NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dukungan seorang sahabat

Dirumah sakit saat ini kedua orang tua Alisha masih setia menunggu kabar dari dokter yang menangani putri mereka. "Mas aku takut terjadi sesuatu sama putri kita" ucap Alena terisak di pelukan suaminya. "Iya ma, kita berdoa semoga Alisha tidak kenapa kenapa" sahut Mohan.

Ceklek..

Pintu terbuka lebar keluar seorang suster dari dalam ruang UGD. "Dengan keluarga nona Alisha" tanya suster tersebut tersenyum ramah.

"Benar sus, kami kedua orang tua Alisha" jawab Mohan berjalan mendekati suster tersebut dengan menggandeng tangan istrinya.

"Mari silahkan masuk pak Bu, dokter ingin berbicara tentang kondisi putri kalian didalam" ajaknya membuka pintu lebih lebar mempersilahkan pasangan tersebut masuk kedalam. Didalam ruangan dokter Naya sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Dokter tersebut menyambut mereka dengan tersenyum ramah. "Silahkan duduk dulu pak Bu" ucap dokter Naya mempersilahkan mereka berdua duduk.

"Dokter bagaimana keadaan putri kami sekarang?" tanya Mohan.

"Syukur Alhamdulillah pak Bu, putri kalian selamat dari maut kalau seandainya telat sedikit saja maka nyawa putri kalian sudah tidak dapat tertolong lagi" jawab dokter Naya.

Mohan dan Alena yang mendengar kabar tersebut mereka berdua bisa bernafas lega dalam hati mereka berulang kali mengucapkan syukur karena putri mereka masih bisa di selamatkan.

"Terus bagaimana keadaan Alisha sekarang Dok, apakah sudah baik baik saja Dok?" tanya Alena.

"Alhamdulillah keadaannya sudah membaik Bu, dia sudah melewati masa kritisnya. Dan sekarang nona Alisha masih tertidur karena efek obat tidur. Mungkin tidak berapa lama lagi nona Alisha sudah siuman" jawab dokter Naya.

"Apakah kami boleh melihat putri kami Dok?" tanya Mohan.

"Untuk sekarang jangan dulu ya pak, biar dipindahkan dulu ke kamar perawatan baru boleh dijenguk keluarga" jawab dokter Naya sopan.

"Baik Dokter" jawab mereka berdua.

"Kalau begitu kami mohon pamit dulu Dok, terimakasih atas pertolongannya" ucap Mohan sebelum keluar dari dalam ruangan tersebut.

"Iya pak Bu, sama sama itu sudah menjadi tugas kami" jawab dokter Naya ramah. Setelah kepergian kedua orang tua Alisha, dokter Naya meminta suster memindahkan Alisha ke ruang perawatan. "Suster tolong segera pindahkan nona Alisha ke ruang perawatan sekarang juga"

"Baik Dokter" jawab 2 suster bersamaan.

\>\>\>\>\>\>\>

Santa yang baru saja sampai apartemennya langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa. "Lelah banget rasanya badan gue, mandi air hangat kayaknya enak nih" gumam Santa seraya bangun dari atas sofa lalu masuk kedalam kamarnya.

Setengah jam kemudian Santa keluar dari dalam kamar mandi sudah memakai pakaian lengkap dengan membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.

Saat menyisir rambutnya ponsel Santa berdering panggilan masuk dari seseorang. Santa segera mengambil ponselnya yang sejak tadi tergeletak diatas kasur. Setelah membaca nama seseorang "Tante Alena" Santa langsung menerima panggilan tersebut. "Halo tante ada apa?" tanyanya lembut.

"Santa kamu dimana nak?" terdengar suara lembut mama Alena namun sedikit serak.

"Santa lagi di apartemen, ada apa ya te?" tanya Santa.

"Tante cuma mau memberi kabar kalau sekarang Alisha dirawat dirumah sakit. Tadi Alisha menyakiti dirinya sendiri bahwa Alisha melukai pergelangan tangannya.." ucap mama Alena terdengar terisak dari balik telfon.

"Ya Tuhan...

Baiklah tante setelah ini Santa langsung pergi ke rumah sakit. Tante yang tenang ya, setengah jam lagi Santa sampai rumah sakit". Setelah panggilan berakhir Santa langsung menyambar jaket Hoodie hitam, serta barang penting miliknya seperti ponsel dompet dan kunci mobil.

