NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Veronica Adam?

Sambil berdiri di depan tabung-tabung kristal yang berdenyut hitam, Azzura teringat akan sebuah malam di masa kecilnya—malam terakhir sebelum orang tuanya pergi dalam misi diplomatik yang kini ia sadari adalah sebuah kebohongan besar.

Tiga ratus tahun yang lalu, Veronica Adam bukanlah seorang pahlawan. Ia adalah seorang alkemis jenius yang putus asa. Saat itu, dunia sedang dilanda kekeringan energi sihir. Tanpa sihir, kota-kota jatuh, dan monster dari luar dimensi mulai merayap masuk.

Veronica melakukan hal yang tabu: ia tidak memohon pada cahaya, melainkan menjerat kegelapan. Ia menemukan bahwa dimensi di bawah mereka—sebuah dunia yang disebut The Weeping Void—memiliki energi kinetik yang tak terbatas jika "diperas" dengan benar.

Ia membangun Menara Mageia bukan sebagai mercusuar, melainkan sebagai jarum suntik raksasa. Ia menghujamkan dasar menara itu ke jantung dimensi bawah, menyedot kehidupan dari sana untuk menerangi Euthopia. Demi menutupi dosanya, ia menulis ulang sejarah, menyatakan bahwa ia "mengalahkan" kegelapan, padahal ia hanya memenjarakannya untuk dijadikan bahan bakar.

Azzura memejamkan mata, dan suara ayahnya, Daniel Adam, serta ibunya, Caryn, kembali bergema di kepalanya. Saat itu Azzura baru berusia tujuh tahun, sedang meringkuk di balik pintu ruang kerja ayahnya yang megah.

“Kita tidak bisa terus diam, Daniel,” suara Caryn terdengar gemetar, penuh ketakutan. “Garis keturunan kita membawa kutukan ini. Setiap tetes Mageia yang digunakan penduduk kota adalah tetesan darah dari dimensi lain. Veronica tidak menyelamatkan kita—dia mengutuk kita menjadi parasit!”

Daniel menghela napas panjang, suara gesekan kertas terdengar berat. “Aku tahu, caryn. Para High Sage... Archmagus Valerius... mereka tidak akan membiarkan kita bicara. Bagi mereka, kenyataan ini lebih berbahaya daripada kiamat itu sendiri.”

“Lalu bagaimana dengan Azzura?” Caryn terisak. “Dia memiliki bakat murni Mageia. Jika dia masuk ke akademi, dia akan menjadi senjata mereka. Dia akan menjadi wajah baru dari kebohongan ini.”

Daniel berjalan menuju jendela, menatap Menara Mageia yang bersinar terang di kejauhan. “Mungkin itu satu-satunya cara. Jika dia menjadi yang terkuat, dia akan memiliki akses ke Arsip Terlarang. Dia akan melihat apa yang kita lihat.”

Pintu tiba-tiba terbuka. Azzura kecil berdiri di sana, memeluk boneka kainnya.

“Ayah? Ibu? Kenapa kalian menangis?” tanya Azzura polos.

Daniel berlutut, memegang kedua bahu Azzura dengan tangan yang dingin namun lembut. Matanya yang biru—sama persis dengan mata kanan Azzura sekarang—menatap dalam.

“Azzura, dengarkan Ayah,” bisik Daniel. “Suatu hari nanti, orang-orang akan memujamu sebagai pembawa cahaya. Mereka akan memberikanmu tongkat dan mahkota. Tapi Ayah ingin kau berjanji satu hal.”

Azzura kecil mengangguk pelan. “Apa, Ayah?”

“Jangan pernah percaya pada cahaya yang tidak memiliki bayangan,” ucap Daniel tegas. “Jika suatu saat kau menemukan kegelapan di bawah kakimu, jangan lari. Masuklah ke dalamnya. Karena di sanalah letak kebenaran keluarga kita yang sebenarnya.”

“Daniel, mereka datang...” bisik Caryn sambil menatap pintu utama rumah mereka yang digedor keras oleh pasukan Paladin.

“Pergilah ke kamarmu, sayang. Jangan keluar sampai pagi,” perintah ibunya sambil mencium kening Azzura.

Malam itu, orang tua Azzura dibawa pergi "untuk tugas kerajaan."

Tiba-tiba, lampu ruangan menyala terang. Bukan biru, melainkan merah darah—tanda protokol keamanan tingkat tinggi telah diaktifkan.

Azzura membuka matanya yang kini belang—biru dan abu-abu. Ia menatap High Sage Valerius yang berdiri angkuh di balkon atas.

“Ayahku benar,” suara Azzura kini berat, beresonansi dengan kekuatan hitam yang meluap dari tongkatnya. “Cahaya Olympus Baru tidak memiliki bayangan karena kalian telah membuang bayangan itu ke bawah, menyiksanya selama ratusan tahun.”

"Aku sudah menduga kau akan kembali dengan membawa kotoran itu, Azzura," sebuah suara berat bergema dari balkon atas.

Seorang pria tua dengan jubah putih emas melangkah keluar. High Sage Archmagus Valerius, kepala akademi sekaligus guru mereka. Di belakangnya, puluhan prajurit elit Paladin Mageia mengarahkan tombak energi ke arah mereka.

"Guru Valerius?" Vera melangkah maju, tangannya mengepal. "Apa semua ini? Kenapa ada kehampaan di bawah menara kita?"

Valerius tersenyum tipis, sebuah senyum yang penuh penghinaan. "Demi peradaban, Vera. Tanpa pengorbanan dimensi itu, Euthopia akan hancur dalam sehari. Kita membutuhkan bahan bakar untuk kedamaian ini."

Ia menatap Azzura dengan pandangan benci. "Dan kau, Azzura... kau seharusnya mati di bawah sana sebagai pahlawan. Sekarang, kau hanyalah kontaminasi yang harus dimusnahkan."

Azzura melangkah maju ke depan teman-temannya. Ia mengangkat tongkatnya, dan untuk pertama kalinya, ia tidak memanggil cahaya Mageia.

Asap hitam keluar dari ujung tongkatnya, membentuk sabit raksasa yang membelah udara.

"Jika kedamaian ini dibangun di atas penderitaan dunia lain," kata Azzura, suaranya kini benar-benar bergetar dengan kekuatan gelap, "maka aku sendiri yang akan meruntuhkan menara ini."

Valerius tertawa sinis. “Kau hanya seorang gadis kecil yang bermain dengan api hitam, Azzura. Veronica membangun dunia ini dengan darah, dan kau pikir kau bisa meruntuhkannya hanya dengan kebenaran? Paladin! Habisi mereka!”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!