Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Setiap Orang Memiliki Rahasianya Sendiri
Derap langkah kaki kuda yang melakukan perlahan di tengah kegelapan malam terdengar jelas oleh Song Jiao.
"Ada yang mendekat, tidak kurang dari sepuluh kuda."
Song Jiao berbisik di dekat telinga Wei Zu.
Saat ini mereka hanya berdua, sedangkan yang lain berasa di perkemahan, tidak jauh dari tempat keduanya berada saat ini.
"Mereka berasal dari Kota Xuanshan. Nona, mereka ini prajurit Xue Long, dan mereka semakin mendekat."
Wei Zu menebak dengan pasti, dan baru juga Song Jiao ingin mengambil tindakan, tiba-tiba saja sepuluh kuda berhenti hanya berjarak beberapa langkah dari tempatnya.
"Kuda-kuda itu, mereka mulai terpengaruh obat yang aku sebar siang tadi."
Song Jiao sudah memperkirakan akan ada pergerakan dari prajurit Xue Long di jalanan yang hampir selesai dibersihkan.
Oleh karena itu dia sengaja menebar bubuk obat yang aromanya bisa membuat gila binatang, apalagi jika itu binatang yang memiliki penciuman tajam.
Indra penciuman kuda termasuk sangat tajam, membuat aroma bubuk obat yang ditaburkan Song Jiao membuat kuda-kuda itu menjadi hilang kendali, berperilaku selayaknya kuda gila.
"Sepertinya kuda-kuda ini telah mencium aroma tanaman yang membuat mereka hilang kendali. Kalian semua ikuti aku, lompat dari atas kuda, dan kita akan kembali ke Kota untuk mengganti kuda!"
Dipimpin salah satu prajurit, sembilan prajurit lainnya melompat dari kuda tunggangan yang mulai menggila.
Setelah semua prajurit melompat, Song Jiao dan Wei Zu segera menghujani kesepuluh prajurit Xue Long dengan anak panah yang ditembakkan menggunakan busur silang otomatis.
Kecepatan anak panah sangat cepat, dan ditambah suasana gelapnya malam, kesepuluh prajurit Xue Long sama sekali tidak memikir kesempatan menghindar, mati hanya dalam lima tarikan napas.
"Biar aku yang mengurus mayat mereka!"
Song Jiao menghentikan Wei Zu yang ingin menyentuh mayat-mayat prajurit Xue Long, dan dengan satu lambaian tangan yang dilakukan Song Jiao, seluruh mayat menghilang, hanya menyisakan jejak darah yang langsung dibersihkan oleh Wei Zu.
Saat sepuluh kuda akhirnya kembali tenang, Song Jiao turut memasukkan kuda-kuda itu ke dalam ruang ajaibnya, membuat kuda yang gagah seketika hilang kesadaran.
Mereka baru akan kembali mendapatkan kesadarannya setelah Song Jiao mengeluarkannya dari ruang ajaib.
Saat malam mencapai puncaknya, Song Jiao mengajak Wei Zu kembali, dan patroli malam dilanjut oleh lima prajurit wanita yang bisa menyadarkan keberadaannya dengan baik di tengah kegelapan malam.
"Aku sudah menyuruh Cu Yun dan empat prajurit lainnya untuk menunggu pasukan utama di ujung jalanan yang telah dibersihkan, dan jika semua berjalan lancar, besok siang pasukan utama akan sampai di tempat ini, dan lusa adalah waktu yang tepat untuk menyerang Kota Xuanshan..."
**
**
Pagi-pagi sekali Song Jiao membawa sepuluh prajurit wanita mengintai sekelompok prajurit Xue Long yang sedang memasang jebakan di jalanan kecil, jalanan baru yang dibangun untuk menghubungkan Kota Xuanshan dengan Kota Moyan.
Dari apa yang didengarnya, Song Jiao tau jika prajurit Xue Long yang jumlahnya tidak kurang dari dua ratus orang, mereka dipimpin langsung oleh salah satu Jenderal Xue Long, dan begitu jebakan selesai dipasang, mereka akan langsung kembali ke Kota Xuanshan.
Sebelum pagi beranjak menjadi siang, jebakan telah selesai dipasang, dan mereka semua bermaksud kembali ke Kota Xuanshan.
