Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mau Ambil Tas Baru
Ema melangkah menuju ke tempat pakaian wanita dirinya melangkah dengan sangat cepat sambil berbicara sendiri karena kesal dengan Dewo yang tadi di tabraknya semua orang yang berpapasan dengan Ema pasti akan mengira Ema gila karena berbicara sendiri bahkan orang yang berlalu lalang berpapasan dengan Ema tanpa ragu mencibir Ema, menertawakan Ema, menggosipkan Ema namun kedua telinganya Ema tidak mendengar karena sedang fokus dengan kemarahannya sama Dewo
"Tuh pria gila kalau gue tadi ngga dapat ancaman oleh mama gue bakalan di tinggal di supermarket pasti gue bakal ladenin adu mulutnya tuh orang kalau perlu gue sama pria gila itu adu jotos gara gara dia ngga menghindar gue jadi jatuh dan pantatnya gue merasakan wanginya lantai kalau pria tadi menghindar gue ngga bakalan mencium wanginya lantai" kata Ema sambil tetap berjalan ke arah pakaian namun di tengah perjalanannya Ema nampak berpikir serius
"Lebih baik gue ke tempat tas duluan urusan pakaian bisa di pikir nanti tapi kalau mama gue nanya pakaian yang gue pilih gimana itu urusan gampang buat gue yang penting saat akan pulang ke rumah gue mau berjalan bahkan berlari cepat melebihi pelari maraton buat langsung menyerobot masuk ke kursi kemudi sebelum mama gue masuk otak gue cerdas juga ngga sia sia gue punya otak yang punya ide cerdas" batin Ema mengeluarkan senyuman lebar lalu menuju ke tempat tas
Dewo yang tadinya berniat buat membeli kemeja buat dirinya langsung memutar arah ke tempat tas untuk wanita dirinya ingin membelikan tas untuk sang mama tercinta karena mau membelikan barang barang seperti kemeja, jas, sepatu dirinya mengira Ane melakukan itu semua tanpa niat selubung padahal niatnya Ane itu supaya penampilannya Dewo nanti malam saat acara makan malam bareng dengan Aya, suaminya Aya, dan anaknya Aya terlihat tampan dan ganteng tidak membuat malu Ane dan suaminya
"Lebih baik gue ke tempat tas saja buat membelikan mama gue tas dia kan suka banget sama barang barang yang mahal dan limited edition gue bakalan cari tas yang paling mahal di tempat ini supaya mama bangga gue bisa memilihkan tas buat dia lebih baik gue mempercepat langkah kakinya gue supaya cepat sampai soalnya gue juga mau memilih kemeja dan sepatu yang akan di beli" gumam Dewo sambil berjalan ke arah tempat tas
Aya yang sudah tidak melihat batang hidungnya Ema langsung berjalan ke arah tempat makanan untuk membeli semua makanan yang akan di beli bahkan langkahnya Aya sangat cepat supaya bisa mengerjakan tugasnya dengan cepat supaya bisa menyusul kemana Ema pergi soalnya dirinya yakin bahwa Ema pasti tidak akan ke tempat pakaian sesuai dengan perkataan yang tadi di katakan ke Aya
"Lebih baik aku buru buru ke tempat makanan supaya aku bisa cepat menyusul Ema soalnya aku yakin pasti Ema ngga ke tempat pakaian tapi ke tempat lain aku bakalan asal comot makanan dan akan borong makanan yang banyak supaya cepat penuh tuh keranjangnya" batin Aya sambil menerbitkan senyuman liciknya
Dewo telah sampai di tempat tas untuk wanita lalu dirinya melangkah masuk ke dalam lalu kedua tangannya Dewo mencari tas yang akan dia beli buat Ane sang mama kedua matanya Dewo dengan telaten berselancar mencari tas bahkan kedua tangannya Dewo ikut membantu tiba tiba kedua matanya Dewo langsung berbinar begitu melihat tas yang sangat mewah karena penampilannya di hiasi oleh banyaknya lampu maksudnya di hiasi oleh banyaknya permata yang menempel di tas Dewo jamin pasti harga tasnya mahal dengan cepat tangannya Dewo mengambil tas tersebut namun ada tangan lain dari arah belakang yang juga ikut memegang tas yang ada di tangan Dewo
"Ini tas gue" ucap Dewo sambil tetap memegang tasnya dengan kedua tangannya
"Ini tas gue bukan tas lo" jawab wanita yang ada di belakang Dewo sambil tangannya masih tetap memegang tas merasa pernah mendengar suara itu membuat Dewo langsung menoleh ke belakang
