. Elkan, tunggu saja. Papa akan membawa mu ke gunung, tempat di mana kau bisa menendang sesuka mu tanpa takut merobohkan gedung pencakar langit.”

Perjalanan panjang menuju Jawa Tengah telah dimulai di dalam kepala kami. Dan saat ini, yang aku inginkan hanyalah sampai di rumah, masuk ke sarang bantal bersama Linda, dan membisikkan lebih banyak janji pada telinga kecil yang sedang mendengarkan dari balik rahim itu.

1
4329moonluv
mampir kak semangattt💪💪
mary dice
lanjut thor
Del Rosa
baguusss bgtt
100000/10
would recommend
Del Rosa
👍👍👍👍😍
Del Rosa
mampir kak
semangat terus up nyaaa👍👍👍😍😍
Jeje Bobo
404 not found
Jeje Bobo
pov pak Rt 🤣 banyak banget sudut pandangnya thor ....
mizuno
semangat bikinnya kak
Jeje Bobo
ya ampun tajam banget hidungnya .... rubah suka melati jg yah 🫠
Jeje Bobo
rubah ini biasanya akan makan jantung manusia.... duhhhhhh si si si cinta ini si si
Jeje Bobo
astaga kenapa nomor 404 artinya si ...artinya kematian... duh 😭😭😭😭 revisi nomor kamar deh biar aura novel ni bukan si si si
kertaslusuh: semangat kak ,
total 1 replies
MayAyunda
keren kak 👍
❀ ⃟⃟ˢᵏSang Senja⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
hayo kena marah kan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!