NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suka

" Tante pulang ya sayang...ingat kalau ada apa-apa kabarin Tante atau Bram ya." ucap Rita yang ingin pulang.

" Iya Tante...Tante tenang aja" Ucap Reina meyakinkan Rita.

" Dah ya,kamu istirahat ya..." Ucap Rita yang bercipika-cipiki dengan Reina lalu keluar dari rumah di ikuti Reina berjalan di sampingnya yang juga mengantar sampai teras.

Saat mobil meninggalkan halaman rumah Reina masuk lagi masuk rumah dan memilih membersihkan diri terlebih dahulu lalu beristirahat.

Sebelum masuk ke kamar mandi ia mencari baju ganti terlebih dahulu baju santai celana pendek dan kaos oversize. Dan menuju ke kamar mandi.

Tidak butuh waktu lama dia pun selesai membersihkan dirinya dan mengistirahatkan tubuhnya, Reina mengambil ponselnya yang berada di dalam tas dan memberi kabar Shasa untuk datang ke rumahnya.

[ Shasa : kesini dong temenin gue ] begitu isi pesan Reina.

Belum di balas mungkin Shasa masih sibuk. Atau ada acara. Reina memilih memejamkan matanya. Dan tidak butuh waktu lama dia pun menyelami lautan mimpinya.

***

Bramasta yang baru selesai meeting pun kembali ke ruangannya. Ia memijat pangkal hidungnya karena merasakan pusing.

Hendy pun mengetuk pintu ruangan Bramasta.

" Masuk..." Ucap Bramasta dari dalam.

" Permisi tuan saya mau menyerahkan proposal yang anda minta." Ucap Hendy menaruh map di meja Bramasta.

" Client ini kembali ke sini lagi kapan ?" Tanya Bram yang membuka proposal dari client yang mengajukan kerjasama.

" Lusa tuan, karena besok mereka belum kembali dari luar kota." Jawab Hendy.

" Masih ada waktu,nanti saya cek di rumah hen. Kepalaku pusing,aku mau pulang. Kamu urus perusahaan ya." ucap Bramasta.

" Apa perlu saya antar tuan ?" Tanya Hendy khawatir kalau Bramasta menyetir sendiri.

" Tidak usah hen,biar aku telpon pak Mamat saja buat jemput." Ucap Bramasta.

" Oh,baik...kalau begitu saya permisi dulu tuan." Hendy pamit kembali lagi ke ruangannya.

Bramasta hanya mengangguk. Ia pun mencoba  menghubungi pak Mamat.

' halo pak bisa jemput saya ke kantor sekarang ?'

'....'

' oh ya saya tunggu kalau begitu'. Bramasta pun mematikan sambungan teleponnya.

***

Rita yang baru sampai rumah pun turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah. Pak Mamat mengantarkan barang-barang Rita ke dalam rumah.

" Bi nanti tolong cuci singkongnya ya,aku mau mandi dulu ntar mau aku buat kolek." Ucap Rita saat melewati bi Inah yang membersihkan ruang tamu.

" Baik nyah..." Bi Inah pun langsung menerima kantong plastik yang di bawa pak Mamat.

" Nanti kalau nyonya nyari,saya mau jemput mas Bram ke kantor ya." Ucap pak Mamat ke bi Inah.

" Iya,tapi mas Bram kan bawa mobil sendiri tadi...kenapa minta di jemput ?" Tanya bi Inah bingung.

" Mana saya tau bi,saya juga nggak tau." Ucap pak Mamat yang memilih keluar dari rumah dan segera menjemput anak majikannya.

Bi Inah memilih pergi ke dapur untuk membersihkan singkong yang tadi di suruh majikannya.

" Di potong-potong sekalian ya bik terus di rebus." ucap Rita yang tiba-tiba sudah ke dapur dengan berganti pakaian mungkin tadi dia tidak mandi hanya mengganti baju.

Karena percuma mandi pun dia akan kegerahan karena masih mau berkeringat lagi.

" Iya nyah,ini singkong beli dimana nyah ? kok besar banget." Tanya bi Inah.

