Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.
Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.
Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
...****************...
Puncak acara lelang pun dimulai, kali ini barang-barang yang ditawarkan jauh mengejutkan.
Revano memanggil salah satu bodyguard nya untuk mencari dimana keberadaan Devon Jenskin.
Sedangkan Alicia mulai tertarik dengan barang yang ditawarkan oleh pembawa acara.
Satu barang muncul dengan didorong oleh wanita berpakaian rapi.
Di troli itu nampak satu set perhiasan bertahta permata langkah yang sangat dikenal oleh beberapa kolektor perhiasan.
" Itu perhiasan dari abad 17, bukankah perhiasan itu termaksud dalam salah satu harta yang dicuri Lima tahun yang lalu di pameran yang dijaga ketat oleh kepolisian ?"
Revano mengangguk membenarkan berita itu.
" sudah diduga sejak awal hanya kelompok gengster yang berani merampok di tempat yang sangat dijaga ketat itu."
Alicia tersenyum tipis. " yah dan tidak mungkin jika tidak ada informan di dalam tubuh instansi terkait."
" Yah, kemungkinan besar salah satu komandan militer yang bertugas di sisi keamanan." sahut Revano .
" Komandan Josua Johnson..., dia juga berada di sisi Devon Jenskin kan ?"tebak Alicia dan sepertinya tepat sasaran.
Revano mengangguk membenarkan, Alicia langsung melirik ke arah sekitar untuk menemukan orang yang dibicarakan itu.
Hingga matanya berhenti di salah satu bangku yang diisi oleh seorang pria bertopeng namun berbadan tegap dan sangat identik dengan anggota militer.
" Dia disana.. "
Revano tersenyum tipis melihat kejelian Alicia yang cukup mengagumkan.
Di tempat VVIP yang sama dengan Revano dan Alicia , terlihat ada tiga orang duduk dalam satu meja yang sama.
mereka adalah Josua Johnson, Ulsan Ryota dan Tuan mereka Devon Jenskin.
Devon sejak datang terus menatap tajam ke arah Revano dengan kebencian dan persaingan.
" Jadi itu istrimu Revano ?, kau masih menyembunyikannya ya.." ujarnya dengan suara datar.
Josua pun ikut serta dalam memantau Revano .
" Identitas wanita itu sulit untuk dicari hingga sekarang, benar-benar sangat misterius." ujarnya.
Ulsan Ryota juga mengangguk setuju, banyak anak buahnya yang gagal menyelidikinya.
" Beberapa hacker bayaran juga kesulitan, mereka bahkan mengatakan jika mungkin hanya satu orang yang dapat menembusnya ."
Mendengar ucapan Ulsan, Josua sedikit tertarik dengan orang yang disebutkan itu.
" Siapa itu..?" ucapnya sambil mencondongkan tubuhnya.
" Mr A..., tapi," ucapan Ulsan Ryota terhenti sejenak, ia melihat ke arah bosnya Devon Jenskin.
Devon pun mengerti arti ucapan itu.
Ia hanya bisa menghela nafas berat.
" Tapi kenapa..?" tanya Josua yang memang tidak terlalu tau urusan yang menyangkut Red Devils, organisasi buatan Klan Jenskin.
" Mr A memiliki masalah dengan Alessandro dan Red Devils." ungkapnya.
Josua terkejut dengan permasalahan rumit itu.
" Apa yang dilakukan pak tua itu hingga memiliki permusuhan dengan sosok yang sangat berbahaya di forum gelap..!"
Dengan wajah sangat malas Devon berucap. " Dia mengeluarkan Bounty besar untuk identitas Mr A."
" Apa..!!, jadi ada masalah sepelik itu akhir akhir ini..?"
" Aku terlalu sibuk dengan karir militer ku hingga tidak mencari tau kabar terkini."
Josua Johnson hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ulah Alessandro yang sangat gegabah itu.
" Jadi Mr A juga menaruh dendam dengan kita ?" Josua cukup khawatir akan terseret dampak kelakuan Alessandro.
Sampai akhirnya Devon angkat bicara langsung. " itu jika dia tau hubungan Red Devils dengan Klan Jenskin."
" Apa anda yakin dia tidak tahu tuan, salah satu hacker terhebat yang ku kenal bahkan memperingkatkan jika Mr A dapat membobol sistem keamanan negara yang kecanggihannya setara dengan sistem kita ?" ucapan Ulsan Ryota seketika menyadarkan Devon.
" Kalau begitu kita harus memburunya segera, karena orang yang terlalu banyak tahu sama berbahayanya dengan pemimpin kelompok mafia." sahut nya dengan tatapan mata tajam.
...****************...