“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekaisaran Feng
Xiufei dan Putri Meimei berjalan beriringan, di belakang mereka banyak yang mengikutinya. Mereka sampai di aula, terlihat banyak sekali orang bertubuh tinggi dan berkulit coklat gelap. Tapi, mereka nampak manis dan gagah.
“Salam yang mulia permaisuri.” Sapa seorang laki-laki dengan tegas, dia tersenyum lebar menatapnya.
“Ya, selamat datang di kekaisaran Zhu.” Angguk Xiufei, dia berjalan melewati mereka yang nampak terperangah melihat kecantikannya. Sayangnya, Xiufei sudah memiliki suami dan itu orang yang tidak bisa mereka singgung sedikitpun.
Putri Meimei berdiri di samping Xiufei dengan tangan yang memegang ujung baju Xiufei, Xiufei menenangkannya. Dia menatap laki-laki yang terlihat mencolok, dia adalah putra mahkota yang akan menikah dengan Putri Meimei.
“Jadi, kau yang akan menikahi adikku?” Tanya Xiufei tegas, laki-laki itu bangkit dan bersimpuh dengan menundukkan kepalanya.
“Benar yang mulia permaisuri, mohon bantuannya.” Balasnya dengan tegas, Xiufei mengangguk.
Wajahnya tampan, tubuhnya bagus karena pakaian mereka terlihat terbuka.
“Ada berapa banyak selir di haremmu?” Tanya Xiufei, dia bertanya dengan santai sambil meminum tehnya.
“Ahh itu……. 32 selir yang mulia.” Balasnya, mendengar itu Xiufei tersedak. Kaisar Tiantian segera membantunya.
“Hati-hati.” Ucap kaisar, Xiufei mengangguk.
“Bagaimana caramu membagi waktu dengan mereka? Apa kau menemani mereka sehari 10 selir? Nampaknya, kau sanggup juga melayani selir sebanyak itu….” Cibir Xiufei.
“Itu, sudah menjadi tradisi kekaisaran Feng yang harus memiliki 32 selir dan 1 permaisuri.” Jelas putra mahkota Feng.
“Itu memang benar, tapi adikku bukan wanita yang berhati lapang. Dia tidak suka berbagi sama sepertiku, bagaimana menurutmu, pangeran Feng?” Tanya Xiufei tajam.
“Hamba tidak bisa menjawab, yang mulia.” Tunduknya.
“Kerjasama antar kekaisaran tak hanya bisa dilakukan dengan pernikahan, ada begitu banyak cara untuk melakukannya. Pernikahan ini, aku tidak setuju yang mulia…..” ucap Xiufei pada suaminya, kaisar Tiantian terlihat diam.
“Yang mulia, pernikahan ini harus terjadi. Kar—“ Tegas pangeran mahkota Feng.
“Karena apa? Kalian membutuhkan sumber daya dari kekaisaran Zhu. Tapi adikku lebih berharga dari kontrak kerjasama dengan kekaisaran Feng, lihat saja bagaimana caramu memiliki harem. Kedepannya, adikku yang baik dan cantik ini pasti akan menderita di sana.” Jelas Xiufei, dia berjalan mendekati putra mahkota Feng.
“Putri Meimei sangat cerdas, lembut, baik hati dan juga cantik. Dia mutiara di kekaisaran Zhu, dia tidak pantas memiliki suami yang tidak cukup dengan satu wanita. Meskipun kau akan menjadi kaisar, itu bukanlah masalah. Karena kehidupannya memang sudah tercukupi selama ini…..” ucap Xiufei tegas.
Putri Meimei yang mendengar Xiufei membelanya nampak terharu, dia berkaca-kaca dan mengusap matanya dengan cepat. Kaisar Tiantian melihat itu dan menghela napas panjang.
“Yang mulia, anda sangat angkuh sekali. Kekaisaran Feng juga bukan kekaisaran yang kecil dan miskin, kenapa anda seperti merendahkan kekaisaran Feng?” Tanya seorang wanita dengan penuh rasa kesal.
Xiufei menoleh dan tersenyum, dia berjalan mendekatinya. Wanita itu berkulit coklat, pakaiannya terbuka hingga terlihat seperti memakai kemben dan rok panjang yang memiliki belahan di kedua belah pahanya.
“Merendahkan? Dari mananya aku merendahkan kekaisaran Feng? Bukannya kalian yang merendahkan keturunan Zhu?” Tanya Xiufei sinis, wanita itu diam seketika. Aura mengintimidasi Xiufei sangat besar, membuatnya tak bisa melawan.
“Bahkan, saat pergi melamar pun kau membawa selir. Apa kau menganggap kekaisaran Zhu rendah hati?” Tanya Xiufei pada Pangeran Feng.
“Xiufei….” Panggil kaisar Tiantian, Xiufei menoleh.
“Jangan ikut campur, mengurus hal ini pun kau tidak becus Tiantian.” Marah permaisuri, membuat mereka semua shock. Kaisar pasti akan marah, tapi dugaan mereka salah besar. Kaisar Tiantian justru kembali diam dan tak ikut campur, nampaknya memang benar jika Xiufei lah yang berkuasa di istana.
