Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.
Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.
Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.
Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 - Tetap Hadir ...
Pesawat yang membawa Adrian dan Reza akhirnya mendarat di kota Surabaya menjelang sore, begitu tidak pesawat menyentuh landasan Adrian langsung menghela nafas panjang sambil menolehkan wajahnya kearah jendela.
Perjalanan hampir dua jam itu terasa biasa saja bagi siapapun, tapi tidak bagi Adrian yang sejak meninggalkan rumah pagi tadi pikirannya terus tertinggal pada satu orang yaitu Nayara.
Adrian membayangkan bagaimana istrinya sekarang, apakah sudah makan? Ataukah sedang istirahat? Apakah sang istri merindukan dirinya seperti ia yang saat ini tengah merindukan sang istri?.
Pikiran-pikiran sederhana itu terus dagang disela-sela perjalanan, dan semakin membuat Adrian semakin sadar bahwa kemanapun dirinya pergi, ternyata hatinya tetap tinggal dirumah.
Baru beberapa jam berpisah dengan Nayara, tapi rasanya rumah sudah terasa jauh.
Padahal Adrian baru berangkat pagi tadi dengan perjalanan yang singkat, namun tetap saja jauh dari sang istri membuat segala hal terasa berbeda. Bandara tetap terasa ramai, perjalanan tetap berjalan, pekerjaan tetap menunggu untuk diselesaikan, tapi ada perasaan kosong kecil yang tidak bisa diabaikan yaitu.... Rasa rindu.
" Pak, mobil dari kantor cabang sudah menunggu" ucap Reza seraya merapihkan tas kerjanya.
Adrian menganggukkan kepalanya singkat, namun sebelum berdiri ia meraih ponselnya. Hal pertama yang ingin Adrian lakukan bukanlah mengecek email apalagi membuka laporan kerja, tapi Adrian membuka room chat bersama sang istri dan memberikan kabar kepada Nayara.
^^^Mas sudah sampai di Surabaya, Sayang ❣️^^^
Tidak lupa Adrian memotret suasana Bandara dari tempat duduknya dan mengirimkan kepada sang istri, tak sampai satu menit balasan itu langsung masuk kedalam ponsel Adrian.
...Hati-hati ya, Mas. Jangan lupa makan dan minum air putih ❣️🥰....
Adrian tersenyum kecil, entah mengapa membaca pesan singkat itu saja sudah membuat hatinya cukup hangat.
^^^Iya, Sayang. Istri Mas sudah makan? ^^^
Balasan dari Nayara langsung cepat sampai.
...Sudah, Mas. ...
Adrian melanjutkan berbalas pesan dengan sang istri sambil berjalan keluar Bandara dengan Reza.
^^^Belum, Sayang. Nanti setelah sampai kantor Mas makan.^^^
Beberapa detik kemudian, pesan baru langsung muncul kembali.
...Jangan telat makan ya, Mas. Walaupun pekerjaan banyak karena ada yang menunggu Mas dirumah untuk pulang 🥰😘....
Adrian tersenyum tipis, sederhana isi pesan sang istri tapi entah mengapa perhatian kecil itu selalu berhasil membuat rasa lelahnya berkurang.
Nayara...
Dia benar-benar sudah menjadi rumahku,
Tempat yang selalu ingin aku memberi kabar,
Tempat yang selalu membuatku tenang,
Dan orang pertama yang ingin selalu aku dengar kabarnya.
Didalam mobil menuju kantor cabang, Adrian melihat jadwal yang dikirimkan oleh tim Surabaya. Rapat sore, evaluasi malam, inspeksi proyek pagi, semua jadwal padat bahkan sangat padat.
Adrian tahu kemungkinan besar ia tidak akan punya banyak waktu untuk membuka ponsel, dan pikiran itu membuatnya teringat pada sangat istri Nayara. Ia tahu jika istrinya akan khawatir jika tidak mendapatkan kabar, dan ja tahu Nayara akan menunggu pesan darinya.