"Lo lagi" kata Dewo dan Ema secara bersamaan dengan kedua mata yang berapi api dan kepalanya keduanya juga mengeluarkan asap yang banyak tapi bukan asap rokok
"Ngapain lo ada di sini oh gue tahu jangan jangan lo ngikutin jejak kakinya gue" tuduh Dewo sambil memicingkan satu mata ke Ema sedangkan Ema membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Sembarang gue ngga ngikutin lo ngapain gue ngikutin lo yang bikin jatuh" perkataan Ema belum selesai sudah di potong oleh Dewo
"Gue tahu kalau lo mau bilang gue bikin jatuh cinta lo semua orang juga bilang kalau gue itu pria paling sempurna di dunia ini karena mukanya gue ganteng dan tampan" jawab Dewo dengan penuh percaya diri sementara Ema langsung mencubit pinggangnya Dewo dengan sangat keras melebihi kerasnya suara toa membuat Dewo menatap nyalang ke Ema
"Asal lo tahu gue ngga akan jatuh cinta sama lo selamanya jadi ngga usah ngarang cerita lo pria paling jelek di dunia ini yang bilang mukanya lo ganteng dan tampan matanya tuh orang katarak" jelas Ema sambil menaikkan suaranya ratusan juta oktaf sementara Dewo mengeluarkan senyuman licik
"Gue ngga percaya sama omongan lo gue jamin lo juga bakalan cinta sama gue karena ngga ada yang bisa melawan pesona gue pasti akan klepek klepek sama gue termasuk lo juga katarak dong soalnya lo juga bilang kalau gue mukanya gue ganteng dan tampan" ejek Dewo sambil memegang pinggang yang jadi bahan cubitan Ema dengan satu tangan yang tetap memegang tas di tangannya sedangkan Ema mendelikkan kedua matanya ke Dewo sambil tangannya juga masih setia di tas
"Bukannya kebalik gue yakin lo yang bakalan tergila gila sama gue dan jatuh cinta sama gue karena gue ngga akan pernah cinta sama lo selamanya gue bisa melawan lo mau pakai silet atau pakai gunting buat bikin cap darah di tubuhnya lo memangnya ayam mau mati pakai bilang klepek klepek segala itu cuma contoh gue bilang mukanya lo ganteng dan tampan bukan beneran" tegas Ema menatap tajam ke arah Dewo sementara Dewo juga menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam
"Gue ngga akan tergila gila sama lo dan ngga akan jatuh cinta sama lo selamanya karena lo bukan selera gue ngga usah pakai gunting dan silet mending lo cap gue pakai uang lo saja kalau jantungan bakalan klepek klepek jangan berkilah gue tahu kalau tadi lo lagi memuji gue ganteng dan tampan" oceh Dewo mengeluarkan senyum lebar sementara Ema ingin sekali menyumpal Dewo dengan tas yang ada di tangannya namun nanti Ema malah harus mencari tas lagi dan pasti tasnya langsung di ambil dan di bawa pulang oleh Dewo
"Lo ngga usah mengubah topik pembicaraan ini tas gue" teriak Ema menggemparkan seluruh dunia sementara Dewo langsung melunturkan senyuman lebarnya begitu mendengar Ema yang berteriak
"Ini tas gue soalnya gue duluan yang pegang tas ini" tegas Dewo menarik tas di tangannya supaya mendekat sementara Ema menatap tajam ke Dewo
"Walaupun lo yang pegang tas ini duluan tapi matanya gue yang menangkap tas ini duluan" teriak Ema dengan sangat keras hampir saja merusak gendang telinga Dewo dengan cepat Ema mendekatkan tasnya ke dirinya
"Walaupun mata lo menangkap tas ini duluan kalau lo ngga pegang sama tangannya lo ngga bakalan lo beli tas ini karena tas ngga bisa jalan sendiri" ketus Dewo menatap nyalang ke Ema
"Lo itu pria buat apa beli tas matanya gue menangkap tas ini kalau gue bilang sama pelayan supermarket pasti tasnya bakalan jadi miliknya gue tanpa gue repot repot pegang tasnya gue bukan orang gila jadi tahu kalau tas ngga bisa jalan sendiri" jawab Ema tak kalah ketus