“Katakan pada kaisar Feng bahwa kekaisaran Zhu menolak pernikahan ini! Jika masih ingin bekerjasama, datang dan bawa surat kontraknya kemari.” Tegas Xiufei, dia berjalan kembali untuk duduk.
“Tapi yang mulia….” Ucap pangeran Feng, menikah dengan putri dari kekaisaran Zhu merupakan berkah yang tiada tara, bahkan membantu perekonomian mereka juga.
“Apalagi?” Tanya Xiufei.
“Itu, bolehkah saya berbicara dengan putri Meimei?” Tanyanya, Xiufei menoleh kearah Meimei yang langsung menggeleng dengan memegang pundak Xiufei.
“Katakan saja disini, adikku tidak mau berbicara denganmu.” Balas Xiufei tenang.
“Ah ya, itu…… bagaimana jika aku tidak memiliki selir dan hanya ada 1 wanita di istana? Apa kau mau menerima pernikahan ini?” Tanyanya, putri Meimei terdiam.
“1 wanita? Apa itu permaisuri?” Tanya Xiufei, pangeran Feng terdiam.
“Selir agung dan permaisuri.” Jelasnya, mendengar itu Xiufei menyeringai.
“Ternyata, kau memiliki satu wanita yang paling kau cintai ya. Tapi masih keukeuh ingin menikah dengan Meimei.” Sindir Xiufei.
“……” Pangerna Feng tidak menjawab.
Saat mereka serius berbincang, seorang wanita masuk. Dia terlihat mengandung, wajahnya cantik sekali meskipun berkulit coklat. Beda dengan Meimei yang putih bersih, tapi kecantikan mereka sangat relatif.
“Salam yang mulia kaisar dan permaisuri, saya selir Jia Yi.” Ucapnya dengan menundukkan tubuhnya.
“A Yi, kenapa kau kemari?” Tanya pangeran Feng khawatir, dia membantunya untuk bangun.
Xiufei terkekeh pelan, dia menatap suaminya yang ikut memperhatikan mereka.
“Jika kau ada di posisi itu, aku akan membunuhmu, Tiantian.” Bisik Xiufei, Kaisar Tiantian berdehem. Dia menggenggam tangan Xiufei dan menciumnya pelan, dia tersenyum tampan sekali.
“Seperti yang dikatakan oleh istriku, pernikahan ini sebaiknya dibatalkan saja. Adikku, tidak pantas berada di kekaisaran Feng yang mulia itu….” Ucap kaisar Tiantian, Xiufei tersenyum puas. Putri Meimei juga nampak bahagia.
“Maaf yang mulia, saya tahu ini memang salah saya. Tapi, jangan samp—“
“Jangan berlagak sok suci di depanku, Selir. Aroma rubahmu tercium sangat menyengat di hidungku.” Potong Xiufei, wanita itu tersentak dan langsung menunduk dengan tangan terkepal.
“Yang mulia, tolong jangan berkata buruk tentang Jia Yi, dia sedang mengandung. Bukankah anda juga sama? Seharusnya Anda tahu seperti apa perasaan ibu hamil itu…..” tegas pangeran Feng.
“Lancang!! Kau hanya seorang pangeran saja berani-beraninya kau berkomentar tentang istriku!” Marah kaisar Tiantian, Xiufei menahannya yang hendak bangun.
“Baiklah kalau begitu, pulanglah. Kekaisaran Zhu tidak menerima keberadaan kalian disini, silahkan….” Usir Xiufei dengan tegas, mereka nampak marah dan mengepalkan tangannya.
Mereka pergi dengan perasaan marah, malu dan kebencian. Xiufei tidak peduli, begitu pun dengan Tiantian. Putri Meimei yang melihat itu merasa senang, dia segera memeluk Xiufei dengan erat.
“Terimakasih banyak kakak….” Senangnya.
“Sudah lega?” Tanya Xiufei, Meimei mengangguk dan tersenyum lebar.
“Kekaisaran Feng tidak sesederhana yang kau lihat Tiantian, selir yang mengandung tadi bukan anaknya pangeran Feng. Tapi dia anak kaisar…..” jelas Xiufei santai.
“Apa?” Kaget putri Meimei, Tiantian juga terkejut.
“Ya, karena dari penglihatan ku, pangeran Feng terlihat sakit dan tidak mungkin memiliki anak. Semua selirnya yang pernah mengandung dan melahirkan, itu semua anak kaisar.” Jelas Xiufei santai, dia meminum tehnya dengan tenang.
“Dari mana kau tahu?” Tanya suaminya.
Xiufei diam, dia hanya tersenyum tanpa menjawab. Jika dia berkata bahwa yang memberitahu nya Raja Arthur, apakah mereka akan percaya?
Lalu, kapan Xiufei bertemu dengan Raja Arthur? Mereka tidak bertemu, tapi Raja Arthur berkata dalam benaknya. Mereka bisa berbicara melalu telepati, dan itu hanya bisa di lakukan oleh dua jiwa yang sudah terikat takdir benang merah.