NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Perdebatan

Satu jam kemudian. 10 tetua klan berpengaruh tingkat tinggi sudah berada di dalam aula pertemuan. Begitu juga dengan tetua tetua lainnya.

Saat ini mereka sedang mendengarkan arahan dari patriaknya. "Sebagai mana kalian ketahui, di luar sana telah terjadi anomali yang tidak biasa."

"Seorang gadis seumuran cucuku, telah berani mendirikan sebuah organisasi, dan jumlah anggotanya lumayan banyak. Kekuatan pemimpinnya juga cukup tinggi. Apa ada diantara kalian yang bisa memberikan solusi, bagaimana cara mengatasi mereka?" ujarnya.

Menjawab ketua." Menurutku, kita datangi mereka saja, dan tawarkan kerja sama dalam bentuk perlindungan. Jika dia menolak, maka tinggal meratakannya saja." usul salah seorang tetua dalam membuka suara.

"Aku tidak setuju. Untuk ukuran organisasi yang sekecil itu, dan dipimpin oleh gadis kecil pula, aku rasa itu hanya lelucon untuk bernegoisasi."

"Datangi dan langsung hancurkan. Jika mereka melawan habisi saja tanpa sisa!" usul yang lainnya lagi.

"Masalahnya bukan terletak pada dominasi kekuatan kita, ataupun pengaruh kekuatan. Tetapi organisasi itu mungkin sudah terdaftar di pemerintahan. Jadi gerakan mereka legal, karena disetujui oleh kekuatan yang selama ini berkuasa."

"Jika kita tiba tiba menyerang, mungkin akan menimbulkan gejolak yang tidak biasa, dan akan berdampak bagi Klan kita, terkecuali kalau kita bisa bekerja sama dengan Asosiasi Bela Diri, Dojo, serta Perhimpunan Tenaga Dalam yang ada?"

"Dengan mengandalkan identitas juga kekuasaan mereka, maka Klan kita akan aman. Jika kita menyerang pun, itu atas nama mereka, bukan nama Klan kita." bantah yang lainnya pula. yaitu tetua pertama. adik dari Sagara.

Sementara Sagara jadi terdiam. Dia juga berpikir begitu. Namun tiba tiba sebelum dia berbicara, tetua kedua menyelanya.

"Apa kau sudah yakin dengan usulmu itu kakak pertama? Menghubungi ketua Perhimpunan itu aku rasa bisa, tapi menghubungi ketua Asosiasi, apalagi Dojo yang menutup diri itu aku rasa sangat sulit, karena perseteruan pengaruh antar kekuatan."

"Untuk sementara kita lupakan saja mereka. Yang bisa kita lakukan adalah menghubungi ketua perhimpunan, karena aku yakin dia juga sedang merencanakan sesuatu terhadap organisasi baru itu." bantahnya.

"Namun kita semua harus ingat, organisasi yang sedang kita bicarakan ini bukanlah organisasi dengan kekuatan besar. Organisasi itu baru muncul, kekuatannya juga belum stabil."

"Jika kita menghancurkan mereka sebelum berkembang, pihak penguasa pun akan maklum, dan aksi kita tidak akan dipermasalahkan. Itu hanya kekuatan kecil, beda dengan kekuatan kita, yang selama ratusan tahun sudah menjadi pilar bagi negara. Tapi kali ini, kita harus menggunakan kekuatan tangan orang lain."

"Jadi menurutku...?"

Belum juga tetua ketiga menyelesaikan ucapannya, tetua keenam yang terkenal bijaksana dan bertindak berdasarkan logika, tiba tiba membuka suara.

"Mohon maaf tetua ketiga terutama kepala keluarga. Kenapa kalian sangat memusuhi organisasi baru itu. Apakah keberadaannya bakal mengancam keberadaan kita?" tanya nya.

"Ya, Itu salah satunya. Instingku mengatakan, bahwa keberadaan mereka akan menggoyahkan pondasi kekuatan Klan kita. Jika dibiarkan, maka lambat laun keberadaan kita akan bergeser."

"Oleh karena itu aku membutuhkan usul yang lebih jitu, transparan, dan tidak ragu ragu. serta langsung mengena pada intinya." respon Sagara. ketua Klan itu menjawab pertanyaan tetua ke-enam nya.

"Kenapa harus repot repot ketua. Berapa sih kekuatan ketua mereka beserta bawahannya? Kenapa ketua terkesan takut pada mereka, sampai harus menggunakan kekuatan orang lain untuk meruntuhkan mereka . Apa kita kekurangan petarung handal?" sela tetua ke-lima.

"Aku tidak takut pada mereka, tapi takut pemerintah akan turun tangan. Lagipula aku takut dominasi kita bakal bergeser jika dibiarkan saja."

