NovelToon NovelToon
Pembalasan Nona Yang Sempurna

Pembalasan Nona Yang Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: HartaKarun

semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 33

Daren menutup pintu kamar dengan pelan,ia bisa melihat Sari terduduk di kasur dengan tubuh menghadap jendela yang terbuka.

“Sayang”Daren duduk mendekat disebelah Sari,ia merangkul pundaknya mencoba untuk menghibur.

“Mas seandainya waktu bisa diulang,kita pasti tidak akan memilih jalan ini kan?”Sari menatap Daren dengan mata berkaca-kaca.tidak ada dalam satu hari pun ia berhenti berpikir jika waktu bisa diulang ia tidak akan pernah melakukan hal itu.

“Sari…”

“Mas,seandainya saja…seandainya saja putri kita masih hidup mungkin ia sudah menikah dan kita sudah menggendong cucu sekarang.lalu ia akan sering menitipkan anaknya kepada kita karena sibuk bekerja dan rumah ini akan menjadi lebih ramai”

“Sari…sari….”Daren memeluk erat istrinya,sari memberontak dengan air mata yang mengalir tanpa henti

“TIDAK…TIDAK KEMBALIKAN PUTRIKU….MAS KUMOHON KEMBALIKAN PUTRIKU KEPADA KU….MEISYA…MEISYA….SAYANG MAAFKAN MAMA….KEMBALI….SAYANG MAMA MOHON..AHHHH”

Beban yang selama ini ia tekan akhirnya meluap begitu saja,ia menyesal dan bersalah karena tidak bisa menyelamatkan putrinya.putrinya tidak berbuat salah sama sekali namun mereka menghancurkan nya.

“SARI..SARI TENANGLAH”

“MAS…KUMOHON…kumohon kembalikan putriku mas…kembalikan meisya ku yang manis..kembalikan putriku..”

Daren menatap istrinya dengan air mata yang coba ia tahan,setelah Sari tertidur karena kelelahan ia menatap istrinya dengan air mata yang sudah jatuh dipipinya.di depan Sari ia mencoba untuk tetap kuat nyatanya ia sama hancur nya dengan istrinya.

Ia adalah orang tua yang bersalah,dengan tangannya sendiri ia mengantarkan putrinya ke kematian padahal tangan ini jugalah yang menyambut putrinya datang kedunia.padahal saat itu ia berjanji akan menjaga kedua putrinya dengan baik namun nyatanya ia gagal menepati janji itu.

Masih ingat baginya,awal mula semuanya berubah.

Flashback

Saat itu Daren dipanggil oleh ibunya yang sedang sakit,semenjak kematian ayahnya kondisi kesehatan ibunya semakin menurun,ia sudah berusaha memberikan semangat kepada ibunya namun ibunya tampak tidak terpengaruh.

“Daren”panggil sang ibu lemah

“Ibu”daren duduk di sisi ibunya dan menggenggam tangan ibunya

“Bagaimana perasaan ibu?”tanya nya dengan suara lembut

“Seperti biasa,ibu senang kamu datang”

“Hmm,maafkan aku yang kadang sibuk sampai-sampai tidak punya waktu untuk menemani ibu”

“Tidak apa-apa sayang,ibu paham.juga ibu ingin mengatakan sesuatu kepada mu.ibu takut jika ibu tidak akan punya waktu untuk mengatakannya”

“Stt,ibu jangan berkata seperti itu.ibu akan hidup lebih lama bersama ku.katakan apa yang mau ibu sampaikan”

Ibu menatap wajah putranya yang semakin tua,ia merasa sedih melihat anak yang dulu ia rawat sedari kecil sekarang balik merawatnya.

“Dulu saat kamu dalam kandungan ibu seorang pendeta datang untuk meramal,ia mengatakan bahwa masa depanmu akan cerah dan menjadi orang besar namun ia juga mengatakan bahwa akan ada masalah besar yang akan menimpamu”

“Ibu tentu tidak akan terlalu percaya kan?”

