NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Besi berjalan

Sore itu, suasana di Lembah Beringin sangat tenang. Kakek Genpo sedang duduk santai di teras, memegang Sapu Naga Penyapu Langit di tangan kanannya, dan tangan kirinya memegang cangkir teh yang baru diseduh.

Tiba-tiba...

BRUUUUUMMMMM!!! BRONG! BRONG!

Suara deru mesin yang sangat keras dan menggelegar terdengar dari arah jalan setapak! Suaranya bukan suara delman, bukan suara kuda, tapi suara menderu kencang seperti raungan binatang buas!

Getarannya sampai ke lantai gubuk!

BRAK!

Cangkir teh di tangan Genpo jatuh dan pecah berkeping-keping!

"ASTAGA RUPA! ADA APA INI?!" teriak Genpo kaget setengah mati, langsung berdiri tegak dan memegang sapu itu siap tempur. "GEMPA BUMI KAH?! ATAU RAKSASA DATANG?!"

 

Tidak lama kemudian...

WUSH!!!

Sebuah benda berkilauan berwarna hijau gelap meluncur indah dan berhenti tepat di halaman depan gubuk. Asap knalpot tipis mengepul, dan mesinnya dimatikan dengan suara ting yang halus.

Pintu mobil terbuka.

Muncul Deon Key dengan senyum lebar dan gaya sangat keren, melambaikan tangan.

"! Tuan Deon sampai di tujuan dengan selamat! Hahaha!"

 

Genpo yang tadinya siap lawan monster, kini melihat pemandangan itu. Matanya terbelalak, lalu wajahnya berubah merah padam menahan marah!

"BRUK!!"

Ia menjatuhkan pantatnya kembali ke kursi, lalu mulai teriak-teriak histeris.

"HEH!!! KAMU INI ANAK APAAN SIH?!!"

Genpo berdiri, menunjuk ke arah mobil mewah itu dengan tangan gemetar.

"ITU APA?! ITU BESI BERGERAK APAAN YANG KERASANYA SAMPAI KE USUS?! KAKI KAKAK PADA GUNCANG GITU! KIRA-KIRA APA YANG TERJADI?!"

"Eh itu mobil Kek! Kendaraan modern! Canggih lho!" jawab Deon santai sambil memamerkan kunci mobilnya.

"MOBIL APAAN YANG SUARANYA MACHT MACHT GITU?!" Genpo makin keras suaranya. "Kakek kira ada pesawat jatuh atau perang dunia ketiga baru mulai! Jantung Kakek mau copot Nak! Umur Kakek tinggal dikit jangan dikagetin gitu dong!"

Deon langsung lari mendekat sambil menahan tawa, mencoba menenangkan Kakeknya yang sudah naik darah.

"Maaf maaf! Maafkan saya Tuan Penjaga! Hehe tadi kan baru dipakai, jadi gasnya agak dalam dikit. Suaranya emang gede ya ternyata."

 

Genpo berjalan mendekati mobil itu dengan langkah berat dan wajib cemberut. Ia mengelilingi mobil itu sambil memegang dagu, sesekali menepuk bodi mobil yang dingin dan licin itu.

"Wah... mulus sekali... warnanya bagus... bentuknya juga aneh tapi enak dilihat," gumamnya pelan, sedikit terkesima tapi gengsinya masih tinggi.

"Berapa harganya Deon? Jangan bilang mahal banget ya?!"

"Hmm... kira-kira segini Kek," Deon mengangkat jari menunjukkan angka.

Mata Genpo melotot lagi. "SEGITU?! GILA KAMU! UANGNYA DIBUANG-BUANG! BUAT BELI SAWAH BISA DUA HEKTAR ITU!"

"Tapi kan enak Kek! Sekarang kan kita orang modern. Nanti kalau mau jalan ke kota atau mau bawa barang banyak, tinggal masuk, pencet tombol, langsung meluncur! Nggak kepanasan, nggak kehujanan, dan Kakek nggak perlu capek jalan kaki!"

Deon membuka pintu belakang mobil. "Nah lihat! Kursinya empuk kayak kasur bidadari! Kakek coba duduk sini!"

 

Karena penasaran, Genpo pun mencoba masuk dan duduk di kursi belakang.

Wah...

Rasanya empuk sekali! Dingin karena ada AC! Posisinya tinggi dan nyaman!

Genpo mengusap-usap jok kulit itu dengan mata berbinar.

"Wah... enak sekali ya duduk di sini..." gumamnya lirih. "Rasanya kayak raja-raja zaman sekarang ya."

"Tuh kan! Jadi kalau nanti ada tamu kayak Nona Prizeyl atau siapa gitu, kita bisa jemput pakai ini! Gaya abis!" rayu Deon jitu.

Wajah Genpo perlahan-lahan membaik. Cemberutnya hilang digantikan senyum simpul.

"Ya sudah... ya sudah... namanya juga rezeki anak muda," kata Genpo sok bijak sambil membetulkan bajunya. "Tapi ingat perjanjian ya!"

"Apa Kek?"

"Pertama: Kalau mau masuk halaman atau lewat depan gubuk, suaranya dikecilin! Jangan BRONG-BRONG kayak gitu lagi! Nanti tetangga (walau nggak ada) pada kaget dan halaman kita jadi berdebu!"

"Siap Bos! Nanti Deon pasang fitur 'mode halus' biar suaranya cuma berdesir doang!"

"Kedua: Kakek mau jadi penumpang utama! Jadi Deon yang nyetir, Kakek yang duduk manis di belakang sambil minum teh!"

"Hahaha! Boleh banget! Siap antar Jenderal Genpo!"

 

Genpo turun dari mobil dengan bangga, lalu menepuk kap mesin mobil itu.

"Nah... sekarang kita lengkap sudah peralatannya.

- Rumah: Nyaman.

- Ilmu: Melimpah.

- Kekuatan: Dewa.

- Kendaraan: Mewah."

Genpo menatap cucunya dengan penuh kasih sayang.

"Kamu ini benar-benar bikin Kakek takjub terus tiap hari Nak. Dari anak desa yang aneh... sekarang jadi pangeran lengkap sama keretanya."

"Kan demi Kakek juga biar hidupnya makin enak," jawab Deon manis.

"Ya sudah Pangeran! Matikan mesin itu! Ayo masuk! Makan malam sudah siap! Besok pagi kita coba keliling desa pakai mobil baru biar orang-orang pada melongo!"

"Hahaha! Siap Kek! Gas pol!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!