Tetapi mereka semua dikejutkan dengan sebuah tombak yang tiba-tiba saja sudah menancap di dada Jenderal pemimpin mereka.
Tombak itu menembus bagian punggung sang Jenderal, memberikan kematian yang sangat-sangat cepat, membuat dua ratus prajurit yang melihat kejadian itu ketakutan, tapi di tengah ketakutan itu mereka tau musuh sudah tiba.
Namun, sebelum mereka mengambil tindakan apapun, tiba-tiba hujan anak panah membuat formasi dua ratus prajurit Xue Long hancur berantakan, membuat Song Jiao dan sepuluh prajurit wanita yang mengikutinya tidak kesulitan menghadapi musuh yang jumlahnya berkali-kali lebih banyak dari mereka.
Akhirnya, dua ratus prajurit Xue Long gugur, begitu juga dengan Jenderal mereka.
Mayat-mayat yang tersebar di berbagai tempat, kurang dari satu Shi (2 jam), seluruh mayat telah selesai dibersihkan, begitu juga dengan jejak pertarungan yang berlangsung sangat-sangat singkat, sama sekali tidak membuat Song Jiao dan prajurit yang mengikutinya berkeringat.
Di sisi lain, pasukan besar yang dipimpin Qin Tianyu telah tiba di jalanan yang sebelumnya tertutup longsoran batu dan tanah, dan tidak lama lagi mereka akan tiba di tempat perkemahan yang didirikan Song Jiao.
"Ayah, jalanan ini sepertinya baru dibersihkan dari longsoran."
Qin Zixuan jelas melihat bekas longsoran, dan itu bukan longsoran kecil, melainkan longsoran yang sangat-sangat panjang, yang mana longsoran itu telah dibersihkan dengan sempurna, hanya menyisakan tanah yang sedikit lembab, efek terkubur di bawah longsoran besar.
"Apa kamu bakalan percaya kalau aku menyebut longsoran di tempat ini sudah seperti sebuah gunung yang digeser hanya untuk menutup jalan?"
Ingin Qin Zixuan bilang tidak percaya, tapi saat dia melihat ekspresi serius ayahnya, entah kenapa Qin Zixuan justru yakin pada apa yang baru disampaikan oleh Qin Tianyu.
"A-aku percaya, tapi aku penasaran bagaimana caranya orang-orang Xue Long membersihkan longsoran di tempat ini? Mungkinkah mereka melakukan dengan banyak orang dan semua itu memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya?"
Cepat saja Qin Tianyu menggelengkan kepala usai mendengar ucapan putranya.
"Mereka, orang-orang Xue Long sama sekali tidak ada niatan membersihkan longsoran di tempat ini selama puluhan tahun lamanya, dan justru membuka jalanan baru yang waktu tempuhnya jauh lebih lama, ditambah jalanan baru sangat berbahaya bagi orang-orang yang baru melewatinya!~"
"Dari sini aku yakin kamu sudah tau siapa sesungguhnya yang telah membuka jalanan besar ini dari longsoran, dan kalau kamu sudah tau siapa yang melakukannya, jangan sekali-kali bertanya padaku bagaimana dia bisa melakukannya karena aku sama sekali tidak tau!~"
"Jangan juga kamu bertanya langsung padanya karena setiap orang pasti punya rahasianya sendiri! Selagi apa yang dilakukannya tidak membahayakan dirinya, sebisa mungkin kita diam, menahan diri untuk tidak menanyakan sesuatu yang memang sudah seharusnya tidak kita tanyakan!"
Ketika Qin Tianyu menyelesaikan ucapannya, dia melihat Qin Zixuan menganggukkan kepala tanda dia mengerti.
'Benar, semua orang memang memiliki rahasianya sendiri, termasuk aku yang merahasiakan sesuatu dari mereka semua!'
Qin Zixuan bicara dalam hati sembari mengingat sebuah rahasia yang selama ini dia tutup rapat-rapat dari seluruh anggota keluarganya, tapi sejak kedatangan Song Jiao yang begitu tiba-tiba, dia merasa ada yang berubah dari sesuat yang dirahasiakannya dari semua orang.
Tetapi perubahan itu bukan mengarah ke sesuatu yang buruk, melainkan justru mengarah ke sesuatu yang jauh lebih baik, membuat Qin Zixuan semakin menyayangi Song Jiao sebagai sosok adiknya.