"Gue beli tas buat pacarnya gue dasar manja minta di ambilkan tas sama pelayan supermarket lo bukan orang gila tapi hampir mirip gila karena lo tergila gila sama gue alasan rebutan tas modus banget pengin deketin gue cara kuno tahu" tuduh Dewo tersenyum menyeringai sedangkan kedua matanya Ema terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Gue yakin muka jelek kayak lo ngga punya pacar biarin hidup hidup gue koq lo yang repot gue ngga tergila gila sama lo gue memang niat membeli tas ini dan gue ngga modus rebutan tas sama lo buat dekat sama lo harusnya lo laki laki ngalah sama gue wanita" teriak Ema membuat Dewo ingin sekali menyentil kening Ema namun dirinya sedang fokus dengan tas yang ada di tangannya supaya ngga jatuh ke tangan semut maksudnya supaya ngga jatuh ke tangannya Ema
"Lo ngehina muka gue yang tampan dan ganteng yang ngga ada tandingannya gue punya pacar malah gue punya banyak pacar tapi gue ngga mau jadikan lo pacar gue soalnya mukanya lo jelek kalau lo ngga modus ke gue pasti ngga bakal rebutan tas sama gue soalnya tas di sini masih banyak dalam kamusnya gue itu walaupun gue laki laki ngga bakalan mengalah sama wanita termasuk sama lo karena gue ngga mau harga diri gue di injak injak" sahut Dewo tersenyum devil sementara Ema mendelik ke Dewo
"Muka lo walaupun di lihat dari sedotan atau dari ujung monas juga ngga bakalan kelihatan ganteng dan tampan bahkan menurut gue mukanya monyet lebih ganteng dan tampan dari lo gue juga ngga mau di jadikan pacar sama lo karena lo bukan tipe gue paling lo banyak pacar berwujud tikus atau semut walaupun tas di sini masih banyak tapi gue mau beli tas yang ini bukan tas yang lain dasar laki laki egois atau laki laki cemen lo ngga punya harga diri makanya mau rebutan tas sama wanita seperti gue apalagi yang lo rebutkan itu tas buat wanita" ejek Ema mengeluarkan senyuman licik sementara Dewo yang akan membalas perkataan Ema di urungkan saat mendengar suara seseorang
"Mba mas jangan rebutan tas dong itu di sana masih ada beberapa tas jadi mba atau mas bisa ambil dengan merk tas dan warna tas yang sama di situ malu di lihat tikus dan semut berantem merebutkan tas padahal masih ada tas beberapa biji lagi di tempat pajangan tas" jelas pelayan supermarket membuat Dewo dan Ema langsung melemparkan tas yang ada di tangannya memang tas yang di pegang Dewo dan Ema masih ada di pajangan tas dengan merek dan warna tas yang sama
"Tuh ambil buat lo gue mau ambil tas baru" ketus Ema sambil menatap tajam ke Dewo sementara Dewo menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam
"Apaan sih lo itu tas buat lo soalnya gue ngga mau di cap pria yang ngga mau mengalah sama wanita" jelas Dewo dengan ketus sedangkan Ema mendelik ke Dewo
"Gue ngga mau tas bekas tangannya lo jadi lo ambil saja tasnya modus banget bilang kayak gitu pasti lagi caper sama pelayan supermarket supaya terkesima sama watak sok baik lo" jelas Ema sambil melipat kedua tangannya di dadanya sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Gue juga ngga mau tas bekas di pegang tangannya lo buat lo saja tuh tasnya gue ngga pernah caper ke wanita yang ada wanitanya yang pada caper ke gue watak gue memang baik makanya gue biarkan tas itu di ambil sama lo" tegas Dewo tersenyum menyeringai sementara Ema menatap nyalang ke Dewo
"Mba mas di sini mau beli tas atau meributkan tas yang diam saja kalau cuma mau ribut sebaiknya ribut di tempat lain saja jangan di sini soalnya ini tempat buat belanja" kata pelayan supermarket sambil menatap ke arah Ema dan Dewo secara bergantian lalu pelayan supermarket mengambil tas yang buat lempar lemparan oleh tangannya Ema dan Dewo
"Mba aku ke sini buat belanja tapi pria gila ini yang ngajak berantem duluan" ucap Ema mendelik ke Dewo sementara Dewo membulatkan kedua matanya
"Mba aku juga ke sini mau belanja tapi wanita gila ini yang mengajak aku berantem" elak Dewo menatap nyalang ke Ema sementara Ema tersenyum masam
"Kalau mba mas mau berantem terus lebih baik mba sama mas keluar dari sini" ancam pelayan supermarket membuat Dewo dan Ema kompak membubarkan diri membuat pelayan supermarket menggeleng gelengkan kepalanya