"Entah mengapa naluri ku mengatakan, bahwa mereka itu merupakan ancaman yang sangat nyata bagi kelangsungan hidup Klan kita?"

"Jadi untuk itulah aku panggil kalian kemari, guna mencari solusi, bagaimana cara menghilangkan keberadaan mereka tanpa kita sendiri turun tangan?" jawabnya.

"Aku rasa apa yang ketua inginkan itu sangat sulit untuk dijalankan, karena kekuatan lain belum ada yang mempermasalahkan organisasi tersebut. Mungkin baru kita saja?"

"Mungkin pula kelompok yang di luar itu sedang menunggu aksi kita untuk mulai bergerak. Setelah itu baru mereka?"

"Jadi menurutku, kita tunda dulu keinginan untuk menyerang. Kita lihat dulu reaksi mereka. Apakah akan menyerang atau merapat?" usul tetua ke-tujuh mengagetkan mereka.

Biasanya dia yang paling frontal. Begitu mendengar ada kekuatan lain selain kekuatan mereka, maka saat itu juga dia akan mengerahkan pengikutnya untuk menghabisi kekuatan tersebut, atau minimal menaklukkan mereka untuk dijadikan bawahan.

Tapi kali ini kesannya beda. Dia seperti mengulur waktu agar kakak juga adik adiknya itu tidak begerak duluan. Namun tidak ada yang menyadari tujuan dia sebenarnya. Oleh karena itu dia mengusulkan itu.

Lagipula jika diteliti secara mendalam, sepertinya Dia sudah tahu berita tentang kekuatan organisasi baru tersebut, terutama kekuatan juga sumber daya ketuanya.

Dia ingin bergerak duluan, menundukkan organisasi baru itu tanpa campur tangan saudara saudaranya, agar seluruh sumber daya mereka menjadi miliknya, untuk memperkokoh posisinya saat berhasil merebut posisi ketua Klan.

Rencana itu sudah lama dijalankan, dan sampai saat ini pengikutnya sudah mencapai 2.500 orang. Jumlah yang sangat cukup untuk merebut kekuasaan di Klan nya.

"Tidak bisa!" bantah salah satu petinggi nomor satu Klan. "Menurutku kita langsung saja bergerak tanpa menunggu persetujuan ketua perhimpunan, karena jika kita lambat, maka kesempatan kita akan hilang. dan kekuatan tersebut akan direbut oleh pihak lain!"

"Oleh karena itu aku usulkan, untuk bergerak sekarang juga, dengan mengerahkan kekuatan yang cukup banyak. Aku yakin organisasi itu akan tunduk, dan kekuatan ketuanya akan menjadi milik kita!" bantah tetua agung yang dari awal hanya diam.

Tapi kali ini dia bersuara, setelah sekian lama menunggu juga gerah mendengarkan perdebatan kosong, yang tidak ada ujungnya.

"Baik. Kalau begitu aku setuju. Kita ikut saran tetua agung saja. Lagi pula kekuatan kita sudah cukup mumpuni. Tidak membutuhkan bantuan orang lain lagi!" itu keputusan ketua mereka.

"Ya, aku juga setuju!"

"Sama. Kami juga setuju!"

Secara mengejutkan, walaupun dari awal mereka berdebat kusir seperti itu, tapi pada akhirnya setelah tetua agung bersuara, mereka menjadi patuh.

Karena bagaimanapun, tetua Agung sekaligus pelindung tersebut, adalah mantan kepala keluarga sebelumnya, yang mengundurkan diri karena terlalu banyak kesibukan dalam meningkatkan kultivasi.

Sekarang levelnya sudah berada di tingkatan 59, yang sedikit lagi bakal mencapai angka 60. dan memasuki Petarung tingkat bumi awal. Sesuatu hal yang selama bertahun tahun selalu dirindukannya.

Mendengar saran tersebut. Maka beramai ramai lah para tetua, baik tetua luar, dalam juga tetua utama. yang ada di ruangan itu menyerukan kata sepakat, bahwa besok mereka akan menghancurkan organisasi milik Nindya, dan menjadikannya bawahan.

Walaupun ada beberapa orang yang masih meragukan tekad tersebut. Tapi karena mereka satu keluarga, maka mau tak mau mereka harus bergerak juga.

"Kalau begitu sudah diputuskan. Besok adalah hari penentuan, untuk menuntut balas saudara saudara kita yang telah gugur, akibat dibunuh oleh mereka!"

"Untuk diketahui. Sebanyak 117 orang kita yang disusupkan telah menghilang, saat ingin bergabung dengan mereka. Jadi dendam mereka harus kita balaskan. Apakah kalian semua setuju?"

"Kami setuju ketua!" jawab mereka.

1
Aditya Jetli
Terima kasih Kak atas dukungannya
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!