NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Sandra, Satya dan Raisya telah menjalin persahabatan sejak mereka memasuki dunia perkuliahan. Perhatian Satya pada Sandra terlalu berlebihan membuat Sandra menjadi terbawa perasaan.
Namun pada akhirnya Sandra harus mengubur perasaanya pada Satya kala Raisya memberitahunya bahwa dia akan segera menikah dengan Satya.
sakit dan perih yang Sandra rasakan.
Namun takdir berkata lain, Sandra terpaksa harus menjadi ibu sambung dari anak hasil pernikahan sahabatnya itu, Raisya dan Satya.
akan kah Sandra sanggup melalui hari harinya bersama Satya yang telah berubah dan masih di hantui oleh bayang-bayang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akal-Akalan Sandra

"Benar-benar ya mama kamu Satya, tidak menghargai kerja keras anaknya. seenaknya saja menjual apartemen anak nya." ibu ikutan geram. Setelah mendengarkan penjelasan dari kita.

Kini kami berkumpul di sofa ruang keluarga, Sandrina tertidur dalam dekapanku.

"Maaf Bu, Yah... Jadi merepotkan malam-malam" ucap kak Satya di sebelahku.

Ibu merespon perkataan kak Satya dengan gelengan tegas. "Tidak nak, tidak merepotkan sama sekali. Sekarang sudah malam. Kalian istirahat dulu saja, besok saja beres-beresnya"

Aku dan kak Satya mengangguk pasrah. Kini sandrina sudah berpindah kedalam gendongan kak Satya, kemudian kami pamit pada ayah dan ibu untuk masuk kedalam kamar.

"Untuk sementara sandrina tidur bersama kalian dulu, besok ibu bantu bereskan kamarnya." ucap ibu halus.

"Tapi Bu...."

"Sandrina cucu ibu, kalian jangan banyak membantah." lagi lagi aku dan kak Satya hanya mengangguk.

Aku bersyukur sekali, ibu dan ayah sangat menyayangi sandrina. walaupun diantara kita dengan sandrina tidak ada hubungan darah sama sekali.

***

Siang ini di rumah ibu cukup ramai. Ada teriakan anak kecil, tawaan sandrina yang sedang bermain bersama Kenzo. Suara masakan dari dapur campur aduk menjadi satu di rumah ibu. dan lagi... suara Leona yang sejak dari tadi dia datang, belum berhenti berceloteh.

Aku telah selesai membereskan semua pakaian, memasukkannya kedalam lemari dan ada barang-barang juga yang masih tersimpan di dalam koper. Tidak lupa aku menyimpan buku diary milik Raisya, menyimpannya dengan rapi di laci kemudian menguncinya.

Hari ini adalah hari libur. Maka dari itu, semuanya berkumpul ramai di rumah ibu. Karena rumah baru Leona cukup dekat dengan rumah ibu jadi sepupu ku itu sering sekali datang ke rumah ibu, entah untuk meminjam sesuatu atau menitipkan Kenzo.

Semua sudah berkumpul untuk makan siang, Aku menggendong baby Kenzo yang sedang merangkak, bermain dengan sandrina. Menciumnya gemas.

Ayah, kak Satya dan Izhar memasuki rumah, setelah berkutat dengan bermain papan catur di luar. Aku dan sandrina berjalan berbarengan menuju meja makan. ibu telah selesai memasak yang di bantu oleh Leona. Aroma masakan menguar di ruangan membuat perutku makin keroncongan. Kak Satya duduk disebelahku dan sandrina.

"San udah cocokloh" aku menoleh pada Leona, sedikit menatapnya tajam.

Yang di tatap hanya menatapku sebal. " Satya.... tuh Sandra sudah gak sabar sepertinya pengen ngemong bayi." lagi lagi sepupuku terus ngecengin aku dengan kak Satya.

Kak Satya hanya hanya tersenyum tipis meladeni guyonan Leona.

"Awas.. Ya Leona. Akan ku cubit Kenzo sampai menangis" ucapku dalam hati.

Ibu dan ayah hanya tertawa menjadi penonton setia aksi Leona yang sering menggodaku dengan kak Satya.

"Kak... Nasinya kurang ga?" aku yang telah menyendokan secentong nasi pada piring kak Satya.

Kak Satya menggeleng. "Cukup."

"Kak kak kak kak, ganti dong San!. Satya bukan Kaka mu dia suamimu. Panggil mas kek, kak Satya ada keturunan Jawa juga ya." Sepupu ku ini memang benar-benar usil sekali mulutnya.

Memang benar si aku ingin mengganti panggilan kak Satya dengan sebutan mas, tapi.... Takut kalau kak Satya sedikit risih.

"Iya ndra, Satya sudah jadi suami mu. Ya sebaiknya panggil Mas bukan Kak lagi." kini ibu yang menambahkan.

