Selama dua tahun pernikahan, Adrian hidup layaknya sampah di keluarga besar istrinya, keluarga Wijaya. Diinjak-injak, dihina, dan dipaksa merangkak bagai anjing hanya demi sekeping uang untuk pengobatan ibunya yang sekarat, Adrian mencapai batas kesabarannya. Namun, tepat di titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya: 'Sistem Penguasa Dewa Berhasil Diaktifkan.'
Bermodalkan dana instan sebesar 10 miliar rupiah di hari pertama dan misi-misi ajaib dari sistem, Adrian bangkit dari statusnya sebagai menantu sampah. Dalam waktu singkat, dia membalikkan keadaan, menguasai roda ekonomi kota, dan membuat orang-orang yang dulu menghinanya berlutut memohon ampun.
Dunia mengiranya hanya seorang menantu miskin yang tidak berdaya, tanpa tahu bahwa di balik layar, Adrian adalah "Dewa" yang mengendalikan segalanya dari kegelapan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrean Matabuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Puncak Tertinggi Dunia
Dominasi mutlak Wijaya Group di distrik finansial Wall Street segera memicu kepanikan berantai yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern. Melalui kendali atas Asura Rockford Corp, aku tidak hanya menguasai tiga puluh persen perputaran uang di New York, tetapi juga memegang tuas kendali atas puluhan industri hulu di seluruh dunia. Kabar tentang jatuhnya dinasti keuangan Rockford ke tangan seorang pemuda misterius asal Indonesia langsung menjadi topik utama di seluruh halaman depan media internasional.
Malam itu, di dalam Penthouse super mewah yang bertempat di puncak gedung Asura Rockford Tower, New York, aku sedang berdiri di tepi kolam renang dalam ruangan yang dinding kacanya menghadap langsung ke arah siluet megah patung Liberty di kejauhan.
Kirana berjalan mendekat dari arah ruang kerja, mengenakan gaun tidur sutra putih panjang yang lembut. Di tangannya, terdapat sebuah undangan fisik berlapis emas murni dengan segel lilin merah berlambang mahkota kuno.
"Adrian," panggil Kirana, suaranya terdengar sangat tenang namun menyimpan riak ketegangan yang halus. "Baru saja ada utusan khusus yang datang ke lobi bawah. Mereka menyerahkan undangan ini secara langsung dari The Archon—konsorsium rahasia yang berisi sepuluh keluarga terkaya penguasa takhta bayangan dunia di benua Eropa."
Aku membalikkan tubuhku, mengambil undangan emas tersebut dari tangan Kirana dengan senyuman tipis yang dingin. "Rupanya para vampir tua penguasa dunia lama itu akhirnya mulai merasa gelisah setelah kursi kenyamanan mereka diguncang."
[Ding! Mengaktifkan Pemicu Alur Cerita Akhir Global...]
[Misi Utama Tahap Enam Diaktifkan: Hadiri Pertemuan Tertutup 'The Archon' di Kastil Kuno Swiss dan Hancurkan Hegemoni Sepuluh Keluarga Penguasa Dunia Lama dalam waktu 48 jam!]
[Hadiah Misi: Status 'Penguasa Jagat Raya Mutlak', Otoritas Kendali Hukum Alam, & Saldo Rekening Tanpa Batas (Infinity System Balance)!]
Mendengar suara digital dari Sistem Penguasa Dewa yang bergema dengan frekuensi yang jauh lebih berat dari biasanya, aku menyadari bahwa ini adalah pertempuran pamungkas untuk menyegel takhta tertinggiku di planet ini.
"Kirana, siapkan jet pribadi kita malam ini juga," perintahku sambil merangkul pinggangnya yang ramping. "Kita akan pergi ke Jenewa, Swiss. Mari kita lihat seberapa kokoh takhta bayangan yang mereka banggakan selama ratusan tahun itu di hadapan kekuatan Asura."
Dua puluh empat jam kemudian, sebuah helikopter pribadi berlogo Wijaya Group mendarat di tengah badai salju di puncak pegunungan Alpen, Swiss. Di hadapan kami, berdiri sebuah kastil batu kuno peninggalan abad pertengahan yang dikelilingi oleh benteng pertahanan perimeter militer swasta tingkat tinggi. Tempat ini adalah Kastil Elysium, tempat di mana sepuluh kepala keluarga terkaya di bumi berkumpul untuk menentukan nasib ekonomi negara-negara di dunia.
Pintu gerbang kayu ek raksasa terbuka lambat, menyambut langkah kakiku dan Kirana. Di dalam aula utama yang diterangi oleh lampu gantung kristal kuno dan perapian besar, sepuluh pria dan wanita lanjut usia dengan pakaian formal bangsawan Eropa sudah duduk mengelilingi meja batu bundar. Aura yang mereka pancarkan sangat menekan—sebuah akumulasi kekuasaan dari generasi ke generasi yang mampu menjatuhkan sebuah pemerintahan hanya lewat satu ketukan palu.
Di kursi tengah, duduk Lord Alistair, pria tua berusia sembilan puluh tahun yang merupakan pemimpin tertinggi dari konsorsium The Archon.
