NovelToon NovelToon
Kembalinya Ratu Gangster

Kembalinya Ratu Gangster

Status: tamat
Genre:Pembaca Pikiran / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:375.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Nalea, putri bungsu keluarga Hersa, ternyata tertukar. Ia dibesarkan di lingkungan yang keras dan kelam. Setelah 20 tahun, Nalea bersumpah untuk meninggalkan kehidupan lamanya dan berniat menjadi putri keluarga yang baik.

Namun, kepulangan Nalea nyatanya disambut dingin. Di bawah pengaruh sang putri palsu. Keluarga Hersa terus memandang Nalea sebagai anak liar yang tidak berpendidikan. Hingga akhirnya, ia tewas di tangan keluarganya sendiri.

Namun, Tuhan berbelas kasih. Nalea terlahir kembali tepat di hari saat dia menginjakkan kakinya di keluarga Hersa.Suara hatinya mengubah takdir dan membantunya merebut satu persatu yang seharusnya menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

“IBUUU! TOLONG! KAK ZAVIAN! HIIIII, ADA TIKUS! KECOAAA!”

Teriakan itu persis seperti yang dikatakan Nalea. Tikus-tikus dan kecoa sudah mulai mendekati Sisilia.

Lidya panik. Ia segera menggedor pintu. “Sisil! Tenang, Nak! Ibu di sini!”

Lidya berbalik menghadap Nalea. Wajahnya yang tadinya penuh kebencian kini dipenuhi keputusasaan.

“Nalea! Tolong! Kumohon! Bantu aku! Katakan pada Zavian atau Azlan agar mengeluarkan Sisilia! Aku mohon!” Lidya meraih tangan Nalea, memohon.

Nalea menepis tangan Lidya, matanya dingin. “Minta tolong padaku?”

“Iya! Hanya kau yang bisa! Kau tahu Zavian sangat mendengarkanmu!” Lidya memohon, bahkan hampir berlutut. “Sisilia tidak pernah tidur di tempat seperti ini! Dia bisa sakit! Kasian, dari kecil dia tidak pernah hidup susah!”

Nalea menguap lebar, pura-pura mengantuk. “Sayangnya, aku malas, Bibi Lidya. Aku hanya tidak bisa tidur, dan setelah melihat drama ini, tiba-tiba aku merasa sangat mengantuk.”

“Kau… kau iblis! Dasar kejam dan tidak mempunyai perasaan!” desis Lidya, air matanya mulai menetes.

“Mungkin aku iblis,” balas Nalea acuh tak acuh, melangkah menjauh. “Tapi setidaknya, aku iblis yang cantik di rumah ini. Nikmati malammu, Bi Lidya. Dan semoga Sisilia tidak terlalu banyak digigit tikus. Aku yakin, Kak Zavian akan membukanya besok pagi.”

Nalea berjalan kembali ke kamarnya, meninggalkan Lidya yang menangis tersedu-sedu di depan pintu gudang. Di dalam hati Nalea, tidak ada rasa kemenangan, hanya kepuasan dingin melihat karma bekerja. Namun, rasa sakit dari masa lalu yang Mutiara ciptakan masih berbekas, membuatnya sulit merasakan kebahagiaan sejati.

...*********...

DUG! DUG! DUG!

Suara ketukan pintu yang bertalu-talu terdengar keras di kamar Zavian. Azlan berteriak memanggil kakaknya, membuat suasana pagi di kediaman Hersa yang mewah mendadak gaduh. Padahal, jam masih menunjukkan pukul lima pagi.

“Zavian! Buka pintunya! Aku butuh kunci gudang!” teriak Azlan dari luar.

Zavian, yang sudah bangun, segera membuka pintu. Wajahnya terlihat tenang, kontras dengan wajah Azlan yang kusut dan penuh amarah.

“Ada apa, sih? Kamu tidak lihat ini masih jam berapa?” tanya Zavian dingin.

“Kunci gudang. Sisilia di sana, Zavian! Kenapa kau menghukumnya sampai tidur di gudang? Aku baru tahu tadi! Semalam kepalaku sakit, jadi aku langsung tidur dan tak tahu ada kejadian seperti ini!” gerutu Azlan.

Zavian memberikan kunci itu tanpa sepatah kata pun.

Azlan mengambil kunci itu, tetapi sebelum berbalik, ia menyindir Zavian. “Kau sudah banyak berubah, Zavian. Kau dulu sangat menyayangi Sisilia. Kau dan dia sudah tumbuh bersama sejak kecil. Kenapa sekarang kau begitu kejam hanya karena omongan… orang luar?”