"Tuhkan... Satya!. Kamu setuju kan kalau Sandra panggil kamu mas."

Aku melirik kak Satya di sampingku, ia sedang menikmati makan siangnya dengan lahap. Seperti tidak ada beban saja di hidupnya.

Yang di sebut namanya hanya mengangguk samar. "Setuju setuju." ucapnya kemudian.

***

Malam harinya.

Aku bersandar di sandaran kasur, dengan memangku laptop di pahaku. Mas Satya disebelahku dengan posisi yang sama. Entah kenapa dari tadi layar laptopku berkedip kedip dan sangat loading sekali. Mungkin efek sudah berumur laptopnya jadi gini dan aku belum berniat untuk menggantinya.

"Kak.. Eh Mas.." gugup dan canggung, aku belum terbiasa memanggil kak Satya dengan sebutan mas.

"Hem..." ucapnya dengan pandangan masih fokus pada layar laptop seperti biasa.

"E.. Ini laptop aku kenapa ya?, kedip-kedip terus,"

Kak Satya menoleh, tubuhnya sedikit mendekat padaku. "Emh... Udah tua kali laptopnya minta di ganti." katanya ringan, sambil kembali pada layar laptopnya.

Ish emang nyebelin, sudahlah aku males. Bukannya menyelesaikan masalah, bertanya pada kak Satya malah bikin aku kesal. kemudian aku menutup laptopku kemudian menyimpannya di meja. Dari pada mikirin masalah-masalah yang tiap harinya bertambah mending aku tidur.

Aku mulai merebahkan tubuhku di kasur, menarik selimut kemudian menutupi tubuhku. Dari luar suara petir saling bersahutan, lagi musim pancaroba. kadang panas lalu tiba-tiba tiba mendung dan hujan.

Cuaca lagi susah di prediksi, sama seperti Kak Satya kadang manis dan kadang nyakitin.

"Ndra mau ngerjain apa tadi?, pake laptop ini dulu aja." tawarnya, aku yang sudah menutup mata, sudah keburu malas.

"Ayo cepetan, kirimkan file nya." akhirnya aku bangun, karena ini cukup penting. Dan kini ku bersandar di samping kak Satya. Sesekali melirik pria dengan hidung Bangir itu yang fokus merevisi file yang tadi ku kirimkan.

Kak Satya cukup lama mengerjakan itu, Aku jadi ingat kejadian lima tahun yang lalu, aku yang menangis sambil memegang kartu undangan dari Satya dan Raisya. Ah.. perih sekali jika mengingat kejadian itu, tapi siapa sangka. takdir merubah segalanya, kini laki-laki yang ku tangisi dulu berada di sampingku. Kini dia yang menanggung semua beban hidupku.

Jadi makin sayang, walaupun hati aku masih sedikit mengganjal.

Aku memainkan cincin yang tersemat di jari manisku. tampak indah, berkilauan terkena sinar lampu kamar.

"Ndra.. Ndra.."

"Hem.."

" file ya sudah dikirimkan ke email kamu."

"oh iya makasih banyak... em.. Mas.."

Kak Satya mengangguk. "Nanti beli yang baru saja, kalau laptop itu ga bisa diperbaiki."

Aku sedikit tercengang. "Gak usah kak, yang ini mungkin lagi eror saja. Biasanya juga suka normal lagi." ucapku yang di respon dengan anggukan dari kak Satya.

Aku bersiap untuk kembali merebahkan tubuhku.

Namun....

Duar....

Jlebbb. Lampu mati seketika

"Mas..." Tanganku tanpa izin sudah memeluknya. Seperti biasa mas Satya hanya terdiam.

Melihat respon seperti itu dari mas Satya. Seolah ini adalah setitik celah untuk ku menarik kesempatan. Aku mengeratkan pelukanku di tubuhnya. wangi aroma lavender menyeruak di hidungku, hangat dan nyaman.

Aku mendengar helaan nafas dari mas Satya ringan tapi juga sedikit berat, tubuhnya menegang.

Di kegelapan, kepalaku mendongak. memperhatikan siluet wajahnya, tapi hanya rahangnya yang terlihat.

Aku bergerak pelan, menyimpan kepalaku di ceruk lehernya, hangat tubuhnya membuat ingin berlama-lama di dekatnya, hidungku mulai mendekat dan kemudian...

Satu kecupan singkat mendarat di leher pria itu.

"Ekhem... Ndra.." suara nafasnya berat.

Aku hanya terdiam dan terus menggencarkan aksiku. Tapi bentar aku pengap, Kamar ini sangat gelap.

Jangan lupa like, komen dan ⭐⭐⭐⭐⭐. Karena itu sangat berarti untukku. Terimakasih🙏🏻

1
roses
sipp di tunggu ya kak
Aimee Aiko
lanjut seru
Buku Matcha
Bagus
roses
kok jadi ikut deg degan ya ndra
roses
sabar ya sandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!