"Adrian Pratama," suara Alistair terdengar serak namun bergema penuh keangkuhan aristokrat kuno. "Kamu adalah anomali terbesar dalam sejarah manusia. Kamu menghancurkan faksi-faksi kecil di negaramu, merebut aset kami di Wall Street, dan berani menantang tatanan dunia yang telah kami bangun sejak zaman perang salib."
Seorang wanita tua di sebelahnya—pemimpin faksi minyak benua Eropa—ikut menimpali dengan tatapan menghina yang tajam. "Anak muda dari daerah terpencil, kekayaan bank digitalmu hanyalah angka di atas layar. Di hadapan kami yang memiliki cadangan emas fisik dan kendali atas hukum perbankan global, kamu tidak lebih dari sekadar orang kaya baru yang sombong!"
Begitu kalimat itu selesai, ratusan tentara bayaran elit berbaju zirah taktis modern serentak muncul dari balik pilar kastil, mengarahkan moncong senjata laras panjang mereka ke arah kepalaku dan Kirana.
Kirana menggenggam jemari tanganku dengan sangat erat, namun wajahnya tetap tegak, memancarkan keberanian seorang wanita yang telah sepenuhnya mempercayai suaminya.
Aku melangkah maju satu tapak ke tengah aula, membiarkan puluhan titik laser merah dari senjata musuh mengunci dadaku. Aku mengaktifkan kombinasi dari tiga keterampilan tertinggi Sistem: **Manipulasi Pasar Tingkat Dewa, Otoritas Intimidasi Absolut, dan Retorika Hipnotis Dewa secara bersamaan pada tingkat maksimum.
BUMMM!
Sebuah tekanan energi tak kasat mata yang teramat dahsyat mendadak meledak keluar dari dalam tubuhku, menyapu seluruh aula kastil kuno tersebut. Dinding-dinding batu tua itu mendadak retak, dan lampu-lampu kristal di atas langit-langit bergetar gila-gilaan seperti sedang dihantam gempa bumi berskala besar.
Ratusan tentara bayaran elit yang memegang senjata mendadak merasakan lutut mereka lemas, sebelum akhirnya serentak jatuh berlutut di atas lantai marmer dingin dengan muntah darah akibat tekanan mental yang menghancurkan organ dalam mereka.
"Apa?! Kekuatan apa ini?!" teriak Lord Alistair, wajah tuanya yang tadinya angkuh kini dipenuhi oleh kengerian yang teramat sangat murni. Sepuluh penguasa dunia lama itu serentak mencengkeram tepi meja batu, tubuh mereka bergetar hebat di bawah tatapan mataku yang berkilat keemasan.
"Kalian bilang kalian menguasai emas dan hukum dunia?" ujarku datar, setiap suku kata yang keluar dari mulutku beresonansi seperti suara dewa dari langit tinggi yang langsung menghancurkan kewarasan mental mereka.
"Dalam waktu tiga puluh detik lalu, satelit kuantum Asura Space telah meretas dan mengambil alih kendali seratus persen atas seluruh brankas penyimpanan emas fisik bawah tanah milik konsorsium kalian di Zurich, London, dan Fort Knox. Detik ini juga... seluruh dinasti kalian tidak memiliki nilai sepeser pun di bumi ini."
Aku melempar draf dokumen pengakuan kepatuhan global ke atas meja batu bundar tersebut.
"Tandatangani surat penyerahan kekuasaan ini, dan biarkan dunia tahu bahwa mulai hari ini, hanya ada satu hukum dan satu penguasa mutlak di atas planet ini: Wijaya Imperium di bawah kendaliku dan istriku, Kirana."
Lord Alistair menatap kertas di hadapannya dengan air mata keputusasaan yang mengalir deras. Dengan tangan yang berguncang hebat, dia memimpin sembilan penguasa lainnya untuk membungkuk sembilan puluh derajat ke arahku, sebelum menandatangani dokumen tersebut dengan sisa-sisa harga diri mereka yang telah hancur total. Set! Sret!
[Ding! Misi Akhir Global: Penundukan 'The Archon' Sukses Mutlak!]
[Evaluasi: Tuan Rumah Telah Resmi Menjadi Penguasa Jagat Raya Tanpa Mahkota!]
[Hadiah Utama Diaktifkan: Status 'Penguasa Jagat Raya Mutlak' & Saldo Rekening Tanpa Batas (Infinity Balance) Telah Melekat Sempurna!]
Aku membalikkan tubuhku, berjalan mendekati Kirana yang kini menatapku dengan mata yang berbinar terang penuh rasa cinta, kebanggaan, dan kebahagiaan yang tak terbendung. Aku menarik tubuh anggunnya ke dalam pelukanku yang hangat, melangkah keluar dari kastil kuno menuju tepi tebing pegunungan Alpen yang diselimuti salju putih murni.
Di bawah langit dunia yang kini berada sepenuhnya di dalam genggaman tangan kami, aku mempererat pelukanku pada pinggang Kirana, menyongsong fajar baru di mana tidak akan ada lagi manusia, organisasi, ataupun negara yang berani memandang rendah kami. Perjalanan dari seorang menantu sampah yang dihina, kini telah resmi berakhir di puncak tertinggi alam semesta.