Alicia yang tak tahu apa pun harus menanggung akibat dari kemarahan Austin karena perbuatan kakaknya. Malam kelam harus dia lewati di mana Austin merenggut keperawanan dan harga dirinya. Dia hendak dijadikan tawanan sebagai pemuas nafsu namun Alicia melarikan diri dan bersembunyi dari Austin. Dia pergi yang jauh namun lima tahun kemudian, Alicia kembali bersama dua anak kembar yang dia lahirkan akibat malam naas itu untuk membalas dendam. Dia bahkan bergabung dengan musuh Austin demi tujuannya tapi apakah dia mampu membunuh Austin yang adalah ayah dari kedua anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pantas Dibenci
Austin dan ibunya sudah berada di sekolah Archer dan Arabella. Mereka datang lebih cepat karena ibu Austin khawatir mereka terlambat sehingga dia tidak bisa bertemu dengan kedua cucunya.
Ibu Austin tentu sudah tidak sabar, kali ini dia membawa kaca mata agar dia dapat melihat rupa cucunya dengan jelas. Dia tidak boleh salah lagi mengenali rupa kedua cucunya dan tak hentinya dia mengintip dari jendela untuk memastikan apakah kedua cucunya sudah keluar atau belum.
"Aduh, kenapa mereka begitu lama?"
“Bisakah Mommy bersabar? Mommy sudah seperti anak kecil yang sedang menunggu penjual mainan lewat.”
“Aku sudah tidak sabar, Austin. Kenapa mereka belum juga keluar?"
"Sekolah belum usai, Mom. Sepertinya sebentar lagi jadi bersabarlah tapi sebaiknya Mommy menunggu di mobil saja. Biar aku yang menemui mereka terlebih dahulu!"
"Enak saja. Aku sudah tidak sabar tapi kau justru meminta aku menunggu di mobil!" protes ibunya.
"Jangan membantah, Mom. Mommy bisa menakuti mereka jadi sebaiknya mereka bertemu denganku terlebih dahulu barulah Mommy bertemu dengan mereka!"
"Ck, lama. Kau saja yang menunggu di mobil!" protes ibunya.
Austin menggeleng tapi tiba-tiba saja dia takut. Bagaimana jika putra dan putrinya menolaknya lagi? Dia tidak mau keributan apalagi itu di sekolah. Jangan sampai putra dan putrinya semakin membencinya sehingga mereka semakin jauh darinya.
"Akhirnya!" ucap ibunya ketika mendengar suara lonceng sekolah berbunyi.
Ibunya turun dari mobil, dia ingin segera menyapa kedua cucunya. Austin pun mengikuti namun dia hanya berdiri di sisi mobil dan akan memperhatikan. Mungkin putra dan putrinya akan luluh dengan ibunya. Dia sangat berharap, ibunya dapat mengambil hati mereka berdua.
Seperti biasa, Archer dan Arabella selalu pulang bersama. Archer selalu memegangi tangan adiknya karena dia harus menjaga adiknya baik-baik seperti yang ibunya pesankan. Mereka keluar bersama dengan yang lain dan ketika melihatnya, sang nenek terkejut sekaligus senang.
“Ya Tuhan, rupanya aku tidak salah melihat,” Liora melangkah maju, mendekati kedua cucunya.
"Mom, jangan menakuti mereka!" pesan Austin.
"Wajahmu lebih menakutkan!" ucap ibunya seraya melangkah menghampiri Archer dan Arabella.
"Anak-anak, tunggu sebentar!" pintanya.
Archer dan Arabella menghentikan langkah, mereka memandangi sang nenek dengan pandangan curiga. Archer begitu waspada, dia sudah berdiri di hadapan adiknya.
"Siapa nenek?" tanya Archer.
“Aku nenek kalian berdua dan aku datang ingin menemui kalian berdua.”
“Kami tidak punya nenek karena Mommy berkata nenek kami sudah meninggal lama!”
“Kakak, jangan berkata seperti itu,” Arabella justru merasa tidak enak hati karena perkataan kakaknya tidak sopan pada orang tua.
"Aku nenek dari pihak ayahmu, ibu dari si menyebalkan itu!" ucap Liora sambil menunjuk ke arah Austin yang masih menunggu di mobil.
Archer dan Arabella memandangi Austin. Ekspresi mereka berubah ketika melihat Austin di sana. Austin pun segera menghampiri, sepertinya ibunya sudah menakuti mereka.
“Dia ibuku yang berarti dia adalah nenek kalian berdua!” Austin sudah berdiri di belakang ibunya.
“Untuk apa kau datang ke sini?” tanya Archer dengan sinis.
“Tentu saja ingin bertemu dengan kalian dan berbicara dengan kalian berdua. Aku juga ingin meminta maaf karena aku sudah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya aku lakukan terhadap ibu kalian enam tahun yang lalu," sudah dia duga putra putrinya semakin membenci dirinya.
"Kami tidak mau bertemu denganmu jadi jangan datang lagi!"
“Bagaimana dengan nenek? Nenek tidak melakukan sebuah kesalahan, apa kalian juga akan membenci nenek dan tak mau bertemu dengan nenek?” pertanyaan sang nenek tentu saja membuat Archer dan Arabella saling pandang.