Zavian menatap kakaknya dengan tatapan tajam. “Kau tahu Sisilia melanggar aturan, Azlan. Dan aku tidak berubah. Aku hanya mencari kebenaran. Lagi pula itu sudah merupakan hukuman keluarga untuk orang yang melanggar aturan di rumah ini!”

Azlan mendengus, lalu bergegas pergi untuk menyelamatkan Sisilia.

Azlan membuka pintu gudang. Sisilia segera melompat keluar, tubuhnya kotor, rambutnya berantakan, dan ia langsung memeluk Azlan sambil merengek.

“Kak Azlan! Kakak akhirnya datang! Dingin sekali di dalam, Kak! Aku ketakutan! Ada tikus dan kecoa besar!” rintih Sisilia, air mata palsunya segera membanjiri pipi.

Lidya, yang duduk menunggu di kursi, langsung menghampiri mereka.

“Azlan, syukurlah kau datang! Lihatlah, Sisilia! Dia kedinginan, dia ketakutan!” Lidya langsung menambahkan bumbu fitnah. “Semua ini gara-gara Nalea! Dia sengaja memprovokasi Tuan Zavian, dia menghasut agar Sisilia dihukum seberat ini!”

Sisilia mengangguk, memeluk Azlan lebih erat. Ia berpura-pura bersikap menyedihkan agar memperburuk hubungan keluarga dan memfitnah Nalea.

“Iya, Kak Azlan!Sepertinya dia yang mengadukan jika aku akan pulang malam sehingga kak Vian langsung memergoki aku saat pulang! Dia memang iblis! Dia ingin aku diusir dari rumah ini!”

Azlan memapah Sisilia, matanya dipenuhi amarah. “Sudah, sudah. Jangan khawatir, aku akan membuat perhitungan dengan Nalea.”

Azlan membawa Sisilia ke kamarnya. Ia melihat bintik-bintik merah di lengan Sisilia akibat gigitan serangga dan segera mengoleskan obat.

“Aku minta maaf, Sisil. Aku seharusnya tidak membiarkan Zavian melakukan ini,” kata Azlan, hatinya dipenuhi rasa bersalah.

Saat sarapan, suasana di meja makan terasa tegang. Sisilia masih di kamar, Lidya memasang wajah muram, dan Azlan menatap Zavian dan Ivander dengan tatapan menuduh. Mutiara hanya diam, memandangi piringnya.

Azlan membuka suara. “Kenapa kalian menghukum Sisilia seenaknya? Dia hanya hanya gadis polos yang belum dewasa! Dia sudah tumbuh bersama kita sejak kecil!”

Ivander menghela napas. “Dia sudah dewasa, Azlan. Dan dia melanggar aturan keras di rumah ini. Dia pulang dalam keadaan mabuk, dan ada tanda-tanda yang tidak pantas di tubuhnya.”

“Itu hanya digigit nyamuk, Papa! Dan soal mabuk? Dia hanya mencoba karena teman-temannya! Kalian terlalu kejam!” Azlan membela. “Dia adik kita, Vian. Kenapa kau tidak memberinya kesempatan? Kau sudah berubah! Sejak kedatangan Nalea, kau jadi sinis!”

Zavian meletakkan sendoknya. “Aku tidak sinis, Azlan. Aku mencari kebenaran. Sisilia sudah berbohong. Dan tanda di bahunya bukan gigitan nyamuk.”

“Kau terhasut! Kalian semua terhasut omongan Nalea yang jelas-jelas ingin memecah belah keluarga ini!” Azlan membentak.

Nalea, yang duduk di samping Mutiara, hanya diam, sibuk mengunyah roti.

Oh, betapa bodohnya kakakku yang kedua ini. Dia membela rubah betina itu mati-matian. Mungkin dia akan sadar saat dirinya dililit utang dan dikejar rentenir saat Sisilia meminjam uang atas nama Azlan. Tunggu saja, Kak Azlan, drama kesengsaraanmu akan segera dimulai.

Brak!

Azlan menggebrak meja dengan keras. Semua orang terkejut.

“Azlan! Jaga sikapmu!” bentak Ivander.

Azlan berdiri, matanya menatap Nalea dengan amarah membara.

“Kau! Kau memfitnah Sisilia seenaknya! Kau bilang aku akan dililit utang dan dikejar rentenir? Kau itu bicara apa, Nalea? Jangan kau pikir kau bisa menghasut kami terus-terusan!”