Ibu menggeleng,”awalnya aku tidak percaya namun semua yang ia katakan menjadi kenyataan,dengarkan semuanya dulu”

“Ia berkata bahwa di masa depan kamu akan memiliki putri kembar dan saat mereka besar,masalah demi masalah akan menimpa mu.pendeta itu berkata salah satu putri mu akan membawa keberuntungan dan salah satu yang lain akan membawa sial”

Daren mengerutkan keningnya,”lalu ibu bermaksud aku untuk melakukan apa?” Ia tidak suka pembicaraan ini,sebagai seorang ayah mana ada yang terima jika salah satu putrinya dikatakan pembawa sial

“Maksud ibu hanya untuk mengingatkan mu,itu saja.kamu bisa percaya atau tidak”

Namun setelah 3 bulan dari pembicaraan itu Daren merasa apa yang dikatakan oleh ibunya tidak salah.tepatnya setelah putri sulungnya Meisya bertunangan.masalah demi masalah datang bertubi-tubi,kebangkrutan ada didepan matanya,

Ia merasa lelah menangani semuanya,ia membawa Gelen dan Meisya untuk membantunya dan syukurlah setelah berbulan-bulan ia berhasil menyelamatkan perusahaannya dan bahkan maju ke level A.

Ia bahagia namun juga takut mengingat ramalan yang pernah ia dengar dari ibunya.ia mulai membanding-bandingkan putrinya mencoba melihat mana yang membawa keberuntungan dan mana yang membawa sial.

Lalu ia mengingat-ngingat bahwa semua nya bermula dari Meisya bertunangan,membuatnya menetapkan bahwa Meisya lah yang membawa sial baginya.

Ia mencoba membicarakan hal ini kepada Sari namun sari menolak pemikirannya,baru setelah ia menjelaskan berkali-kali barulah Sari mempercayainya,tanpa mereka sadari Nina mendengarkan semua pembicaraan mereka.

Semenjak hari itu,tanpa disadari Sari semakin menjauh dari Meisya dan Nina memanfaatkan semua ini untuk menunjukkan kasih sayang nya pada orang tuanya.akibatnya mereka menjadi semakin tidak suka dengan Meisya.

Hingga suatu hari,Nina menyarankan hal yang gila kepada orang tuanya,walaupun awalnya mereka ragu namun entah apa yang merasuki mereka akhirnya mereka setuju.

Dan tibalah pada hari dimana mereka menghabisi Meisya,saat Meisya diselamatkan oleh Devan ada rasa lega dihati Daren dan Sari.mereka baru saja menyadari betapa bodohnya dan kejam nya mereka pada putri kandung mereka.

Dengan Devan yang menyelamat kan putri mereka,mereka berasumsi bahwa Meisya akan selamat dan walaupun nanti Meisya membenci mereka setidaknya ia masih hidup sudah membuat mereka bersyukur.

Namun yang mereka harapkan tidak terjadi,Meisya meninggal dunia.

Mereka merasa malu untuk datang ke pemakaman Meisya,rasa bersalah yang semakin dalam lama-lama menjadi duri di hati mereka.

Lalu ibu Daren mengetahui hal itu,ia merasa kecewa dengan putranya.andai kan saja ia tidak menceritakan hal ini maka putra nya tidak akan berbuat sejauh ini.ia merasa bersalah pada cucunya Meisya,karena dari semua cucunya hanyalah Meisya yang ia rasa tulus kepadanya.karena merasa ini salahnya,kondisi ibu Daren semakin menurun drastis dan pada suatu malam menghembuskan nafas terakhirnya.

Pada tahun itu Daren tidak hanya kehilangan putrinya namun juga kehilangan ibu nya.

Flashback end

“Maafkan Papa Meisya”

1
mia
bagus bangettttt 🫶🏻
mia
nggak sabar ngeliat pov Devan tentang masa lalu mereka
Meyke Bawole
cerita bagus
awesome moment
d yg g pas disini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!