Dengan perasaan kawatir Santa segera meninggalkan apartemen miliknya. Santa segera mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.

"Huft...

Kenapa Lo sampai nekat nyakitin diri lo sendiri Al, seharusnya Lo bersyukur karena Tuhan masih memberikan Lo kesempatan hidup" gumam Santa yang masih fokus menyetir mobil. Karena jalanan sedikit macet sehingga Santa baru tiba dirumah sakit sedikit lambat. Dengan nafas ngos-ngosan Santa menanyakan kamar rawat sahabatnya pada suster. Setelah mengetahui tempatnya Santa segera memasuki lift menuju lantai 2 tempat Alisha dirawat.

Ceklek... pintu terbuka.

Semua orang yang berada didalam kamar tersebut langsung menoleh ke arah pintu. Tatapan mata Santa langsung bersitatap dengan mata Alisha yang juga menatapnya. "Alisha bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Santa berjalan mendekati ranjang pasien.

Alisha tidak menjawab pertanyaan Santa, tatapan mata Alisha terlihat kosong seolah olah tidak ada semangat untuk menjalani hidup. Santa yang melihat kondisi sahabatnya seperti itu membuat hatinya terasa nyeri. Santa langsung memeluk erat tubuh ringkih Alisha dengan mata berkaca-kaca. "Maafin gue enggak seharusnya gue ninggalin Lo sendirian" bisiknya pelan ditelinga Alisha. Alisha yang mendengar bisikan sahabatnya ia tidak menjawab namun air matanya mengalir perlahan membasahi kedua pipi mulusnya. Pada akhirnya kedua gadis tersebut menangis terisak saling berpelukan mereka saling menguatkan satu sama lain.

"Gue janji mulai sekarang gue enggak akan ninggalin Lo sendirian lagi. Tapi Lo harus janji jangan ulangi lagi hal bodoh seperti tadi. Lo tau betapa takutnya gue kehilangan Lo, gue sayang sama Lo. Karena bagi gue Lo sudah gue anggap seperti saudara gue sendiri. Jadi gue mohon jangan ulangi lagi, Lo harus semangat hidup. Lo enggak sendirian masih ada nyokap bokap Lo ada gue juga dan masih banyak orang orang yang sayang sama Lo. Yakin lah suatu hari nanti Lo pasti bisa jalan lagi kayak dulu, asal Lo mau berusaha untuk sembuh. Rajin minum obat dan ikut terapi jalan untuk melatih otot-otot kakimu agar cepat pulih" nasehat Santa mengusap bekas air mata di pipi Alisha.

"Lo mau kan berjuang untuk sembuh?" tanya Santa lembut. Alisha menatap lekat wajah Santa lalu perlahan Alisha mengangguk dan tersenyum kecil. Santa langsung tersenyum senang lalu kembali memeluk sahabatnya. "Nah gitu dong nurut, ini baru anak pintar" ucap Santa tersenyum kecil.

Mohan dan Alena ikut tersenyum senang pada akhirnya putrinya kembali tersenyum itu semua berkat bantuan Santa sahabat putrinya. "Nak, papa dan mama pulang dulu ya mau mengambil barang barangmu sekaligus memberi kabar orang rumah. Santa, om dan tante titip Alisha ya sayang, nanti kami kesini lagi sekalian membawa makan malam" ucap Alena lembut.

"Siap om tante, soal Alisha serahkan kepada Santa dijamin aman sentosa hehehe..." jawab Santa sambil terkekeh. Mohan dan Alena yang melihat tingkah lucu gadis bule tersebut mereka ikut terkekeh kecil. "Yaudah om dan tante tinggal dulu ya nak, kami titip Alisha" ucap Mohan tersenyum lembut.

"Siap laksanakan" jawab Santa sambil memberi hormat. Mohan dan Alena kembali terkekeh kecil. Sebelum pergi kedua orang tua Alisha memeluk putri mereka secara bergantian.

"Alisha beruntung Lo punya orang tua yang begitu mencintai Lo, gue jadi rindu sama mommy dan Daddy seandainya mereka masih hidup.." batin Santa tersenyum getir. Setelah kepergian pasangan paruh baya tersebut Santa membantu Alisha merebahkan tubuhnya untuk istirahat.

"Istirahatlah Al, nanti kalau om dan tante sudah datang gue bangunin" ucap Santa menyelimuti Alisha sebatas dada.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!