“Ayah kalian memang sudah membuat sebuah kesalahan besar dan apa yang dia lakukan itu begitu fatal. Aku bisa maklum kenapa kalian membenci dirinya tapi bagaimana dengan nenek? Apa Kalian juga akan membenci nenek yang tidak tahu apa pun yang terjadi dan yang tak terlibat?”
“Bagaimana ini, Kakak?” tanya Arabella karena dia bingung sebab ibunya tidak pernah mengatakan jika mereka memiliki nenek jadi mereka tidak tahu harus bagaimana dan harus bersikap seperti apa kepada nenek mereka.
“Nenek tidak tahu apa yang telah Ayah kalian lakukan, percayalah. Jika nenek tahu, nenek pasti akan memukulnya dan mencari keberadaan ibu kalian. Jadi maukah kalian menerima nenek?”
“Kami tidak tahu, nenek. Kami harus bertanya pada Mommy terlebih dahulu apakah kami boleh menerima nenek atau tidak?!"
"Kenapa harus begitu?" tanya nenek mereka.
"Kami tidak boleh sembarangan menerima nenek tanpa persetujuan Mommy," jawab Arabella.
“Jika begitu hubungi ibumu dan tanyakan padanya apakah aku boleh mengajak kalian pulang atau tidak?”
“Mommy sedang bekerja jadi tidak bisa diganggu. Tunggu saja Mommy pulang dan minta izinlah kepada Mommy!” ucap Archer.
“Kakak, bus sekolah sudah mau pergi,” Arabella memberitahu kakaknya karena bus sekolah yang akan mereka tumpangi sudah akan pergi.
“Bagaimana jika nenek antar kalian? Sekalian nenek ingin tahu di mana kalian tinggal dan nenek ingin bertemu dengan ibu kalian. Apa boleh?”
Archer tampak ragu menerima tawaran dari neneknya. Austin berharap, sangat berharap putranya mau menerima tawaran yang ibunya berikan. Dia juga berharap ibunya dapat mengambil hati mereka berdua karena dengan demikian akan lebih mempermudah dirinya mendekati Archer dan Arabella.
“Kenapa tidak menjawab? Apa kalian ragu?” Liora mendekati kedua cucunya namun Archer kembali melangkah mundur bersama dengan adiknya. Mereka berdua ternyata cukup waspada dan sepertinya mereka berdua tidak mempercayai dirinya.
“Aku ingin bertemu dengan ibu kalian dan berbicara dengannya jadi izinkan nenek dan ayah kalian yang mengantar kalian pulang. Kalian tidak perlu takut, kami benar-benar akan mengantar kalian pulang," bujuk nenek mereka lagi.
“Baiklah, karena nenek yang meminta jadi kami akan ikut tapi nenek harus tahu jika kami tidak suka dengan orang yang sudah berbuat jahat pada Mommy!”
“Tidak perlu khawatir, nenek juga tidak suka dengannya!” perkataan itu dia ucapkan agar kedua cucunya senang.
“Mom, apa maksud perkataanmu?”
“Kau memang menyebalkan dan pantas dibenci!” ibunya melangkah mendekati Archer dan Arabella. Dia kembali membujuk sampai kedua cucunya mau mengikutinya.
Austin hanya bisa menghela napas. Sekarang dia merasa semua orang memusuhi dirinya tapi dia memang pantas mendapatkannya. Liora membawa cucunya menuju mobil, dia juga menanyakan alamat rumah mereka kepada Archer.
Arabella yang berjalan di samping kiri neneknya menoleh ke belakang, melihat ayahnya yang terlihat tak bersemangat. Arabella menjadi sedikit iba. Rasanya ingin berlari menghampiri ayahnya tapi dia tidak berani karena kakaknya pasti akan marah.
“Ibu kalian kerja di mana?” tanya nenek mereka saat mereka sudah berada di mobil.
“Mommy bekerja di sebuah perusahaan.”
“Saat pulang sekolah, apa kalian hanya berdua saja berada di rumah?”
“Nenek, kami bersedia mengikuti nenek karena kami menghargai nenek. Jika nenek ingin bertanya lebih jauh lebih baik nenek bertanya kepada Mommy!” ucap Archer yang tak berani berbicara terlalu jauh karena ibunya bisa marah saat Ibunya tahu.
“Baiklah, kau begitu waspada. Kau pasti anak yang cerdas tapi nenek boleh tahun nama kalian, bukan?”
“Aku Archer dan Adikku Arabella.”
“Wow, ibu kalian?”
“Alicia!” jawab Austin. Sekarang dia jadi sadar jika nama mereka semua berawalan huruf A. Apakah ini hanya sebuah kebetulan saja?
Liora meminta kedua cucunya untuk masuk ke dalam mobil. Beruntungnya Archer dan Arabella mengijinkan mereka mengantar. Hari ini dia akan bertemu dengan wanita yang telah putranya nodai dan dia akan meminta maaf pada Alicia secara pribadi atas perlakuan putranya yang tidak menyenangkan.
apaa adaaa kisah lanjutan archer, arabella & simon kakkk??
wahh parahh sih Merey