Tidak ingin membuat Nayara cemas, akhirnya Adrian menolehkan wajahnya kearah sang sekretaris.
" Reza..."
" Iya, Pak?" Reza langsung menghentikan gerakan tangannya.
" Nanti kalau saya sibuk dan tidak sempat pegang ponsel, tolong berikan kabar kepada istri saya" Ucap Adrian.
" Maksudnya bagaimana, Pak?" Reza sempat terdiam.
" Tolong bantu saya kasih kabar tentang kegiatan selama di Surabaya kepada istri saya, ahar dia tidak khawatir" Adrian menjawab dengan tenang.
" Baik, Pak.." Reza sempat berkedip beberapa kali, lalu tersenyum kecil.
" Setiap jam, Reza.." Adrian menambhakan.
" Setiap jam, Pak?" kali ini Reza benar-benar menahan senyumnya.
" Iya, apa kurang jelas?" Adrian menatap lurus ke depan.
" Baik, Pak. Sudah jelas..." Reza menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecil.
Bos benar-benar susah bucin mampus.
Tapi dibalik itu, Reza juga tahu satu hal, atasannya sangat mencintai sang istri. Karena tidak semua orang yang sedang sibuk memikirkan cara agar pasangannya tetap tenang.
Adrian lalu kembali membuka ponselnyaagi dan mengirimkan pesan kepada sang istri.
...Sayang, nanti kemungkinan besar Mas sibuk sekali....
Tak lama pesan itu kembali mendapatkan balasan cepat.
^^^Iya, Mas. Aku paham kok.^^^
Adrian kembali mengetik balasan pesan.
...Kalau Mas belum sempat memberikan kabar, Reza yang akan mengirimkan kabar ya, Sayang....
Beberapa detik hening lalu sampai balasan pesan itu masuk kembali.
^^^Padahal tidak apa-apa, tidak perlu merepotkan Reza. Aku mengerti, Mas ❣️.^^^
Adrian tersenyum tipis membaca pesan sang istri.
...Mas tidak ingin Istri Mas khawatir, Sayang....
...Dirumah utama, Nayara membaca pesan itu sambil menahan senyum haru. Dadanya terasa hangat, ditengah kesibukan dengan berbagai kegiatan setibanya di luar kota, Adrian masih memikirkan perasaannya....
Bagaimana bisa lelaki ini selalu membuatku merasa begitu diperhatikan dan dicintai dengan begitu besar, bahkan saat sibuk, sedang jauh, ia tetap memikirkan perasaan dan kenyamananku.
Sesuai dengan permintaan sang atasan, kini Nayara hampir setiap jam mendapatkan pesan dari Reza.
^^^Bu, Pak Adrian sedang rapat dengan tim proyek.^^^
Nayara tersenyum kecil membaca pesan yang baru saja masuk.
...Terimakasih banyak Reza, sudah memberikan kabar....
Satu jam lagi...
^^^Bu, Pak Adrian sedang makan malam sambil review laporan.^^^
Nayara membaca pesan-pesan itu dengan hati yang hangat, mungkin bagi orang lain itu terdengar berlebihan. Tapi bagi Nayara setiap pesan itu terasa seperti bentuk cinta dari sang suami.
Sementara dikantor cabang, Adrian benar-benar bekerja tanpa henti. ia berpindah dari satu ruang rapat ke ruang lainnya, mengecek laporan, memanggil kepala divisi, membahas solusi dengan wajah yang serius.
Nada suaranya yang tegas, semua fokus pada penyelesaian masalah. Karena ia ingin semua selesai dengan cepat, bukan hanya demi perusahaan saja tapi karena ada seseorang yang sedang menunggunya pulang.
Aku harus cepat menyelesaikan semuanya.
Setiap lembar laporan yang ia buka, setiap keputusan yang ia ambil, semua terasa seperti langkah untuk segera kembali. Karena baginya sekarang pulang bukan sekedar kembali kerumah, pulang berarti kembali berkumpul dengan sang istri.