Nalea bingung, menatap Azlan dengan polos. “Kak Azlan? Aku, aku tidak bicara apa pun. Kenapa kamu membentakku, Kak?

Zavian segera berdiri. “Azlan! Jangan emosi! Kenapa kau menuduh Nalea memfitnah? Dia diam saja!”

“Iya! Kenapa kau menyalahkan Nalea!” Ivander ikut membela Nalea. Mereka berdua berusaha menutupi fakta bahwa mereka bisa mendengar suara hati Nalea. Azlan hanya terlihat seperti orang gila yang menuduh tanpa bukti.

Ivander, dengan wajah tegas, mengambil keputusan.

“Cukup! Azlan, sebagai hukuman atas sikap kasarmu dan fitnah tanpa dasar ini, kamu tidak boleh ke kantor selama seminggu. Dan gaji bulan depanmu dipotong setengahnya!”

Azlan terkejut. “Papa! Tidak adil!”

“Adil, Azlan. Aku ingin kamu merenung. Cari tahu kebenaran, jangan terus menyalahkan Nalea. Keluarga ini sedang diuji,” tegas Ivander.

Azlan kesal dan segera pergi meninggalkan meja makan.

“Sejak kedatangan Nalea di keluarga ini, Sisilia jadi tersisih dan diabaikan oleh kalian! Keluarga ini mulai retak dan tidak akur!” teriak Azlan sebelum menghilang di balik pintu.

Mutiara bersedih, hatinya perih melihat keluarganya mulai retak dan tidak akur karena kehadiran Nalea dan Sisilia.

1
lovely
waduh ada sequelnya makasiiii othorkuuu menyala othor🤣🤣🤣🔥oiya thor bhs daerahnya jgn dibanyakin ya thor😭pusing aku liat bhs nya tak ngerti wkwk🤣
lovely: 😭😭😭isoke othor takpe...semangat berkarya🤭
total 4 replies
lovely
😭😭bahasa jawanya nya aku tak ngerti othor
lovely: iya othor huhuhuhuh😭ceritanya enak....😭😭
total 2 replies
Atoen Bumz Bums
kirain Grace punya pistol kn tinggal tembak2 dor dor
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Fitrian
cuiiiiiihhhhh anak pembantu ngelunjak 🖕
dasar tidak tau diuntungkan 🖕
keluar kan saja biar jadi gepeng sekalian sama ibunya yang tidak tau diri 🖕🖕
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: sabar... sabar...🤣
total 1 replies
Fitrian
cuiiiiiihhhhh bego tolollll
Fitrian
cuiiiiiihhhhh pasti pembantu jalang beracun itu yang membuang anak kandung dan anaknya di jadi kan nona rumah itu. dasar pembantu jalang beracun b2 ngepeet cuiiiiiihhhhh🖕🖕
Nia Risma
lah pede amat ngakuin rumah orang rumahmu,,,
Nia Risma
ini anak sama ibu otaknya kena comberan keruh amat,,
g sadar diri banget,,
keluarga Nalea juga g tegas,,
Nia Risma
aduh aduh,,sombong kali anak pungut ini,,,
di kirannya ide licik kalian akan terlaksana,,
bangun bangun,,,mimpi Mulu jadii orang
Nia Risma
mereka yg balapan AQ yg deg" an🤣🤣🤣
Nia Risma
ini ibu anak emang pada Ngadi" jdi orang
dasar parasit
Nia Risma
dih si Lidya ini ya g tau diri juga,,pantes Sisilia jadi orang egois,serakah,iri dan sebagainya karena ibunya pun juga gt
Nia Risma
makanya cepet lah sadar sebelum kamu gila ngadepin adek pungutmu itu,contohlah kakak dan ayahmu yg bisa tegas
Nia Risma
lagian udah dewasa masih suka banget tantruman,,,
mana bisa nya minta duwit aja g mau usaha kerja kek,,sadar diri
Nia Risma
ya terima aja sikap anakmu yg kurang ajar itu,,
itu semua juga Khan hasil didikanmu sendiri
Nia Risma
kamu pengen bunuh anak pungut karena suruhan anak pungut,,
Nia Risma
ini si Sisil ga sadar posisi ya,,muka tembok bener jdi anak pungut aja
Nia Risma
ini si Azlan bodohnya masih aja nempel,,,
Nia Risma
g tau diri banget jadi anak pungut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!