" Panen sendiri bik tadi nganterin Reina pulang kerumah terus aku di ajak ke kebunnya di belakang rumah banyak banget tanaman sayurnya Lo bi,aku juga ikut metik buah tomat tadi." Rita bercerita dengan antusias.

" Waaahhh pasti menyenangkan ya nyah...terus yang nyabutin singkong siapa nyah ?" Tanya bi Inah.

" Pak Mamat bi,dia sampai terjungkal kebelakang tadi...haha." Jawab Rita sambil tertawa kalau ingat perjuangan pak Mamat tadi.

" Ya Allah sampai jatuh...tapi pasti bagus nyah jatuhnya kayak gajah ya kan badannya besar...hahaha" ucap bi Inah yang juga ikut tertawa membayangkan pak Mamat saat jatuh.

" Iya bik,aku sampai sakit perutku ketawa." Jawab Rita.

" Ambil santan sama gula merahnya bi sama daun pandan sekalian,ini singkongnya sudah mau masak." Suruh Rita yang memijat singkongnya sudah empuk.

Bi Inah pun mengambil santan,gula merah dan pandan di dalam kulkas yang memang selalu tersedia lalu menyerahkan ke majikannya.

Rita begitu bahagia saat memasak ntah karena apa tapi semenjak ia kenal dengan Reina hari-harinya sedikit lebih berwarna.

Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Rita yang mendengar pun bingung karena masih terlalu siang masak iya anaknya pulang.

" Siapa ya bik ?" Tanya Rita.

" Sepertinya mas Bram nyah,tadi pak Mamat di suruh jemput ke kantor" Ucap bi Inah memberi tau.

" Tumben banget udah pulang,minta di jemput lagi." Gumam Rita yang menyicipi koleknya dan setelah rasanya sudah pas dia mematikan kompor lalu mengambil mangkuk buat wadah kolek,ia tidak sabar ingin menyicipi.

" Assalamualaikum." ucap Bramasta yang menghampiri Rita di dapur.

" Wa alaikum salam,tumben nak udah pulang...lesu banget." Ucap Rita yang memperhatikan Anaknya saat berjalan mendekatinya.

" Iya ma, kepalaku pusing banget...oh iya Reina di mana mah kok nggak kelihatan." Tanya Bramasta saat duduk di bangku yang memang tersedia meja yang langsung menghadap dapur.

" Reina pulang ke rumahnya nak,ia maksa ingin pulang ke rumah jadi mama anter di pulang ke rumah." Jawab Rita yang juga duduk di sebelah Bramasta.

" Kok mama biarin sih ? Kan Reina baru saja pulih ma kondisinya,terus siapa yang nemenin ? Nanti kalau ada apa-apa gimana ?" Bramasta berbicara panjang lebar karena sangat khawatir dengan kondisi Reina.

" Mama nggak mau maksa dia nak, biarkan dia nanti dia malah merasa terkekang karena kita...lagian ada tetangganya. Tadi juga bilang mau nyuruh temannya buat nemenin di sana kok" Ucap Rita yang heran karena anaknya sekarang sangat posesif dengan Reina sekarang. "Apakah Bramasta sudah mempunyai rasa ya terhadap Reina" Ucap Rita dalam hati sambil memperhatikan wajah anaknya dengan intens.

" Kenapa mama liatin aku kayak gitu ?" Tanya Bramasta karena mamanya dari tadi memperhatikannya.

" Nggak papa cuma liat aja,anak mama sepertinya sedang jatuh cinta" Ucap Rita sambil cekikikan.

" Dari mana mama tau ?" Tanya Bramasta yang salah tingkah.

" Tau lah,udah ni cobain kolek buatan mama... ketelanya fress nyabut di kebun Reina...hihi" Ucap Rita yang kembali cekikikan menggoda anaknya.

Bramasta pun menatap malas mamanya lalu beralih ke mangkuk yang berisi kolek yang masih hangat. Dia pun menyendokan sedikit mencicipinya terlebih dahulu.

" Enak,siapa tau bisa buat kepalaku mendingan" ucap Bramasta yang terus menyendokan kolek ke mulutnya.

Rita yang melihat anaknya makan dengan lahap pun tersenyum. " Ternyata benih cinta membuat orang menjadi berubah ya." Gumam Rita dalam lirih.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!